The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Makan Malam Yang Manis Part 2


__ADS_3

***


"Em... tuan tidak akan menghukum ku kan?" ,,, pertanya'an fei-ling membuat para pelayan di sana heran pada'nya.


Tuan muda peei langsung menatap tajam pada fei-ling.


'-'


"Kenapa? apa sekarang kamu takut? bukankah tadi kamu sangat berani!!" ,,, kata tuan muda peei.


Rasanya fei-ling ingin mundur beberapa langkah karna dia mengingat sikap pria bertopeng tadi siang, tapi niat'nya terhenti oleh suara tuan muda peei.


"Sesuai dengan ucapan mu aku akan menghukum'mu untuk patuh, duduk dan temani aku makan" ,,, kata tuan muda peei tegas.


"Em.. i.. itu" ,,, ucapan'nya terhenti setelah dapat tatapan tajam dari tuan muda peei.


Lili yang sedari tadi berdiri di belakang fei-ling, tiba2 dia mendorong fei-ling untuk duduk lalu bicara.


"Sudaahh.. temani saja tuan muda makan malam" ,,, kata lili sambil mengambil kan mangkuk berisi nasi dan sumpit.


Kali ini fei-ling pun menurut dan mulai mengambil makanan yang ada di meja, dan saat dia akan menyuap kan makanan nya tiba2 tuan muda peei menghentikan niat fei-ling.


"Tunggu! apa kau akan makan tanpa melepas cadar?" tanya'nya.


Fei-ling pun menghentikan tangan'nya, dia terlihat sedang berfikir, terlihat dari bola mata'nya yang bergerak-gerak kekiri dan ke kanan, melihat pergerakan bulu mata fei-ling itu terlihat lucu bagi tuan muda peei dia pun mengunggingkan senyuman'nya lalu menepuk tangan 3 kali, sontak fei-ling langsung menoleh ke arah suara tepuk tangan itu ber'asal, Tak lama kemudian se'orang pelayan wanita datang membawa sebuah nampan yang berisi topeng setengah wajah berwarna merah muda, lalu memberikan nya pada fei-ling.


Fei-ling pun menerima topeng itu lalu menoleh pada tuan muda peei, tapi tuan muda peei sudah fokus pada makanan nya, fei-ling pun tersenyum akhir'nya dia pun membalikan badan untuk memakai topeng dan melepas cadar.


Setelah selesai fei-ling kembali fokus pada makanan'nya, tanpa dia sadari tuan muda peei memperhatikan fei-ling yang sedang fokus makan.


"Ooowh... begitu rupa'nya, aku fikir dia memiliki luka atau cacat. tapi tebakanku salah, justru sebalik'nya dia memiliki paras yang bisa menghancurkan seluruh gadis yang ada di kota" ,,, batin tuan muda peei.


Tanpa dia sadari dia telah meng'aktif kan mode senyuman yang sangat manis, dan berhasil membuat para pelayan yang ada di sana tersipu malu.


"Benar-benar sangat tampan" ,,,


Isi hati para pelayan wanita lalu mereka menoleh pada fei-ling, tapi fei-ling sendiri tidak menyadari apa yang sedang terjadi di sana, karna perut'nya lapar jadi dia hanya fokus pada makan'nya.


Tak lama kemudian para pelayan itu di kejutkan oleh suara tuan muda peei.


"Chi-chi ambilkan arak plum" ,,, pinta'nya dengan nada yang tenang.


Dengan cepat pelayan yang bernama chi-chi langsung mengambil arak plum dan menuangkan ke dalam cawan kecil, Tuan muda peei pun meminum arak plum, tapi pandangan'nya tidak pernah lepas dari fei-ling.


"Hm... sungguh manis" ,,, kata tuan muda peei.


Lalu dia meminta tambah lagi arak plum'nya, chi-chi kembali menuangkan arak plum tapi fikiran chi-chi sedang kebingungan.


"Hah!! apa aku salah mengambil arak yah? se'ingat ku arak plum itu masam bukan manis!" ,,, batin chi-chi.


Kemudian dia memberi kode pada lili untuk mengikuti'nya, Chi-chi dan lili pun pergi ke ruangan sebelah, lalu lili pun bertanya.


'-'


"Chi-chi ada apa?" ,,, tanya lili.

__ADS_1


"Ugh... lili coba kamu periksa arak plum ini, aku takut salah ambil arak" ,,, kata chi-chi dengan exspresi cemas di wajah'nya.


"Ya sudah, kita coba bersama" ,,, kata lili.


Mereka ber2 pun menuangkan arak yang di pegang chi-chi ke dalam gelas porselen kecil dan meminum'nya bersama-sama lalu,


"Blah... puh... puh... "


Chi-chi dan lili langsung menjulurkan lidah mereka secara bersama'an, mereka mencoba mengusir rasa arak plum yang masam dan pahit.


"Aduuhh... chi-chi ini benar arah plum, kenapa kamu fikir salah ambil arak?!" ,,, kata lili sambil mencoba mencari air untuk mengusir rasa arak plum dari lidah'nya, karna mereka ber2 tidak menyukai arak plum.


Chi-chi pun menjawab dengan exspresi seperti tidak melakukan kesalahan apapun.


"Habis tuan muda bilang rasa nya manis, makanya aku fikir aku salah ambil arak" ,,, kata chi-chi.


'-'


Lili yang baru selesai minum itu langsung menatap chi-chi, mereka saling melempar pertanya'an lewat tatapan, mereka hampir menebak tebakan yang sama.


Kemudian perlahan-lahan mereka menoleh ke arah tuan muda peei dan fei-ling secara bergantian, lalu kembali membelakangi mereka serempak.


"Dasar bodoh! harus'nya kamu mengerti situasi" ,,, ucapan lili yang di tujukan untuk Chi-chi.


Kemudian mereka tertawa cekikikan bersama.


"Sayang sekali, nona kecil itu masih terlalu polos untuk mengerti" ,,, kata lili.


Kemudian mereka kembali senyum2, akhir'nya mereka ber2 pun pergi dari ruangan sebelah, dan menyerahkan pekerja'an mereka pada rekan2nya yang lain dengan alasan ingin pergi ke kamar kecil, tidak ada yang tau apa yang sedang mereka fikirkan.


15 Menit kemudian...


Fei-ling pun selesai dengan acara makan malam'nya, para pelayan pun langsung membersihkan tempat itu.


Kemudian tuan muda peei mengantar fei-ling kembali ke kamar'nya, sambil mengobrol sepanjang mereka berjalan dan hanya mereka ber2.


'-'


"Ehem... ehem... em, sebutkan berapa harga yang harus aku bayar untuk pertolongan medis mu?" ,,, tanya tuan muda memecah keheningan.


Di saat yang bersama'an di tempat yang gelap 2 orang pelayan sedang mengawasi mereka.


"J'tak..."


2 Pelayan itu tepok jidat serempak...


"Aiya... tuan muda ini tidak pintar dalam memenangkan hati se'orang gadis" ,,, kata lili.


"Haahh... iya benar, sepertinya tuan muda harus banyak belajar lagi" ,,, sambung chi-chi. Sambil menggeleng-geleng kan kepala nya.


*Kembali ke tempat fei-ling*


Fei-ling menghentikan langkah'nya, lalu menoleh pada tuan muda peei sambil menjawab.


"Em... aku rasa tidak perlu lagi, tuan sudah memberikan ku beberapa set pakaian dan perhiasan, di tambah lagi tuan sudah menyiapkan 1 kamar untuk ku malam ini, aku anggap itu sebagai bayaran'nya, tapi tuan tidak perlu hawatir, aku akan menginap malam ini saja, besok aku akan segera pergi" ,,, kata fei-ling.

__ADS_1


"O'ya satu lagi, bisakah tuan meminta sese'orang untuk menjemput zhelly di alun2 kota" ,,, sambung fei-ling.


"Siapa zhelly??" ,,, tanya tuan muda peei.


"Eh.. em.. dia kuda hitam ku!" ,,, jawab fei-ling.


"Hanya itu? aku bukan orang miskin kau bisa meminta ku lebih dari itu!" ,,, kata tuan muda peei.


Fei-ling langsung melangkah dan menjawab.


"Dan aku juga tidak kekurangan uang, jadi itu saja sudah cukup" ,,, kata fei-ling dengan tenang.


"Sangat buru2 sekali, setidak'nya kamu tinggal untuk beberapa hari ke depan sampai aku sembuh total" ,,, kata tuan muda dengan nada yang kecewa.


Fei-ling kembali menghentikan langkah'nya lalu meraih tangan tuan muda peei untuk mengecek keada'an nya, tuan muda sendiri hanya diam dia membiarkan fei-ling melakukan apa yang dia mau.


"Hm... tapi sekarang kondisi mu sudah baik2 saja, lagipula aku masih ada urusan lain di luar sana" ,,, kata fei-ling.


Dia pun melepaskan tangan tuan muda.


"Sudahlah tuan muda ini sudah larut, aku sangat lelah, terimakasih untuk makan malam'nya" ,,, kata fei-ling.


Setelah berkata demikian fei-ling langsung masuk ke dalam kamar tanpa menunggu jawaban dari tuan muda peei.


Tuan muda peei menarik nafas panjang.


"Hhh... sepertinya dia bukan gadis yang mudah untuk di dekati" ,,, gumam tuan muda peei sambil melangkah pergi.


"Ya ampun aku lupa menanyakan nama'nya" ,,, gumam'nya lalu menoleh ke arah pintu kamar fei-ling.


"Huftt.. sudahlah besok saja" ,,, gumam'nya.


'-'


"Jiao-fan, pergi ke istana dan ambilkan 10 buah batu roh untuku" ,,, perintah'nya.


"Baik tuan" ,,, jawab jiao-fan dari kegelapan malam.


Lalu 1 bayanyan hitam melesat pergi.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2