
***
*Walaupun fei-ling dan ibu'nya menggabungkan kekuatan, itu belum tentu bisa mengalahkan mereka ber 4.
*o0o*
Akhir'nya fei-ling pun akan mencoba menyerang mereka secara diam2.
'-'
Ibu fei-ling sudah mulai kehabisan tenaga, tapi lawan'nya terus menyerang tanpa memberi celah sedikit pun, dan akhir'nya ibu fei-ling pun menerima sebuah pukulan di bagian perut hingga dia terlempar ke arah potongan2 kayu yang tersusun.
BRAKK!!...
Bukan hanya luka lecet dan memar yang dia dapat, tapi dia juga memuntahkan seteguk darah segar.
"Hei gadis... sebaik nya kamu beritau saja pada kami, di mana wanita tabib yang bernama guan fei-ying... kalau kau masih bersikeras tidak memberitaukan keberada'an nya, maka kita akan memporak-porandakan tempat ini" ,,, ancaman si pria pembunuh bayaran itu.
"Hum... mereka benar2 tidak bisa mengenaliku, walaupun mereka sudah membawa lukisan wajahku" ,,, batin ibu fei-ling.
Mereka benar2 tidak tau bahwa wanita yang mereka cari ada di depan'nya, mereka hanya ingat bahwa target yang harus mereka lenyapkan adalah se'orang wanita yang usia'nya hampir 50 tahun, tapi wanita yang sedang mereka hadapi adalah seperti wanita yang baru berusia 22 tahun.
( guan fei-ying mendapat hadiah dari ratu nua, bahwa siapapun yang merawat xu hui-ling dan xu hui-lan akan selalu awet muda dan tidak akan pernah menua, walaupun usia'nya sudah mencapai 100 tahun lebih )
*Kembali ke cerita...
Si pria pembunuh bayaran itu mulai kesal karna pertanya'an nya di abaikan, lalu dia pun kembali meluncurkan serangan pada ibu fei-ling yang masih terduduk karna kehabisan tenaga.
karna ibu fei-ling sudah tidak bisa melawan lagi akhirnya dia hanya tutup mata bersiap menerima pukulan, tapi Saat pukulan itu hampir mengenai ibu fei-ling tiba2.
"Wwooshh....
"Bbrakk...
Aaaa....
Bukan nyonya guan-fei yang mendapat serangan tapi tubuh pria itu yang terlempar dan menabrak susunan potongan kayu yang lain, sontak ke 3 pria itu berhenti tertawa karna mereka juga ikut terkejut.
__ADS_1
Nyonya guan-fei juga ikut terkejut juga dan langsung membuka mata'nya.
Ternyata itu adalah perbuatan fei-ling yang menyerang secara mendadak menggunakan element angin'nya, karna dia tau jika menyerang secara terang2ngan dia tidak bisa mengalahkan mereka.
Si pria yang terlempar ke tumpukan potongan kayu itu, dia langsung berdiri dengan wajah yang sudah menghitam karna saking emosi'nya lalu berteriak.
"Kurangajar!! berani'nya menyerang dari belakang" ,,, uhuk... ukuk... bentak pria itu yang di akhiri batuk berdarah.
Selang beberapa menit...
Tiba2 sosok bayangan putih melompat ke udara lalu mendarat di depan ke 3 pria tadi yang mentertawakan nyonya guan-fei, Kemudian sosok itu langsung mengibaskan tangan'nya yang menyebarkan serbuk putih hingga terbang menerpa wajah ke 3 pria itu.
Seketika mereka langsung mencium bau wangi yang memabukan lalu perlahan-lahan pandangan mereka mulai buram dan akhir nya jatuh bersusulan, tak sadarkan diri.
Pria yang sempat terlempar tadi benar2 terkejut melihat rekan-rekan'nya sudah di lumpuhkan, tentu hal itu membuat'nya menjadi tambah naik darah, dan langsung mengeluarkan energi mistik'nya yang berada di tingkat 5 alam bumi, seketika aura yang menekan udara di sekitar, membuat fei-ling dan nyonya guan-fei menjadi tidak bisa bergerak.
Kemudian pria itu langsung melesat ke arah fei-ling, dan meluncurkan pukulan yang sudah di selimuti oleh energi mistik berwarna ungu kehitaman ke bagian perut fei-ling dan,
Bug...
Teriak fei-ling,
Pukulan itu berhasil mendarat ke perut fei-ling hingga membuat'nya terlempar beberapa meter dan memuntahkan darah, kemudian pria itu kembali meluncurkan serangan tapi baru beberapa langkah tiba2 dia menjadi kaku tidak bisa bergerak, karna nyonya guan-fei berhasil menotok pergerakan pria pembunuh bayaran itu lalu memukul'nya hingga pingsan.
Pria itu hanya fokus untuk menyerang fei-ling sehingga dia lupa bahwa masih ada 1 wanita lagi di belakang'nya.
'-'
"Ling'er, apa kamu baik2 saja??" ,,, tanya ibunya yang cemas sambil berlari menghampiri fei-ling yang sudah tersungkur di tanah.
"Em... iya bu, ling'er baik2 saja" ,,, jawab ling'er sambil menghapus darah dari bibir'nya.
Nyonya guan-fei yang masih panik itu langsung memeriksa fei-ling, setelah mengetahui keada'an nya dia pun menarik nafas lega.
"Syukurlah tidak ada yang patal" ,,, kata nyonya guan-fei.
"Ibu Mereka siapa?" ,,, tanya fei-ling.
__ADS_1
"Ibu akan menceritakan'nya nanti, ling'er tempat ini sudah tidak aman lagi, ibu minta kumpulkan barang2 mu dan barang ibu yang penting2 nya saja sekarang, kita akan pergi meninggalkan desa ini malam ini juga" ,,, kata nyonya guan-fei yang membuat fei-ling terkejut.
"Tapi bu, kita mau kemana? kenapa kita harus pergi?" ,,, tanya fei-ling.
"Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan sekarang, ibu akan memberi'tau mu nanti setelah kita meninggalkan tempat ini, Sudah lakukan saja apa yang ibu katakan, ibu akan ke hutan untuk mengambil kuda pelihara'an kita, dan saat ibu kembali kamu harus sudah siap, mengerti!" ,,, kata ibu'nya.
Tanpa menunggu jawaban dari fei-ling nyonya guan-fei langsung pergi tergesa-gesa meninggalkan fei-ling yang masih kebingungan, tak lama kemudian fei-ling pun tersadar dan langsung melakukan perminta'an ibu'nya.
30 Menit kemudian...
Hari pun semakin gelap, fei-ling baru saja mengikat ke 4 pria yang masih pingsan itu di pohon yang ada di belakang rumah'nya, lalu dia melihat ibu'nya sudah kembali dari hutan dengan 2 ekor kuda hitam.
Nyonya guan-fei langsung menghampiri fei-ling yang sudah siap dengan barang2nya, tanpa berkata apa2 lagi fei-ling langsung menaiki kuda hitam yang satu'nya lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu, walaupun di kepala fei-ling masih ada banyak pertanya'an2 yang ingin di tanyakan pada ibu'nya.
Mereka pergi meninggalkan desa tanpa sepengetahuan warga, mereka terus memacu kudanya menerobos gelap'nya malam, walaupun mereka tidak membawa lampu tapi suasana malam itu cukup terang karna di sinari oleh cahaya bulan purnama dan mereka menuju ke ibukota besar bailan.
🐎...🐎...🐎...🐎...🐎...🐎...🐎
Waktu telah menunjukan pukul 3 pagi, mereka melakukan perjalanan ke ibukota besar tanpa halangan sedikit pun.
Kemudian mereka mencari tempat penginapan dan memesan 1 kamar yang besar untuk meraka berdua, setelah mendapat kamar karna mereka merasa kelelahan setelah melakukan perjalanan yang jauh, akhir'nya setelah selesai membersihkan diri merkapun memilih untuk meng'istirahatkan tubuh nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1