
***
Setelah ke 2 beast'nya menghilang bersama si gadis peniru, dia langsung menyandarkan punggung'nya ke batang pohon lalu kembali meminum beberapa botol porcelain roh air kehidupan, namun tidak peduli seberapa banyak dia meminum, tetap saja kali ini proses penyembuhan'nya sedikit lambat.
"Huufff... jiu-xu bilang hampir seluruh titik dantianku mengalami kerusakan... jika kultivator pada umum'nya, mengalami kerusakan pada beberapa dantian maka dia sudah menjadi sampah, dan akan sulit untuk kembali membangun kekuatan roh! tapi... kalau di ingat² lagi sepertinya rasa sakit seperti ini pernah aku alami sebelum'nya! walau pun rasa sakit'nya tidak sesakit yang aku rasakan sekarang!" ,,, gumam huilan.
Dia terlihat berfikir keras untuk mengingat kapan dia pernah mengalami sakit yang sama.
"Oh ya benar! saat pertama kali aku menyentuh devil sword, waktu itu juga sakit'nya sama persis seperti ini, hm... kalau gitu seperti'nya aku tidak perlu mencari pil pelebur tingkat tinggi, waktu itu juga aku sembuh berkat roh air kehidupan!" ,,, batin huilan sambil tersenyum lega.
Kemudian dia memejamkan ke 2 mata'nya untuk merasakan tubuh'nya yang sedang melawan rasa sakit, tak lama seorang pemuda tampan berpakaian serba hitam, dengan tingkat kultivasi berada di level 1 alam langit. dia datang menunggangi beast singa putih dengan tingkat kekuatan sudah berada di tingkat 17 tahap awal, mereka datang dan langsung menghampiri huilan dengan exspresi panik terukir di wajah pemuda itu.
"Kaka? apa yang terjadi saat aku menutup diri??" ,,, gumam si pemuda yang langsung mengangkat tubuh huilan lalu mendudukan dia di pangkuan'nya.
"Ka, apa yang terjadi? kenapa kau bisa terluka separah ini!!" ,,, kata si pemuda setengah berbisik.
Perlahan-lahan huilan pun membuka ke 2 kelopak mata'nya lalu memandang wajah si pemuda untuk beberapa saat dengan tatapan sayu, tak lama huilan melontarkan pertanya'an.
"Siapa kamu?!" ,,, tanya huilan dengan nada yang lemah, dan dia tidak mengenali si pemuda.
"Kaka, ini aku xing-je! kenapa kau tidak mengenali ku? padahal ini belum sampai 3 minggu, tapi kau sudah tidak mengenaliku!" ,,, kata si pemuda.
"Eh?! kau xing-je!" ,,, kata huilan masih dengan nada yang lemah.
Kemudian dia menyentuh pipi xing-je lalu meraba-raba perut xing-je yang kini menjadi ber'otot.
"Hm... apa kau benar² xing-je? kita tidak bertemu selama 2 minggu lebih, tapi kau sudah berubah menjadi maskulin! padahal belum lama ini kau hanya seorang bocah yang kekurangan gizi, dan... heeiii! ini tidak adil, kenapa sekarang kau jauh lebih tinggi dari ku?!" ,,, keluh huilan lalu dia menekan-nekan otot perut xing-je dengan ujung jari telunjuk'nya.
Xing-je yang di perlakukan seperti itu ke 2 pipi'nya langsung merona.
"Hei apa yang xm lakukan? jauhkan jari² mu!" ,,, tegor xing-je sambil meraih tangan huilan dan menjauhkan dari perut'nya.
"Walaupun usiaku 1 tahun lebih muda darimu, tapi tetap saja aku adalah laki² normal!" ,,, sambung'nya.
"Hah! apa hubunyan'nya dengan laki² normal? aku kan hanya menyentuh perut mu karna bisa ber'otot dalam waktu yang singkat!" ,,, kata huilan yang kembali meraba-raba perut xing-je dan menusuk-nusuk nya dengan ujung jari telunjuk, dia merasa lucu melihat exspresi wajah xing-je yang memerah.
"Cukup ka, jangan nakal!" ,,, xing-je kembali menjauhkan tangan huilan.
Tapi huilan, dia malah tersenyum evil lalu kembali menjahili xing-je, dia fikir kalau xing-je merasa geli dengan apa yang dia lakukan. Jika huilan dan xing-je malah asyik bercanda tawa, berbeda dengan beast milik xing-je, singa putih itu malah bengong dengan mulut yang terbuka karna melihat potongan tubuh ular merah kepala 3, dan dia tau dari sisa aura yang tertinggal kalau ular merah itu adalah spirit beast yang sudah mencapai tingkat monster dewa.
Tak lama dia pun menoleh pada tuan'nya yang sedang bercanda dengan huilan, tatapan singa putih itu semakin rumit melihat huilan karna tepat di samping'nya tergeletak sebuah kristal inti kekuatan beast, dan dari kristal inti berwarna merah delima itu terpancar aura monster dewa.
"B-bagaimana ini bisa terjadi?! dia hanya seorang pemula!" ,,, gumam'nya. dia merasa tidak percaya dengan tebakan'nya, karna penasaran akhir'nya dia pun bertanya.
"Gadis kecil! apa ini... kau yang melakukan'nya?!" ,,, tanya singa putih dengan ke 2 alis yang mengkerut.
Huilan dan xing-je pun menoleh pada singa putih yang terlihat sedang kebingungan, tapi huilan langsung mengerti apa yang membuat'nya jadi seperti itu.
"Em, ini... se-sedikit rumit untuk di jelaskan jadi anggap saja aku sedang beruntung dan aku harap kau bisa merahasiakan'nya!" ,,, kata huilan.
Singa putih itu semakin terkejut dan tidak tau lagi harus berkata apa, berbeda dengan xing-je dia tidak menyadari apa yang ada di bawah lembah, dan dia malah kebingungan sendiri melihat exspresi beast'nya.
"Emm, ada apa ya ka?!" ,,, tanya xing-je sambil menoleh pada singa putih dan huilan secara bergantian.
"Oh tidak ada apa² ko! 0,ya xing-je ini aku ada hadiah untuk mu!" ,,, kata huilan sambil menyerahkan kristal inti monster dewa pada xing-je.
Tapi mahluk yang pertama kali terkejut malah singa putih'nya.
"Hah! k-kau memberikan benda itu begitu saja?!" ,,, kata singa putih.
__ADS_1
"Tidak apa, dia lebih membutuhkan'nya dari ku! selanjut'nya tolong jaga dia dengan baik yah!" ,,, kata huilan.
Singa putih itu langsung menghembuskan nafas.
"Haishh... aku jadi iri pada'nya karna bertemu dengan mu lebih dulu dari ku!" ,,, keluhan singa putih.
Huilan hanya bisa tersenyum menanggapi keluhan si singa.
"Kau tidak perlu hawatir dan tidak perlu mengingatkan ku, ini memang sudah menjadi tugasku untuk menjaganya dengan baik!" ,,, sambung si singa.
"Terima kasih!" ,,, kata huilan.
"Ughh... meskipun aku tidak tau apa yang sedang kalian bicarakan, tapi kristal inti beast ini sepertinya bukan inti beast tingkat 9, kenapa kaka tidak simpan saja untuk kaka sendiri! " ,,, kata xing-je sambil menerima kristal inti tersebut.
"Haishh... ini hanya sebuah kristal inti, ini tidak terlalu berharga untukku!" ,,,
"Uhuk... uhuk...
Singa putih itu langsung terbatuk mendengar ucapan huilan.
"Eh maaf xing-qi! a-aku tidak bermaksud menyinggung mu!" ,,, kata huilan yang merasa bersalah karna walau bagaimana pun xing-qi juga spirit beast.
"Ehem... ehem... aku tidak akan mempermasalahkan hal kecil, aku hanya ingin mengingatkan sebaik'nya kita segera pergi dari sini, aku merasa ada puluhan kultivator tingkat tinggi sedang menuju kesini!" ,,, kata singa putih.
"Oh benar! sepertinya mereka adalah orang² yang sempat kita lihat saat kita baru keluar dari lembah pohon kehidupan!" ,,, sambung xing-je yang langsung mengangkat tubuh huilan, kemudian dia melangkah menghampiri singa putih.
"Sepertinya begitu! ayo tuan naik ke punggungku, agar kita lebih cepat!" ,,, kata singa putih yang langsung mempersilahkan xing-je naik ke punggung'nya.
Ahkir'nya mereka pun melesat pergi meninggalkan lembah, dan tidak lupa untuk menghapus jejak aura mereka.
***
Ada yang menunggang laba², macan' ular, srigala, macan hitam dan lain².
Mereka pun berhenti di bibir lembah batu 7 pilar, dan pasti'nya tidak ada 1 pun dari mereka yang tidak terkejut setelah melihat pemandangan di bawah lembah, tak lama pemimpin mereka pun buka suara.
"Gao-tan, minta 2 kelompok untuk menyelidiki tempat ini, dan utus sebagian kultivator tingkat tinggi untuk menyimpan darah ular merah sebanyak mungkin, lalu potongan²'nya juga bawa pulang semua!",,, perintah'nya.
Dan ternyata dia adalah tuan muda chu, mereka belum pergi dari hutan ayakashi karna mereka belum menemukan petunjuk apa² tentang seorang kultivator yang sudah mengambil buruan mereka, yaitu beast ular langit dan singa putih.
Para bawahan'nya pun langsung melaksanakan perintah'nya, sedangkan tuan muda chu sendiri dia langsung melesat pergi karna dia sangat yakin kalau orang yang sudah membunuh ular merah itu, keberada'an nya masih berada di sekitar lembah dan dia menebak bahwa orang yang membunuh ular merah itu adalah orang yang sama dengan orang yang sudah mengambil target buruan'nya.
"Sebenar'nya kekuatan apa yang dia miliki? dia bahkan bisa membunuh beast yang sudah mencapai tingkat monster dewa! jika kejadian ini menyebar ke seluruh benua teratai, pasti ini akan menggemparkan seluruh dunia kultivator!" ,,, gumam'nya tanpa menghentikan langkah'nya.
Tuan muda chu terus melompat dari dahan ke dahan sambil terus menyebarkan kekuatan roh'nya untuk mendeteksi keada'an di sekitar.
"Aku harus bisa menemukan orang ini terlebih dulu dan merekrut'nya untuk menjadi bagian dari orang²ku, aku yakin jika aku bisa merekrut orang seperti dia, pasti keraja'anku akan semakin kuat!" ,,, batin tuan muda chu.
Tak terasa hari semakin menjelang sore, tuan muda chu akhir'nya berhenti sejenak di salah satu dahan pohon yang cukup rimbun.
"Aneh! sudah sejauh ini, tapi aku belum menemukan tanda² keberada'an nya" ,,, gumam'nya.
Tak lama diapun merasakan ada nafas 2 kultivator tidak jauh dari posisi'nya, tuan muda chu pun langsung menyembunyikan aura'nya lalu dia melompat turun dan mendekati 2 aura kehidupan yang dia rasakan.
Di bawah pohon yang besar dan rimbun, terlihat seorang pemuda sedang tertidur lelap bersama seorang gadis cantik yang tertidur di pangkuan'nya, dan mereka ber 2 tidak lain adalah huilan dan xing-je.
Setelah huilan dan xing-je meninggalkan lembah batu 7 pilar, huilan meminta xing-je untuk mengantar'nya ke sungai terlebih dulu, karna tubuh'nya sangat kotor di penuhi oleh darah yang mulai mengering. dan setelah selesai membersihkan diri dia merasa sangat lelah jadi huilan meminta untuk istirahat dulu sebentar di bawah pohon, tapi tak si sangka mereka malah ketiduran.
***
__ADS_1
Tuan muda chu langsung tertegun setelah melihat huilan yang sedang tertidur lelap, dia memiliki kecantikan yang sangat natural tanpa riasan apapun, lalu pandangan'nya tertuju pada jepitan rambut yang berbentuk bunga sakura putih tapi hanya memiliki 3 kelopak saja, hiasan bunga sakura ini terpasang di rambut tepat di atas daun telinga huilan.
Samar² tuan muda chu merasakan ada aura roh terpancar dari jepitan tersebut, perlahan-lahan tangan tuan muda chu pun bergerak mendekati jepitan bunga sakura itu.
"Apa ini hanya sebuah kebetulan? kalau tidak salah tadi pagi aku melihat seorang gadis yang bermain di sungai, dan dia juga memakai hiasan bunga sakura 3 kelopak sama persis seperti ini! apa mungkin gadis yang tadi pagi aku lihat di sungai adalah gadis yang sama dengan gadis ini?! tidak aku sangka ternyata dia benar² sangat cantik" ,,, batin tuan muda chu.
Lalu dia berniat melepaskan hiasan sakura 3 kelopak itu, tapi saat tangan'nya baru saja menyentuh hiasan tersebut, jari² yang putih kecil dan terasa seperti kulit bayi itu, tiba² mencengkram erat ke pergelangan tangan lalu menarik'nya kemudian 1 tangan lagi langsung meninju tepat di tengah² dada tuan muda chu.
BUG...
"EEKKHHH...
Tuan muda chu langsung terdorong mundur beberapa langkah sambil menahan dada'nya, walaupun pukulan'nya tidak membuat'nya terluka parah, tapi rasa nyeri dan linu cukup membuat'nya sedikit merasa sesak.
"Hah! gadis ini hanya seorag kultivator pemula dan, walaupun dia melakukan serangan secara mendadak seperti tadi, seharus'nya aku tidak perlu terdorong dan merasa sedikit sesak! hehe... ini menarik, sepertinya aku harus menguji'nya!" ,,, batin tuan muda chu yang langsung menyunggingkan sudut bibir'nya.
Sedangkan huilan dia langsung menatap tajam pada pria berjubah yang ada di depan'nya.
"Mm... sepertinya aku kenal dengan aura'nya!" ,,, batin huilan lalu dia bangun dan berdiri yang membuat xing-je ikut terbangun.
"Apa kau orang yang tadi pagi di sungai?!" ,,, tanya huilan dengan nada yang dingin sambil menatap tajam pada tuan muda chu.
"Apa kau yakin?!" ,,, tanya tuan muda chu singkat.
"Cih! kau memiliki aura yang sama seperti orang tadi pagi! dasar MESUM!!" ,,, bentak huilan dan langsung melemparkan senjata'nya yang berbentuk suriken berwarna hijau.
Syuuuttt...
Sring... Sring... Sring...
4 mata pisau berwarna hijau berputar seperti gangsing di udara melesat ke arah tuan muda chu, tentu bukan hal sulit bagi tuan muda chu untuk menghindar, dia mengelak dengan mudah'nya sehingga suriken dengan 4 mata pisau itu tertancap di batang pohon.
Tuan muda chu tidak membalas serangan dari huilan, dia malah tersenyum lalu melesat pergi.
"HEI TUNGGU! MAU KEMANA KAMU?!" ,,, teriak huilan yang langsung melesat mengejar tuan muda chu.
"Eeehh ka! tunggu!! tidak perlu mengejar'nya lagii!" ,,, teriak xing-je.
Tapi huilan tidak mendengar peringatan dari xing-je dia malah terus mengejar tuan muda chu.
"Haisshhh... kaka ini benar² sangat gegabah! jelas² pria berjubah itu hanya memancing'nya!" ,,, gerutu xing-je.
Lalu dia mencabut senjata huilan yang tertancap di batang pohon, setelah itu dia melesat pergi menyusul huilan.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1