The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 110* Memergoki Ku Adalah 1 Kesialan Terbesar Mu


__ADS_3

***


Waktu telah menunjukan pukul 3 pagi, Terlihat 1 bayangan hitam sedang melompat dari atap ke atap. tapi tak lama langkah'nya di hentikan karna di ujung atap bangunan yang akan dia lewati, berdiri sesosok bayangan seorang wanita dengan rambut panjang di ikat tinggi melambai-lambai tertiup angin, dan di tangan kiri'nya sedang memegang sebilah pedang yang masih tersarung.


Si gadis bercadar yang tidak lain dia adalah huilan, dia menatap dingin pada sosok yang menghadang nya itu, dan dia sudah mengetahui siapa yang sedang menghalangi'nya jalan'nya itu berkat dari cahaya bulan purnama.


Tak lama kemudian, dari arah belakang seseorang telah menempelkan ujung tajam sisi pedang tepat ke leher huilan. Kemudian orang yang menghunuskan pedang pada'nya itu, dia pun bicara dengan nada yang angkuh.


"Humh! Tempat ini adalah wilayah kami, jadi tidak peduli kemanapun kau pergi, kami pasti akan menemukan'mu dengan mudah!"


Huilan pun berbalik badan secara perlahan, dan kini dia bisa melihat dengan jelas kalau 2 orang wanita penghadang ini tidak lain mereka adalah lixsi dan liyi.


Kemudian wanita yang berdiri di ujung atap bangunan itu dia mulai melangkah menghampiri huilan, setelah sampai di depan huilan, tanpa basa-basi lagi dia langsung melepaskan cadar huilan dan berhasil membuat mereka ber dua terkejut bukan main setelah mengenali siapa gadis bercadar yang sudah mengganggu kesenangan mereka.


"GADIS LAN?!! KAU..." kata lixsi dan liyi serempak.


Sedangkan huilan, dia masih tetap bersikap tenang walaupun identitas'nya sudah ketauan.


"Huh! berani'nya kau berkeliaran hanya karna di beri sedikit kebebasan! Tapi bagaimana bisa? bukankah kekuatan'mu masih terkunci?!" kata lixsi yang merasa heran.


"Dan juga, bagaimana kau bisa lolos dari pengawasan? aku ingat mulai malam ini kau akan tinggal di istana pangeran chu dan melayani'nya!" sambung liyi.


Lixsi pun menoleh pada rekan'nya lalu bertanya.


"Apa kau yakin?" tanya'nya singkat.


"Tentu saja!" jawab liyi singkat.


"Hahaha... sepertinya kau memang tidak pernah punya keberuntungan gadis LAN! padahal jika kau tetap diam dan menjadi gadis yang patuh, hidupmu akan sangat terjamin karna pangeran chu tidak akan membiarkan wanita kesayangan'nya hidup menderita, tapi sekarang kau sudah tidak punya kesempatan seperti itu lagi! karna aku telah memergoki mu sedang menyusup, dan ketahuan oleh ku itu adalah sebuah kesialan besarmu!" kata lixsi.


"Pppttt... Hahaha... " huilan malah tertawa yang membuat lixsi dan liyi merasa heran.


"Kenapa kau tertawa? apa karna takut kau jadi kehilangan akal sehat!!" kata lixsi.


"Hahaha... siapa bilang aku kehilangan akal sehat! aku tertawa karna merasa lucu, kau telah mengatakan apa yang seharus'nya aku katakan hahaha..." balas huilan di sela-sela tawa'nya.


"Apa maksudmu?" tanya lixsi yang semakin merasa heran.


"Tentu saja yang benar adalah, memergoki ku di sini, itu adalah kesialan terbesar dalam hidup kalian!" kata huilan.


Dan dengan gerakan yang santuy huilan pun membuat 1 kali hentakan dengan ujung jari tengah ke pedang lixsi yang masih menghunus di leher'nya.


Ctak...


KRAK!!


PRANGGG...


Seketika pedang lixsi pecah seperti pecahan kaca, padahal pedang tersebut bukan terbuat dari kaca. tentu'nya lixsi dan liyi tidak bisa untuk tidak terkejut


"Pe-pedang ku?!..." ucap lixsi yang gelagapan saking terkejut sampai-sampai dia mundur beberapa langkah dengan tangan yang gemetar sehingga pegangan pedang yang masih dia genggam itu terjatuh lalu merosot turun dari atap.


"Ba-bagaiman b-bisa?!!" kegagapan'nya berlanjut.


Sedangkan liyi, dia malah diam mematung dengan bibir yang terbuka dan ke 2 bola mata melebar saking terkejut.


"Hahaha... apa kau belum makan nona lixsi?! Sampai gemetaran gitu, aku hanya menghancurkan senjatami loohh, dan bukan pemilik'nya!" kata huilan dengan nada yang santai.


Mendengar ucapan huilan, lixsi pun tersadar. lalu cepat-cepat dia memberi perintah pada rekan'nya dengan nada yang rusuh.


"LIYI! CEPAT KAU CARI BANTUAN! SEMENTARA AKU AKAN MENAHAN'NYA!" titah lixsi.


"Humh! ingin pergi, sudah terlambat!" kata huilan. lalu,


CLEB!!


"Eeekkhhh...


Hal yang tidak di duga, sebilah pedang yang terbuat dari kristal ice tiba-tiba muncul di belakang liyi dan langsung melesat menusuk punggung sampai tembus ke depan.

__ADS_1


"K-KAU..."


Lixsi kembali terkejut dengan ke 2 bola mata yang membulat.


Kemudian huilan melangkah menghampiri liyi yang sudah berlutut tak berdaya karna pedang ice yang tertancap di tubuh'nya itu mulai membekukan per'edaran darah'nya yang mengalir ke seluruh tubuh, lalu huilan menyentuh kening liyi dengan ujung jari telunjuk tangan kanan'nya. Selang beberapa detik,


"Eekkhhh...


Trak! trak! trak!


PRANGG!!...


Tubuh liyi membeku hanya dalam hitungan detik lalu pecah dan lebur seperti pasir glas.


Melihat liyi mati tanpa bisa melakukan perlawanan, lixsi pun mundur dan berniat akan melarikan diri, tapi sayang'nya baru saja dia berbalik badan tiba-tiba serpihan ice yang melayang bermunculan di sekeliling'nya dan mengurung pergerakan lixsi.


Kemudian perlahan serpihan ice itu memadat dan membentuk kristal ice runcing sebesar pisau belati.


"Spi-spiritual ice!" gumam lixsi.


Kemudian dia berbalik menghadap huilan, terlihat dia sedang melangkah menghampiri'nya sambil bicara dengan nada yang santai.


"Aku sudah bilang, kau sudah terlambat untuk melarikan diri karna kau sudah memergoki ku disini, jadi... aku harus membuat mu menghilang untuk selamanya!" kata huilan yang langsung menampar udara kosong.


Belasan kristal ice runcing yang mengepung lixsi itu langsung melesat membidik tubuh lixsi.


Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt...


Clep! Clep! Clep!


"AArrrkkkhhh...


Teriak lixsi yang kesakitan karna belasan krtistal ice runcing itu telah tertanam di seluruh tubuh dan mulai membekukan darah'nya, lixsi pun berlutut dengan tubuh yang gemetar dan mulai kaku.


Setelah itu huilan yang sudah berdiri di depan'nya, dia pun menunduk lalu meraih dagu lixsi setelah itu dia bicara dengan nada yang dingin.


Setelah berkata demikian huilan pun melempar wajah lixsi ke samping lalu dia kembali berdiri kemudian berbalik dan melangkah pergi sambil mengangkat tangan kanan setinggi daun telinga'nya, setelah itu dia meremas udara kosong dengan gerakan cepat dan tanpa menghentikan langkah'nya yang terus menjauh.


Dan di saat yang bersama'an, tubuh lixsi yang sudah membeku sepenuh'nya itu seketika hancur dan lebur menjadi pasir ice. Sedangkan huilan, dia langsung melesat pergi dan menghilang di kegelapan.


Tak lama setelah itu, pria berjubah yang tadi sempat huilan ikuti, tiba-tiba dia muncul dan berdiri di dekat setumpuk pasir ice. kemudian dia menekuk 1 lutut'nya lalu meraup sedikit pasir ice dan mulai mengamati sambil bergumam.


"Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan! bahkan bisa menghancurkan tubuh manusia sampai ke tulang-tulang'nya!" gumam si pria.


Dan ternyata dia sempat menyaksikan perdebatan huilan dengan lixsi dan liyi.


Tak lama pria berjubah itu kembali berdiri lalu memandang ke arah tadi huilan pergi dan kembali bergumam.


"Panggilan'nya gadis lan yah... seorang kultivator tingkat puncak alam bumi, menguasai spiritul ice dan memilili spirit beast tingkat tinggi... emm... jika di dengar dari perbincangan'nya tadi, sepertinya dia seoran tawanan, tapi kenapa dia bisa berkeliaran dengan bebas?" gumam'nya.


Pria berjubah yang di panggil kaka yuzhi itu terdiam untuk beberapa menit... tak lama dia menghela nafas, lalu dia pun melesat pergi dan menghilang ke dalam kegelapan.


🌄🌄🌄


Ke'esokan pagi'nya...


Kerajaan lembah sunyi di gemparkan oleh berita serangan beruntun hanya dalam waktu satu malam, Mulai dari kebakaran gudang makanan, penyerangan di istana ratu, lalu menghilang'nya beast macan putih dan 2 orang tawanan yang baru di tangkap beberapa hari yang lalu...


***


Di luar istana ratu emerlen, terlihat pangeran chu dengan pakaian biru muda list hitam dan emas serta rambut hitam plus panjang di biarkan ter'urai tanpa satupun hiasan



Ilustrasi pangeran chu ☝️☝️


Dia berjalan memasuki istana ratu dengan langkah yang tergesa-gesa yang di ikuti oleh 2 orang pengawal pribadi dan beberapa pengawal lain.


Tak perlu waktu lama, pangeran chu pun sampai di ruangan ratu emerlen dan langsung menunduk hormat karna di sana ada raja bei zhie sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menggenggam tangan kanan ratu emerlan yang masih berbaring dan belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Bei fu menghadap pada kaka kaisar!" ucap pangeran chu sambil menunduk hormat.


Raja bei zhie pun mengibaskan tangan kiri'nya sambil bicara.


"Bangun!"


Pangeran chu dan para bawahan'nya pun kembali berdiri tegak, setelah itu raja bei zhie melontarkan pertanya'an pada adik'nya.


"Bei fu, bagaimana keada'an mu? kemarin sore siu-bi melihat suyu membawamu dalam keada'an tidak sadar, apa kau baik-baik saja?" tanya'nya.


"Seperti yang kaka kaisar lihat, aku baik-baik saja!" jawab pangeran chu dengan nada yang tenang.


Tapi dalam hati sebenarnya dia masih merasa bingung, apakah diri'nya benar-benar baik atau tidak. karna di setiap dia mencoba mengingat apa yang sudah membuat'nya pingsan itu kepala'nya langsung terasa sakit, tapi pangeran chu memilih untuk merahasiakan'nya karna dia mendapat informasi dari suyu, kalau suasana hati kaka'nya saat ini sedang tidak baik di karnakan oleh kondisi ratu emerlen yang terkena racun pelumpuh, di tambah sistem keamanan lembah sunyi sedang kacau.


Tak lama pangeran chu pun melontarkan pertanya'an.


"O'ya ka, bagaimana kondisi kaka ipar sekarang? aku dengar dia terkena racun!" kata pangeran chu.


"Yah beruntung luka'nya tidak terlalu dalam, jadi tidak ada banyak racun yang masuk. tapi tidak tau kapan emerlen akan sadar!" jawab raja bei zhie.


Raut wajah tidak senang pun mulai tergambar di wajah pangeran chu.


"Berani sekali penyusup itu melukai kaka ratu!" kata pangeran chu dengan nada yang marah.


"Kaka, apa senjata yang melukai kaka ratu ada di sini? jika ada tolony berikan padaku, aku ingin mencoba melacak keberada'an pemilik'nya!" kata pangeran chu dengan nada yang menggebu-gebu.


Tapi raja bei zhie malah menghela nafas lalu bicara.


"Huufffhhh... itu tidak perlu di lacak! karna senjata yang melukai emerlen adalah pedang milik yosiko dan aura ter'akhir yang tertinggal di pedang itu adalah aura yosiko!" kata raja bei zhie.


Pangeran chu langsung terkejut.


"APA?! Pedang yosi? kenapa bisa?" tanya pangeran chu.


"Aku juga tidak mengerti!" jawak raja bei zhie singkat.


"Apa kaka sudah menanyakan langsung pada yosi tentang apa yang sudah terjadi?!" tanya pangeran chu.


Raja bei zhie langsung menggelengkan kepala'nya lalu menjawab.


"Tidak, dia sudah mati! karna itulah aku memanggil mu, aku ingin kau menanganani masalah yang satu ini!" kata raja bei zhie.


" ..... "


Pangeran chu terdiam sejenak... tak lama raja bei zhie melanjutkan ucapan'nya.


"Ada banyak masalah yang terjadi tadi malam di beberapa tempat, tapi aku sudah meminta kaka ke 2 mu untuk mengurus masalah kekacauan ini, dan untuk penyerangan di istana ratu, akan aku serahkan padamu karna aku tidak punya banyak waktu, soal'nya nanti sore aku harus pergi ke keraja'an lu-shan!" kata raja bei zhie.


Pangeran chu pun langsung memandang raja bei zhie dengan ke 2 alis yang mengkerut lalu bertanya.


"kaka, apa kau benar-benar akan menerima kerja sama dengan kerajaan tingkat 7 itu?" tanya'nya.


"Aku tau kau pasti akan merasa keberatan untuk menerima kerja sama dengan kerajaan tingkat 7 itu, tapi aku telah menemukan sesuatu yang menarik dari kerajaan lu-shan! jadi aku harus pergi untuk memastikan'nya sendiri!" kata raja bei zhie.


"Baiklah jika kaka sudah memutuskan seperti itu, aku hanya bisa mendukung keputusan kaka. tapi kaka tetap tidak boleh lengah, meskipun aku tidak tau terlalu banyak tentang kerajaan lu-shan, tapi aku sering mendengar dari kabar yang ber'edar di pasar gelap, kata'nya kerajaan lu-shan di lindungi oleh sesuatu yang sangat kuat, maka'nya walau pun keraja'an lu-shan adalah keraja'an peringkat ke 7, tapi tidak ada satu pun keraja'an besar yang berani mencari masalah dengan keraja'an lu-shan!" kata pangeran chu.


"Aku tau, karna itulah aku ingin memastikan'nya sendiri!" kata raja bei zhie.


"Em.. baiklah kalau begitu, jika tidak ada hal lain lagi bei fu akan undur diri!" kata pangeran chu meng'akhiri pembicara'an.


Setelah mendapat persetujuan dari raja bei zhie, pangeran chu beserta pengikut'nya, mereka pun pergi meninggalkan istana ratu emerlen.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2