The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 061* Misi Di Hutan Salju Merah


__ADS_3

***


Di hutan salju merah, seorang gadis berpakaian putih keperakan dan memakai topeng dengan warna yang senada, sedang berjalan melewati tumpukan2 salju yang seperti hampir mencair, dan dia tidak lain adalah hui-lan.


Tak lama kemudian segumpal cahaya biru muda muncul di samping hui-lan, lalu cahaya tersebut perlahan-lahan mulai memadat dan terciptalah se'ekor rubah putih kecil, yang tidak lain dia adalah hakubi.



Ilustrasi hakubi (rubah ekor 9)


Mata hui-lan langsung berbinar melihat wujud kecil dari hakubi yang menggemaskan, lalu dia langsung meraih hakubi ke dalam pelukan'nya.


"Hakubi!!... aku tidak bisa menahan diri, kau benar2 sangat menggemaskan!!" ,,, kata hui-lan sambil mengacak-acak kepala rubah kecil itu.


"Oi.. oi.. oi hentilan!! jangan lupa aku ini pangeran rubah" ,,, kata hakubi sambil mencoba melepaskan diri dari hui-lan.


"Hehe😅... maaf" ,,, kata hui-lan sambil cengengesan.


Kemudian dia pun menurunkan hakubi dari pelukan'nya.


"Tapi hakubi, kenapa kamu melarang ku untuk mengambil misi A? kan bayaran'nya lumayan besar, satu tangkai saja di hargai 1500 koin emas" ,,, kata hui-lan.


"Anggrek darah bulan salju memang sangat mahal harga'nya, tapi bahaya'nya juga lumayan besar. karna bunga anggrek darah di jaga oleh beberapa spirit beast tingkat sembilan ke atas, walau pun aku dan ibuku ikut membantu, itu belum tentu kita akan selamat. mereka terlalu banyak, dan kita kalah jumlah" ,,, kata hakubi.


"Owh,,, aku jadi penasaran apa keguna'an bunga anggrek darah?" ,,, hui-lan bertanya.


"Kalau tidak salah bunga anggrek darah adalah bahan utama untuk membuat pil panjang umur, dan pil tersebut bisa di gunakan oleh manusia biasa juga, jadi hal wajar ini di panggil Misi A" ,,, kata hakubi.


"Oo pantas kalau begitu" ,,, kata hui-lan singkat, dia tidak terlalu tertarik dengan hal yang baru saja dia ketahui.


Kemudian mereka pun mulai bergerak semakin masuk ke dalam hutan salju merah.


*-*


Hutan salju merah ini tidak merah seperti nama'nya, tapi di hutan salju ini ada banyak pohon2 berdaun merah seperti musim semi, dan hanya ada sedikit salju seperti musim salju yang sudah berakhir, dan keada'an itu tidak pernah berubah atau bisa di bilang kekal tidah pernah mencair walau pun sinar matahari slalu menyinari. Persis seperti apa yang di katakan oleh yumi-xu (ratu rubah).


o0o


Waktu terus berlalu.. tak terasa hari semakin sore, tapi hui-lan dan hakubi belum juga menemukan satu ekor pun srigala bertanduk kristal.


Lalu tak lama kemudian dia pun mendengar suara pertarungan tak terlalu jauh dari'nya, hui-lan pun langsung berbelok mendekati suara pertarungan berasal. Setelah sampai hui-lan dan hakubi berhenti di dahan pohon yang rimbun daun merah, sekarang mereka bisa melihat dengan jelas.

__ADS_1


2 Orang gadis sedang melawan 1 ekor srigala bertanduk kristal hijau, dan 2 orang pria sedang melawan 1 ekor srigala bertanduk kristal ungu. Melihat pertarungan yang sedang berlangsung sengit itu, hui-lan pun duduk di dahan pohon dengan ke 2 kaki yang berayun-ayun sambil memakan buah pir yang kranci, sedangkan hakubi duduk manis di samping hui-lan.


"Em.. hakubi, ke 2 srigala bertanduk itu kira2 sudah mencapai tingkat berapa?" ,,, tanya hui-lan setengah berbisik.


"Kalau aku perhatikan srigala tanduk hijau itu sudah mencapai tingkat 6, sedangkan yang ungu hampir mencapai tingkat 8" ,,, jawaban hakubi dengan pandangan yang fokus ke pertarungan sengit.


"Wah... seperti'nya akan sulit untuku mengalahkan mereka, kalau aku tidak salah menebak 2 gadis itu sudah mencapai pertengahan alam langit, sedangkan 2 pemuda itu yang satu sudah mencapai level 9 alam langit dan yang satu'nya lagi berada di level 8 alam langit. bahkan kultivator yang sudah mencapai tingkat tinggi saja, mendapat kesulitan untuk menaklukan 2 ekor srigala bertanduk itu, bagaimana dengan ku?!" ,,, keluhan hui-lan.


"Menurut ku tidak terlalu sulit, asal nona mengetahui letak kelemahan'nya. akan sangat mudah untuk menjatuhkan 2 ekor srigala itu!" ,,, kata hakubi.


"Owh benarkah? di mana tolong beritau aku" ,,, kata hui-lan dengan antusias.


"Kelemahan nya ada di hidung, jika nona memukul'nya dengan benda berat yang setara dengan 20 kg, itu akan membuat srigala melemah untuk 1 menit pertama. setelah itu gunakan kesempatan itu untuk mengincar jantung'nya, tapi masalah'nya kulit srigala bertanduk sangat tebal. jadi selain senjata tajam dan kuat, nona juga harus menggunakan kekuatan exstra untuk bisa sampai tembus ke target" ,,, penjelasan hakubi.


"Ow... apa hanya itu satu2 nya cara untuk menaklukan mereka?" ,,, tanya hui-lan.


"Ada tapi ini sedikit tidak manusiawi" ,,, kata hakubi.


"Maksud mu tidak manusiawi????" ,,, tanya hui-lan yang mulai mengkerutkan ke 2 alis'nya.


Hakubi pun menarik nafas panjang, dia sedikit ragu untuk memberi tau hui-lan tentang cara ke 2.


"Em... itu..🙄 M-melalui bokong'nya😓 tapi.. tapi.. tapi.. kau harus melakukan'nya dengan cepat! karna serangan seperti itu akan melambatkan kematian'nya, jadi jika srigala itu tidak terima.. mereka bisa saja menghancurkan kekuatan inti dan tanduk kristal mereka... jadi aku fikir itu akan sia-sia" ,,,


Hui-lan sampai tersedak buah pir, tapi cepat2 dia menungkup bibir'nya agar tidak mengganggu konsentrasi mereka.


"Astoge!! itu mengerikan😨... t-ternyata menjalankan misi B juga tidak semudah membalikan telapak tangan😓" ,,, hui-lan kembali mengeluh.


"Jangan putus asa dulu, aku fikir nona masih punya kesempatan. kalau di lihat2 sepertinya ke 2 srigala iti sudah mulai kelelahan melawan mereka ber 4, nona hanya perlu menunggu kesempatan saja" ,,, kata hakubi.


"Hehehe... kau benar" ,,, hui-lan kembali mendapat semangat 45 nya, lalu melanjutkan makan buah pir yang sempat tertunda.


"Tapi ada yang lebih mudah lagi... kalau nona menyerahkan nya padaku, mereka buka lawan yang sulit untuku" ,,, kata hakubi menawarkan diri.


"Tidak terima kasih hakubi, itu tidak perlu lagipula aku juga harus melatih diri agar kedepan'nya aku bisa lebih mandiri lagi" ,,, kata hui-lan menolak.


"Em.. baiklah terserah nona" ,,, jawah hakubi singkat lalu kembali menonton pertarungan.


o0o


Terlihat 1 pemuda sedang berusaha untuk menghindar serangan bertubi-tubi dari srigala tanduk ungu, sedangkan yang satu'nya lagi sedang mencoba mencari celah untuk menyerang langsung di titik kelemahan srigala tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian pemuda yang sedang menunggu kesempatan itu, berhasil membuat formasi yang bisa mengurung pergerakan srigala tanduk ungu. di saat yang bersama'an ke 2 gadis itu juga hampir berhasil mengunci pergerakan srigala tanduk hijau.


1 Gadis telah berhasil mengikat srigala tanduk hijau dengan cambuk'nya, sedangkan gadis yang satu'nya lagi sudah menghunuskan pedang'nya ke arah jantung srigala tanduk hijau.


Akan tetapi gadis yang sedang fokus menyalurkan energi roh'nya ke cambuk yang sedang melikit srigala itu tiba2 gagal fokus, gara-gara dia mendengar suara sese'orang sedang mengunyah buah yang kranci, dan terdengar sangat enak.


Krauk.. krauk..


Gadis itu pun langsung menoleh ke arah suara kranci berasal, dan langsung menelan salipah'nya sendiri.


Nam.. nam.. glup..


Gadis itu jadi lupa kalau dia sedang menyalurkan energi roh'nya ke cambuk yang menahan srigala, dan akhir'nya srigala tanduk hijau itu lepas kendali dan langsung mengamuk, hingga gadis yang sedang melilitkan cambuk itu terlempar ke arah pemuda yang sedang konsentrasi pada formasi segel'nya.


Bugh...


"Ughh....


"Sial....


Gadis dan pemuda itu jatuh bersama'an, sedangkan segel formasi'nya terlepas dan sedikit melonggar. karna saking cepat'nya gadis yang terlempar itu bahkan tidak sempat untuk berteriak.


Lalu gadis yang menyerang menggunakan pedang'nya itu juga ikut terlempar, sampai guling2 di atas tumpukan salju. kemudian srigala tanduk hijau langsung lari ke arah gadis yang masih berguling-guling di salju untuk melakukan serangan balik.


Sontak 2 pemuda dan 1 gadis yang baru saja terlempar menabrak rekan'nya itu langsung berteriak bersama'an.


"WEI-YOUNG !!.."


Teriak ke 3 rekan'nya serempak yang sukses membuat hui-lan terkejut sampai2 buah pir yang dia pegang terlempar ke belakang, dan hampir tersedak buah pir yang sedang dia kunyah, karna teriakan yang memecah gendang telinga.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2