The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
*****************


__ADS_3

***


Kratak... kratak... kratak...


Wosshh...


Brakk!!


"Aaaahhh...


Salah satu kerangka tengkorak ular raksasa itu menabrak jembatan batu yang fei-ling lewati, fei-ling pun terjatuh ke arah depan sampai terguling-guling dan hampir saja jatuh dari jembatan.


Aneh'nya walaupun kerangka ular itu menabrak jembatan begitu kuat, tapi itu tidak menimbulkan kerusakan yang fatal pada jembatan'nya, jembatan batu itu hanya sedikit bergoyang yang membuat fei-ling hilang keseimbangan.


"Fei-ling! cepat bangkit dan larii!!" ,,, teriak huilan sambil melompat kesana kemari untuk menghindari serangan dari kerangka ular raksasa yang satu'nya lagi.


Fei-ling cukup terkejut melihat huilan bisa bergerak cepat, walaupun kekuatan mistik'nya sedang terkunci.


"D-dia benar2 gadis yang luar biasa... walaupun tingkat kultivasi ku berada jauh di atas'nya, tapi aku tidak bisa bergerak cepat seperti itu! apa lagi tanpa menggunakan energi mistik" ,,, gumam fei-ling.


"Hei apa yang kamu lakukan?! cepat larii!" ,,, teriak huilan yang langsung melemparkan sebuah tulang ke arah fei-ling.


Pletak!!


Tulang tersebut mengenai tengkorak kepala ular yang hampir menyerang fei-ling, seketika fei-ling pun tersadar dan langsung bangkit lalu cepat kembali berlari.


"Hui-ling apa yang kamu lakukan! apa kamu tidak malu, jalan yang di lalui lan'er jauh lebih sulit dan berliku-liku, tapi dia masih sempat memperhatikan keselamatan ku yang melewati jalan lebih mudah dari jalan'nya!" ,,, batin fei-ling.


Fei-ling mulai fokus pada keselamatan dan tujuan'nya, sedangkan huilan dia masih terus fokus untuk menghindar, sesekali dia mematahkan salah satu tulang tengkorak ular itu. karna kerangka ular itu mulai melilit di jembatan batu yang dia lewati.


Dan tentu'nya bukan sekali 2 kali huilan terlempar dari atas jembatan, tapi dia masih beruntung karna ular yang melilit jembatan itu hanyalah tulang belulang yang tersambung oleh kekuatan mistik. jadi huilan memanfa'atkan tulang2 itu untuk bergelayut dan menggantung dari tulang ke tulang, seperti tarzan yang ber'ayun-ayun dari dahan ke dahan. dan jika ada tulang yang terlepas secara tidak sengaja, huilan menjadikan tulang tersebut menjadi senjata untuk melindungi diri'nya.


Mereka terus berjuang agar bisa sampai di ujung goa, tak terasa 30 menit lebih telah berlalu. akhir'nya fei-ling sampai terlebih dulu ke lantai batu yang menyatu dengan dinding, di sana tedapat sebuah meja batu yang di atas'nya melayang sebilah pedang roh putih yang memancarkan aura kehidupan yang murni.


Fei-ling pun langsung mengulurkan tangan'nya bersiap memegang pegangan pedang putih, tapi baru saja dia menyentuh tiba2 sekelebat cahaya ungu melesat dari arah pedang hitam yang ada di lantai batu yang satu'nya, dan langsung menghantam fei-ling.


Woshh...


Buk!!


"Aaaahh...


BRAK...


"Uhuk... Uhuk...


Fei-ling langsung terlempar lalu menabrak dinding dan tersungkur ke lantai sampai memuntahkan seteguk darah segar, kemudian serangan susulan dari kerangka ular raksasa kembali datang menyerang fei-ling.


"Fei-ling AWAS!" ,,, teriak huilan namun sayang sudah terlambat, kerangka ular itu menabrak lantai batu sampai hampir setengah'nya hancur.


Sedangkan fei-ling dia masih selamat dengan cara berguling, tapi sayang'nya sekarang lantai batu di sana tidak cukup luas. jadi pada akhirnya fei-ling terjatuh dan menggantung di tepi lantai batu, lalu kerangka ular itu kembali maju menyerang fei-ling.


Melihat fei-ling sedang berada di ambang bahaya tentu huilan tidak bisa tinggal diam, huilan pun bertekad. dia kembali melepaskan 2 tulang ular raksasa yang sedang menghalangi'nya, lalu dia melompat naik ke atas tulang punggung ular dan mulai naik sampai ke kepala tengkorak ular.


"Fei-ling bertahanlah!!" ,,, teriak huilan yang sudah berada di atas tengkorak kepala ular.

__ADS_1


Kemudian dia mulai memukul-mukul kepala ular menggunakan 2 tulang.


Tak.. tak.. tak..


Tentu kerangka ular itu mulai terganggu oleh huilan, kerangka ular itu mulai menggeleng-gelengkan kepala'nya. berharap agar mahluk kecil yang sedang memukuk-mukul kepala'nya itu terlempar, tapi sayang huilan tidak bisa terlempar dengan mudah, dia berpegangan pada 2 lubang mata ular.


Dan pada akhir'nya tengkorak kepala ular itu terlepas dari tempat'nya lalu terlempar kuat sampai menabrak dinding.


"AAAhh...


Brak!!


Woshhh...


Brukk!!


Klontang... klontang... klontang...


Huilan yang ikut terlempar dengan tengkorak kepala ular itu dia berteriak, dia sedikit kesal karna tebakan'nya meleset. perkira'an huilan kalau tengkorak kepala itu akan terlempar ke arah fei-ling, tapi ternyata malah terlempar ke arah yang berlawanan dan malah menabrak dinding.


Tapi seperti'nya keberuntungan masih berpihak pada'nya, setelah tengkorak kepala ular menabrak dinding batu, tengkorak tersebut kembali terpental lalu menabrak kerangka ular yang satu'nya lagi. sehingga tengkorak kepala ular yang bertabrakan itu jatuh sampai tulang2'nya rontok berhamburan, sedangkan huilan sebelum tabrakan terjadi dia melompat ke atas lantai batu dimana fei-ling menggantung.


Huilan mendarat di atas lantai sampai berguling-guling dan menabrak dinding, beruntung tidak sampai terluka parah dia hanya mendapat beberapa goresan saja.


Kemudian dia cepat2 bangkit dan langsung berlari untuk menyelamatkan, huilan berhasil menarik fei-ling kembali naik ke atas batu.


Setelah sampai di atas tangan fei-ling terlihat gemetar, huilan pun langsung meraih ke 2 tangan fei-ling lalu menggengam'nya.


"Fei-ling, tenanglah jangan takut! aku tidak akan membiarkan mu celaka!" ,,, huilan mencoba menenangkan fei-ling.


Lalu tiba2 fei-ling memeluk huilan begitu erat untuk beberapa saat, walaupun hanya sesa'at tapi dia langsung merasa tanang. tak lama fei-ling melihat goresan2 luka di beberapa bagian tubuh huilan, fei-ling pun menatap huilan.


"Fei-ling, aku juga merasa takut! tapi jika keada'an nya seperti ini, kita tidak bisa diam saja! tentu pastinya kita harus bisa melawan rasa takut.. sudah jangan di bahas dulu, sekarang yang lebih peting adalah kita harus bisa keluar dari tempat ini!" ,,, kata huilan mengakhiri perbincangan.


Fei-ling pun mengangguk lalu mereka kembali bangkit dan bersiap-siap untuk mengambil ke 2 roh pedang sebelum kerangka tengkorak itu kembali utuh seperti semula.


"Lan'er, apa yang harus kita lakukan? jarak lantai batu yang satu'nya lagi cukup jauh dari sini! kau tidak mungkin bisa sampai di sebrang hanya dengan 1 lompatan!" ,,, kata fei-ling sedikit cemas.


huilan pun terlihat berfikir sejenak, tak lama dia pun tersenyum.


"Aku sudah punya rencana! fei-ling kau bersiap-siap saja untuk mengambil pedang roh ini, kita akan mengambil'nya secara bersama'an!" ,,, kata huilan yang langsung mendekati tepi lantai.


"Tapi lan'er bagaimana kamu bisa sampai di sebrang?!" ,,, fei-ling masih terlihat ragu.


"Percayalah padaku!!" ,,, kata huilan tanpa menoleh pada fei-ling karna di sedang bersiap-siap untuk melompat.


Walaupun masih ada keraguan, tapi fei-ling tetap bersiap-siap, Tak lama salah satu kerangka ular yang sudah menyatu itu kembali naik mendekati lantai batu dan posisi'nya kebetulan berada di antara ke 2 lantai batu. jadi huilan memanfa'atkan kesempatan itu, huilan pun langsung menyebrang dan menjadikan kepala ular sebagai batu loncatan baginya untu sampai di sebrang.


Setelah sampai huilan langsung meraih roh pedang hitam sambil berteriak.


"Fei-ling sekarang!!" ,,, teriak'nya.


Sontak fei-ling pun langsung meraih pedang putih sedangkan huilan meraih padang hitam, lalu mereka mencoba menarik'nya secara bersama'an. tapi tidak peduli sekuat apapun mereka mencoba menarik, mereka masih tidak bisa menarik'nya.


Huilan yang sedang menarik pedang hitam itu justru dia merasa kalau jiwa'nya seperti sedang terhisap masuk ke dalam pedang hitam, tapi meskipun begitu huilan tatap berusaha untuk menarik'nya. tak lama dada huilan mulai merasa sesak dan sakit, tak terasa darah segar pun mulai mengalir dari sudut bibir'nya.

__ADS_1


Menyadari ada yang aneh cepat2 huilan melepaskan tangan'nya dari pedang hitam, dan saat terlepas huilan langsung terduduk lemas seperti tenaganya baru saja di kuras habis, fei-ling yang melihat keada'an huilan dan ada darah mengalir dari sudut bibir huilan, dia kembali merasa cemas.


" Lan'er apa kamu baik2 saja?!" ,,, tanya fei-ling yang masih memegang pedang putih, dia terlihat baik2 saja saat menyentuh roh pedang putih.


Huilan tidak langsung menjawab pertanya'an fei-ling.


"Sepertinya roh pedang hitam ini bukan roh pedang biasa, mungkin senjata roh ini harus mengakuiku tuan terlebih dulu baru bisa aku sentuh" ,,, gumam huilan lalu dia menoleh pada fei-ling.


"Fei-ling gunakan darahmu untuk mengambil roh pedang itu!" ,,, teriak huilan yang lansung menggores telapak tangan'nya menggunakan tusuk rambut setelah itu dia meraih roh pedang hitam.


Akhir'nya huilan dan fei-ling berhasil mengambil ke 2 roh pedang, dan setelah roh pedang berada di tangan mereka, kekuatan mistik merekapun kini telah terbuka tapi di saat yang bersama'an tiba2 goa batu itu mengalami goncangan yang hebat. bebatuan besar dari langit2 goa mulai berjatuhan.


Sedangkan ke 2 kerangka ular itu kini telah berhenti bergerak, fei-ling yang sudah mendapatkan kekuatan mistiknya kembali dia langsung melompat ke tempat huilan berada, karna kondisi huilan terlihat tidak baik, kemudian dia membantu huilan agar bisa berdiri dengan benar sambil memutarkan pandangan'nya untuk mencari jalan keluar. tapi sayang dia tidak melihat satu pintu'pun.


"Sial apa tempat ini sudah di rancang untuk mengubur kita hidup2?!" ,,, decak huilan.


Tak lama mereka di kejutkan oleh ke 2 roh pedang yang mereka pegang tiba2 ikut bergetar, lalu lepas dari genggaman mereka setelah itu melayang di depan mereka.


Tak lama sinar'nya semakin terang dan berubahlah menjadi 2 roh pria cantik.



Ilustrasi jelma'an roh pedang putih👆


Ilustrasi jelma'an roh pedang hitam👇



Tentu huilan dan fei-ling langsung terkejut bukan main, belum habis rasa keterkejutan'nya tiba2 ke 2 roh pria cantik itu mendekat, setelah itu roh pria cantik yang berpakaian serba hitam langsung meraih tubuh huilan dan mengangkat'nya gaya bridge style, sedangkan roh pria yang berpakaian serba putih menggendong fei-ling ke dalam pelukan'nya sama seperti huilan.


Setelah itu mereka membawa ke 2 gadis yang masih dalam keada'an mematung itu terbang ke arah langit2 goa, lalu munculah sebuah cahaya putih yang membentuk pusaran. kemudian ke roh pria cantik ini masuk ke dalam pusaran cahaya lalu menghilang.


*-*


Di tempat lain tepat'nya di seluruh hutan ayakashi, semua penghuni hutan ayakashi mereka baru saja di buat panik oleh gempa bumi yang lumayan cukup hebat, sampai2 ada sebagian tanah yang ikut retak akibat goncangan.


Sedangkan di danau air hitam setelah gempa bumi berhenti, tiba2 di tengah2 danau air hitam kembali muncul pusaran air yang berawal kecil hingga ke besar, lalu keluarlah 2 roh pria cantik yang masing2 nya memeluk seorang gadis cantik. sedangkan ke 2 gadis yang di peluk mereka menutup mata dengan ke 2 tangan mereka melingkar di leher roh pria cantik.


Setelah 2 roh pria tampan itu keluar dari pusaran air, mereka bergegas terbang ke tepi danau.


Setelah sampai mereka langsung meletakan Ä·e 2 gadis itu di atas rerumputan dan mereka tidak lain huilan dan fei-ling


Kondisi fei-ling dia cukup baik2 saja, tapi tidak untuk huilan kekuatan huilan cukup banyak terkuras, dia bukan hanya mendapat cedera dari serangan kerangka ular, tapi saat dia berusaha mengambil roh pedang hitam, sebagian kekuatan'nya sempat terserap oleh pedang hitam yang memiliki aura membunuh yang sangat kuat.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2