
***
"Phuk-uhuk.. uhuk
"Hei! kau kenapa?" ,,, tanya huang sedikit panik.
"Oh.. a-aku.. aku baik² saja!" kata huilan.
"Kau yakin?" ,,,
Huilan hanya mengangguk untuk menjawab'nya.
"Tapi kenapa tiba² kau tersedak?" ,,, tanya huang yang masih tidak percaya.
"Oh, itu tadi... emm, aku terkejut karna tiba² ada seseorang yang memanggil namaku! sepertinya di luar hari sudah pagi, jadi aku harus segera kembali!" ,,, kata huilan setengah berbohong, karna yang sebenarnya hal yang membuat dia terkejut itu di sebabkan oleh nama NUA. Dia ingat kantung hitam yang di tinggalkan saat dia masih bayi, di sudut kantung kain itu terdapat sulaman huruf dari benang emas bernama NUA.
"Oh kalau gitu kembalilah dulu, nanti kalau sudah ada waktu luang kita akan bertukar cerita lagi!" ,,, kata huang. dia tidak terkejut lagi kalau sekarang dia berada di dimensi pribadi huilan, huilan pun mengangguk lalu menjawab.
"Em aku akan pergi sekarang, kau masuklah ke dalam istana kecilku, di lantai 3 ada ruangan untuk istirahat dan di sana juga ada banyak pakaian ganti, kau bisa memakainya manapun yang kau inginkan!" ,,, kata huilan.
Huang pun mengangguk tanda mengerti, setelah itu huilan langsung menghilang di udara kosong sedangkan huang dia melangkah masuk ke istana kristal ice.
Di dalam bunga teratai raksasa, terlihat jiu-xu sedang duduk merenung dengan ke 2 kaki yang di silangkan dan ke 2 tangan di lipatkan di depan dada, dia masih sedang memikirkan perubahan dari devil sword.
"Ini benar² aneh, kenapa kekuatan dewa kuno yang tersegel di dalam devil sword tiba² terpancing keluar? bahkan sampai menunjukan wujud aslinya! hal seperti ini tidak pernah terjadi di tangan para pemilik yang sebelum²'nya... apa mungkin di dalam tubuh huilan mengalir darah orang itu? aku ingat hanya orang yang memiliki darah murni orang itu saja yang bisa membuat devil sword menunjukan sisi positif'nya! tapi... aura yang di miliki oleh huilan itu murni sebagai manusia biasa, dan walaupun dia menutupi aura jati diri'nya, aku pasti bisa mengenalinya walau hanya sedikit... kecuali orang yang menutupi identitas huilan adalah wanita itu, tapi itu tidak mungkin, karna wanita itu telah mengorbankan 7x kebangkitan'nya dengan kekuatan ilahi agar bisa memperkuat segel pembatas dimensi dimensi antar dunia lain ribuan tahun yang lalu. jika dia sudah kembali rasanya itu tidak mungkin, karna ini masih terlalu cepat untuk dia kembali bangkit... kecuali ada seseorang yang berhasil menemukan salah satu kepingan jiwa wanita itu lalu membangkitkan'nya secara paksa... tapi siapa? dan, untuk apa? karna untuk membangkit'kan sebelum waktu'nya tiba itu, di butuhkan kekuatan yang sangat besar! karna ini sudah termasuk menentang hukum alam!... Apa mungkin ini perbuatan jin-wu? atau ming-yuan! hmm... jika ini perbuatan jin-wu, aku tidak akan percaya karna dia adalah seorang yang terpilih untuk menjadi pemimpin... dan seorang yang terpilih ini sudah pasti tidak boleh menggunakan kekuasaan nya hanya untuk masalah pribadi... tapi jika ini perbuatan ming-yuan itu juga tidak mungkin, karna sebagian kekuatan terbesarnya telah tersegel di dalam devil sword, jadi dengan begitu ming-yuan tidak punya kekuatan yang cukup untuk membangkitkan kembali wanita itu, kecuali... mereka bekerja sama untuk membawanya kembali! jika itu benar... aku hawatir bencana yang besar akan terjadi lagi seperti beberapa ribu tahun yang lalu!" ,,, kata jiu-xu
"Cih, benar² merepotkan! mau sampai kapan cinta segitiga ini terus menimbulkan bencana... padahal nuwa sudah berkorban banyak agar ke 2 pria ini sadar dengan status dan tanggung jawab'nya masing², tapi sepertinya malah semakin memburuk!" ,,, gerutu'nya.
~°0°~
Di luar dimensi, cahaya matahari sudah semakin meninggi, para pelayan yang bertugas di paviliun jhi-zhiliu semuanya sedang kelimpungan mencari keberadaan huilan yang menghilang entah kemana.
Di depan pagar paviliun, terlihat yui sedang mencegah 2 orang wanita agar tidak pergi. Sedangkan di kamar utama paviliun, terlihat ruge sedang mondar-mandir seperti strika'an dan dalam keada'an panik.
Tak lama langkah'nya pun terhenti karna melihat ada pergerakan dari bawah selimut yang sudah di rapihkan, ruge mematung dengan pandangan ke arah selimut karna tiba² selimut itu meninggi seperti ada sesuatau yang keluar dari bawah tempat tidur. kemudian setengah selimut itu tersingkap yang membuat ruge terkejut dan langsung bergegas menghampirir'nya sambil bicara.
"Lan'er! kenapa kau bisa muncul dari bawah selimut?! apa kau tidak tau semua orang sedang panik karna kau tiba² menghilang!" ,,, kata ruge dengan nada yang rusuh.
"Hah?!!"
Huilan mengkerutkan ke 2 alis'nya sambil berkedip-kedip.
"Aaah sudahlah! tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan, ayo cepat kita harus keluar! seperti'nya yui sudah tidak bisa lagi menahan kepala pelayang su-yu dan satu orang utusan ratu!" ,,, kata ruge dengan nada yang rusuh sambil menarik tangan huilan dan melangkah pergi.
"Hah! utusan ratu? mau apa dia kesini?" ,,, tanya huilan sambil melangkah mengikuti ruge.
__ADS_1
"Aku tidak tau, tapi sebaik'nya kita tidak boleh membuat'nya kesal atau urusan'nya nanti semakin rumit!" ,,, kata ruge tanpa menghentikan langkah'nya.
Di luar paviliun, yui sedang berusaha menahan su-yu dan 1 orang utusan ratu yang nernama yosiko.
"Nona su-yu, nona yosiko, mohon tunggulah sebentar lagi, pagi ini nona lan terlambat bangun karna semalam dia sakit jadi tidurnya pun sangat larut" ,,, kata yui mencoba membujuk mereka.
"Cukup yui! kau terlalu banyak alasan, dengar ya walaupun nona lan adalah gadis yang di inginkan oleh pangeran chu, tapi itu bukan ber'arti dia bisa berbuat se'enak nya sampai tidak menghormati ratu emerlen! kau pasti sudah tau dengan jelaskan, nona yosiko adalah orang kepercaya'an ratu, tapi kalian sudah membuat'nya menunggu begitu lama! apa kalian fikir ratu kami ini hanya pajangan yang hanya bisa diam dan menunggu!" ,,, kata kepala pelayan su-yu. kemudian wanita utusan ratu itu ikut berkomentar dengan nada yang mengejek,
"Cih... gadis yang bernama lan ini sangat tidak tau diri! hanya karna telah mendapat pelayanan husus dari pangeran ke 3 dia sudah berlaga seperti nyonya besar! dasar ******!" ,,, kata yosiko.
Yui pun langsung menatap tajam pada yosiko dan menjawab perkata'an nya.
"Maaf nona yosiko, nona lan baru saja sadar 2 hari yang lalu. jadi dia belum terbiasa dengan kehidupan di sini, lagipula nona yosi juga sudah melihat'nya semalam, bagaimana kondisi nona lan, aku yakin ratu juga pasti akan mengerti. tapi kau sebagai bawahan'nya kenapa sangat terlihat begitu mempropokosikan nona kami? atau jangan² sebenarnya kedatangan mu ke sini bukan karna di utus oleh ratu, tapi kau sengaja datang untuk mencari masalah dengan kami!" ,,, kata yui dengan nada yang dingin.
Yosiko pun langsung menghampiri yui dan menamparnya begitu kuat sambil membentak.
"LANCANG!"
Plak...
"Beraninya pelayan rendahan sepertimu berbicara seperti itu padaku! dengar ya, tidak ada guna'nya bagiku mencari masalah dengan wanita mainan seperti nona kalian! hanya buang² waktu saja!" ,,, bentak yosiko.
"Wanita, mainan?!" ,,, tanya yui sambil menungkup sebelah pipi'nya yang terasa perih akibat di tampar.
