
***
Di dalam perjalanan pulang ke desa, 2 wanita cantik yang tidak lain mereka adalah huilan dan yumi (Ratu rubah), mereka terus melompat dari dahan ke dahan dengan kecepatan seperti anak panah yang sedang melesat membidik target. Tak lama kemudian huilan membuka suara tanpa menghentikan langkah kaki'nya.
"Yumi, terima kasih karna sudah meminjamkan roh api biru padaku!" ,,, kata huilan yang setengah melamun.
"Nona tidak perlu berterima kasih, ini memang sudah menjadi tugasku untuk memastikan keselamatan nona!" ,,, jawaban yumi yang di akhiri tersenyum lucu karna tadi yumi sempat menyaksikan apa yang terjadi pada hulan walaupun tidak banyak yang dia lihat, tapi melihat exspresi huilan yang murung seperti itu yumi bisa langsung menebak apa yang sedang mengganggu fikiran huilan.
"Dasar anak muda😏 yang satu sudah pintar tapi yang satunya lagi baru mengenal dunia orang dewasa.. hihihi.. nona-nona suatu hari nanti kau juga akan selalu merindukan sentuhan seperti itu🥰" ,,, batin yumi.
Tak terasa hari pun sudah berganti malam, huilan dan yumi akhirnya sampai di desa. tapi sebelum huilan sampai di rumah xing-je, tiba2 dia melihat bibi xing-je sedang berjalan tergesa-gesa dengan exspresi'nya yang panik, huilan pun turun dari atap bangunan lalu menghampiri si bibi, sedangkan yumi dia tetap bersembunyi di atap bangunan.
"Bibi! apa yang kamu lakukan di sini?!" ,,, pertanya'a huilan berhasil menghentikan langkah si bibi, kemudian dia menoleh ke arah huilan.
"Lan'er kau sudah kembali! lan'er xing-je belum pulang, bibi sangat menghawatirkan'nya karna biasa'nya dia tidak pernah pulang terlambat" ,,, kata si bibi dengan cemas.
"Apa bibi sudah mengecek ke tempat perguruan'nya?" ,,, tanya huilan.
"Sudah, ini bibi baru pulang dari sana untuk menanyakan keberada'an xing-je, tapi teman2 nya bilang xing-je sudah pulang sebelum matahari terbenam. bibi bingung harus mencari'nya kemana lagi!" ,,, kata si bibi dia hampir menangis.
Huilan terlihat berfikir sejenak, lalu diam2 dia mengeluarkan beberapa bungkusan makanan dari dalam dimensi'nya yang sempat dia beli sebelum meninggalkan kota.
"Bibi, pulanglah dulu! sepertinya aku tau dimana xing-je sekarang!" ,,, kata huilan mencoba menenangkan si bibi sambil memberikan beberapa bungkus makanan.
"Benarkah ?! kamu tau di mana xing-je sekarang?" ,,, tanya si bibi sambil menerima bungkusan2 dari huilan.
"Ia bi, jadi bibi tidak perlu hawatir aku akan menjemput'nya, bibi pulanglah untuk memanaskan makan malam, aku akan segera kembali" ,,, kata huilan.
"Baiklah hati2 lan'er!" ,,, kata si bibi.
Huilan pun mengangguk lalu dia mempercepat langkah'nya meninggalkan si bibi, setelah posisi'nya cukup jauh. huilan pun berhenti di tepi sungai untuk berfikir ke arah mana dia harus pergi.
"Adduh!! kemana aku harus mencari xing-je?" ,,, huilan kebingungan sendiri.
"Kenapa nona tidak mengikuti'nya lewat aura saja, mungkin itu akan membantu!" ,,, kata yumi yang tiba2 muncul dari dalam kegelapan.
"Itu dia masalah'nya... aku belum mempelajari cara seperti itu!" ,,, huilan mengeluh, yumi pun ikut berfikir untuk mencari cara.
"Emm... kalau begitu, apa nona memeiliki benda milik xing-je?! " ,,, tanya yumi.
"Benda? maksudmu benda seperti apa?" huilan kembali bertanya.
"Benda yang slalu dia pakai!" ,,, jawab yumi singkat.
"Emmm... ooh! apa sapu tangan bisa?!" ,,, kata huilan sambil mengeluarkan sapu tangan milik xing-je.
"Yang itu cukup bagus! sini berikan padaku" ,,, pinta yumi.
Huilan pun menyerahkan sapu tangan tersebut, setelah itu yumi merapal kan sebuah mantra, tak lama kemudian. sehelai sapu tangan itu melayang ke udara lalu melesat terbang menjauh.
"Nona, ayo ikuti sapu tangan itu, kain itu akan membawa kita pada pemilik'nya!" ,,, kata yumi.
