The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 007* Dunia Modern Part 1 ... 18+


__ADS_3

***


Musim salju di kota Qi jing sudah berlangsung sekitar satu minggu, kota yang besar dan maju, gedung2 pencakar langit ada di mana2, tetapi di pinggiran kota masih ada banyak hutan2 berbukit dan pegunungan.


Suasana malam ini cukup dingin dan mencekam disebabkan sedang berlangsung nya turun salju yang lebat.


Di sebuah Villa yang besar dan mewah berdiri di sebuah bukit dekat pegunungan yang letaknya lumayan cukup jauh dari kota besar, dan nama pemilik villa ini adalah Gu Mo Ran.



🖕🖕 Ilustrasi Gu mo ran


Gu mo ran adalah seorang detektif propesional dan untuk menyembunyikan identitas nya dia menjadi seorang bos besar di tiga perusaha'an ternama yaitu


Blue Diamond, Gold Diamond, Dan Silver Diamond.


Perusahaan yang dia pimpin terus maju dan menjadi perusahaan yang paling terkenal... karna dia akan slalu mengetahui mana kawan mana lawan.


Yang mengentahui tentang identitas gu mo ran hanya kedua orang tua, kekasih rahasianya Lin Lin Che, dan beberapa musuhnya... Hampir di setiap harinya musuh gu mo ran yang sudah nengetahui keberadaan nya, slalu mengirimkan berbagai macam pembunuh bayaran untuk melenyapkan mo-ran, jadi tidak heran untuk menghadapi dan membunuh musuh2nya itu sudah seperti membunuh seekor semut.


Malam itu terlihat Gu mo ran yang memiliki wajah tampan dan usianya baru menginjak yang ke 25 thn.


Dia sedang duduk tumpang kaki sambil menikmati segelas wine anggurnya, tak lama kemudian seorang wanita cantik dan seksi masuk keruangan, lalu duduk di samping moran.


Si wanita itu mengenakan pakaian2 seksi berwarna merah yang sedikit terbuka dan memperlihatkan gundukan kedua gunung kembarnya, sedangkan di bagian perutnya yang ramping di biarkan sedikit terlihat dan memakai rok mini setengah paha memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus namanya monik.


Tak lama kemudian monik pun mendekatkan bibirnya ke telinga mo ran lalu membisikan sesuatu.


"Presdir Gu malam ini aku yang temani ya!" ,,, bisik monik yang di akhiri olah tiupan kecil.


Presdir Gu langsung tersenyum nakal laki2 mana yang tidak akan tergoda dengan perlakuan seperti itu... Tanpa basa-basi Gu mo ran pun meletakan gelas wine nya dan langsung menjatuhkan monik, mo ran mencekal kedua tangan monik dengan satu tangan lalu menekan nya di atas kepala monik, dan satu tangan nya lagi mulai menyusup masuk ke dalam pakaian atas monik, dengan posisi mo-ran berada di atas tubuh monik.


Tentu monik terkejut, dia tidak menyangka akan secepat itu mo-ran tergoda, monik pun mencoba mencari alasan tapi semuanya sudah terlambat, monik mulai mendesah karna satu tangan moran sudah mencapai ke bagian dadanya dan mulai bermain di sana.


"Uughh... presdir Gu.. aku..." ,,,


MMmmm...


Belum habis monik melanjutkan kata2 nya bibir mo ran sudah mulai ******* bibir monik, dan berlanjut ke bagian leher yang meninggalkan bekas gigitan2 kecil, monik pun semakin mendesah dan tubuhnya mulai gemetar,


Ta lama kemudian apa yang terjadi ???


Mo ran langsung menghentikan aksinya dan langsung memukul monik tepat di bagian leher belakang, sampai monik tak sadarkan diri, mo ran pun bangkit dan merapihkan baju nya yang sudah berantakan lalu mengambil telphone genggam miliknya setelah itu dia menghubungi seseorang.


Mo ran berdiri tepat di depan jendela kaca yang besar sambil menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada dengan pandangan yang di lemparkan ke arah luar.


Selang beberapa menit beberapa bodyguard pun masuk keruangan itu, tanpa menoleh mo ran langsung memberi perintah.

__ADS_1


"Kurung wanita itu dan investigasi dia kalau perlu siksa dia sampai buka mulut!" ,,, perintah mo ran.


Para bodyguard pun menjawab serempak


"Baik presdir" ,,, para bodyguard akhirnya menyeret monik yang masih tidak sadarkan diri keluar dari ruangan.


Setelah semuanya keluar Mo ran membalikan badan nya lalu melangkah menuju sofa, di sofa masih tergeletak tas tagan milik monik,


Mo ran pun meraihl tas tangan itu lalu mengeluar kan isinya satu per satu.


Mo ran tersenyum puas karna tebakan nya tidak salah, dalam tas itu ada satu botol racun tak berwarna, satu buah pisau belati, pistol dan mikrophon kecil.


Mo ran menyunggingkan senyuman devil nya lalu bergumam.


"Hmm... ingin membunuh ku dengan wanita pelacur ya?!... tidak semudah itu" ,,, Lalu mo ran melemparkan tas tangan yang sudah kosong ke dalam tong sampah sedangkan benda2 yang sudah di keluarkan dari tas dia menyimpan nya dengan baik.


Kemudian mo ran kembali mengambil gelas wine nya dan melanjutkan acaranya yang sempat tertunda tadi.


Tak terasa hari semakin larut dan


Waktu telah menunjukan jam 2 pagi, moran tertidur di sofanya. tak lama kemudian mo ran terbangun karna di kejutkan oleh suara petir yang menyambar sesuatu.


Awal nya mo ran tidak ingin mempedulikan hal itu karna menurut nya itu adalah hal biasa terjadi, jadi mo ran pun kembali memejamkan mata.


Tapi entah apa yang merasuki fikiran mo ran dia mulai merasa gelisah entah karna apa dia terus kefikiran.


"Ehh?!! malam inikan sedang turun salju... tapi kenapa ada suara petir ???" gumam mo ran.


Entah apa yang telah mendorong nya mo ran pun memutuskan untuk pergi ke atap Villa, sesampainya di atap Villa suara petir itu telah berhenti, moran pun mendongakkan wajahnya ke langit lalu memutarkan pandangan nya.


Butiran2 salju yang turun kini telah banyak yang singgah di kepala moran, dia masih menoleh kesana kemari, dan saat pandangan moran tertuju ke arah langit pegunungan yang tidak terlalu jauh dari villa nya, moran melihat segaris cahaya di langit dan bentuk nya terlihat aneh bagi moran.


Mo ran terkejut dan mulai mengerut kan ke 2 alis nya "Eehhh!! apa itu ??" ,,, gumam moran dia sedikit tertegun.


"Itu tida mungkin cahaya aurorakan ??" ,,, sambungnya.


Tanpa berfikir panjang lagi moran pun turun dengan tergesa2 menuju kamarnya lalu kembali keluar sambil memakai jaket tebal dan langsung pergi keluar dari villa.


Di luar villa terlihat beberapa penjaga malam masih terjaga sambil bercengkrama, moran menghampiri mereka dan langsung meminta salah satu dari mereka untuk mempersiap kan seekor kuda.


Sebenarnya para penjaga itu heran dengan bos besarnya, mereka terus berfikir tentang mo ran, mau kemana bosnya itu karna waktu masih menunjukan jam 2 : 30 pagi akan tetapi mereka tidak berani untuk bertanya, mereka hanya menawarkan diri untuk ikut dengan mo ran, tapi mo ran menolak tawaran mereka dan malah meminta mereka untuk membangunkan franco asisten pribadinya untuk menyusul diri nya ke dekat danau yang ada di kaki gunung.


Setelah itu mo ran pun pergi memacu kudanya menuju kaki gunung dan hanya di terangi oleh lampu senter saja.


Setelah sampai di tempat yang dia tuju moran pun turun dari kudanya dan mengikat tali kudanya di batang pohon, Lalu moran melangkah kan kaki nya menerobos tumpukan2 salju, dengan kepala yang mendongak ke langit dia masih bisa melihat garis cahaya yang seperti aurora itu masih ada, tapi perlahan-lahan cahaya aneh itu mulai menghilang.


Mo ran menarik nafas panjang dan bergumam.

__ADS_1


"Huhh... aku fikir ada yang aneh" ,,, dengan nada yang sedikit kecewa.


Akhirnya mo ran pun memutuskan untuk kembali dan pulang, tapi langkah nya terhenti saat matanya menangkap sesuatu yang janggal dari balik pohon besar sorotan cahaya muncul dari sana.


Dengan perasaan was-was mo ran pun memberanikan diri untuk mendekat lalu berhenti di depan pohon besar itu yang menjadi penghalang, moran pun pelahan-lahan menengok ke tempat cahaya itu berasal, moran sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, dia terkejut sampai mundur beberapa langhah, nya dan jatuh terduduk di atas tumpukan2 salju.


Ternyata cahaya itu berasal dari tubuh bayi dan saat cahaya itu mulai meredup bayi itu pun membuka matanya, moran tertegun melihat bayi itu karna saat bayi itu membuka mata nya, bola mata bayi itu berwarna biru sangat cantik, lalu seiring cahaya dari tubuhnya meredup bola mata bayi itupun berubah menjadi coklat keemasan.


Melihat hal seperti itu moran sangat takjub dengan keajaiban yang baru saja dia saksikan,


Ayo tersterus manatap moran dan ta lama kemudian bayi itu memberinya senyuman, melihat bayi itu tersenyum padanya moran pun ikut tersenyum lalu moran mengangkat bayi itu ke dalam pelukan nya.


Dalam pelukan moran dia terus memperhatikan bayi itu dan moran pun melihat sebuah kalung berliontin pecahan yin-yang berwarna hitam melingkar di leher si bayi.


Mo ran menyentuh kalung itu lalu memperhatikan kalung itu mo ran bisa melihat ada tulisan di balik kalung itu moran pun membacanya.


"Xu Hui Lan ???,,,, gadis kecil apa itu namamu" kata moran sambil menoleh pada hui lan.


Hui lan pun tersenyum mendengar namanya disebutkan,,, moran ikut tersenyum lalu kembli bicara.


"Gadis kecil xu hui lan adalah nama aslimu ... tapi sekarang aku yang akan merawat mu jadi selama kau tinggal dengan ku nama mu adalah Litlle Snow" kata moran...


Lalu tak lama kemudian Franco pun datang menghampiri moran, sebenar nya franco penasaran dengan bayi yang ada di pelukan bosnya itu ... tapi dia tida banyak bertanya dan langsung mendapat perintah dari bos nya.


"Franco bawa keranjang bayi itu bersama mu" kata moran.


Setelah berkata demikian moran pun membawa snow kembali ke villa nya dengan menunggang kuda.


Akhirnya snow pun di rawat oleh presdir gu, dan di angkat anak oleh nya,


Snow di membesar di bawah bimbingan gu mo ran hingga tumbuh menjadi gadis yang cantik dan jenius.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2