
***
Hui-lan dan xing-je pun akhir'nya sampai di pedesa'an, dan benar saja kedatangan hui-lan dan xing-je menjadi pusat perhatian warga yang masih berlalu lalang di jalan. mereka berfikir bahwa hui-lan adalah seorang putri bangsawan yang sedang berkunjung ke desa mereka.
"Eh.. bukankan itu xing-je?" ,,,
"Siapa gadis yang di samping'nya?" ,,,
"WOW!! cantik sekali.." ,,,
"Padahal dia sudah menutupi setengah wajah'nya" ,,,
"Tapi itu tetap saja terlihat cantik" ,,,
Itulah komentar2 para warga yang terdengar oleh xing-je, dia pun menundukan kepala'nya. sejujur'nya dia tidak suka jadi pusat perhatian, sedangkan orang yang di bicarakan malah sibuk dengan acara makan buah2han nya, karna memang hui-lan sudah seharian ini dia belum makan apapun.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah gerbang perguruan kecil yang memiliki papan nama klen ruo, hui-lan bisa melihat ada beberapa murid yang berlatih di halaman yang lumayan cukup luas. kemudian dia menoleh pada xing-je dan bertanya.
"Xing-je apa kamu tinggal di sini?" ,,, tanya hui-lan, xing-je langsung menggelengkan kepala'nya.
"Bukan, tapi ini adalah tempat aku belajar sekaligus tempat kerjaku!" ,,, jawab xing-je.
"Bekerja ?? memang'nya berapa usiamu?" ,,, tanya hui-lan.
"Aku 14 tahun" ,,, jawab'nya.
"Kamu masih terlalu muda untuk bekerja, kenapa kamu tidak fokus belajar saja dan kultivasi. aku fikir jika kamu fokus dengan kultivasi mu, seharus'nya di usiamu ini sudah mencapai puncak start fighter" ,,, kata hui-lan.
Xing-je sedikit terkejut karna tebakan dia sangat tepat, padahal hui-lan hanyalah gadis biasa. sebab dia tidak bisa merasakan ada'nya kekuatan roh di dalam diri hui-lan walau hanya secuil, tapi kenapa dia bisa tau kalau tingkat kultivasi'nya masih di bawah puncak start fighter.
"Eh.. kaka bisa membaca tingkat kultivasi ku?" ,,, tanya xing-je dia sedikit tidak percaya.
"Tentu saja" jawab hui-lan singkat.
"Hehe... tentu saja aku tau, guru baruku adalah ratu rubah" ,,, batin hui-lan.
"Oo.. tentang itu aku punya kesulitan sendiri, lagipula aku bukan seseorang yang memiliki bakat besar. yasudah kaka lan'er tunggu di sini sebentar, aku akan menemui guruku dulu!" ,,, kata xing-je.
"Baiklah, jangan lama2!!" ,,, kata hui-lan.
Xing-je pun mengangguk lalu pergi meninggalkan hui-lan di depan gerbang, setelah kepergian xing-je, hui-lan pun mencari tempat duduk sambil menuggu xing-je kembali.
o0o
30 Menit kemudian... hui'lan yang menunggu kini dia mulai merasa bosan.
__ADS_1
"Hufftt... kemana si ni bocah, lama sekali kata'nya sebentar" ,,, hui-lan mulai menggerutu.
Kemudian hui-lan berdiri dan berniat menyusul xing-je ke dalam, tapi baru beberapa langkah dia berjalan tiba2 dia mendengar seperti ada keributan dari luar samping tampat perguruan. samar2 hui-lan mengenali suara salah satu orang yang sedang ribut itu, cepat2 hui-lan pun bergegas pergi ke arah suara keributan berasal.
Di samping tempat perguruan terlihat seorang pemuda sedang di kelilingi oleh 3 pemuda lain'nya, mereka memakai pakaian yang sama. dan tidak lain dia adalah xing-je sedang di kelilingi oleh 3 senior'nya.
"Huh xing-je, aku dengar hari ini kamu telah mendapat bunga naga merah dari bukit herbal, guru pasti sudah memberi bayaran lebih. cepat berikan padaku kamu sudah 2 minggu tidak memberi kami uang" ,,, kata salah satu senior'nya.
"Senior aku mohon untuk beberapa minggu ini jangan meminta uang padaku, bibi ku sedang sakit aku membutuhkan uang ini untuk membeli obat" ,,, kata xing-je dia mencoba bertahan.
"Huh!! sakit apa'an, bukankah bibi mu itu cuma batuk2 saja. masa sudah 2 minggu lebih belum sembuh juga, alasan saja kamu!!" ,,, kata yang satu'nya lagi.
"Tapi senior aku benar2 tidak berbohong, bibi ku memang sedang sakit" ,,, xing-je masih bertahan.
"Aah.. banyak alasan kamu" ,,, kata senior'nya dia langsung merebut kantung uang milik xing-je, tapi xing-je sendiri tidak tinggal diam dia mencoba mempertahankan benda milik'nya.
"Tidak senior jangan!!!" ,,, teriak xing-je.
Namun apalah daya, tingkat kultivasi xing-je hanya di level 5 start fighter, sedangkan ke 3 senior'nya masing2 berada di level 9 start fighter.
BUG!!!
Xing-je sudah tersungkur ke tanah, dia di dorong oleh ke 3 senior nya. kemudian ke 3 senior itu melangkahkan kaki'nya untuk pergi.
