The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 119* Apakah Ini Hanya Kebetulan??


__ADS_3

***


"Astoge!! Bukan kah itu roh ular langit yang sedang di buru oleh pangran ke 3 beberapa minggu yang lalu? Tapi kenapa sekarang mahluk itu bisa muncul di sini?!" kata salah satu kultivator yang berdiri tidak terlalu jauh dari raja bei zhie yang sedang berdiri di atas pedang terbang di ketinggian.


 --------------------------------


Raja bei zhie pun langsung menatap tajam pada sosok yang sedang berdiri di atas kepala ular putih raksasa untuk beberapa saat.


"Gadis lan?!!" gumam raja bei zhie.


Kemudian salah satu bawahan yang lain, yang berdiri tidak terlalu jauh dari raja bei zhie, dia ikut bersuara dan berhasil membuat orang-orang di sekitar'nya tidak bisa untuk tidak terkejut termasuk raja bei zhie.


"Astoge!! Aku ingat 1 bulan yang lalu beast ular langit itu kekukatan'nya baru berada di tingkat 11, tapi sekarang sudah ada di tingkat 15!! Peningkatan gila macam apa ini? Tingkat peningkatan spirit beast pada umum'nya, kenaikan 1 tingkat itu membutuhkan waktu sekitar 7 tahun lebih! Dan itu adalah peningkatan yang paling tercepat... Sebenar'nya siapa gadis itu? Dan seperti apa latar belakang'nya?"


Setelah mendengar perkata'an bawahan'nya seperti itu, Raja bei zhie langsung menurunkan perintah.


"Dengar semua'nya, tidak peduli seberapa kuat beast ular putih itu dia tetap punya kelemahan! Dan kelemahan'nya adalah gadis yang berdiri di atas kepala'nya itu! Dia hanya seorang kuktivator tingkat 2 alam langit, jadi untuk menangkap'nya kita harus menangkap gadis itu terlebih dulu! ...Semua'nya Majuuu.. dan tangkap gadis itu hidup-hidup!!" teriak raja bei zhie.


"Oooo... Seraaaagghh!!"


Teriak para bawahan'nya yang sedang berdiri di atas pedang terbang'nya masing-masing, kemudian mereka semua langsung menyerang maju ke arah huilan dan mengepung'nya.


Melihat para kultivator mulai menyerang maju dari segala arah, huilan masih terlihat santai dan malah menyeringai.


"Hum! Walau pun tingkat kultivasi mereka berada beberapa level di atas ku, tapi menyerangku secara langsung seperti ini... Itu hanya cari mati!" gumam huilan.


Lalu dengan santai nya huilan mengarahkan telapak tangan kanan'nya ke langit dan...


Woosshhh...


Rambut dan pakaian huilan semakin berkibar-kibar tertiup angin, kemudian tanpa di sadari oleh para menyerang. Tercipta lah ribuan jarum ice tersebar di sekeliling huilan seperti hujan rintik-rintik yang terhenti di udara.


Dan tepat saat para penyerang menabrak jarum-jarum ice itu, tanpa mendapat kesempatan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi, tubuh mereka langsung membeku lalu jatuh dari ketinggian dan hancur sampai berkeping-keping layak'nya sebuah gelas jatuh ke atas batu dari ketinggian.


"Aaaarrrkkkhhh...


Prang!! Prang!! Prang!!


Melihat rekan-rekan'nya mati tanpa ampun, sebagian kultivator yang menyerang huilan, kini mereka berhenti medekat.


Sedangkan orang-orang yang sedang mencoba menyerang dari bawah mereka langsung di sapu oleh ekor ular putih raksasa... lalu di ujung lapang terlihat ruge sudah berhasil melepaskan ikatan Zufan dan Mingye serta tawanan yang lainnya.


Saat ini ruge sedang menatap lekat ke arah pertarungan huilan di langit, dan tak lama kemudian ke 2 rekan'nya pun melontarkan pertanya'an.


"Siapa gadis itu? Kekuatan'nya cukup mengerikan, padahal tingkat kultivasi'nya baru di level 2 alam langit! Tapi dia bisa memiliki beast kontrak tingkat tinggi!" kata Zufan.


"Iya benar! Ruge apa kau mengenal'nya?" sambung mingye.


Ruge pun menjawab tanpa mengalihkan pandandangan'nya dari tempat pertempuran.


"Yah, dia nona lan'er! Dialah orang yang sedang membantu kita... Sejak awal bertemu dengan'nya, aku memang sudah menebak kalau dia itu kuat! Tapi aku tidak pernah menyangka ternyata dia seorang kultivator istimewa!" kata ruge!" kata ruge.


"Lan'er yah... Oh iya aku ingat sekarang, yui pernah memberitau kami tentang nona lan" kata mingye.


Mendengar nama yui di sebutkan, zufan langsung terkejut karna baru teringat sahabat masa kecil'nya itu.


"Oh ya benar! Bagaimana dengan keada'an yui sekarang? Apakah dia baik-baik saja??" tanya zufan dengan nada yang hawatir.


Mendapat pertanya'an tentang yui, ruge langsung menoleh pada mereka dengan raut wajah yang bingung lalu mencoba mencari alasan.


"Emm... Dia..."


Ruge menghentikan ucapan'nya karna pandangan'nya telah ter'alihkan, dia melihat ada se'ekor macan putih yang besar dengan 2 orang wanita berjubah putih duduk di atas'nya dan macan putih itu sedang berlari ke arah rombongan ruge.


Setelah jarak'nya cukup dekat, ruge akhirnya mengenali siapa mereka.


"Huangxu, yui!" ucap ruge yang langsung tersenyum senang, begitu pun zufan dan mingye ikut merasa senang karna bisa melihat yui lagi.


Setelah macan putih itu sampai di dekat mereka, huang pun bergegas turun sambil melontarkan pertanya'an.

__ADS_1


"Ruge bagaimana? Apa semua'nya sudah berkumpul?" tanya huangxu yang masih memakai rupa kepala pelayan suyu.


"Yah semua'nya sudah berkumpul! Tapi kondisi mereka..." ruge tidak melanjutkan ucapan'nya dan malah memutarkan pandangan melihat ke setiap tawanan.


Huang langsung mengerti setelah melihat kondisi para tawanan.


"Emm, Ada sekitar 30 orang tawanan yang terluka karna di siksa... Tapi aku tidak punya persedia'an obat yang cukup untuk semua tawanan! Aku harus bagaimana sekarang??" batin huang. kemudian dia menoleh ke arah pertarungan huilan dengan belasan kultivator tingkat alam langit.


"Dan sekarang aku juga tidak bisa masuk ke dalam dimensi karna jarak kami cukup jauh!" batin huang. Tak lama ruge pun bertanya.


"Nona huang, apa yang terjadi pada yui? Kenapa dia pucat, dan tatapan'nya terlihat kosong!" tanya ruge yang mulai menghawatirkan yui.


"Iya benar!" kata mingye.


"Apa terjadi sesuatu yang buruk pada'nya?" sambung zufan yang ikut hawatir.


Huang pun menatap mereka ber 3 dengan raut wajah yang terlihat ragu untuk memberitau keada'an yui.


"Em... Ce-cerita'nya panjang! Tapi Sekarang tidak ada waktu untuk menjelaskan. Jadi lebih baik kalian bantu aku membagikan obat-obatan ini!" kata huang yang langsung mengalihkan topik pembicara'an.


Kemudian dia bergegas membagikan botol percelain putih kecil pada ruge, zufan dan mingye sambil menjelaskan apa yang perlu di ketahui oleh merka.


"Aku tidak punya terlalu banyak cairan obat, jadi untuk sekarang kalian harus berbagi 1 botol untuka 2 orang! Apa kalian mengerti?" kata huang.


Ruge, zufan dan mingye hanya bisa mengangguk untuk menyetujui perminta'an huang, lalu mereka pun bergegas membagikan botol-botol tersebut pada setiap tawanan yang terluka.


Setelah semua tawanan meminum cairan obat dari huang, mereka mulai kembali bertenaga walau hanya setengah sembuh tapi itu cukup untuk mereka bisa berlari cepat.


Melihat semua'nya sedikit membaik, huang pun kembali bicara.


"Baiklah, semuanya tolong berkumpul! Bersiaplah Kita akan segera pergi dari sini!" ucap'nya.


Namun hal yang tak di sangka ada beberapa tawanan yang tidak setuju dengan rencana huangxu.


"Tunggu dulu nona!! Aku tidak bisa pergi sekarang, karna masih ada beberapa orang anggota keluarga ku yang masih di tahan di sini. Jadi jika kalian ingin pergi sekarang, pergilah duluan! Aku tidak ikut" kata salah satu tawanan seorang pria paruh baya.


Kemudian ruge juga ikut-ikutan.


"Iya nona huang, nona lan masih disini, jadi bagaimana mungkin kita meninggalkan nya!" kata ruge.


Huang langsung menghela nafas karna sebenar'nya dia juga tidak ingin meninggalkan huilan, tapi ini adalah perintah dari'nya dan dia tidak boleh membantah. Jadi dia pun mencoba membujuk.


"Huuffhhh... Apa kalian bodoh? Nona lan bertarung itu karna dia sedang mengulur waktu untuk kita melarikan diri! Dan untuk masalah keluarga kalian, kita akan menyelamatkan mereka nanti! Jadi untuk sekarang kita harus segera meninggalkan tempat ini terlebih dulu, setelah itu kita akan mencari bantuan dari luar... Lagi pula apa kalian punya kemampuan untuk menghadapi mereka? Jumlah mereka itu sangat banyak dan juga mereka bukan kultivator tingkat rendah! jadi jika kita tidak pergi sekarang, itu hanya akan menyia-nyiakan kesempatan yang nona lan berikan!" kata huang panjang kali lebar.


Para tawanan pun langsung saling memandang satu sama lain, tak lama mereka pun mengangguk tanda setuju. Melihat mereka semua sudah setuju, huang pun menghela nafas lega lalu huang mengeluarkan jepitan bunga sakura berwarna putih yang hanya tinggal 2 kelopak lagi.


Namun saat dia baru akan memetik kelopak bunga tersebut, ternyata sudah ada beberapa pengawal yang menyadari kalau para tawanan sudah terbebas.


"ASTOGE!! Kita kecolongan! Semua'nya cepat tangkap kembali para tawanan itu!!" teriak salah satu pengawal.


Belasan pun mulai berlarian nenuju ke kumpulan huang.


"Tsk merepotkan!!" decak huang.


Kemudian dia mengeluarkan beberapa senjata dari cincin ruang'nya seperti tombak, pedang dan belati. dan sejnata-senjata itu langsung di bagikan pada semua tawanan sambil memberi perintah.


"SEMUA'NYA tolong bantu aku mengulur waktu, sementara aku akan mencoba membuka pintu teleportasi!!" teiak huang.


Dengan kompak para tawanan pun menyambut serangan dari para pangawal semampu yang mereka bisa, karna kekuatan roh mereka masih dalam keadaan di kunci.


Sedangkan huangxu, dia bergegas membuka pintu teleportasi. Namun sayang'nya akibat ledakan besar yang di timbulkan oleh raja bei zhie itu membuat para bawahan raja bei zhie yang lain berdatangan sehingga rencana huang harus tertunda di karnakan dia juga harus bertarung dengan para kultivator yang baru berdatangan, begitupun dengan An-an si macan putih, dia bergegas memberikan keselamatan yui pada ruge, zufan dan mingye. Sedangkan an-an sendiri ikut bertarung untuk membantu.


Di tempat huilan...


Dia sudah berhasil menyingkirkan lebih dari 20 orang kultivator tingkat alam langit, dan hanya menyisakan benerapa orang lagi. Tapi tak lama dia melihat kumpulan huang yang melindungi para tawanan, mereka sudah kembali terkepung.


Raut wajah huilan memang masih terlihat tenang, tapi dalam hati'nya dia mulai bimbang karna melihat jumlah musuh semakin banyak, di tambah huangxu sepertinya dia sudah tidak punya kesempatan untuk membawa para tawanan lari, plus sekarang kekuatan'nya sendiri sudah mulai terkuras.


Huilan pun terus memutar otak'nya mencoba mencari cara lain, tapi di saat dia sedang berfikir tiba-tiba raja bei zhie melesat maju dengan ke 2 tangan yang di selimuti cahaya berwarna biru terang siap meninju huilan.

__ADS_1


Wosshhh...


DAK!!


"Aaaaarrrkkkhhh...


Huilan mencoba menangkis menggunakan telapak tangan kanan'nya, tapi di karnakan pululan raja bei zhie di selimuti energi penguat akhir'nya huilan terpental jauh.


Sedangkan longxu, dia mencoba mengejar huilan tapi raja bei zhie langsung menghentak'kan kaki kanan'nya ke kepala longxu, dan hentakan itu berhasil membuat ular putih raksasa itu terhempas ke bawah sampai menabrak tanah.


Kemudian raja bei zhie melesat mengejar huilan sambil memanggil spirit beast'nya.


"HEISE!! Tahan ular putih itu!" teriak raja bei zhie.


Selang beberapa detik muncullah ular hitam bertanduk 1, yang memiliki sepasang bola mata berwarna merah darah. Ular hitam itu muncul dan langsung melilit tubuh ular putih raksasa.


Sedangkan huilan yang masih terdorong mundur di ketinggian udara, dia bergegas mencoba mengendalikan energi angin di sekitar untuk menghentikan tubuh'nya yang terpental.


Tak lama huilan pun berhasil berhenti di ketinggian, tapi belum sempat dia mengatur nafas'nya yang sudah tidak ber'aturan, dia sudah melihat raja bei zhie sedang terbang ke arah'nya dengan kecepatan suara.


Tanpa mempedulikan kondisi'nya, huilan bergegas memusatkan kekuatan'nya ke telapak tangan kanan yang sudah di arah kan ke arah raja bei zhie.


Selang beberapa detik munculah ratusan ice runcing sebesar belati di sekeliling huilan lalu perlahan huilan menarik mundur tangan kanan'nya sampai 15 cm, setelah itu dia menghentakan telapak tangan kanan ke depan dengan gerakan cepat, dan di saat yang bersama'an ratusan ice runcing yang melayang di sekeliling huilan itu melesat maju membidik raja bei zhie.


Woosshhh...


Syiuuutt... Syuuutt... Syuuutt...


Trang! Tranh! Trang!


Dengan mudah'nya raja bei zhie menghancurkan satu per satu ice runcing itu menggunakan pedang'nya tanpa menghentikan laju pedang terbang'nya.


Melihat serangan'nya tidak bisa menghentikan raja bei zhie terlalu lama, huilan pun bergegas menyalurkan kekuatan'nya ke sebutir batu kristal berwarna merah darah sebesar kelereng yang melayang tepat di atas telapak tangan kiri'nya. Dan,


Wosshhh...


TRAANNGGGGGG...


Tepat saat raja bei zhie menebaskan pedang'nya ke arah huilan, tiba-tiba sebuah penghalang berwarna merah transparan seketika muncul melindungi huilan.


Merasa tebasan pedang'nya tidak cukup kuat untuk mengancurkan pelindung huilan, raja bei zhie pun kembali menarik pedang'nya lalu menyalurkan energi penghancur yang berwarna ungu kehitaman dan cukup kuat.


Kemudian dia kembali mengayunkan pedang'nya mencoba menghancurkan penghalang yang hilan pasang.


SYUUBBBHHH!!


TRAAANNGGG.....


BBOOMMMM...


Woshh...


Hal yang tak di duga raja bei zhie terpental belasan meter ke belakang, tapi penghalang yang melindungi huilan tidak rusak sedikit pun! Namun darah yang masih hangat tiba-tiba mengalir keluar dari salah satu sudut bibir huilan.


Menyadari hal itu, huilan pun segera menghapus darah'nya sambil mengatur pernafasan. Tak lama dia merasakan longxu sedang dalam bahaya, tapi di saat yang bersama'an raja bei zhi sudah kembali dan berdiri 15 meter di depan huilan yang masih melayang di ketinggian.


Raja bei zhie pun memperhatikan huilan sambil bergumam.


"Sial! Sebenar'nya jenis penghalang apa yang dia gunakan? Sampai-sampai aku harus menggunakan energi penghancur berskala besar berkali-kali!" gumam'nya. Lalu diapun menyadari sesuatu


"Apa?! Dia bisa melayang di ketinggian tanpa bantuan artefak terbang!! ...Setau ku hanya kultivator yang menguasai elemen angin saja yang bisa melakukan hal seperti itu! Kenapa... Kenapa bisa begini? Apakah ini hanya kebetulan??" batin raja bei zhie.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2