
***
"APA!"
Huilan cukup terkejut mendapat informasi seperti itu, dan hal pertama yang terlintas di dalam fikiran'nya adalah keselamatan Yu'i.
...
Melihat kehawatiran mulai tergambar di wajah huilan, Alin pun mendaratkan tangan kanan'nya ke bahu kanan huilan lalu bicara mencoba menenangkan'nya.
"Nona lan, kau tidak perlu terlalu hawatir! Aku akan membantumu untuk memastikan keada'an nya!" kata alin.
Huilan langsung menatap serius pada alin dan bertanya. "Benarkah?"
Alin pun menjawab dengan anggukan... Mendapat bantuan dari alin, ke khawatiran huilan pun jadi berkurang lalu dia berterima kasih dan meminta 1 perminta'an lagi.
"Terima kasih senior bantuan darimu ini benar-banar mengurangi kegelisahan ku! Kelak di masa depan jika senior a-lin membutuhkan bantuan ku, aku akan memenuhi semampu yang aku bisa..." kata huilan.
"Em..." A-lin mengangguk sambil tersenyum.
" O'ya ada satu hal lagi, bisakah senior a-lin memberitau kan situasi ku dan masalah yui pada kepala pelayan suyu, siapa tau dia punya sedikit petunjuk!" sambung huilan.
"Hah?!! Kepala pelayan suyu?" ucap alin dengan exspresinya yang cukup terkejut.
"Tapi setauku, suyu adalah salah satu orang kepercaya'an ibu suri! Jadi apa kau yakin dia bisa di percaya?" tanya alin yang merasa ragu.
"Tentang itu kau tidak perlu hawatir! Karna sebenar'nya suyu yang asli sudah mati" kata huilan.
Dan lagi-lagi Alin terkejut mengetahui kenyata'an bahwa suyu sudah mati.
"Ini adalah kabar yang mengejutkan... Aku harus segera memberitau yang mulia ratu!" kata hati alin.
Lalu dia pun mengangguk dan kembali bicara.
"Em... Baik aku mengerti! lalu apa ada hal lain lagi yang membutuhkan bantuan ku? Jika tidak ada, aku harus segera undur diri karna masih ada hal lain yang harus aku lakukan!" kata alin.
Huilan pun menggelengkan kepala'nya sambil menjawab.
"Tidak ada, Kau boleh pergi sekarang!"
"Baiklah, saya undur diri sekarang!" kata alin.
Setelah itu alin pun bergegas pergi meninggalkan huilan, sedangkan huilan sendiri, dia kembali ke kamar'nya dan menyempatkan diri untuk berkultivasi.
•••
1 Minggu telah berlalu...
Huilan tidak pernah meninggalkan paviliun'nya sama sekali, dan selama 1 minggu itu juga pangeran chu dan antek-antek setia'nya tidak pernah datang mengganggu jadi huilan punya banyak waktu untuk meningkatkan tingkat kultivasi'nya.
Namun meski begitu huilan tetap tidak bisa mendapat ketenangan karna selama 1 minggu itu huilan tidak mendapatkan kabar tentang keberada'an yui, padahal orang-orang kepercaya'an ratu emerlen juga ikut terjun dalam pencarian yui, namun tetap tidak membawakan hasil.
'-'
Ilustrasi penampilan huilan hari ini☝️
Pagi hari...
Terlihat huilan sedang mondar-mandir di kamar'nya dengan fikiran yang terus berputar mencoba mencari jalan keluar, dan menyusun rencana baru. Karna beberapa hari yang lalu, dia kedatangan tamu seorang pria dan tamu pria ini adalah salah satu bawahan pangeran yuan.
__ADS_1
Dia datang untuk menjemput huilan sesuai janji yang pernah di buat antara pangeran yuan dan huilan satu minggu yang lalu, tapi dengan terpaksa huilan harus menolak'nya karna dia tidak mau meninggalkan teman-taman nya yang masih terpencar, Di tambah keberada'an yui masih belum di ketahui...
Dan akhir'nya huilan melepaskan kesempatan untuk melarikan diri bersama pangeran yuan, jadi saat ini dia sedang mencoba menyusun rencana baru.
Dan di saat dia sedang sibuk dengan fikiran'nya, tiba-tiba kamarnya di datangi oleh beberapa pelayan yang di pimpin oleh limei...
Mereka langsung masuk ke kamar dengan memasang raut wajah yang datar, dan setelah mereka berdiri di hadapan huilan, limei pun bicara dengan nada yang datar.
"Nona lan, ayo ikut aku sekarang!" pinta limei dan tepat setelah berkata demikian dia langsung berbalik dan melangkahkan kaki'nya.
Sedangkan ke 4 pelayan yang mengikuti limei, mereka langsung mengelilingi huilan lalu memaksanya untuk segera melangkah pergi dengan meraka, dan dengan kesal huilan pun mengikuti mereka.
'-'
15 Menit kemudian...
Mereka pun sampai di sebuah tanah lapang persegi panjang yang luas'nya sama dengan lapangan bola, dan di kiri-kanan sisi lapang berdiri beberapa pilar batu besar berwarna putih yang menjulang tinggi mencapai 10 meter lebih, dan si setiap pilar-pilar itu terdapat patung ular hitam bertanduk melilit pilar batu sampai ke atas.
Sedangkan di ujung lapang terdapat sebuah bangunan 2 tingkat bercat putih menghadap ke lapang, namun bangunan 2 tingkat ini di sekeliling'nya tidak di pasang tembok atau papan kayu, tapi hanya di beri pagar setinggi perut orang dewasa...
Di lantai bawah terlihat ada beberapa pasang kursi dan meja, sedangkan di lantai atas hanya ada 3 kursi mewah yang memiliki punggung kursi cukup tinggi dan sepertinya ke 3 kursi ini husus untuk raja dan para pangeran karna terlihat mewah terutama kursi yang posisi'nya berada di tengah.
Kursi'nya berwarna emas dan di hiasi ukiran naga emas plus tempat duduk'nya yang empuk berwarna merah terbuat dari lapisan kain bludru...
Sedangkan 2 kursi yang lain berwarna perak dan tempat duduk'nya berwarna biru gelap plus memiliki model yang sama dengan kursi yang berwarna emas.
Dari kejauhan huilan sudah bisa melihat 2 orang pria yang huilan kenal sedang duduk di 2 kursi mewah yang berwarna perak, sedangkan kursi mewah yang berwarna emas di biarkan kosong dengan posisi di letakan di tengah-tengah. Lalu di kiri kanan ke 3 kursi mewah itu ada belasan kultivator berjubah ungu gelap dengan tingkat kultivasi rata-rata berada di tingkat pertengahan alam langit.
.-"-.
Huilan yang terus di giring oleh bawahan limei kini mereka sudah sampai di lantai 2 bangunan yang menghadap ke lapang, dan kedatangan huilan yang di kawal oleh beberapa bawahan pangeran chu itu telah jadi pusat perhatian...
Kemudian tiba-tiba tangan huilan di tarik paksa oleh limei dan membawa'nya menghadap ke 2 pangeran yang sedang duduk di kursi mewah berwarna perak.
Penampilan pangeran kim hari ini sedikit hot dengan pakaian berwarna hitam yang di hiasi beberapa hiasan terbuat dari emas dan memperlihatkan dada sampai perut yang ber'otot
Ilustrasi penampilan pangeran Kim☝️.
Sedangkan penampilan pangeran chu, dia memakai dalaman berwarna putih lalu pakaian lapisan luar'nya berwarna hitam dan abu-abu kemudian di tutup jubah hitam yang memiliki bulu putih yang lembut, sedangkan rambut'nya yang hitam plus panjang di ikat setengah.
Ilustrasi penampilan pangeran chu☝️
"-"
Huilan yang berdiam diri di samping limei dan memasang raut wajah yang dingin itu, kini semua pasang mata yang ada di sana Semua'nya tertuju pada huilan.
Selang beberapa saat, pangeran chu pun bangkit dari tempat duduk'nya lalu melangkah menghampiri huilan sambil bicara, sedangkan limei' setelah selesai memberi hormat, dia pun menjauh dari huilan.
"Hei srigala kecil, lama tidak berjumpa! Apa kau merindukan ku?!" kata pangeran chu yang langsung berhenti satu langkah tepat di depan huilan.
Lalu dia mengangkat tangan kanan berniat untuk menyentuh wajah huilan, tapi saat tangan'nya hampir menyentuh pipi huilan, huilan langsung mundur 1 langkah sambil bicara dengan nada yang dingin dan menunjukan ketidak senangan'nya.
"Tidak perlu basa-basi!! Katakan saja apa tujuan mu membawaku ke sini?!!" tanya huilan.
Mendapat pertanya'an seperti itu pangeran chu langsung tersenyum kecut sambil menurunkan tangan'nya dengan keplan tangan membulat, membalas ucapan huilan dengan nada yang santai tapi mengandung misteri.
"Tidak usah terburu-buru... Aku membawamu ke sini hanya untuk bersenang-senang sambil melihat pertunjukan yang menarik!!" kata pangeran chu yang di ahiri dengan seringai.
__ADS_1
Huilan langsung menatap tajam pada pangeran chu dengan perasa'an yang mulai was-was, lalu samar-samar dia merasakan energi spiritual melesat mendekat ke arah'nya dari arah 3 kursi mewah berada.
Wosshh...
BUK!!
PRANGGG...
Huilan bergerak mundur 1 langkah dengan santai untuk menghindar tanpa mengalihkan pandangan'nya dari pangeran chu yang masih berdiri 2 langkah di depan'nya, dan serangan energi spiritual yang berwarna ungu gelap itu malah menabrak pot bunga yang terletak di depan pagar.
"W0W!!" 👏👏👏
Prok! Prok! Prok!
Pangeran kim ikut bangkit dari tempat duduk'nya sambil bertepuk tangan lalu tertawa dan bicara.
"Hahaha... Ternyata benar, sesuai dengan tebakan adik ke 3... Ternyata memang kau lah orang'nya!!" kata pangeran kim.
Ke 2 bola mata huilan pun langsung bergerak ke samping melihat pangeran kim tanpa menolehkan kepala'nya, lalu bertanya dengan nada yang datar dan tenang.
"Apa maksud my?!"
Mendengar pertanya'an seperti itu, pangeran kim langsung menyunggingkan sudut bibir'nya lalu melangkah menghanpiri huilan sambil bicara dengan nada yang sinis.
"Humh! Tidak usah berpura-pura lagi! Kau bisa menghindari serangan diam-diam dari ku dengan mudah... Itu cukup membuktikan kalau kau selama ini hanya pura-pura lemah, lalu racun yang ada di belati hitam itu adalah racun yang sangat langka dan sangat sulit untuk di dapatkan... Tapi kau memiliki penawar'nya, kemudian 1 minggu yang lalu aku menggunakan belati hitam ini untuk melukai tangan kiri seorang penyusup, tapi dengan cepat dia meminum penawar'nya... Padahal penawar racun dari belati hitam ini sangat langka, tapi penyusup itu memiliki'nya! Menurutmu apakah ini hanya kebetulan?!" kata pangeran kim yang kini sudah berdiri 2 langkah di depan huilan.
Sedangkan pangeran chu, dia sudah pindah ke dekat pagar kemudian pangeran kim melanjutkan ucapan'nya.
"Jadi nona lan, bagaimana kau ingin menjelaskan??" tanya pangeran kim yang langsung menyunggingkan sudut bibir'nya.
Huilan menatap pangeran kim untuk beberapa saat dengan exspresi yang terlihat seperti tidak berdaya, dan tangan kanan huilan mulai meremas pakaian'nya.
Tak lama huilan pun buka suara sambil tersenyum kecut dan memutarkan pandangan'nya untuk menghitung jumlah kultivator yang ada di sana.
"He'h! Hoo... Jadi kalian ingin mengeroyok ku lagi?!!" tanya huilan dengan nada yang mengejek.
Pangeran kim dan pangeran chu langsung saling memandang satu sama lain, tak lama mereka tertawa bersama.
"Hahahahahaha... Kali ini kami tidak perlu melakukan'nya, karna kau sendiri yang akan menyerah dengan suka rela! ...Lagi pula bagaimana mungkin kami mengeroyok gadis cantik dan menarik seperti mu! Hehe..." kata pangeran kim.
"APA Maksud kalian?!!" tanya huilan yang mulai merasa tidak senang.
Tapi pangeran chu dan pangeran kim tidak menjawab dan malah menampilkan senyum sinis di wajah'nya masing-masing yang membuat huilan jadi punya firasat buruk, tak lama pangeran chu memandang ke arah lapang.
Di sana terlihat puluhan pengawal mengawal belasan pria yang berpakaian compang-camping dan kumuh serta di seluruh tubuh mereka sudah di penuhi luka lebam dan bekas cambuk, sedangkan ke 2 tangan mereka semuanya di ikat di belakang.
Setelah rombongoan itu sampai di tengah-tengah lapang, terlihat 4 orang pengawal mendorong 2 orang pemuda yang keada'an nya sudah sangat mengenaskan. Lalu ke 2 pemuda itu di tendang sampai terjatuh dan berlutut di tanah.
Kemudian 2 orang pengawal yang tadi menendang 2 pemuda mengenaskan, masing-masing'nya mengeluarkan sebuah pedang besar lalu menempelkan sisi tajam pedang ke leher 2 pemuda yang sudah berlutut di tanah.
Pangeran chu kembali menoleh pada huilan yang sedang memperhatikan 2 pemuda yang sudah siap untuk di ekskusi, tak lama pangeran chu kembali bicara yang berhasil membuat huilan membeku.
"Ke 2 pemuda itu bernama Zufan dan Mingye, mereka akan di jatuhi hukuman karna sudah berani menentang kami hanya demi melindungi seorang gadis pembelot!" kata pangeran chu.
Seketika raut wajah huilan jadi pucat setelah mendengar nama Zufan dan Mingye, karna mereka adalah 2 pemuda yang sedang huilan cari! Tapi hal yang membuat huilan terserang perasa'an nya adalah gadis pembelot yang pangeran chu maksud, setelah mendengar itu hanya ada satu kata yang tetlintas di fikiran huilan...
Yaitu keselamatan yui.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc