
***
Lixsi dan liyi mereka ber 2 malah bengong melihat para bawahan'nya, karna malah terlihat seperti sedang bermain kucing-kucingan dengan huilan. Tapi lama kelama'an akhirnya lixsi mulai merasa kesal, dia pun langsung melayangkan cambuk'nya ke arah huilan
Whuukk!
CTARR!!
"Aaarrrkkkhhh....
Huilan berhasil menghindar dan yang terkena serangan cambuk itu malah 2 orang bawahan'nya.
"WOW! Sungguh wanita yang mengerikan!" gumam huilan yang sudah berdiri.
Kemudian dia melemparkan sebuah bola hitam sebesar bola kasti ke arah lixsi. tapi pasti nya lixsi tidak tinggal diam, dengan cepat dia menghantam bola tersebut menggunakan cambuk'nya.
Wuusskk!
BANG!
Pssss....
Setelah bola tersebut hancur, itu justru malah berubah menjadi gumpalan asap yang tebal dan banyak. lalu gumpalan asap itu menyebar dan berhasil mengecoh pandangan mereka.
"Aaa... kalian benar-benar tidak berguna!!" teriak lixsi sambil mengibas-ngibaskan ke 2 tangan'nya mencoba mengusir kepulan asap.
Tapi sayang'nya itu tidak mudah, akhirnya lixsi dan liyi pun bekerjasama untuk mengusir kepulan asap. dan,
Woosshhh...
Kepulan asap pun berhasil tersingkir, tapi pemandangan selanjutnya yang mereka lihat adalah, semua bawahan'nya sudah tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.
Sedangkan penyusup bercadar dan memakai hanfu serba hitam tadi, dia sudah menghilang.
"Eeerrhhh... bisa-bisa'nya kita di permainkan oleh penyusup kecil!" gerutu lixsi, kemudian dia membenarkan hanfu'nya, yang ternyata dia berada di sana untuk bersenang-senang dengan 2 orang pemuda tawanan. karna 2 tawanan ini memiliki penampilan dan postur tubuh yang menggoda bagi kaum hawa, tapi sayang'nya huilan datang dan mengganggu kesenangan mereka.
Tak lama lixsi pun di kejutkan oleh suara liyi.
"Aaaah lixsi!! dua tawanan kita menghilang!"
"APA!!" Teriak lixsi yang terkejut.
Dan benar saja, 2 tiang kayu yang berbentuk salib yang tadi menjadi tempat 2 tawanan di ikat, kini sudah kosong.
"Sial! jadi penyusup bercadar tadi itu hanya umpan untuk mengalihkan perhatian!" kata lixsi dengan kesal. kemudian dia menoleh pada rekannya sambil bicara.
"Liyi, kita harus berpencar! mereka pasti belum pergi terlalu jauh" kata lixsi.
Setelah berkata demikian mereka ber 2 pun pergi ke arah yang berbeda.
Di tempat huilan, dia melarikan diri ke lorong yang tadi darimana dia datang. dia terus berlari sambil menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada bahaya yang mengancam.
"Huh! benar-benar keterlaluan, siapa sih orang berjubah itu? beraninya dia menjadikanku sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian!" gerutu huilan tanpa menghentikan langkah'nya.
Dan ternyata saat huilan melumpuhkan semua bawahan lixsi dalam kepulan asap, dia sempat melihat orang berjubah yang tadi dia ikuti. namun dia hanya muncul dan langsung membebaskan 2 orang tawanan, kemudian ke 2 tawanan dan 1 orang berjubah itu pergi tanpa menberi bantuan apa-apa. karna itulah huilan merasa kesal bukan main.
Huilan yang terus berlari akhirnya sampai juga ke pintu goa dengan lancar, tapi saat dia akan melangkah keluar, dia kembali mundur dan bersembunyi. karna di luar goa ada banyak kultivator tingkat 5, 6, dan 7 alam bumi dan ada juga kultivator tingkat 1, 2 dan 5 alam langit.
Mereka sedang mengepung se'ekor macan putih yang tadi hampir menyerang huilan, dan ternyata itu adalah spirit beast tingkat 10 tahap ahir.
Huilan merapatkan punggung'nya ke dinding goa sambil mengintip keluar dan bergumam.
"Hah?! apa orang-orang lembah sunyi itu sangat lemah? kenapa hanya ingin menangkap beast tingkat 10 saja harus sampai lebih dari 20 orang kultivator! dulu saat aku belum punya level kultivasi, aku sendiri mampu menaklukan beast singa putih tingkat 10!" gumamnya.
Kemudian sebuah cahaya biru terang tiba-tiba muncul dan bergulung di atas pundak kanan huilan, lalu munculah se'ekor rubah putih kecil ber'ekor 9 sebesar anak kucing sambil bicara.
__ADS_1
"Hei itu tidak sama! saat master mencoba menaklukan singa putih, waktu itu dia sedang dalam keada'an terluka parah, di tambah master adalah seorang pengendali spiritual inti alam dan juga kau melakukan trik curang! aku yakin jika master menerima serangan pamungkas dari singa putih itu, sudah di pastikan kau tidak akan selamat. tapi master malah masuk ke dalam dimensi untuk menghindar!" kata hakubi.
Huilan pun langsung tersenyum bangga lalu menjawab.
"Hehe... itu namanya tak-tik! karna itulah bagiku lawan bodoh yang hanya mengandalkan kekuatan... dia bukanlah tandinganku!" kata huilan.
"Jadi walau pun kau adalah binatang spiritual, tapi jika sudah ikut dengan ku. kau harus bisa menjadi sesuatu yang berbeda dari yang lain'nya!" sambung'nya.
Hakubi pun langsung bertanya dengan ke 2 alis yang mengkerut.
"Maksud'nya berbeda, bagaimana master?" tanyanya.
"Maksud'nya berbeda, contoh'nya jika kau sedang berhadapan dengan suatu masalah. kau tidak harus slalu menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan'nya kalau ada cara yang lebih mudah!" kata huilan.
"O jadi master ingin aku bisa berfikir seperti manusia yang biasa menggunakan kepintaran untuk menyelesaikan masalah!" kata hakubi.
"Benar!" jawab huilan singkat.
Hakubi pun langsung menghela nafas dan mengeluh.
"Huuuffhhh... merepotkan!" keluh'nya.
CTAK!! "Aduh!" huilan langsung menjitak kening hakubi sambil bicara.
"Aku tidak peduli! pokonya sekarang aku akan mulai megujimu!" kata huilan yang langsung melesat naik ke atas goa.
"Hei hei hei!! kau mau apa?" tanya hakubi dengan wajah bingung tapi posisi'nya masih duduk di pundak kanan huilan.
Setelah berada di atas, huilan pun menjawab dengan nada yang santai.
"Tentu saja aku akan membuat kegaduhan kecil untuk mengalihkan perhatian para kultivator! sisa'nya, beast tingkat 10 itu aku serahkan padamu!" kata huian.
Seketika hakubi langsung terkejut lalu komplein dengan nada yang terburu-buru.
"Tapi di pertarungan yang sesungguh'nya, kau harus bisa memutar otak dengan cepat, dan sekarang adalah kesempatan bagus untuk'mu, jadi pergilah!" kata huilan.
Hakubi pun semakin terbelalak dan mulai panik.
"HAA!! Ta-tapi tapi tapi..." belum sempat hakubi menyelesaikan ucapan'nya huilan sudah melemparkan beberapa bola asap pada hakubi, setelah itu huilan mulai merakit senjata nya yang ber'asal dari dunia modern berjenis Pluru roket.
Hakubi akhirnya tepok jidat setelah melihat huilan yang sudah hampir selesai merakit senjata.
"Haaiiiissshhh... benar-benar tidak di beri kesempatan untuk menolak, hhuuffhhh... baiklah apa boleh buat! beruntung aku sudah sering melihat master bermain trik curang!" gumam hakubi. dan akhirya dia pun melompat turun dari pundak huilan lalu melesat pergi.
Dan tak lama setelah hakubi pergi, huilan pun mulai melepaskan pluru-pluru roket'nya yang sebesar timun suri dan sudah di lengkapi oleh bahan peledak.
Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt...
BOMM!! BOMMM!!! BOMMM!!!
DUARR! DUARR!!
Byuuurrrrrr...
Beberapa pluru roket itu melesat ke sebrang danau dan meledakan beberapa bukit berbatu, kemudian reruntuhan bukit-bukit itu berjatuhan ke danau yang berhasil menciptakan gelombang ombak besar. dan pastinya ledakan besar itu berhasil mengambil alih perhatian para kultivator yang ada di sekitar termasuk para kultivator yang sedang mencoba melumpuhkan spirit beast macan putih.
Merasa ada bahaya lain, sebagian kultivator yang sedang sibuk berkelahi dengan macan putih itu, mereka pun bergegas pergi untuk memeriksa, dan setelah mereka pergi hakubi pun muncul dan mulai ber'aksi.
Sedangkan huilan, dia terus mengawasi dari atas goa dengan beberapa kristal ice runcing sebesar belati melayang di sekeliling huilan untuk berjaga-jaga bila ada bahaya tak terduga datang menghampiri.
"Humh! senjata dari dunia modern seharus'nya tidak akan di kenali di tempat ini... jadi aku rasa mereka tidak akan menemukan tempat ini dengan cepat" batin huilan.
Dan tak sampai 30 menit, hakubi yang sedang dalam wujud rubah putih ber'ekor satu dan sebesar macan pada umum'nya itu, dia sudah berhasil menyingkirkan para kultivator yang tersisa, dan juga dia berhasil meredakan amarah macan putih.
Macan putih itupun mengecilkan ukuran tubuh'nya menjadi sebesar srigala pada umum'nya karna kekuatan spiritual'nya sudah terkuras banyak jadi dia tidak bisa mempertahankan tubuh raksasa'nya lebih lama lagi.
__ADS_1
Dan tak lama setelah itu, satu bayangan hitam tiba-tiba melesat dan mendarat tepat di samping rubah putih, seketika macan putih itu kembali berwaspada. dan mulai mengerang sambil menatap tajam pada sosok wanita bercadar dan berpakaian serba hitam.
RRRRRR......
"Tenanglah, dia bukan musuh dan dia berada di pihak kita!" kata hakubi singkat.
Macan putih itupun kembali tenang tapi tatapan'nya masih menatap tajam pada huilan, tak lama huilan pun memberi perintah yang membuat hakubi merasa keberatan.
"Hakubi, bawa dia masuk ke dalam dimensi dan obati luka'nya!"
"HAH! tapi master, dia tidak ingin memiliki ikatan apapun dengan kita! jadi aku rasa ini terlalu beresiko jika dia mengetahui rahasia master!" kata hakubi.
"Habis mau bagaimana lagi? kita sudah terlanjur menunjukkan diri, dan lagi tidak mungkinkan aku menyembunyikan'nya di dalam paviliun!" kata huilan
"Eeeeerrrhhh....
Hakubi masih terlihat tidak setuju, sedangkan macan putih itu terus menatap huilan dan hakubi secara bergantian dengan ke 2 alis yang mengkerut karna dia tidak mengerti apa yang sedang mereka debatkan.
Tak lama huilan pun membisik'kan sesuatu ke telinga hakubi, setelah selesai huilan pun kembali bertanya.
"Bagaimana menurutmu?" tanya'nya.
Tapi hakubi masih terlihat tidak setuju.
"Eemmm... tapi bagaimana kalau dia tidak mau?" tanya hakubi.
"Kenapa kau terlihat hawatir? bukankan kau lebih kuat dari'nya!" kata huilan.
"Kalau gitu jika dia tidak mau, apa aku boleh melakukan apapun padanya ?" tanya hakubi.
"Tentu itu terserah kau mau di apakan!" jawab huilan.
"Ok aku setuju!" kata hakubi dengan antusias.
Setelah itu hakubi pun memanjangkan ekornya lalu melilit tubuh macan putih, dan selang beberapa detik rubah putih dan macan putih itupun menghilang di udara kosong. sedangkan huilan, dia juga langsung melesat pergi dan menghilang ke dalam kegelapan.
Tak lama setelah huilan pergi, muncullah 3 orang pria berjubah gelap dan memakai topeng hitam setengah wajah, kemudian salah satu pria berjubah itu berbicara memecah keheningan.
"Ka, di lihat dari postur tubuh dan suaranya, seperti'nya dia hanya seorang gadis kecil!" ucapnya.
Kemudian pria berjubah yang berdiri di tengah-tengah, dia pun membalas ucapan sang adik dengan nada yang dingin.
"Terus kenapa?"
"Hah! masih bertanya kenapa?... bukankah sikap kaka ini cukup keterlaluan! kaka sudah menjadikan'nya umpan dan menempatkan'nya ke dalam bahaya, tapi kaka tidak memberi bantuan sama sekali!" protes sang adik.
"Tsk! Memang'nya kau tidak lihat?! dia cukup kuat untuk melindungi diri'nya sendiri!" kata sang kaka.
"Hei! setidak'nya kau ucapkan terima kasih pada'nya, karna walau bagaimana pun dia sudah sangat membantu kita!"
"DIAM! kau tidak perlu menceramahi ku! sebaik'nya kau fikirkan saja kesalahanmu, ibu sudah melarang mu pergi menjalankan misi ini, tapi kau tidak mendengarkan dan membuat ibu semakin hawatir! jika tadi aku terlambat sedikit saja, kau sudah di jadikan santapan oleh 2 wanita siluman tadi!" kata sang kaka.
Si adik hanya bisa terdiam tanpa bisa membalas ucapan kaka'nya, tak lama kaka'nya pun membuat keputusan.
"Sudahlah! sebaik'nya kalian pergi sekarang, misi yang satu ini biar aku saja yang menyelesaikan'nya!" kata sang kaka dan tanpa menunggu jawaban dari mereka, dia pun melesat pergi meninggalkan sang adik dan rekan'nya.
"Cih! kaka yuzhi selalu saja bersikap seperti orang tua jika di hadapan ku!" decak sang adik, kemudian dia dan rekan'nya pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1