"Ha... hahahaha... kau tidak tau ya? gadis lan mu itu hanyalah mainan bagi pangeran ke 3! jika dia sudah merasa bosan, nanti juga gadis lan itu akan jadi pelayan sama seperti mu! jadi, apa guna'nya kau begitu membela dia?" ,,, tanya yosiko dengan sinis.
"KAU..."
Yui menghentikan apa yang ingin dia katakan karna tiba² seorang pria datang menghampiri sambil melontarkan pertanya'an.
"Ada apa ini ribut²?" ,,,, tanya si pria.
Dengan sigap yui dan yang lain'nya mereka langsung menunduk memberi hormat.
"Salam hormat pangeran ke 3!" ,,, kata mereka serempak.
Pangeran ke 3 yang tidak lain dia adalan pangeran chu, dia pun mengibaskan tangan'nya agar orang² di sana berhenti menunduk, setelah itu dia kembali bertanya.
"Ada apa?" ,,, tanya'nya singkat.
Yui berniat menjelaskan'nya terlebih dulu tapi yosiko mendahului'nya.
"Ampun pangeran jika perdebatan ini telah mengganggu ketenangan anda, saya telah di utus oleh yang mulia ratu untuk menjemput nona lan pergi ke istana emerald, tapi saat saya datang nona lan tidak mau langsung menemui saya dan malah membuat saya menunggu begitu lama, padahal ratu meminta saya untuk menjemput'nya secepat mungkin! tapi nona lan tidak mau bekerja sama dengan saya dan malah membuat ratu harus menunggu!" ,,, kata yosiko.
Exspresi pangeran chu langsung menjadi suram setelah mendengar aduan dari yosiko.
__ADS_1
"Yui! benarkah apa yang di katakan nona yosi?" ,,, tanya pangeran chu dengan nada yang dingin.
"I-itu..." yui kebingungan harus menjawab apa. "Aduh gawat! pangeran chu sangat menyayangi kaka ipar'nya, habislah kali ini!" ,,,, batin yui.
Melihat yui malah diam dan kebingungan, tanpa ba-bi-bu lagi pangeran chu langsung mengibaskan 1 tangan'nya ke arah yui.
Woshh...
Buk!
"AAAhh...
BRakk!! Uhuk..Uhuk...
Tubuh yui langsung terlempar lalu menabrak pagar dan karna itu adalah serangan mendadak jadi yui mengalami luka dalam yang membuat'nya memuntahkan seteguk darah segar, belum sempat yui berdiri dengan benar, tiba² tubuh yui mulai ter'angkat naik ke udara di sebabkan oleh pangeran chu yang mencekik'nya menggunakan kekuatan mistik sampai tubuh yui melayang di ketinggian.
Ke 2 bola mata yui jadi membulat sambil menggenggam sebuah cahaya ungu gelap yang melingkar di leher'nya, karna cahaya tersebut telah menekan saluran penafasan yui, dengan susah payah yui mencoba melepaskan diri, tapi tidak peduli seberapa kuat dia mencoba tetap tidak bisa. perlahan-lahan tubuh yui mulai melemas karna kekurangan udara, ke 2 tangan'nya ikut terkulai lemas dia mulai menyerah untuk meronta.
Melihat yui sedang sekarat, yosiko tersenyum puas.
"Hm, mampus!" ,,, batin yosiko.
Tak lama tiba² ada serangan yang tak terlihat melesat ke arah pangeran chu.
Woshhh...
Buk!
Pangeran chu terhantam oleh sesuatu yang tak terlihat sampai mundur beberapa langkah, sedangkan yui dia langsung terlepas dari cengkraman'nya, tubuh yui pun jatuh dari ketinggian, tapi sebelum tubuh'nya sampai ke tanah, tiba² 1 bayangan putih melesat dan langsung menangkap tubuh yui dan mendarat ke tanah dengan sempurna, dan posisi'nya membelakangi pangeran chu sosok itu memeluk tubuh yui yang sudah terkulai tak berdaya.
Semua orang yang ada di sana cukup terkejut melihat keberanian seorang gadis memakai hanfu putih polos dengan rambut hitam dan panjang di biarkan ter'urai tanpa satu pun riasan, dan dia tidak lain adalah huilan.
Kemudian ruge pun berlari menghampiri huilan dan huilan langsung menyerahkan yui pada ruge, lalu meminta'nya untuk membawa yui ke paviliun. tanpa mempedulikan keada'an di sekitar ruge pun membantu yui berjalan menuju paviliun, sedangkan huilan, dia berbalik badan dan menatap tajam pada pangeran chu yang sedang menatap dingin padanya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc