
***
"Lin huiyin... Selamat tinggal!" kata bei zhie. Lalu air mata'nya jatuh ke salah satu punggung tangan xia'er, setelah itu dia bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan xia'er yang sedang sekarat.
Sedangkan xia'er sendiri, dia hanya bisa menatap kepergian bei zhie dengan perasa'an yang hancur.
...................................................................
Air mata pun kembali mengalir dengan pandangan menatap langit yang mulai redup karna tidak lama lagi hari akan berganti malam, dalam hati...
"Bibi hui-zhien... Huiyin minta maaf karna tidak bisa menyelesaikan tugas yang bibi berikan dengan baik!"
Lalu perlahan-lahan ke 2 kelopak mata'nya mulai menutup, tapi tak lama dia merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuh'nya sampai dia terduduk dan menyandar ke dada seseorang.
Kemudian orang yang membantunya duduk itu dia terus memanggil-manggil nama'nya sambil mencoba meminumkan air dari botol porcelain kecil.
"Nona huiyin... Nona huiyiiinn... Aku mohon bangunlah! Jangan tinggalkan aku.. Hiks-hiks-hiks!" panggil'nya dengan nada yang pilu karna sedang menangis.
Huiyin/Xia'er, dia meminum sedikit demi sedikit air yang di berikan pada'nya dan berhasil membuat'nya mendapat sedikit kesadaran untuk melihat siapa yang sedang mencoba menolong'nya.
Tak lama xia'er pun membuka ke 2 mata'nya dan melihat kalau sekarang dia sedang berada di pelukan seorang gadis yang sedang menangis sambil menuangkan air dari dalam botol porcelain ke luka tusukan yang ada di dada'nya, namun tidak peduli seberapa banyak dia menuangkan roh air kehidupan ke luka xia'er, luka'nya tetap terbuka dan tidak ada perubahan sama sekali.
"Hiks-hiks.. Nona huiyin... Aku mohon jangan tinggalkan aku... hiks-hiks-hiks" ucap si gadis di sela-sela tangisan'nya.
Tak lama tangan xia'er pun bergerak dan menghentikan apa yang sedang di lakulan oleh si gadis yang tidak lain dia adalah huilan.
"Gadis lan cukup! Jangan tuang lagi, karna tidak akan ada guna'nya!" kata xia'er dengan nada yang lemah.
Huilan pun langsung menoleh dan menatap wajah xia'er lalu bertanya dengan nada yang serak karna terlalu banyak menangis.
"Ke-kenapah air kehidupan ini tidak bekerja pada lukamu??" tanya huilan.
"I-itu karna sen-jata yang me-lukai ku, bu-kan senjata biasa... T-tapi dari mana k-kau bisa memiliki air kehidupan dengan jumlah yang banyak?" tanya xia'er.
"A-aku tidak tau!" jawab huilan singkat.
"K-kalau begitu s-siapa nama lengkapmu?" tanya xia'er.
"Aku.. Aku xu huilan!" jawab huilan yang langsung berterus terang karna tadi dia sudah mendengar semua percakapan xia'er dan bei zhie.
Mendengar pengakuan huilan, Xia'er langsung meluncurkan air mata kebahagia'an, lalu tanpa ragu dia pun menyentuh sebelah wajah huilan dengan tangan yang gemetar.
"Ter'nyata kau putri ke 2! Syukurlah kau baik-baik saja... Aku fikir aku benar-benar tidak bisa menyelesaikan tugas yang ratu nua berikan!" kata xia'er.
Mendengar kebenaran dari ucapan xia'er, huilan kembali menangis tersedu-sedu karna sekarang dia sudah mengetahui dengan jelas tentang siapa identitas asli diri'nya, tapi tetap saja masih ada satu hal yang membuat'nya tidak senang. Hal yang tak pernah dia inginkan itu adalah kenyata'an kalau dia punya hubungan keluarga dengan Raja bei zhie/Xu qing zhie, dia benar-benar sangat terganggu karna dia sudah mengetahui kalau xu qing zhie adalah putra dari wanita iblis yang pernah mencelakai seorang dewa sampai status kedawa'an nya jatuh.
Back to story...
Melihat huilan yang sedang berusaha untuk mengendalikan tangisan'nya, xia'er pun menghapus air mata huilan yang membasahi pipi'nya sambil bicara.
"Putri lan, tolong jangan begini... ingat! Ini bukan akhir dari semua'nya, tapi ini adalah awal dari perjalanan mu! Jadi, ayo semangat dan berusahalah untuk jadi yang terkuat! Karna..."
Xia'er tidak melanjutkan kata-kata'nya, dan pasti'nya itu membuat rasa penasaran huilan timbul.
"Karna apa nona??" tanya huilan dengan suara yang serak karna terlalu lama menangis.
Xia'er memaksa tersenyum lalu menjawab.
"Seperti'nya sekarang belum saat'nya kau mengetahui... Kau masih terlalu lemah! Tapi nanti kau harus mengetahui'nya, dan untuk sekarang sebaik'nya tuan putri fokus dulu pada peningkatan kultivasi, setelah kultivasi'mu menginjak awal surgawi, kau pergilah temui seseorang yang bernama tuan Zhu-Shang di akademi jalur surgawi dan tunjukan liontin yin-yang mu pada'nya! Tapi ingat kau hanya boleh menunjukan liontin yin-yang mu pada tuan Zhu-shang saja!" kata xia'er dengan suara'nya yang semakin melemah.
Kemudian xia'er menyentuh kening huilan menggunakan jari telunjuk tangan kanan'nya dan...
Swoosshhh...
Huilan bisa merasakan ada energi yang cukup besar masuk ke dalam dimensi pribadi'nya, tapi setelah itu tangan xia'er langsung terkulai lemah, namun meski begitu xia'er masih memaksakan tangan'nya untuk bergerak.
Kemudian xia'er pun mengeluarkan sebuah token nama berwarna emas, dan di token emas itu tertulis nama ruo, lalu dia menggenggamkan'nya ke telapak tangan kanan huilan sambil bicara.
"Token ini adalah tanda kepemimpinan dari pasukan ruo! meskipun jumlah'nya hanya sekitar 700 orang, tapi kekuatan mereka semua'nya berada di tahap alam langit ke atas... Mereka semua husus aku latih untuk membantu semua kebutuhan kalian berdua di masa yang akan datang, jadi mulai sekarang untuk hal yang spele, kau tidak perlu melakukan semua'nya sendiri dan tetaplah fokus pada peningkatan kultivasi mu!" kata xia'er.
__ADS_1
Huilan hanya bisa menerima token tersebut tanpa bisa berkata apa-apa karna sudah terlalu banyak menangis, jadi di saat dia akan mengucapkan sesuatu, maka isak tangis'nya akan kembali parah dan sulit untuk di kendalikan.
Setelah huilan menerima token'nya, xia'er pun menoleh ke arah lain lalu bicara.
"You rong, apa kau sudah mendengar semua'nya dengan jelas??" tanya xia'er.
Selang beberapa detik munculah 3 orang wanita bertopeng setengah wajah yang berbentuk sepasang sayap merpati putih... Penampilan wanita bertopeng yang berdiri di tengah-tengah, dia memakai pakaian serba berwarna hijau muda, sedangkan yang 2 orang lagi berpakaian seragam berwarna biru langit serta rambut masing-masing di ikat tinggi menggunakan gelang rambut yang berwarna senada dengan pakaian yang mereka kenakan.
Mereka bertiga berjalan menghampiri huilan dan xia'er yang masih terduduk di tanah... Setelah berada di dekat'nya mereka ber 3 langsung berlutut menghadap xia'er dengan kepala yang menunduk menyembunyikan wajah masing-masing, dan sekilas huilan bisa melihat bahwa mereka ber 3 juga ikut menangis.
"You rong, kau adalah orang yang paling dekat dengan ku, dan yang paling berkuasa pada seluruh pasukan ruo setelah aku! Jadi mulai sekarang aku ingin mempercayakan keselamatan adik ku padamu dan aku ingin kau dan semua adik-adik mu melayani adik ku sama seperti kalian melayani aku...!" pinta xia'er.
Wanita yang bernama you rong hanya bisa mengangguk karna dia sedang menahan isak tangis... Setelah melihat anak didik'nya mengangguk, xia'er pun kembali menyentuh sebelah wajah huilan lalu bicara.
"Putri, a-aku sudah menyerahkan senlong pada mu! Jadi jika kau ingin mengetahui semua kejadian yang menimpa pada seluruh keluarga kita, kau bisa tanyakan langsung pada'nya!" kata xia'er dengan nada yang sangat lemah.
Kemudia dia kembali bicara dengan suara yang mulai seperti berbisik bersama'an dengan ke 2 kelopak mata'nya yang perlahan mulai tertutup.
"Dan un..tuk meng-hindari xu-qing-zhie, mulai sekarang kau.. Akan meng-gunakan status se-seba-gai Wu...laaanh..." tuuuuuttt... Setelah itu tangan xia'er terkulai jatuh dan tidak ada pergerakan lagi.
Seketika isak tangis yang sedang mati-matian dia tahan, kini tidak bisa di tahan lagi.
"KAKAAAAAA... hiks-hiks-hiks... Kaka Huhuhuhu...
Teriak huilan di sela-sela tangisan'nya sambil memeluk tubuh wu xia'er dengan erat... Sedangkan ke 3 wanita yang masih berlutut, mereka langsung membekap bibir'nya masing-masing dengan tubuh yang gemetar menahan gejolak kesedihan yang tidak pernah mereka duga kalau ternyata perjalanan kali ini telah menjadi kebersama'an ter'akhir mereka dengan sosok wu xiaer, sosok yang paling mereka sayangi dan mereka kagumi.
Dan di saat huilan sedang menangis sejadi-jadi'nya seperti anak kecil, tiba-tiba tubuh xia'er memudar dan berubah menjadi partikel-partikel cahaya kecil seperti ribuan kunang-kunang lalu terbang ke langit seperti tertiup angin.
Tubuh huilan langsung terkulai lemas sambil menatap partikel-partikel cahaya kecil yang terbang menjauh, dan dengan sigap wanita yang bernama you rong, dia bergegas memeluk huilan yang hampir jatuh ke belakang.
"Nona, kuatkan dirimu!" kata you rong yang mencoba menenangkan huilan sambil mengelus-elus kepala'nya.
Dan di saat yang bersama'an juga tepat'nya di atas awan yang ada di langit, di sana berdiri seorang pria tampan berambut putih dan berpakaian berwarna putih biru.
Pria berambut putih ini sedang memperhatikan ke bawah dengan rambut dan pakaian yang terus berkibar-kibar tertiup angin, tak lama kemudian munculah satu orang pria bertopeng putih yang berpakaian serba putih polos dengan rambut hitam plus panjang di ikat tinggi seperti ekor kuda menggunakan gelang rambut berwarna putih.
Dia muncul di belakang si pria berambut putih dan langsung menunduk hormat lalu melaporkan tugas'nya.
"Yang mulia, saya sudah berhasil mendapat kan inti kesadaran jiwa tuan putri yin, namun kondisi'nya sedikit kacau! Jadi mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan'nya seperti semula!" ucap'nya.
"Baiklah! Kalau gitu kita harus segera kembali ke istana dan segera menyiapkan formasi roh untuk mempertahankan kesadaran jiwa putriku! Dan aku tidak ingin ada kegagalan sedikitpun karna dia adalah satu-satu'nya pewaris yang aku miliki... Jadi camkan itu, jika ada sedikit saja kecacatan pada putri ku... Kau akan menanggung akibat'nya!" kata si pria berambut putih dengan nada yang dingin.
"Ba-baik yang mulia!" jawab si pria berambut hitam.
Kemudian si pria berambut putih itu berbalik dan bersiap untuk pergi, tapi si pria berambut hitam itu kembali melontarkan pertanya'an.
"Tunggu yang mulia, lalu bagaimana dengan gadis itu? Perlukah kita mengutus bayangan rahasia untuk melindungi mereka dari kejauhan?" tanya'nya.
Si pria berambut putih itu langsung memandang ke bawah lalu menjawab.
"2 Keponakan ku adalah ras yang spesial di tambah senlong sang naga legendaris ada di samping mereka, jadi aku yakin mereka akan baik-baik saja!" jawab'nya.
"Mm... Lalu bagaimana dengan qing zhie?" tanya si pria berambut hitam.
"Lebih baik kita awasi saja dulu!" jawab si pria berambut putih singkat. Lalu wujud mereka ber 2 pun berubah menjadi asap putih dan menghilang tertiup angin.
o0o
Kembali ke tempat huilan...
Huilan you rong dan ke 2 bawahan'nya, mereka ber 4 pun pergi meninggalkan keraja'an lembah menggunakan pintu teleportasi dari kelopak bunga sakura yang ter'akhir milik huilan.
Karna tehnik teleportasi jarak jauh bukan tehnik yang bisa di kuasai oleh siapa saja, jadi di seluruh benua teratai hanya ada segelintir orang saja yang bisa menggunakan teleportasi jarak jauh, sedangkan untuk teleportasi jarak dekat sudah bisa di pelajari oleh kultivator level 1 alam duniawi ke atas. Tapi itu juga tergantung bakat yang dia miliki, jadi meskipun kultivasi'nya sudah berada di tahap alam duniawi, itu masih belum bisa menentukan apakah dia bisa menguasai tehnik telepostasi atau tidak.
Kembali ke cerita...
Huilan, you rong dan 2 lain'nya. Mereka akhir'nya sampai di kumpulan perkemahan, saat ini langit sudah berubah menjadi gelap.
__ADS_1
Tentu hari sudah berganti malam, tapi di perkemahan masih terlihat remang-remang karna ada beberapa api unggun yang menyala, dan di setiap api unggun'nya di kelilingi oleh orang-orang berseragam dan beberapa orang tawanan yang tidak terluka terlalu parah.
Melihat kedatangan you rong yang menuntun seorang gadis berpakaian putih dan ada banyak bercak-bercak darah di pakaian'nya, orang-orang yang berseragam biru langit dan ungu terang mereka langsung bangkit berdiri dan bergegas menghampiri you rong lalu mereka memberi hormat.
"Ketua rong, anda sudah kembali!" kata salah satu pria muda yang memakai jubah putih berbulu di bagian kerah'nya.
"Yah, Wu-liu kau sudah datang!" kata you rong.
"Ya ketua, sesuai dengan perintah! Aku membawa bahan makanan, tapi seperti'nya bahan makanan yang aku bawa hanya cukup untuk 1 minggu saja!" kata si pria yang bernama wu-liu.
"Baik aku mengerti! Kita akan membahas masalah ini di pertemuan penting besok siang, jadi sekarang aku ingin meminta tolong padamu untuk secepat'nya menghubungi para ketua agar bisa berkumpul di sini besok siang!" kata you rong.
"Oh aku mengerti, lalu... Gadis ini?" tanya wu-liu sambil memandang huilan yang masih diam 1000 bahasa dengan tatapan yang kosong.
You rong pun menoleh ke arah huilan lalu bicara.
"Dia adalah nona Wulan adik nona xia'er yang selama ini sedang kita cari!" kata you rong.
Seketika pria tampan yang bernama wu-liu itu langsung tersenyum senang, namun belum sempat dia mengucapkan selamat, you rong sudah berpamitan.
"Ya sudah kalau gitu, aku harus segera membawa nona wulan ke tenda untuk mengobati semua luka-luka'nya!" kata you rong.
"0-0oh silahkan-silahkan!" kata wu-liu mempersilahkan.
You rong, huilan dan ke 2 bawahan'nya pun pergi menuju ke tenda yang tadi'nya di siapkan untuk Wu Xia'er, namun karna xia'er tidak kembali jadi tempat'nya di berikan pada huilan yang sekarang akan di panggil Wulan... Setelah mereka sampai di depan tenda, you-rong pun berhenti untuk memberi perintah.
"Ruo'yi, kau pergilah untuk mencari beberapa orang perempuan yang bisa melayani nona wulan! Setelah itu minta mereka untuk menyiapkan air hangat dan pakaian bersih untuk nona wulan!" kata you rong.
"Baik wakil ketua!" kata ruo-yi yang langsung melesat pergi.
Kemudian you rong menoleh pada ruo'er lalu memberi'nya perintah lain.
"Ruo'er kau juga pergi carikan beberapa orang dari pengawal bayangan terbaik kita untuk di tugaskan melindungi nona wulan!" kata you rong.
"Baik wakil ketua! Perintah akan segera di laksanakan!" jawab ruo'er, setelah itu dia pun melesat pergi.
Sedangkan you rong dan huilan yang sementara ini akan di panggil wulan, mereka ber 2 pun masuk ke dalam tenda. Setelah berada di dalam wulan pun tiduran di paha you rong sembari menunggu air hangat untuk membersihkan diri datang dan selama menunggu, ruangan itu begitu hening meskipun ada 2 orang di sana.
You rong tidak berani bertanya apa-apa karna dia melihat pandangan wulan masih terlihat kosong yang menandakan kalau dia masih tenggelam dalam kesedihan, jadi dia hanya mengelus-elus kepala wulan untuk memberi'nya kehangatan.
20 Menit kemudian...
Datanglah beberapa wanita bertopeng sayap merpati putih dan berpakaian seragam berwarna biru muda serta rambut masing-masing di ikat tinggi seperti ekor kuda menggunakan gelang rambut yang memiliki warna senada dengan warna pakaian yang mereka kenakan.
Sebagian dari mereka membawa air hangat dan bak mandi, lalu sebagian'nya lagi membawa pakaian ganti dan juga tabib pribadi untuk memeriksa kondisi wulan, kemudian tanpa ada banyak pertanya'an mereka pun mulai membantu wulan membersihkan diri lalu memeriksa kesehatan sampai selesai.
Dan setelah semua keperluan wulan selesai di bantu, semua'nya langsung di perintahkan untuk bubar. Meskipun mereka masih penasaran dengan sosok adik dari pemimpin yang sangat mereka hormati, tapi melihat sikap Wuilan yang hanya diam saja seperti robot, akhir'nya mereka harus berlapang dada dan memberikan ruang untuk Wulan menenangkan diri terlebih dulu.
Setelah semua orang pergi dan hanya menyisakan You rong saja... Saat ini wulan sudah berbaring di atas tempat tidur kemudian you rong membantu menyelimuti'nya sambil menyampaikan apa yang harus di lakukan oleh wulan besok hari.
"Nona Wulan, tidurlah lebih awal karna besok siang kita akan melakukan pertemuan penting dengan para ketua untuk membahas beberapa masalah yang akan kita hadapi selanjut'nya!" kata you rong.
"Baik aku mengerti!" jawab wulan singkat sambil mengangguk.
Setelah mendapat jawaban seperti itu you rong pun mematikan lilin lalu pergi meninggalkan tenda, dan setelah kepergian you rong, Wulan masih belum bisa menutup ke 2 mata'nya karna dia masih kepikiran dengan percakapan Wu xia'er dan Chu bei zhie.
"Kaka huiyin bilang kalau raja bei zhie adalah putra dari paman Xu qing wei, dan paman qing wei menikahi ras peri yang berstatus putri bernama Ye ching-yun... Tapi alice bilang putri ye ching-yun telah di bunuh oleh ibu suri... Sedangkan informasi yang huangxu berikan kalau ibu suri atau ibu kandung'nya raja bei zhie, dia adalah wanita iblis berambut perak yang telah menjebak huangxu... Jadi mungkinkah setelah ibu suri membunuh putri ye ching-yun, dia mengambil identitas putri ching-yun lalu menikahi paman qing-wei dan memperdaya'nya... Tapi untuk apa?? Dan apa yang dia incar?" batin wulan.
"Mm... Tapi kalau di fikir-fikir lagi, kenapa semua informasi yang aku terima ini bisa saling terhubung ya?? ...Sepertinya aku tidak boleh terburu-buru menyimpulkan, baiklah mungkin aku harus bertanya dulu pada senlong... Tapi ngomong-ngomong seprti apa wuju senlong itu? ...Mm sudahlah aku akan menemuinya setelah pertemuan penting besok!" gumam'nya.
Lalu akhir'nya wulan pun tertidur karna sudah terlalu lelah.
.
.
.
***Bersambung...
__ADS_1