
***
Roh rubah salju yang membawa huilan dan xing-je kini mereka sudah sampai di depan rumah xing-je, tapi huilan tidak langsung membawa xing-je masuk karna dia masih belum sadarkan diri. sedangkan seluruh luka yang di alami'nya tadi kini semua'nya sudah sembuh total, tidak ada luka yang tertinggal sedikitpun di seluruh tubuh xing-je, hanya saja pakaian yang dia pakai masih ada bercak2 darah.
Huilan meletakan xing-je di kursi kayu panjang yang ada di depan rumah, tak lama kemudian akhir'nya xing-je pun sadar dari pingsan'nya dan langsung memanggil huilan.
"Kaka!" ,,, panggil'nya
"Em.. sudah sadar!" ,,, kata huilan.
"Ugh... apa yang sudah terjadi, kenapa sekarang aku sudah ada di rumah?!" ,,, tanya xing-je yang kebingungan kemudian dia bangun lalu duduk.
"Tidak banyak! tadi kamu hanya mendapat sedikit masalah tapi sekarang semua'nya sudah baik2 saja... Aku sarankan kamu mencari alasan yang tepat agar bibimu tidak merasa hawatir!" ,,, kata huilan yang langsung melangkah menuju pintu masuk.
"Eh?? aku tidak mengingat apa yang sudah terjadi tadi, aku hanya ingat seseorang telah memukul pundaku sampai pingsan, setelah itu aku tidak ingat apa2 lagi" ,,, gumam xing-je yang langsung bangkit lalu menyusul huilan masuk kerumah.
*-*
Di dalam rumah, bibi xing-je baru saja selesai memanaskan dan menghidangkan makanan yang huilan beli di kota, sebelum huilan masuk ke ruang makan huilan langsung mendorong xing-je untuk pergi membersihkan diri dan menukar pakaian'nya karna penampilan xing-je sudah seperti pengemis dengan pakaian yang compang-camping, dan xing-je juga tidak terlalu banyak membantah dia langsung mengikuti permintaan huilan, sedangkan huilan dia langsung menemui si bibi.
"Bibi aku pulang!" ,,, kata huilan yang langsung duduk di depan meja makan.
"Lan'er sudah kembali! apa xing-je juga ikut kembali?!" ,,, tanya si bibi.
"Ia bi, sekarang dia sedang membersihkan diri!" ,,, jawaban huilan sambil mencicipi salah satu makanan yang terhidang.
Si bibi pun ikut duduk tepat di depan huilan.
"Syukurlah kalau begitu, tapi dia baik2 sajakan?!" tanya si bibi sambil tersenyum senang.
"Em.. bibi tenang saja di jamin tidak ada yang lecet sedikitpun!" ,,, kata huilan.
"Huft ... baguslah, tapi kemana dia pergi?" ,,, si bibi bertanya lagi.
"Aku tidak tau, karna tadi aku bertemu dengan'nya saat dia sudah ada di jalan pulang kerumah!" ,,, jawab huilan singkat.
"Oo..."
"O'ya bi, besok lusa aku akan segera pergi untuk melanjutkan petualangan ku!" ,,, kata huilan.
Si bibi kembali meletakan makanan nya ke piring.
"Em.. lan'er, sebenarnya kamu tinggal di sini lebih lama lagi juga tidak apa2, bibi tidak keberatan sama sekali. jadi tidak usah terburu-buru" ,,, kata si bibi.
"Terima kasih bibi untuk tawaran'nya, tapi aku juga harus segera meningkatkan kekuatanku, ada begitu banyak bahaya di luar sana jadi jika aku lemah mungkin aku tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama!" ,,,
Kata2 huilan ini membuat si bibi kembali ingat pada ibu kandung xing-je yang sudah meninggal karna terlalu lemah.
"Kau benar, di luar sana ada banyak orang jahat yang kuat2. andai dulu ibu nya xing-je mengembangkan bakat'nya mungkin sekarang dia masih ada di sini, tapi dia malah lebih memilih berhenti berkultivasi dan melarikan diri bersama pria tak tau diri" ,,, kata si bibi yang di akhiri dengan emosi, mendengar curhat si bibi huilan kembali meletakan sumpit'nya.
"Em.. lalu apa yang terjadi bi?!" ,,, tanya huilan yang penasaran.
"Yah... pada akhirnya dia kembali mencariku dalam keada'an sekarat, dan memohon padaku untuk merawat anak'nya!" ,,, kata si bibi nada'nya mulai sedih, huilan pun ikut diam.
__ADS_1
"Aaah... maaf bibi jadi curhat! O'ya lan'er apa kamu sudah punya tujuan?" tanya si bibi.