__ADS_1
Tanpa berfikir panjang lagi, huilan pun melesat pergi mengikuti yumi.
*-*
Di tempat lain, tepat'nya di bibir jurang yang sangat tinggi dan di bawah'nya terdapat sungai mati yang besar dan luas, serta kedalaman sungai itu belum ada yang mengetahui seberapa dalam'nya, dan warna air'nya sedikit merah.
Terlihat 8 orang pemuda sedang mengelilingi pemuda yang tergeletak di tanah, dengan luka di sekujur tubuh dan tak sadarkan diri. pemuda ini menjadi babak belur setelah di siksa oleh 8 pemuda yang sekarang sedang mengelilingi'nya, masing2 pemuda itu membawa lampu lentera untuk menerangi gelap'nya malam. mereka sedang tertawa penuh kemenangan, tak lama kemudian salah satu dari 8 pemuda itu angkat bicara.
"Hahaha... xing-je... xing-je, siapa suruh kau berani menentang ku! kamu fikir gadis bertopeng itu akan slalu ada di setiap saat untuk melindungi mu! hahaha..." ,,, kata pemimpin dari 8 pemuda itu.
"Em... bos, apa yang akan kita lakukan padanya?!" ,,, tanya salah satu bawahan'nya dia merasa sedikit hawatir.
"Apa lagi! kita akan membuang'nya ke jurang, aku dengar siapa saja kalau sudah jatuh ke jurang ini, tidak ada yang pernah selamat bahkan mayat'nya pun tidak ada yang pernah di temukan, dengan begini tidak ada yang akan mengetahui kemana xing-je menghilang!" ,,, kata pemuda yang di panggil bos.
"T-tapi bos, bagaimana kalau gadis bertopeng itu tau kalau kita telah membunuh'nya?!" ,,, jawab si bawahan dia masih hawatir.
"Benar bos, apa bos lupa waktu itu gadis itu bilang kalau kita berani mencelakai xing-je lagi, dia tidak akan segan2 untuk menghapus tingkat kultivasi kita!" ,,, kata bawahan yang satunya.
"Haishh... kalian takut apa? dia hanya seorang gadis, sekali pun dia datang sekarang apa yang harus di takutkan?! kita ada 8 orang dan 4 orang di antara kita sudah mencapai tingkat alam bumi!" ,,, kata si bos menyangkal.
Rekan2 nya saling memandang satu sama lain, mereka masih memiliki keraguan. karna memang benar mereka bersekongkol untuk memberi pelajaran pada xing-je, tapi perjanjian awal tidak sampai membunuh'nya, pemuda yang di panggil bos mengetahui keraguan rekan2'nya, cepat2 dia membuat perintah.
"Haish... apa lagi yang kalian tunggu? cepat lempar dia ke jurang!" ,,, pinta si bos.
Walaupun masih ragu, rekan2 nya itu akhirnya mau melakukan apa yang di minta oleh ketua mereka. kemudian 4 orang pemuda mengangkat tubuh xing-je dan langsung melemparkan'nya ke atas jurang, tapi saat tubuh xing-je melayang di atas jurang tiba2...
Woosshhh...
Tak lama kemudian rubah ini menurunkan xing-je yang masih belum sadar dia dekat gadis bertopeng, wajah 8 pemuda itu langsung pucat dan ketakutan karna mereka tau kekuatan roh rubah bisa di lihat dari jumlah ekor'nya.
Semakin banyak ekor'nya maka semakin besar kekuatan'nya, sedangkan 3 pemuda yang mengetahui siapa gadis bertopeng itu langsung ambruk lemas terduduk di tanah. mereka benar2 tidak menyangka kalau gadis yang baru saja di remehkan oleh mereka tadi, ternyata dia memiliki spirit beast yang kuat, tak lama kemudian huilan pun membuka suara.
"Huh! sepertinya pelajaran 1 minggu yang lalu tidak bisa membuat kalian jera, padahal aku sudah berbaik hati untuk melepaskan kalian... tapi sepertinya kalian sudah tidak sayang nyawa lagi!" ,,,kata huilan dengan nada yang dingin.
Ke 3 pemuda yang sudah terduduk di tanah itu langsung merangkak maju lalu bersujud di depan huilan.
"N-nona lan'er, k-kami mohon bisakah nona memberi kami kesempatan sekali lagi. k-kami janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.." ,,, kata 3 pemuda itu serempak dengan nada yang ketakutan.
"Huh! kalian fikir aku bodoh, hari ini aku melepaskan kalian besok kalian membawa orang 1 perguruan untuk menyerang ku, Hem! sepertinya memang hanya orang mati yang bisa di percaya!" ,,, kata huilan datar tapi terkesan menyeramkan.
Tentu 3 pemuda itu bisa menebak kalau mereka sudah tidak punya harapan lagi, ke 3 pemuda itu pun saling memandang 1 sama lain lalu mengangguk. setelah itu mereka ber 3 bangkit berdiri bersama dan langsung mengeluarkan sebilah pedang di tangan mereka masing2.
"Gila ini benar2 gila!! teman2 cepat lari selamatkan diri kalian kalau tidak ingin mati hari ini, dan tidak usah mempedulikan mereka yang sudah nekad melawan tuan dari roh rubah salju!!" ,,, kata salah 1 pemuda dari 5 pemuda.
Ke 5 pemuda itu akan segera melarikan diri, tapi sayang semua'nya sudah terlambat karna tiba2 satu roh rubah salju lain muncul menghalangi jalan mereka.
"Nona ampuun... nona mohon lepaskan kami, kami hanya kebetulan di ajak oleh mereka, kami janji tidak akan ikut2tan lagi... nona mohon lepaskan kami!" ,,, kata 5 pemuda itu serempak.
Tapi huilan tidak mempedulikan permohonan mereka, dia malah sibuk memberikan roh air kehidupan pada xing-je yang masih belum sadarkan diri.
"Cih... sialan, kalau kami harus mati hari ini! kalau begitu kami juga akan membawamu pada kematian!!! teman-teman seraaaannggg!!.." ,,,
__ADS_1
Hiyaaaaaaa....
Ke 3 pemuda akhirnya nekad menyerang huilan, mereka menghunuskan masing2 pedang'nya ke arah huilan. huilan yang masih fokos meminumkan obat pada xing-je itu langsung menurunkan perintah tanpa menoleh.
"Yumi-xu, hakubi-xu habisi mereka!" ,,, kata huilan datar.
"Baik nona!" ,,, jawab ke 2 rubah'nya serempak.
Kemudian 2 roh rubah itu langsung menangkap 8 pemuda itu dengan mudah walaupun ke 8 pemuda itu sudah berusaha mati2an untuk melawan.
"Aaaa... tidak... aku tidak mau mati... ampuuuunnn!!!!" ,,,
Teriak para pemuda, tapi huilan sudah tidak mempedulilan'nya lagi, dia tetap membiarkan ke 2 roh rubah'nya menyerap energi kehidupan mereka sampai tubuh mereka kering kerontang seperti ikan asin dan hanya menyisakan tulang dan kulit saja. setelah itu tubuh mereka di lemparka ke jurang yang di bawah'nya ada sungai mati.
Setelah ke 8 pemuda itu jatuh ke sungai mati, tiba2 yumi merasakan energi negati yang cukup besar dari dasar jurang.
"Aura negatif ini sungguh mengerikan" ,,, gumam yumi, kemudian dia menoleh pada huilan.
"Nona! sebaik'nya kita segera meninggalkan tempat ini, di sini terlalu berbahaya!" ,,, kata yumi yang langsung menghampiri huilan.
Sedangkan huilan sendiri, dia sudah bisa merasakan tekanan negatif dari dasar jurang. yumi menyadari kalau huilan sudah mulai terpengaruh oleh aura negatif itu, cepat2 dia meraih tubuh huilan dan xing-je setelah itu dia cepat2 lari meninggalkan bibir jurang, sedangkan hakubi dia sudah kembali ke dalam dimensi.
*-*
Setelah kepergian huilan...
Di dasar jurang ada 1 mahluk hitam dan besar, memiliki tinggi sampai 15 kaki dia memiliki 3 bola mata merah menyala, dengan 2 taring sebesar tanduk berdiri sampai melewati hidung, hidung pesek, kuku jari2 yang panjang2, dia memilike ekor yang di lengkapi 2 kaki, seluruh tubuh'nya di penuhi sisik yang hitam legam dan keras, begitu menyeramkan'nya mahluk ini tapi...
kepala'nya botak dan kinclong!😅
Mahluk ini tiba2 muncul dari dalam sungai mati (Sungai mati artinya sungai yang sudah tidak mengalir lagi).
Mahluk ini berdiri di atas ke 2 kaki'nya lalu meraih ke 8 tubuh pemuda yang sudah kering kerontang, mahluk ini juga menginginkan energi kehidupan dari 8 pemuda itu, tapi sayang nya apa yang dia inginkan sudah tidak ada lagi.
Akhir'nya mahluk itu melemparkan ke 8 pemuda itu ke udara lalu terbakar, dan saat tubuh terbakar itu kembali turun ke sungai tubuh 8 pemuda itu sudah menjadi abu.
"Cih... hanya sampah!" ,,, decak monster itu kemudian mahluk itu kembali masuk ke dalam air lalu menghilang entah kemana.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc