The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 075* Lembah Pohon Kehidupan


__ADS_3

***


Xing-qi membawa huilan dan xing-je ke sebuah air terjun yang besar dan memiliki ketinggian setara dengan tinggi'nya pagoda 9 lantai, Suara gemuruh air terjun yang jatuh dari ketinggian membuat mereka ber 3 tidak bisa mendengar ucapan satu sama lain.


Singa putih itu terus membawa huilan dan xing-je melewati jalan setapak yang menyatu dengan tebing tanah, dan jalan setapak itu menuju ke pintu goa yang ada di balik air terjun.


Setelah sampai di belakang air terjun, xing-qi (Singa Putih) langsung masuk ke dalam goa batu tanpa menurunkan huilan dan xing-je dari punggung'nya, Suasana di dalam goa cukup dingin, gelap, lembab dan menyeramkan.


Huilan pun mengeluarkan lampu penerang untuk menerangi jalan yang akan mereka tempuh, sedangkan xing-qi dia tetap fokus berjalan menelusuri lorong goa batu, yang semakin mereka masuk ke dalam lorong goa, lorong yang dinding'nya terbuat dari bebatuan itu semakin mengecil.


Setelah sampai di pertengahan lorong goa, xing-qi meminta huilan dan xing-je untuk turun dari punggung'nya, karna lorong goa itu sudah tidak bisa lagi di lewati oleh tubuh xing-qi yang besar. jadi xing-qi harus mengecilkan ukuran tubuh nya menjadi sebesar kucing, kemudian mereka kembali melangkah semakin memasuki ke dalam perut goa, sampai pada akhir'nya mereka melihat 1 titik cahaya biru terang yang menandakan pintu keluar di ujung goa.


Tapi jalan yang menuju ke titik cahaya tersebut sedikit naik, dan berbentuk lorong yang semakin mendekati pintu goa semakin mengecil yang mengharuskan mereka ber 3 harus merangkak agar bisa mencapai pintu keluar, dan ternyata lebar pintu goa tersebut hanya bisa di lewati oleh 1 orang.


Akhir'nya merekapun berhasil keluar dan langsung di suguhkan pemandangan hutan hijau, dimana pohon2 yang ada di sana adalah pohon buah2han yang di setiap pohon'nya berbuah dan berbunga dengan jumlah yang tidak bisa di hitung saking banyak'nya. dan walaupun hari telah berganti malam tapi seluruh tanah yang ada di sana mengeluarkan cahaya biru tapi tidak terlalu terang, beserta rumput2 liar'nya juga mengeluarkan cahaya.


Huilan dan xing-je benar2 di buat terpana oleh keindahan hutan ini.


"Woah!! xing-qi, tempat apa ini? indah sekali!" ,,, kata huilan.


"Ia benar, bukan hanya indah tapi aku juga bisa merasakan di setiap tanah, rerumputan, pohon, bunga2 dan buah2an mengandung energi spiritual😃 tempat ini sudah seperti surga" ,,, kata xing-je.


Xing-qi yang ukuran tubuh'nya sudah kembali normal itu dia tersenyum.


"Tempat ini adalah tempat salah satu dari 1001 rahasia hutan ayakashi.. dan selamat datang di Lembah Pohon Kehidupan!" ,,, kata xing-qi.


"Owh... tapi ngomong2, apa semua buah2han itu boleh di petik dan di makan?" ,,, tanya huilan.


"Tentu saja, kalian bisa memetih sebanyak yang kalian inginkan!" ,,, kata xing-qi.


"Hahaha... let's go! SIKAATT! " ,,, kata huilan yang langsung melesat kesana kemari untuk memetik dan memilih buah2han yang di inginkan lalu menyimpan'nya sebanyak mungkin ke dimensi penyimpanan, begitu pun xing-je dia tidak mau kalah dari huilan.


Xing-qi hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala'nya melihat tingkah huilan dan xing-je, Tak lama dia kembali berjalan sambil memanggil mereka.


"Hei kalian! sudah cukup panen'nya, ayo ikuti aku, aku akan membawa kalian ke tempat yang lebih menarik dari pada memetik buah2han spritual ini!" ,,, kata xing-qi.


"Owh... benarkah?!" ,,, tanya huilan yang langsung menghentikan acara panen'nya begitu pun xing'je, akhir'nya huilan dan xing-je pun turun ke tanah lalu pergi mengikuti xing-qi.


10 menit telah berlalu...


Akhirnya mereka sampai di tengah2 lembah pohon kehidupan, di sana mereka melihat padang rumput yang cukup luas, dan rumput2 di sana jauh lebih bersinar beserta energi spritual yang begitu pekat.


Di tengag2 padang rumput berdiri 1 pohon yang ukuran'nya sangat besar, dan mungkin itu adalah satu2 nya pohon yang paling besar di lembah pohon kehidupan.


Huilan pun berlari terlebih dulu menghampiri pohon besar itu, yang mana pohon satu ini tidak berbuah atau berbunga, namun energi spiritual yang di pancarkan pohon besar ini jauh lebih kental dan melimpah dan saat huilan mendekat pohon besar ini langsung bersinar terang, seolah-olah sedang menyambut kedatangan huilan.


Huilan pun mendongak kan wajah'nya ke atas untuk melihat pohon tersebut



Ilustrasi induk pohon kehidupan👆👆


"Xing-qi, apakah pohon ini adalah pusat dari seluruh energi spiritual yang ada di lembah pohon kehidupan?!" ,,, tanya huilan.


Xing-je dan xing-qi pun melangkah menghampiri huilan.

__ADS_1


"Benar, ini adalah induk pohon kehidupan dan seluruh energi yang ada di lembah, itu ber'asal dari sini!" ,,, kata xing-qi.


"Woahh! apa induk pohon ini memiliki sejarah?!" ,,, tanya huilan.


"Aku tidak tau terlalu pasti, tapi menurut dari kabar angin yang ber'edar induk pohon ini tumbuh dari kristal dewi alam! tapi itu hanya kabar angin, belum tau kebenaran'nya seperti apa!" ,,, kata xing-qi.


"Oo... baiklah tidak usah di bahas! sekarang ini adalah kesempatan emas untuk kalian meningkatkan kekuatan kalian masing2, aku yakin dengan gabungan roh bunga kristal, kalian akan mendapat beberapa kali peningkatan" ,,, kata huilan.


"Tentu saja! aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!" ,,, kata xing-je.


"Ayo tunggu apa lagi! aku ingat induk pohon kehidupan ini memiliki ruang husus, jadi meditasi kita tidak akan terganggu!" ,,, kata xing-qi yang langsung melangkah menghampiri induk pohon lalu menghilang di udara kosong.


Huilan dan xing-je saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat lalu mereka mengangguk, setelah itu mereka meghampiri induk pohon kehidupan dan xing-je menghilang terlebih dulu.


"Nona, kenapa kamu tidak masuk?" ,,, tanya yumi yang langsung muncul dari udara kosong dalam wujud manusia'nya yang sempurna.


"Eh! kebetulan kamu keluar, aku baru saja ingin memanggil mu!" ,,, kata huilan.


"Owh.. apa yang nona perlukan?" ,,, tanya yumi.


"Kita sedang berada di hutan ayakashi, dan aku mau menutup diri untuk beberapa hari! jadi jika kau dan hakubi ingin pergi menemui klen rubah salju, pergilah! mumpuk aku masih tinggal di hutan ini!" ,,, kata huilan.


"Kebetulan sekali, aku memang ada sesuatu yang harus aku urus! jadi aku akan pergi dulu, tapi nona harus ingat selama xing-je dan xing-qi belum selesai meditasi, sebaik'nya nona jangan pernah meninggalkan lembah ini, karna di luar ada banyak bahaya! tidak baik untuk nona pergi sendirian, karna hakubi dan long-xu sedang melakukan meditasi bersama, jadi mereka tidak bisa melindungi nona untuk beberapa hari ke depan!" ,,, kata yumi panjang kali lebar.


"Em.. aku mengerti!" ,,, jawaban huilan.


Kemudian yumi pun mengeluarkan sehelai bulu phoenix berwarna putih, dan sekuntum bunga sakura putih tapi sakura tersebut hanya memiliki 3 kelopak saja. lalu dia memberikan ke2 benda tersebut pada huilan.


"Untuk apa ini yumi?!" ,,, tanya huilan sambil menerima ke 2 benda tersebut.


"Nona, ini bukan bulu phoenix biasa! tapi ini adalah artefak terbang yang tercipta secara alami, lalu sekuntum sakura putih ini di setiap 1 kelopak'nya tersimpan sebuah kekuatan yang bisa membuka pintu teleportasi jarak jauh! tapi noba hanya boleh menggunakan'nya di saat nona sedang dalam keada'an terdesak saja, sedangkan artefak bulu phoenix ini, kalau bisa jangan sampai ada orang lain yang tau!" ,,, kata yumi.


"Karna artefak terbang yang tercipta secara alami sangat langka, jadi hanya orang2 tertentu saja yang bisa memiliki'nya!" ,,, kata yumi.


"Oo.. memang apa beda'nya dengan artefak terbang yang di buat oleh tangan manusia?" ,,, tanya huilan yang penasaran.


"Beda'nya artefak terbang yang di buat manusia, harus di kendalikan dengan kekuatan roh! tapi artefak terbang yang tercipta secara alami hanya perlu melakukan kotrak darah setelah itu nona hanya perlu menggunakan perintah!" ,,, penjelasan yumi.


"Oh baik! aku akan menjaga'nya dengan baik!" kata huilan.


Setelah itu yumi pun mengajarkan cara menggunakan ke 2 benda tersebut sampai huilan menguasai'nya, setelah selesai yumi pun pergi meninggalkan lembah pohon kehidupan dan tujuan'nya adalah hutan ayakashi bagian utara karna klen rubah salju tinggal di bagian utara.


Sedangkan huilan menutup diri di ruangan khusus yang tersedia di dalam induk pohon kehidupan.


*-*


3 Hari kemudian...


Meditasi huilan mulai terganggu oleh gambaran2 perang di antara 2 ras yang berbeda, di dalam mimpi'nya huilan melihat seorang pria tampan dan gagah lengkap memakai baju zirah atau armor, sedang menunggang se'ekor kuda putih bersayap dan bertanduk seperti unicorn.


Pria gagah itu terus menebas setiap mahluk yang memiliki bentuk tubuh setengah hewan setengah manusia, dan terus menebas tanpa henti. darah merah dan darah ungu kehitaman terus tumpah di mana2, mayat2 bergelimpangan dan rata2 mayat2 itu sudah dalam keada'an tidak utuh.


Pemandangan seperti itu benar2 membuat huilan tidak bisa fokus, hingga pada akhir'nya huilan membuka ke 2 mata dan menghentikan meditasi'nya.


"Tsk... apa2an ini?! kenapa aku malah melihat gambaran2 mengerikan seperti itu!" ,,, gumam'nya.

__ADS_1


Kemudian dia bangkit lalu keluar dari ruang induk pohon kehidupan, dan ternyata hari masih menynjukan siang, setelah berada di luar huilan pun mencoba melatih kekuatan elemen yang sudah dia kuasai.


Huilan pun menutup mata agar bisa fokus, tapi tak lama dia kembali membuka ke 2 mata'nya, karna dia merasa ada sesuatu yang aneh pada kekuatan'nya.


"Aneh! apa yang terjadi? kenapa sekarang aku bisa merasakan tingkat kultivasi ku!" ,,, gumam'nya.


Lalu huilan kembali menutup mata, dia mencoba masuk ke alam spiritial'nya. di alam spiritual biasa'nya huilan hanya melihat lautan spiritual berwarna emas dan 1 kristal berwarna biru melayang di atas lautan emas.


Tapi sekarang dia melihat 1 kristal baru muncul berwarna hujau muda, tak lama huilan kembali membuka mata dan langsung mengembangkan senyuman'nya.


"Wah! apa ini sungguhan? sekarang aku memiliki elemen ganda!" ,,, kata huilan.


"Dan sekarang aku punya tingkat kultivasi sudah mencapai level 9 start fighter hanya dalam 3 hari!!" ,,, sambung'nya yang merasa senang bukan main.


Kemudian dia mengangkat ke 2 telapak tangan'nya lalu menyalurkan elemen yang sudah dia kuasai, tak lama pusaran angin ukuran kecil berputar-putar di atas telapak tangan kiri, sedangkan di atas telapak tangan kanan muncul serpihan ice.


Huilan pun kembali tersenyum lalu menyimpan kembali ke 2 elemen nya.


"Aaaa... ini menyenangkan!" ,,, teriak huilan sambil berputar-putar dia merasa sangat senang lalu dia merebahkan tubuh'nya di atas rumput.


"Ternyata begini cara kerja'nya, selama ini aku melakukan kultivasi di dalam dimensi dan energi spritual'nya masuk ke dalam lautan emas, tapi saat aku kultivasi di luar dimensi energi spiritual'nya terkimpul di meridian!" ,,, gumam'nya sambil memperhatikan awan di langit.


Selang beberapa menit, tiba2 huilan mencium bau wangi yang sangat manis dan menggoda dari arah hutan, cepat2 huilan bangkit lalu melesat pergi ke arah wangi ber'asal.


Tak lama kemudian huilan pun berhenti di salah satu dahan pohon lalu mendongakan wajah'nya ke atas, dan ternyata bau manis yang sangat menggoda itu ber'asal dari buah persik yang sudah siap di petik.


Tapi tidak jauh dari posisi buah persik menggantung, terlihat 1 sarang lebah yang lumayan cukup besar menggantung di dahan pohon yang sama.


Tentu huilan langsung mematung, lalu diam2 dia mencoba membuat array pelindung untuk diri'nya, tapi belum sempat dia bergerak tiba2, 2 lembar daun melesat dengan cepat.


1 Daun memutus kan buah persik dari dahan sehingga buah persik iti jatuh ke tangan huilan, sedangkan 1 lembar daun lagi masuk ke dalam sarang lebah dan berhasil membunuh beberapa ekor lebah sehingga membuat kawanan2 lebah lain menjadi marah, dan mulai berhamburan keluar dari sarang.


"Tsk... sial!" ,,, decak huilan.


"Siapa di sana!!!" ,,, teriak'nya.


Tapi belum sempat huilan melihat mahluk apa yang sudah membuat'nya masuk ke dalam zona merah itu, tak lama tiba2 bayangan merah melesat ke arah'nya lalu merebut buah persik dari tangan huilan.


Lalu bayangan merah itu melesat pergi melarikan diri, dan membiarkan huilan menjadi sasaran kemarahan lebah.


"Sial... dasar mahluk terkutuk!!" ,,, teriak huilan dengan nada yang sangat kesal.


Huilan pun melesat mengejar bayangan merah itu, begitupun pasukan para lebah, mereka juga terbang mengejar huilan sampai keluar dari lembah pohon kehidupan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2