The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Kepergian Fei-ling


__ADS_3

***


Ke'esokan pagi'nya fei-ling keluar dari kamar setelah matahari sudah mulai tinggi, saat fei-ling keluar dari kamar ternyata dia sudah di tunggu oleh 2 pelayan yang semalam melayani'nya yaitu lili dan chi-chi.


"Selamat pagi nona muda" ,,, ucapan 2 pelayan itu serempak lalu tersenyum, kemudian fei-ling pun ikut tersenyum.


"Aduuhh... kalian tidak usah memanggil ku nona muda" ,,, protes fei-ling.


"Hehe... habis kami tidak tau siapa nama nona" ,,, kata lili.


Yang sebenar'nya dia tidak berani menanyakan nama tabib kecil yang sudah menyelamatkan tuan muda mereka.


"Aisshh... benar juga, kalian bisa memanggil ku fei-ling saja" ,,, kata fei-ling sambil berjalan ke pintu utama.


"Owh..."


Mereka hanya ber 0wh...saja.


"O'ya apa tuan muda kalian ada menitip pesan untuk ku? kenapa aku tidak melihat'nya?" ,,, kata fei-ling tapi kakinya terus melangkah yang di ikuti oleh lili dan chi-chi.


"Tidak ada nona ling, tuan muda ada urusan mendadak jadi beliau sudah pergi sejak pagi" ,,, kata lili.


Kemudian mereka pun sampai di pintu gerbang yang ternyata kuda hitam milik fei-ling sudah menunggu'nya di sana.


"Owh... begitu rupa'nya kalau gitu terima kasih, dan tolong sampaikan pesanku pada tuan muda kalian, maaf karna aku tidak bisa menunggu'nya, aku harus segera pergi" ,,, kata fei-ling dan langsung menaiki kuda hitam'nya.


"Tunggu nona! tolong ambil ini" ,,, kata lili sambil memberikan sebuah kotak kayu sebesar bola basket.


"Hm... apa ini?" ,,, tanya fei-ling sambil menerima katak kayu.


"Kami tidak tau, tuan muda memang tidak memesan apapun, tapi tuan muda meminta kami untuk memberikan kotak kayu ini pada nona ling, jadi mohon jangan menolak'nya karna kami hanya menjalankan peringah" ,,, kata lili.


"O..pemaksa sekali" ,,, gumam fei-ling.


Kemudian dia berniat untuk melihat isi dari kotak kayu itu, tapi lili menghentikan niat'nya.


"Tidak nona! jangan di buka sekarang" ,,, kata lili.


"Eh.. kenapa ?!" ,,, fei-ling merasa heran.


"Em.. tentang itu.. kami tidak tahu, karna ini perminta'an dari tuan muda" ,,, jawab lili dan chi-chi serempak.


"Haishh... baiklah aku mengerti, kalau gitu aku pergi sekarang.. selamat tinggal" ,,, fei-ling pamit sambil melambaikan tangan'nya sedangkan kotak kayu nya di simpan di dalam cin-cin dimensi.

__ADS_1


Di saat yang bersama'an dengan kuda fei-ling yang menjauh, seorang pria berpakaian serba hitam dengan topeng yang hitam dan seram, menatap kepergian fei-ling seraya bicara pada bawahan'nya dari balik rimbun'nya dedaunan yang menutupi atap gerbang pintu keluar utama.


"Jiao-mo, minta pengawal bayangan dari divisi elang putih untuk mengikuti tabib kecil itu, dan segera laporkan setiap pergerakan'nya" ,,, titah'nya.


"Baik tuan muda" ,,, jawab jiao-mo dan langsung pergi menjalan kan perintah tuan'nya, walau pun dia masih merasa penasaran.


"Fei-ling yah?! kenapa nama'nya seperti tidak asing yah!" ,,, gumam pria bertopeng seram itu.


Kemudian dia pun melesat pergi menuju ke markas rahasia yang jadi tempat tahanan orang yang menyerang'nya saat di tempat sayembara.


'-'


Tidak perlu waktu lama untuk sosok pria bertopeng itu sampai di markas rahasia'nya, setelah sampai dia langsung meminta salah satu anak buah nya untuk memberi tau perkembangan tentang si penyerang.


*o0o*


Sesampai'nya di markas tuan muda langsung masuk ke ruangan'nya, tak lama kemudian salah satu bawahan nya datang menghampiri dan langsung memberi hormat.


"Jiao-ji, bagaimana apa dia mau buka mulut tentang siapa dalang'nya?" ,,, tanya tuan muda peei sambil membenarkan posisi duduk'nya.


Jiao-ji pun langsung merapat kan kepalan tangan ke telapak tangan'nya di depan dada lalu menjawab.


"Ia tuan, sebenarnya dia tidak mau membuka mulut untuk memberitaukan identitas'nya walau pun kami sudah menyiksa dia, tapi kami menemukan sebuah token dari tubuh si pemuda penyerang itu, dan mungkin token ini akan memberi petunjuk tentang identitas asal'nya" ,,, kata jiao-ji sambil menyerah kan sebuah token emas.


'-'


"Ini adalah token khas dari keraja'an liang hwang, tapi kenapa mereka berniat ingin membunuh ku?" ,,, batin tuan muda peei.


Kemudian dia kembali menatap jiao-ji lalu bertanya.


"Jiao-ji, apa selama dia di tahan apa dia ada mengucapkan kata lain?" ,,, tanya tuan'nya.


"Em... o'ya dia hanya menanyakan kondisi tuan muda, tapi setelah dia tau kalau tuan muda baik2 saja, dia langsung terlihat sangat frustasi seperti sedang menghawatirkan sesuatu" ,,, jawab jiao-ji.


Tuan muda peei terlihat berfikir sejenak lalu kembali bertanya.


"Jiao-ji, apa ada kabar tentang hilang'nya putri ke 6 dari keraja'an liang-hwang, putri Lang fei-yun?" ,,, tanya tuan muda peei.


'-'


"Em... tentang itu, kami belum mendapat petunjuk apa2 lagi, tapi jika dia sudah meninggal mayat'nya pasti sudah kami temukan. karna kami sudah menelusuri sepanjang sungai sampai ke perbatasan hutan larangan bailan, tapi kami hanya menemukan pakaian'nya saja yang sudah compang-camping, dan tentang keberada'an nya kami belum tau pasti" ,,, kata jiao-ji.


"Ya sudah, kamu boleh kembali sekarang dan terus gali informasi tentang identitas si penyerang" ,,, kata tuan muda peei.

__ADS_1


"Baik tuan" ,,, jawab jiao-ji singkat lalu diapun pergi meninggalkan tuan'nya sendiri.


😔😔


"Hm... mungkinkah mereka mengira hilang nya putri ke 6 adalah ulahku?! karna itulah mereka mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan ku sebagai balas dendam... tapi selain ibu dan bawahan saudara jiao, tidak ada yang tau tentang penyamaran ku, dan mereka tidak mungkin berhianat. itu artinya ada mata2 di antra anak buah ku yang lain, haishh... kenapa masalah ini jadi rumit! hanya karna aku belum menyetujui untuk menikahi putri ke 6, tapi bukan ber'arti aku harus menyingkirkan dia... mereka terlalu berfikir negatif tentang ku" ,,, gumam tuan muda peei.


Dia pun menyenderkan punggung nya ke kursi sambil memijat-mijat kening nya dengan mata yang tertutup.


"Tidak bisa, aku tidak boleh percaya dulu dengan petunjuk kecil ini, bukankah ini terlalu aneh, dia menyerangku secara terang2ngan, yang pastinya dia sudah tau kalau dia akan tertangkap walau pun dia sudah menunggag kuda terkuat dan tercepat. bukankah ini terlalu bodoh dia membawa identitas yang sangat mudah untuk di kenali, kecuali dia orang bodoh tapi jika dia orang bodoh rasanya tidak mingkin, karna walau bagaimana pun kekuatan ku 3 kali lipat jauh di atasnya, tapi dia berhasil mengecoh ku beberapa kali... jadi apakah ini jebakan? tapi untuk apa dan apa untung'nya?!" ,,, batin tuan muda peei berdebat.


"Tsk... sungguh memusingkan" ,,, decak tuan muda peei.


Kemudian dia pun bangkit berdiri lalu pergi untuk melihat-lihat pelatihan anak buah nya yang baru dia rekrut.


*o0o*


Di tempat fei-ling...


Dia memacu kuda'nya pergi meninggalkan kediaman pria misterius, tujuan fei-ling adalah keluar dari ibukota besar bailan.


Saat ini fei-ling sudah berada di dekat sungai yang ada di pinggiran kota besar, dia berhenti untuk meng'istirahatkan kuda'nya sambil memberi cemilan jagung muda, kemudian dia mencari batu besar yang bersih untuk dia duduk di pinggir sungai.


Kemudian dia membuka kotak kayu pemberian daru pria misterius itu, yang membuat nya setengah kesal, setangah senang.


"Ck... dasar orang yang aneh, padahal aku sudah bilang biaya pengobatan nya sudah cukup tapi sekarang dia malah memberiku 10 batu roh, 1 batu roh kan harganya sangat mahal, siapa dia sebenarnya?!.. aah.. sudah lah lupakan, mau di kembalikan juga percuma aku sudah membawanya sejauh ini, lebih baik aku gunakan saja untuk menaikan level kekuatan ku, siapa tau aku bisa melewati tingkat start fighter" ,,,


Setelah berkata demikian fei-ling langsung mengambil posisi duduk teratai, dia menggunakan 5 batu roh sekaligus, untuk memenuhi meridian nya, dan karna dia merasa tidak akan ada yang mengganggu jadi dia tidak memasang penghalang untuk melindungi'nya.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2