"Emm... tidak apa2 bi, Untuk tujuan ku mungkin akan pergi ke akademi. dengar2 sekitar 3 bulan lagi akademi kwang-hua akan merekrut murid baru dari setiap kerajaan, jadi aku berencana akan pergi untuk mencari kerja sambilan, sambil menunggu datang'nya akademi merekrut murid baru!" ,,, kata huilan. si bibi pun terlihat berfikir
"Emm... lan'er, apa bibi boleh meminta tolong?" ,,, tanya si bibi.
"Apa yang bisa aku tolong bi? selama aku mampu maka aku akan melakukan'nya!" ,,, kata huilan.
"Lan'er, bisakah kamu membawa xing-je bersama mu pergi ke akademi?!" ,,, tanya si bibi.
"Tapi, jika xing-je pergi lalu bagaimana dengan bibi?" ,,, tanya huilan.
"Bibi akan baik2 saja di desa, lagipula xing-je memiliki bakat untuk menjadi seorang kultivator, jadi sayangkan kalau di sia2kan dan juga bibi tidak mau kalau xing-je mengikuti jejak ibu'nya!" ,,, kata si bibi.
"Em.. aku tidak keberatan jika xing-je juga bersedia tanpa paksa'an!" ,,, kata huilan yang kembali melanjutkan makan'nya.
"bibi mengerti, o'ya satu lagi lan'er kalau bisa tolong jangan biarkan xing-je pergi ke keraja'an jiankang, bibi tidak mau kalau dia kembali bertemu lagi dengan ayah kandung'nya!" ,,, kata si bibi.
"Kenapa begitu bi?" ,,, tanya huilan.
"Bibi tidak tau kenapa, tapi ini adalah permintaan ter'akhir dari ibu'nya!" ,,, kata si bibi.
"Owh... memang'nya kapan terahir ayah xing-je melihat putra'nya?!" ,,, tanya huilan.
"Saat masih bayi si, tapi ibu'nya bilang saat xing-je dewasa dia akan sangat mirip dengan ayah kandung'nya. di tambah lagi xing-je punya tanda lahir yang di ketahui oleh ayah'nya, jadi jika mereka bertemu ayah'nya sudah pasti akan mengenali'nya dengan mudah!" ,,, penjelasan si bibi, huilan pun mengangguk tanda mengerti.
"Baik bi akan aku usahakan, lagipula di setiap kerajaan itukan tepat'nya luas2 dan ada jutaan orang yang tinggal" ,,, kata huilan santai.
"Baik aku mengerti!" ,,, jawaban huilan singkat, dia mengakhiri perbincangan'nya karna xing-je sudah datang untuk bergabung menikmati makan malam.
🥣🥣🥣
Tak lama kemudian huilan sudah menyelesaikan makan malam nya terlebih dulu, lalu dia pamit untuk pergi istirahat yang pastinya itu hanya alasan. tapi sebenar'nya dia memberikan ruang pada xing-je dan bibi'nya untuk bicara 4 mata.
Setelah huilan pergi istirahat si bibi pun menyampaikan keinginan'nya pada xing-je, agar lusa nanti xing-je mau ikut dengan huilan untuk mengembangkan bakat'nya.
Awal'nya xing-je menolak untuk pergi, tapi setelah si bibi menceritakan kisah ibu kandug'nya yang mati karna terlalu lemah, akhir'nya xing-je pun mau untuk pergi berguru bersama huilan walaupun hati'nya masih terasa berat untuk meninggalkan si bibi.
🌄🌄🌄
Ke'esokan pagi'nya xing-je tidak pergi untuk memetik herbal di bukit, dia lebih memilih untuk latihan ilmu beladiri yang beberapa hari lalu sempat di ajarkan oleh huilan. kemudian siang hari sampai sore hari huilan megajarkan tehnik beladiri yang lain'nya pada xing-je, tidak hanya itu huilan juga mengenalkan xing-je pada senjata pitsol dan mengajari'nya sampai mahir. lalu pada malam hari huilan meminta xing-je untuk meditasi, dan secara diam2 huilan meletakan beberapa kelopak roh bunga kristal di dekat xing-je. sehingga pada ke esokan pagi'nya tingkat kultivasi xing-je naik 2 level hanya dalam 1 malam, tentu xing-je merasa tidak percaya dengan penigkatan baru'nya yang kini berada di level 7 start fighter.
Sedangkan si bibi dan huilan ikut tersenyum senang atas terobosan yang baru xing-je lakukan, dan pada akhir'nya waktu untuk pergi pun telah tiba. sebelum pergi huilan memberikan 30 koin emas pada si bibi, walaupun awal'nya sempat di tolak tapi pada akhir'nya tetap di terima oleh si bibi.
*-*
Huilan dan xing-je akhir'nya pamit pada si bibi, dan tak bisa di pungkiri air mata menjadi saksi perpisahan mereka.
Setelah huilan dan xing-je keluar dari desa, huilan membelokan tujuan'nya yang tadi'nya ingin pergi ke kota besar, tapi melihat tingkat kultivasi xing-je yang rendah, akhir'nya dia mengurungkan niat'nya dan akan membawa xing-je ke hutan sunyi untuk melatih'nya sebentar.
Tak terasa hari telah menjelang siang, akhirnya mereka ber 2 sampai di depan hutan larangan yang berada di bagian perbatasan keraja'an liang-hwang. tapi sebelum masuk huilan mengeluarkan sebuah cin-cin ala modern bermata biru lalu memberikan'nya pada xing-je.
__ADS_1
Ilustrasi cin-cin 👆👆👆
Cin-cin yang di berikan pada xing-je adalah cin2 dimensi tingkat menengah, karna yumi (Ratu Rubah) dia telah membuatkan beberapa benda yang berbau dimensi, salah satunya yaitu cin2 dimensi.
"Xing-je teteskan darahmu ke cin2 ini!" ,,, pinta huilan.
Tanpa berfikir panjang xing-je melakukan apa yang di minta huilan lalu memakai'nya.
"Kaka! kenapa tiba2 kau memberiku sebuah cin2?!" ,,, tanya xing'je keheranan sambil memperhatikan cin2 yang sudah dia pakai, dia merasa takjub dan sangat menyukai'nya karna bentuk nya sangat cantik, dan ini pertama kali dia melihat cin2 berbentuk seperti ini karna biasa'nya dia hanya melihat yang berbentuk bulat atau oval.
"Itu adalah cin2 dimensi tingkat menengah, di dalam'nya aku sudah memasukan beberapa senjata, uang dan beberapa set pakaian. karna kamu tidak memiliki banyak benda jadi aku rasa yang tingkat menengah itu sudah cukup buat mu!" ,,, kata huilan dengan santai.
"APA !! cin2 dimensi ? dan kaka memberikan nya begitu saja padaku?" ,,, tanya xing-je dia benar2 terkejut.
"Itu hanya tingkat menengah! kenapa sampai terkejut begitu!" ,,, kata huilan santai.
"Ya ampun ka, apa kaka tidak tau? cin2 ruang itu sangat langka dan mahal, jangankan tingkat menengah yang tingkat rendah saja harganya bisa mencapai belasan ribu tael emas, dan hanya orang2 dari keluarga keraja'an atau ketua2 akademi saja yang bisa memiliki cin2 dimensi. itupun kebanyakan tingkat rendah sedangkan ini...tingkat menengah tapi kaka memberikan'nya padaku begitu saja! apa kaka tidak merasa rugi?" ,,, kata xing-je panjang kali lebar.
"Owh... ternyara benda kecil ini cukup berharga yah... tapi aku punya lebih dari 10, jadi buat apa punya banyak2!" ,,, kata huilan tanpa merasa terbebani karna telah memberi tau sedikit rahasia'nya.
"Apa!! lebih dari 10? ka, apa ayahmu seorang dewa?! bahkan seorang kaisar saja belum tentu punya lebih dari 5 " ,,, kata xing-je sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. dia hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Haish... aku baru bilang punya lebih dari 10 saja sudah merasa tidak percaya begitu! bagaimana kalau aku memberi tau yang sebenar'nya kalau aku punya lebih dari itu" ,,, batin huilan.
"Aaah.. sudah jangan di bahas lagi, ayo pergi sekarang! kita harus segera menemukan hewan roh yang cocok untukmu!" ,,, kata huilan yang langsung melangkah masuk ke dalam hutan larangan, begitupun xing-je dia pun ikut melangkah pergi mengikuti huilan.
"Ka, aku tidak tau lagi harus membalas semua kebaikan kaka padaku, kaka bukan hanya telah memberiku harta yang berharga, dan sekarang kamu ingin mencarikan aku hewan roh! aku hanya orang biasa, apa yang aku bisa berikan selain diriku!" ,,, kata xing-je.
Huilan pun tersenyum tanpa menghentikan langkah'nya.
"Kau ingin membalasnya dengan dirimu? huh! memangnya apa yang bisa kamu lakukan untuku? jelas2 aku jauh lebih kuat darimu!" ,,, kata huilan dia mencoba menggoda xing-je.
"Ka, aku janji saat aku sudah masuk ke akademi, aku akan berusaha untuk menjadi lebih kuat darimu. setelah aku menjadi kuat aku akan slalu melindungimu dan menemani mu untuk berkeliling dunia!" ,,, kata xing-je sambil mengangkat 2 jari'nya tinggi2.
"Hahahah... aku akan menunggu hari itu tiba!" ,,, kata huilan yang langsung melompat ke pohon.
Begitupun xing-je dia terus mengikuti kemanapun huilan melangkah.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1