
***
Tuan muda peei menyerahkan tulisan resep fei-ling pada tabib wang, tanpa bertanya-tanya lagi tabib wang langsung melihat resep herbal buatan fei-ling sambil menghitung jari2 nya untuk mengukur dosis yang di buat fei-ling.
'-'
Tak lama kemudian dia pun tersenyum puas sekaligus takjub.
"Ini... tidak bisa di bohongi lagi, racikan obat ini sangat sempurna, jika tuan muda mengikuti resep yang ini mungkin anda akan sembuh total hanya dalam 3 hari, tuan muda kenapa tidak memberitau ku dari tadi, dia pasti tabib yang sangat propesional, tuan bisakah anda katakan di mana dia sekarang? saya ingin sekali menemui'nya, siapa tau saya akan mendapat pelajaran tambahan dari'nya" ,,, kata tabib wang dengan antusias.
Tuan muda peei tambah terkejut, tapi dia tidak menunjukan rasa keterkejutan'nya.
"Hahh... yang benar saja! bahkan se'orang tabib wang yang sudah sanagt terkenal dengan racikan obat2tan nya pun ingin belajar dari'nya, jika dia tau kalau gadis yang ada di samping ku adalah tabib yang di maksud, dia pasti akan langsung memuntahkan darah" ,,, batin tuan muda peei.
Kemudian tuan muda peei menolah ke arah tabib wang lalu bicara.
"Aahh... begitu rupa'nya tapi dia adalah seorang tabib wanita dan sayang sekali dia sudah pergi, kalau begitu tabib wang tolong periksa juga kondisi gadis kecil yang ada di sampingku" ,,, kata tuan muda peei sambil memindahkan posisi duduk'nya.
Tabib wang cukup terkejut mengetahui tabib yang handal itu ternyata adalah se'orang wanita, dan dia juga baru menyadari ternyata ada se'orang gadis tak sadarkan diri di situ, tapi dia tidak terlalu banyak bertanya dan langsung mengecek kondisi fei-ling. Tak lama kemudian tabib wang berdehem sambil mengelus-elus dagu'nya.
"Hm... tuan muda tida perlu hawatir, gadis ini hanya kehabisan tenaga, dia akan sadar beberapa jam lagi" ,,,
Kata tabib wang sambil menoleh pada tuan muda peei dan fei-ling secara bergantian, begitu pun jiao-mo dia melakukan hal yang sama seperti tabib wang.
"Adduuhh... apa yang telah mereka lakukan disini? kenapa gadis ini kehabisan tenaga, di tambah lagi ada bercak2 darah di pakaian gadis ini" ,,, batin tabib wang dia berfikir seperti itu karna, keada'an tuan muda peei setengah telanjang.
Tuan muda peei sendiri tidak tau apa yang sedang di fikirkan oleh mereka berdua, dia pun berdehem yang berhasil memecahkan apa yang ada di fikiran tabib wang dan jiao-mo.
"Ekhem... ehem... jiao-mo mana pakaian gantia yang aku minta?!" ,,, pertanya'an tuan nya.
Jiao-mo pun tersadar dan langsung memberikan apa yang di minta tuan'nya.
"Baikalah jiao-mo hantar kembali tabib wang kembali dan urus pembayaran'nya, setelah itu siapkan kereta kuda kita akan kembali ke paviliun yang ada di barat" ,,,titah'nya.
"O... oh... baik tuan... tabib wang mari" ,,, kata jiao-mo.
'-'
"Oh tunggu tabib wang, sepertinya anda tadi sedikit terkejut setelah mendengar tabib wanita yang aku katakan, apa ada yang aneh ??!" ,,, tanya tuan muda peei.
Yang berhasil menghentikan langkah mereka berdua dan kembali menoleh pada tuan muda peei.
"Sebenar'nya saya tidak terlalu yakin, tapi se'ingat saya tabib wanita yang handal itu hanya ada satu, yaitu tabib guan-fei dari kekaisaran liang-hwang, dia adalah satu2nya tabib wanita yang terkenal akan racikan obat2tan nya yang bisa sampai sempurna, tapi sayang'nya dia sudah meninggal 15 tahun yang lalu, sebab itulah saya terkejut karna ada tabib wanita lain yang bisa menyamai tabib guan-fei" ,,,
__ADS_1
Kata tabib wang yang berhasil membuat tuan muda peei menjadi semakin penasaran dengan sosok gadis yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
"Baiklah tabib boleh pergi sekarang" ,,, kata tuan muda.