Tapi langlah mereka kembali terhenti karna xing-je memegangi salah satu kaki mereka.
"Senior aku mohon jangan di ambil semua" ,,, kata xing-je.
"Huh!! Salah sendiri kamu tidak memberikan'nya sejak awal" ,,, jawaban seorang senior dan langsung menendang xing'je hingga kembali tersungkur di tanah.
Setelah itu ke 3 senior kembali melangkah pergi, baru beberapa langkah tiba2 dua butir batu sebesar kelereng melesat bersusulan menabrak ke 2 lutut pemuda yang sudah merampas barang milik xing-je.
Tak.. Tak..
Bruk...
"AAA....
"KURANG AJAR!!.. siapa yang berani menyerangku dari belakang!!" ,,, bentak pemuda yang sudah berlutut di tanah, karna lutut'nya terasa ngilu akibat terkena lemparan batu.
"Hum!! memang'nya kenapa kalau menyerang secara tiba2.. kalian saja berani menindas orang dengan keroyokan" ,,, suara se'orang gadis dengan nada yang dingin.
Seketika ke 3 senior itu mematung kedatangan se'orang gadis yang memakai pakaian mewah, tapi setengah wajah'nya tertutup oleh topeng. gadis itu berjalan dengan tenang ke arah meraka, saat jarak'nya hanya tinggal beberapa meter gadis yang tidak lain dia adalah hui-lan itu berhenti dan menatap ke 3 pemuda itu dangan tatapan yang dingin.
Tak lama kemudian ke 3 pemuda itu pun kembali tersadar dari keterkejutan'nya, dan langsung naik darah karna ternyata orang yang sudah menyerang rekan mereka adalah seorang gadis biasa yang tidak memiliki kekuatan roh, itulah yang mereka rasakan, kemudian salah satu dari mereka menerjang maju sambil membentak.
__ADS_1
"Berani'nya kamu menyerang ketua kami, aku tidak peduli walaupun kau seorang gadis biasa, aku akan tetap memberimu pelajaran" ,,, bentak'nya sambil meluncurkan pukulan ke arah perut hui-lan.
Hui-lan pun menyunggingkan sudut bibir'nya, kemudian dia sedikit memiringkan tubuh'nya ke samping, dan tinjuan itu hanya melesat ke tempat kosong. lalu dengan gerakan cepat hui-lan langsung menangkap pergelangan tangan pemuda itu dan memutarkan'nya hingga terpelintir ke belakang, dan menekan'nya di punggung pemuda itu. lalu hui-lan membisikan sesuatu tepat ke samping daun telinga pemuda yang pergerakan'nya sudah di kunci oleh hui-lan.
"Kau... sangat lambat" ,,,
Setelah bekata demikian hui-lan langsung menendang bokong pemuda itu sampai menabrak ketua meraka dan kembali tersungkur bersama.
BUG....
"AAA..." ,,, teriak'nya.
Kemudian satu rekan'nya lagi jadi ikut terbawa emosi, dia pun menyerang maju menggunakan energi mistik di kepalan tangan'nya yang berwarna hijau muda. lalu mengarah kan nya pada hui-lan, dengan gerakan yang lebih cepat dari pemuda tadi.
Hui-lan bisa melihat jelas energi mistik si pemuda yang sedang menyerang'nya, tapi itu tidak membuat hui-lan takut, karna dia sudah pernah melihat pertarungan antara rubah ekor 9 dengan gorila, yang menggunakan energi mistik berkali-kali lipat lebih besar dari energi mistik pemuda yang sedang menerjang ke arah'nya.
Tapi walaupun begitu hui-lan masih tetap berwaspada, kemudian dia pun menambah kecepatan pergerakan'nya, dan berhasil membuat para pemuda yang sedang menyaksikan'nya itu tercengang. karna untuk ukuran gadis biasa seperti hui-lan itu terlihat aneh, bisa bergerak lebih cepat dari seorang kultivator yang sudah menginjak level 9 start fighter.
Pemuda itu terus menyerang maju, tapi hui-lan bisa mengelak dengan mudah ke arah belakang pemuda itu. lalu pemuda itu menunduk sambil menekuk 1 lutut nya sampai hampir menyentuh tanah, dan 1 kaki pemuda itu sudah bergerak ke belakang dan target'nya adalah menendang kaki hui-lan.
Tapi sayang'nya hui-lan langsung melompat tinggi sampai berjungkir balik di udara melewati kepala pemuda itu, lalu kembali medarat di belakang'nya, dengan gerakan cepat hui-lan langsung mendaratkan pukulan di bagian leher si pemuda, kemudian menendang punggung'nya hingga terdorong dan menabrak ke 2 pemuda yang baru saja berdiri, akhir'nya mereka ber 3 kembali tersungkur bersama.
Raut wajah ke 3 pemuda itu jadi menghitam seperti pantat panci saking geram'nya pada hui-lan, mereka tidak terima karna dengan mudah'nya mereka di jatuh'kan oleh seorang gadis yang hanya mengandalkan kungfu. akhir'nya mereka pun menggabungkan energi mistik mereka dan bersama'an menyerang hui-lan.
"KAKA!!" ,,,
Teriak xing-je dia benar2 sangat panik, karna yang dia tau hui-lan tidak punya kekuatan roh.
Sedangkan hui-lan sendiri merasa panik tapi dia tetap birsikap tenang walaupun bahaya sudah sangat dekat dengan'nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1