
***
"Waah... tidak di sangka di usianya yang semuda ini dia sudah menguasai kekuatan fisik dengan sempurna! aku jadi penasaran seperti apa kehidupan dia sebelum terjebak di tempat ini" ,,, batin pangeran yuan sambil memperhatikan setiap gerakan huilan, dan sikapnya ini membuat ke 2 bawahan'nya cukup terkejut.
Tak lama setelah itu suara tepuk tangan seseorang terdengar dari arah koridor samping.
👏 👏 👏 "Wah wah waah... hebat sekali! kalian sudah menampilkan pertunjukan sebelum acara di mulai!" ,,,
Suara seorang pria sambil berjalan yang di ikuti oleh 2 orang pangeran, beberapa pelayan wanita dan beberapa pengawal. kemudian para pelayan dan pengawal mulai berbaris di tempat'nya masing², sedangkan orang yang baru saja tepuk tangan dia mulai melangkah naik melewati beberapa anak tangga.
Setelah sampai di atas dia langsung berbalik badan sambil mengibaskan jubah'nya, setelah itu dia duduk di alas bantal yang terletak dekat meja persegi panjang setinggi lutut orang dewasa.
Sedangkan pangeran ke 2 dan pangeran ke 3 mereka tidak langsung duduk, karna tepat di tengah² barisan meja para tamu mereka melihat belasan pengawal dan 2 orang bawahan pangeran ke 2, mereka sudah tergeletak berserakan mengelilingi seorang gadis cantik berpakaian serba putih yang kini dia sedang fokus membersihkan tangan'nya menggunakan sapu tangan.
Sedangkan para tamu mereka langsung berdiri setelah mengetahui pemimpin istana lembah sunyi datang, dengan serempak mereka pun menunduk hormat.
"Hormat pada yang mulia, dan hormat pada ke 2 pangeran!" ,,, kata para tamu undangan kecuali pangeran yuan dia tetap duduk dan terlihat tidak mempedulikan kedatangan raja bei-zhie, sedangkan raja bei-zhie sendiri dia tidak terlalu mempermasalahkan sikap pangeran yuan.
Raja bei-zhie pun mengibaskan tangan'nya lalu orang² yang tadinya sedang menunduk hormat kini mereka kembali duduk di tempatnya masing², kemudian pangeran ke 2 buka suara terlebih dulu.
"Jelaskan apa yang sudah terjadi di sini?!" ,,, tanya pangeran ke 2 dengan nada yang meninggi dan exspresi'nya menunjukan rasa tidak senang.
Mendengar salah satu tuan mereka bertanya, ke 2 pria yang tadi menggoda huilan dan beberapa pengawal yang masih mampu berdiri, mereka langsung bangkit dan merangkak melewati huilan, setelah itu mereka berlutut lalu salah satu pria yang menggoda huilan dia mulai bicara.
"P-pangeran ke 2, kami ingin menuntut..." kata²nya terhenti karna tiba² huilan melangkah maju lalu kembali menendang mereka ke arah samping sampai terjatuh.
"Aaaaah...
Bug... Bug... Bug...
__ADS_1
"Minggir, minggir, minggiiiirrr! kalian menghalangi jalan ku lagi!" ,,, kata huilan sambil menyingkirkan orang² yang sedang berbaris dan berlutut.
Huilan melakukan'nya dengan sengaja seperti sedang menyingkirkan anak catur yang terkena skakmat, tentu perbuatan huilan ini membuat orang² yang melihat jadi naik darah terutama pangeran ke 2, berbeda dengan yui, ruge dan an-xue mereka mulai berkeringat dingin. Sedangkan pangeran yuan dia malah cekikikan dengan 1 kepalan tangan menghalangi bibir, mencoba menahan tawa.
Pangeran chu dan raja bei-zhie yang tadinya sedang menatap tajam pada huilan kini pandangan mereka ber'alih pada pangeran yuan dengan ke 2 alis yang mengkerut, karna mereka sangat mengenali sikap pangeran yuan, dia adalah seorang yang dingin dan misterius serta tidak mudah untuk di hibur, juga tidak mau tunduk pada siapapun dan tidak mau menghormati siapapun, tapi meskipun begitu raja bei-zhie dan yang lain'nya tidak boleh menyinggung dan membuat'nya merasa tidak senang, padahal dia hanya seorang putra mahkota dari kerajaan YAN, kerajaan yang tidak terlalu besar seperti kerajaan liang-hwang, jian-kang dan kerajaan bailan yang di kenal sebagai kekaisaran.
Alasan'nya sendiri mereka belum tau kenapa, tapi yang jelas itu semua atas perminta'an dari ibu suri atau ibu kandung raja bei-zhie.
Pangeran ke 2 yang sudah di kuasai oleh emosi karna melihat sikap huilan yang tidak menghormati kehadiran'nya, apa lagi saat dia tau kalau huilan hanya seorang gadis tawanan, akhir'nya amarah yang sudah sebesar gunung itu pun meletus. pangeran ke 2 langsung melangkah maju lalu menghilang di udara kosong, menyadari kaka ke 2 nya sudah bertindak, pangeran chu ikut melangkah berniat untuk menghentikan kaka ke 2 nya, tapi niat'nya di hentikan oleh raja bei-zhie, akhirnya mengurungkan niat'nya.
Sedangkan di tempat huilan, tiba² dia tidak bisa menggeraka tubuh'nya karna tekanan aura yang di sebarkan oleh pangeran ke 2, tapi tekanan tersebut tidak berlangsung lama karna diam² ada seseorang yang membantu'nya, huilan yang sudah terbebas dari tekanan aura itu dia tidak langsung bergerak, walaupun dia merasa penasaran siapa yang sudah membantunya, sebisa mungkin dia tetap bersikap biasa dan menambahkan kewaspada'an nya, karna sudah di pastikan dia akan mendapat serangan mendadak.
Huilan mulai menarik nafas panjang dan menghembuskan'nya secara perlahan, dia memang tidak bisa merasakan aura pangeran ke 2, tapi dia bisa menebak dimana pangeran ke 2 akan muncul.
Ke 2 bola mata huilan pun bergerak ke samping dan benar saja pangeran ke 2 atau pangeran kim dia muncul dari udara kosong tepat di belakang huilan, lalu salah 1 tangan'nya bergerak cepat untuk mencengkram leher huilan bagian depan, namun saat tangan pengeran kim hampir sampai ke leher huilan, tiba² huilan menurunkan tubuh'nya dengan cepat, dengan cara menekuk lutut kanan'nya sampai menyentuh lantai setelah itu dia berputar ke arah kanan sampai posisi huilan kini berada di belakang pangeran kim lalu,
Buk! Buk!
Sontak raja bei-zhie dan hampir semua tamu yang hadir termasuk an-xue mereka langsung berdiri karna terkejut, mereka hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan, tapi huilan masih tetap bersikap tenang.
"Yang mulia pangeran, aku juga tidak ingin melakukan kekerasan seperti ini, tapi mereka mencari masalah duluan dengan ku! aku hanya membela diri, apa itu salah ?" ,,, kata huilan santai lalu perlahan-lahan dia menggerakan belati'nya sampai ada darah mengalir dari luka sayatan.
Pangeran kim langsung membulatkan ke 2 bola mata'nya, dia benar² tidak pernah menyangka akan di jatuhkan hanya dengan sekali gerakan oleh seorang kultivator pemula, tentu dia merasa terhina karna dia adalah seorang kultivator tingkat tinggi yang kekuatan'nya berkali-kali lipat di atas kekuatan huilan.
"KAMU!..." dia menghentiakan ucapan'nya lalu dia berusaha untuk mengendalikan emosi'nya.
"Hem! kau fikir dengan menempelkan senjata kecilmu di leherku, kau bisa terlepas dari tempat ini! gadis kecil sepertinya kau terlalu memandang tinggi dirimu!" ,,, kata pangeran kim santai tapi terkesan mengejek.
Mendengar kata² pangeran kim seperti itu, huilan masih bisa bersikap tenang dan malah menyunggingkan sudut bibir'nya lalu menjawab dengan tenang.
__ADS_1
"Aaah... yang mulia pangeran, kau terlalu meremehkan ku! Oopss... aku lupa memberitau mu, sebenarnya senjata yang aku gunakan ini sudah di lumuri racun yang sangat mematikan! jika dalam beberapa jam ke depan kau tidak mendapatkan penawar'nya... pix👌 sudah di pastika kau tidak akan selamat!" ,,, kata huilan lalu dia semakin memperdalam belatinya, dia melakukan'nya dengan sengaja agar efek racun dari belati bereaksi dengan cepat.
Rasa sakit dan perih dari goresan belati semakin terasa, tapi meskipun begitu pangeran kim masih bisa tertawa dan mengejek.
"Hahaha... kau fikir aku anak kecil seperti... phuk! uhuk... uhuk... " kata²nya langsung terhenti karna dia mulai menyemburkan darah dari mulut'nya dan dada'nya mulai terasa sakit.
Huilan pun langsung menjauhkan belatinya dari leher pangeran kim lalu mundur beberapa langkah, dia sendiri cukup terkejut karna ternyata racun'nya langsung menyerang organ dalam, awal'nya huilan berfikir hanya ingin membuat'nya merasa sesak tapi tidak di sangka ternyata hasil'nya di luar perkira'an.
Huilan pun diam² melirik ke arah pangeran yuan, dia masih terlihat duduk santai dan tersenyum tipis padanya, seolah-olah dia tidak peduli apa yang sedang terjadi di sana.
'Sial! ternyata ucapan'nya tidak main, jika pangeran kim benar² mati sekarang... sudah dinpastikan aku tidak akan selamat dari tempat ini!... tidak bisa, aku harus merubah rencana' ... batin huilan yang mulai goyah dengan tujuan awal.
Tak lama setelah itu, tiba² sebilah pedang di tempelkan di leher oleh seseorang dari arah belakang.
"Berikan obat penawar'nya sekarang atau kepala mu akan terpisah dari tubuhmu!" ,,, ancaman seorang pria yang menghunuskan pedang ke lehernya, harus di akui huilan merasa was-was setelah mendapat ancaman seperti itu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc
Episode selanjut'nya up besok senin.