Akhir'nya jiao-mo dan tabib wang pun pergi dari ruangan itu yang hanya meninggalkan mereka berdua.
"Hm... untuk pertama kali'nya aku di buat penasaran oleh se'orang gadis" ,,, batin tuan mua peei sambil memakai pakaian ganti, tapi pandangan'nya tidak pernah lepas dari gadis yang berbaring tak sadarkan itu.
20 Menit kemudian... jiao-mo pun kembali dan langsung menghampiri tuan'nya.
"Tuan, kereta kuda sudah siap... apa kita akan kembali sekarang?",,, tanya jiao-mo.
"Em..."
Jawab tuan'nya singkat, lalu dia menutup buku catatan nama2 orang yang baru dia rekrut.
"Em... lalu bagaimana dengan gadis itu?" ,,, tanya jiao-mo.
"Aku akan membawa'nya ke paviliun barat" ,,, kata tuan'nya.
"Owh... baiklah" ,,, jawab jiao-mo singkat lalu menghampiri fei-ling...
"Hei, apa yang akan kamu lakukan?!" ,,, kata tuan muda yang berhasil menghentikan langkah jiao-mo.
"Tentu saya akan membawa gadis ini bersama saya" ,,, kata jiao-mo.
Jiao-mo jadi mematung karna ini pertama kali dia melihat tuan'nya begitu perhatian terhadap se'orang gadis.
"Kenapa diam?! cepat buka kan pintu untuk ku" ,,, titah tuan'nya.
Jiao-mo pun langsung tersadar lalu bergegas mempermudah jalan tuan'nya.
'-'
Saat tuan muda peei melangkah menuju ke kereta kuda sambil menggendong se'orang gadis yang pingsan di pelukan'nya, ada banyak pasang mata yang memperhatikan dan berkomentar.
Dan pria misterius sendiri bisa mendengar komentar2 mereka.
'-'
"Eh... eh... lihat bukan kah itu gadis yang tadi membantu menangkap si penyerang ya?" ,,,
"Ia benar, tidak salah lagi dia lah gadis yang menghentikan kuda hitam dengan suara seruling'nya yang merdu" ,,,
__ADS_1
"Tapi kenapa dia ta sadar yah?" ,,,
"Di dalam pelukan pria misterius lagi" ,,,
Itulah komentar2 yang di dengar oleh tuan muda peei dan masih ada banyak lagi komentar2 lain'nya.
'-'
Setelah tuan muda peei berada di dalam kereta kuda dia membiarkan posisi fei-ling tetap berada di pangkuan'nya, pandangan'nya terus mengamati setiap pahatan wajah fei-ling walaupun setengah wajah gadis ini tertutup oleh cadar.
"Owh... sungguh gadis yang pemberani" ,,, gumam tuan muda peei yang di akhiri oleh senyuman yang manis.
Sebelum kereta kuda'nya berjalan tiba2 jiao-mo memanggil'nya.
"Tuan bagaimana ini? kuda hitam yang sempat di bawa oleh si penyerang sepertinya dia ingin mengikuti kita" ,,, kata jiao-mo.
Kemudian tuan muda peei menyingkapkan kain yang menghalangi jendela.
"Ya sudah biarkan saja kuda hitam itu ikut, kuda hitam bukan kuda biasa jika kuda itu mengikuti kita itu artinya tuan'nya ada bersama kita" ,,, kata tuan muda.
Kemudian dia menoleh ke belakang kereta'nya, dan benar saja kuda hitam itu berdiri dekat kereta'ya tanpa di kendalikan oleh siapapun.
"Jiao-mo, minta seseorang untuk memberi kabar ke paviliun barat, minta mereka siapkan 1 kamar di paviliun me-hua dan beberapa set hanfu ukuran gadis 15 tahun'nan" ,,, perintah tuan muda.
"Baik tuan" ,,, kata jiao-mo, walaupun di kepalanya masih ada banyak pertanya'an, tapi dia tetap melaksanakan tugas'nya.
'-'
Kepergian kereta kuda pria misterius itu juga ternyata sedang di perhatikan oleh seorang pria...
"Aahh... nasib ku yang malang... belum sempat aku bertegur sapa dengan'nya tapi sudah dapat saingan... '-'
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc