
***
"Bagus! sepertinya kemampuan mu semakin meningkat, dan hari ini kita sedang beruntung karna kita telah menemukan spirit beast tingkat 10 tahap ahir" ,,, kata huilan yang di akhiri dengan senyuman.
Sedangkan xing-je langsung membulatkan ke 2 bola mata'nya, dan hampir saja berteriak. beruntung huilan cepat menutup bibir xing-je, xing-je pun mengangguk-angguk sambil menahan diri agar tidak menimbulkan kegaduhan.
"Ka, kita harus bagaimana?!" ,,, tanya xing-je setengah berbisik.
Huilan pun mengeluarkan kotak kayu yang berbentuk persegi panjang dari dalam dimensi, lalu memberikan'nya pada xing-je.
"Apa ini ka?!" ,,, tanya xing-je masih setengah berbisik sambil menerima kotak tersebut.
"Di dalam kotak ini ada 2 harta yang sangat berharga, dan semua mahluk sangat menginginkan harta ini. jadi kamu tidak boleh membuka'nya sekarang, karna harta ini memiliki aura spiritual sangat kuat yang bisa mengundang mahluk2 berbahaya dan kuat berdatangan!" ,,, kata huilan.
"Tapi ka! kenapa harta yang berharga ini, kaka malah memberikan'nya padaku?" ,,, tanya xing-je heran.
"Aku tidak memberikan pada'mu semuanya! kau hanya boleh memiliki'nya 1 dan yang satu'nya lagi kau harus menghadiahkan'nya pada spirit beast mu nanti!" ,,, kata huilan.
"Sekarang kau tunggu dulu di sini! aku akan mencoba berbicara padanya!" ,,, sambung huilan dan tanpa menunggu jawaban dari xing-je huilan langsung pergi menghampiri spirit beast yang sedang terluka itu.
"Eh! tapi..." ,,, xing-je langsung di abaikan.
"Haishh.. yasudahlah" ,,, batin xing-je yang lansung menyimpan kotak tersebut ke dalam cin2 dimansi.
Sedangkan huilan dia sudah berdiri di dekat spirit beast tinglat 10, yang ternyata itu adalah singa putih. dengan ragu2 huilan mencoba menyentuh salah satu luka yang ada di tubuh singa putih, tapi sebelum tangan'nya menyentuh tubuh singa tiba2 singa itu berbicara yang membuat huilan terkejut dan langsung menarik kembali tangan'nya.
"Sedikit saja kamu bergerak lagi, maka aku akan menjadikanmu makan malam ku!" ,,, tegor si singa tanpa membuka ke 2 mata'nya.
Tentu setelah menarik tangan'nya kembali huilan langsung mematung, kemudian huilan mencoba untuk tersenyum ramah.
"Em.. itu t-tuan lion, lukamu cukup parah... a-apa itu tidak sakit?!" ,,, entah dapat ide dari mana huilan sampai berani melontarkan kata2 konyol seperti itu.
"Cih... aku tidak membutuhkan perhatian dari gadis tak berguna seperti'mu! dan juga kau jangan sembarangan memberi nama! nama ku bukan lion!!" ,,, decak si singa dia merasa terganggu dengan sikap huilan yang menampilkan exspresi bodoh menurut'nya.
"What the hell!!😓 beraninya dia memanggilku gadis tak berguna! saat aku masih berada di dunia modern, aku tidak akan pernah mendapat julukan bunga sekolah, dan dewi kematian jika aku tidak berguna!" ,,, batin huilan mulai mengoceh sambil mengepalkan tangan'nya begitu erat untuk menahan rasa kesal, rasanya seperti gunung berapi yang ingin meleduk sekarang juga, tapi huilan harus tetap menahan diri dan memaksa bibir'nya untuk tetap tersenyum.
"Tuan lion, pertama aku memanggil mu lion karna aku tidak tau siapa nama mu! ke 2, kenapa kamu menganggap aku gadis tak berguna?! ini adalah pertama kali'nya kita bertemu, tapi kenapa kamu sudah menyimpulkan kalau aku gadis tidak berguna!" ,,, kata huilan sambil menekan rasa kesal'nya.
Singa putih itu pun membuka ke2 mata'nya lalu bangun dan duduk, setelah itu dia menatap huilan dengan tatapan yang dingin.
"Hem! kau memang gadis yang tidak berguna, sekali lihatpun sudah tau. dari penampilan mu saja sudah terlihat kalau kau gadis yang usia nya sudah menginjak 15 tahun, tapi kau tidak memiliku basis kultivasi sama sekali! jadi apa lagi panggilan'nya kalau bukan gadis tidak berguna!" ,,, kata singa putih to the point dengan nada'nya yang mengejek.
"Hah.. hanya karna kau tidak bisa merasakan basis kultivasi ku, bukan berarti aku tidak berguna!" ,,, huilan menyangkal.
"Cih... sudahlah kau tidak perlu banyak bicara, pergi dari hadapan ku sekarang juga! sebelum aku berubah fikiran" ,,, kata singa putih.
"Hei.. hei.. hei.. kau jangan mengusirku secepat itu! aku bahkan belum memberitau apa tujuan ku datang menghampiri'mu" ,,, kata huilan.
"Huh! aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni gadis lemah seperti mu!" ,,, kata singa putih yang langsung membelakangi huilan.
"Kalau gitu aku akan mengatakan'nya langsung ke inti'nya saja! jujur aku mendatangi mu, aku ingin menawarkan sebuah harta yang berharga, dan harta ini bukan saja bisa menyembuhkan seluruh luka mu. tapi harta ini juga bisa meningkatkan kekuatan mu dengan pesat! tapi sebagai ganti'nya kamu harus mau melakukan kontrak darah dengan sahabat ku!" ,,, kata huilan terus terang memberitau tujuan'nya.
Singa putih langsung menoleh pada huilan lalu tertawa.
"Pppttt... bhahaha... apa kamu bilang? apa aku tidak salah dengar! hahaha.. gadis tak berguna seperti mu memang'nya punya harta yang seperti apa? hahaha.. yang benar saja, berhentilah bermimpi di siang bolong!" ,,, kata singa putih di sela2 tawa'nya.
Huilan pun mengerutkan ke 2 alis'nya.
"Apa kamu tidak mau lihat dulu harta apa yang aku tawarkan?!" ,,, tanya huilan.
__ADS_1
"Yah.. aku me.. no.. lak..!" ,,, kata singa putih, setelah berkata demikian singa putih itu langsung melesat pergi.
Melihat singa putih itu lari cepat, huilan pun cepat2 menoleh pada xing-je.
"Xing-je, ikuti aku!" ,,, Teriak huilan yang langsung berlari mengejar singa putih, begitu pun xing-je dia langsung ikut berlari mengejar huilan tapi sayang'nya dia tertinggal jauh.
"Gawat! xing-je tidak bisa mengimbangi kecepatan ku dan singa putih" ,,, batin huilan.
"Hakubi keluarlah! awasi xing-je, jika dia tersesat tuntun dia untuk mengikuti aura'ku!" ,,, kata huilan lewat telepati.
"Baik nona!" ,,, jawaban hakubi singkat.
Setelah itu cahaya putih pun melesat keluar dari kening huilan, lalu melesat secepat kilat menuju ke arah xing-je yang tertinggal jauh di belakang.
Sedangkan huilan dia menambah kecepatan'nya untuk mengimbangi lari singa putih.
Di tempat singa putih dia masih fokus berlari menggunakan tehnik langkah kilat, tak lama dia di kejutkan oleh suara gadis yang dia kira sudah tertinggal jauh di belakang.
"Ayolah tuan lion.. apa kamu benar2 tidak mau mempertimbangkan tawaran yang aku buat?!" ,,, kata huilan setengah teriak sambil berlari mengimbangi kecepatan singa.
Tentu singa putih itu terkejut bukan main, karna gadis yang dia anggap lemah, tidak berguna atau kata lain'nya adalah sampah. Ternyata mampu mengimbangi kecepatan'nya.
"Hah! apa2an ini? bukankah dia hanya gadis biasa!" ,,, fikir singa putih.
"Hey gadis kecil! berhenti mengikuti ku, walaupun kamu mengejarku sampai ke ujung dunia. jawaban ku tetap sama, aku tidak mau!!" ,,, teriak singa putih tanpa menghentikan langkah'nya.
"Dan aku juga tidak peduli! walaupun kau bersembunyi di lubang cacing pun! aku tetap tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu!!" ,,, teriak huilan.
Kemudian singa putih itu menoleh pada huilan tanpa menghentiakan langkah'nya.
"Hei gadis kecil! jangan keras kepala aku tetap tidak akkk....." ,,,
"Ops...
Seketika singa itu langsung menungkup hidung dengan ke 2 tangan'nya sambil berguling-guling di tanah.
Aaauurggghh...
Dia meraung kesakitan, karna dia tidak fokus ke jalan yang dia tempuh. jadi saat mengembalikan pandangan'nya ke depan, tiba2 hidung dia malah mencium tugu batu pembatas yang menghubungkan hutan sunyi dan hutan ayakashi.
"Aauurrgghh... sial dasar gadis bodoh! ini semua gara2 kau!!" ,,, singa itu membentak menyalahkan huilan.
"Pppttt...ðŸ¤ðŸ¤ k-kau yang mencium tugu batu tuan lion! kenapa aku yang di salahkan!" ,,, kata huilan sambil menahan tawa'nya yang hampir saja meledak.
Singa itu malah berdecak kesal lalu dia kembali berdiri dan melanjutkan langlah'nya, tapi kali ini dia berjalan sempoyongan seperti orang yang sedang mabuk.
Sebenar'nya huilan sangat ingin sekali melepaskan tawa'nya, tapi dia tidak boleh menyinggung'nya terlalu jauh karna itu akan semakin menyulitkan'nya.
Singa putih itu terus berjalan sampai melewati tugu batu, sedangkan huilan sebelum dia ikut melewati tugu batu, huilan menoleh ke arah lain lalu bicara.
"Senior! sebaik'nya kamu menyerah saja, karna aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan singa putih itu!" ,,, kata huilan dengan suara lantang, setelah berkata demikian huilan pun langsung melesat pergi melewati tugu batu lalu menghilang di udara kosong, dia langsung terkirim ke hutan ayakashi.
Setelah kepergian huilan, sosok pemuda yang memakai pakaian serba biru langit dan berambut putih tiba2 muncul di dekat tugu batu, ke 2 bola mata'nya yang berwarna hijau emerladn memandang ke arah huilan menghilang, tak lama bibir nya menampilkan senyuman yang manis.
"Haa! menarik, aku fikir dia benar2 menyembunyikan sesuatu! kalau tidak, dia tidak akan mengetahui keberadaan ku! gadis misterius aku harap kita bisa bertemu lagi!" ,,, gumam'nya, kemudian sosok'nya menghilang di udara kosong.
*-*
Di hutan ayakashi, huilan dan singa putih masih terus kejar2ran sampai pada akhir'nya singa itu bertambah kesal, tak lama diapun menghentikan langkah'nya.
__ADS_1
"Tsk... gadis kecil kau benar2 telah membuat kesabaranku habis! kalau begitu jangan salahkan aku jika kamu mengalami kecacatan di seluruh tubuh'mu!!" ,,,
Setelah berkata demikian singa putih itu langsung menyemburkan api dari mulut'nya ke arah huilan.
Bbzzztt...
Wosshh..
Wosshhh...
Huilan bergerak cepat dan dengan mudah'nya dia menghindari serangan api tersebut.
"Tsk... sial ternyata gadis ini jauh lebih lincah dari yang aku duga!" ,,, decak'nya
"Hei tuan lion! berhentilah melawan, kamu sedang terluka parah bukan?!" ,,, kata huilan dengan nada yang tenang sambil menghindari semburan2 api.
Tapi singa itu tidak mempedulikan ucapan huilan, dia malah bertambah fokus pada serangan yang dia luncurkan.
"Huh! seperti'nya memang tidak ada cara lain.. aku harus menggunakan tehnik pamungkas! cih... tidak di sangka hanya untuk menghentikan gadis kecil seperti ini saja aku sampai terpojok untuk menggunakan senjata terakhir ku" ,,, batin singa putih.
Kemudian dia berhenti menyemburkan api, lalu pandangan'nya menatap tajam pada huilan. seketika udara di sekitar menjadi tertekan oleh kekuatan mistik yang di sebarkan singa putih, tentu huilan sempat tertekan tapi cepat2 dia menyalurkan energi roh alam yang tidak bisa di rasakan oleh orang lain untuk melindungi diri.
Sedangkan singa putih dia tidak tau kalau ternyata huilan sudah terbebas dari takanan aura'nya.
Sekilas huilan sempat melihat kalau rambut singa yang berwarna putih itu berdiri semua seperti landak, kemudian singa putih mulai berlari mengelilingi huilan dalan jarak beberapa meter dengan kecepatan tinggi, sehingga posisi huilan terlihat seperti sedang berada di tengah2 pusaran angin, dan di saat yang bersamaan singa putih itu mengelilingi huilan.
Ratusan jarum2 putih yang terbentuk dari rambut singa mulai menghujani posisi huilan, dari segala arah.
Syuutt... Syuutt...
Syuutt... Syuutt...
BOOOMM... BOOMMM...
Duri2 rambut yang menghujani posisi huilan langsung meledak secara bertubi-tubi.
"Hem! duri2 rambutku bisa menembus beberapa lapisan energi qi, bahkan 15 kultivator yang berada di pertengahan alam langit pun tidak sanggup menahan serangan dari duri2 rambutku! jadi aku tidak percaya jika gadis bertopeng itu tidak terluka sedikit pun!" ,,, batin singa putih.
"Huh! gadis kecil siapa suruh kau menggangguku! walaupun aku sedang terluka parah, tapi jangan lupa aku masih spirit beast tingkat 10!" ,,, kata singa putih lalu dia tersenyum penuh kemenangan,
Sambil menunggu kepulan asap yang meledakan huilan itu menghilang.
Tak lama kepulan asap akibat ledakan itu akhir'nya menghilang tertiup angin, dan hasil'nya malah membuat singa itu terkejut bukan main sampai2 dia mundur beberapa langkah.
"I-ini, t-tidak mungkin!!" ,,, kata singa putih dengan nada yang meninggi.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc