
***
"Tunggu dulu, kita masih punya masalah!" kata motao.
"Masalah apa?" tanya si kake dan huilan dengan serempak.
"Kita masih punya 4 masalah... Pertama, untuk mencapai terowongan bawah tanah itu kita perlu orang kuat untuk menghancurkan dinding tanah setebal 45 cm tanpa menimbulkan suara nyaring. Ke dua, terowongan itu sangat panjang yang mungkin butuh waktu 2 atau 3 hari untuk bisa sampai ke ujung terowongan. ke 3, kita tidak punya makanan yang membuatku hawatir kalau kalian akan mati kelaparan. dan yang ke 4, kalian sedang dalam keada'an terluka, jadi aku hawatir kalian tidak akan sanggup menahan nafas untuk berenang sampai ke permuka'an danau, karnan ujung terowongan ini ber'ahir di sebuah goa yang ada di bawah danau!" kata motao.
Seketika orang-orang di sana kembali murung, tapi tak lama huilan pun kembali bicara memecah keheningan.
"Aku ingin bertanya pada kalian semua, sebelum kalian di tangkap dan di kurung di sini, apa kalian bisa menggunakan kekuatan spiritual ?" tanya huilan.
"Yah, kami bisa tapi orang-orang misterius itu telah menyegel kekuatan kami!" kata salah satu tawanan mewakili jawaban semua tawanan.
"Itu bagus jika hanya itu, aku bisa menyelesaikan ke 4 masalah yang motao katakan" kata huilan.
"Benarkah? kau bisa menyelesaikan ke 4 masalah itu ?" tanya motao dan si kake dengan serempak dan antusias.
Huilan hanya mengangguk untuk menjawab dan para tawanan di sana pun kembali tersenyum senang.
Kemudian tanpa membuang-buang waktu lagi huilan pun segera memanggil salah satu spirit beast'nya.
"Longxu, apa kau siap?" tanya huilan.
Orang-orang di sana pun langsung saling memandang satu sama lain, kemudian tak lama segumpal cahaya putih tiba-tiba muncul tidak jauh di depan huilan lalu perlahan segumpal cahaya putih itu berubah menjadi seekor ular putih yang memiliki sepasang mata berwarna biru dan posisi tubuh'nya sedang melingkar dengan ukuran tubuh sebesar betis orang dewasa dan panjang'nya sekitar 3 meter lebih.
Setelah itu ular tersebut merayap menghampiri huilan sambil menjawab pertanya'an-nya.
"Aku akan selalu siap kapanpun master membutuhkan ku!" jawab'nya.
Seketika semua orang di sana langsung terkejut termasuk si kake dan ular hijau'nya yang bernama motao.
"D-dia... beast spesies ular langit!" bisik motao pada si kake.
Sedangkan si kake sendiri, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. kemudian huilan menoleh ke arah motao sambil bicara.
"Motao, dia adalah spirit beast ku nama'nya longxu... kau pergilah tunjukan jalan ke sumur terbengkalai yang tadi kau maksud, nanti longxu akan menghancurkan'nya untuk mu!" kata huilan.
"O-oh ba-baiklah, sekarang bisakah kau kecilkan ukuran tubuh mu?!" kata motao yang di tujukan pada longxu.
Tanpa membuang-buang waktu lagi longxu pun segera mengecilkan ukuran tubuh'nya sampai besar'nya sama seperti ukuran tubuh motao, setelah itu motao dan longxu pun bergegas pergi. sedangkan huilan, dia langsung melangkah ke tengah-tengah koridor penjara sambil merapatkan ke 2 jari di depan bibir. selang beberapa detik tubuh huilan pun mulai di selimuti oleh serpihan ice yang membuat semua tawanan di sana melebarkan ke 2 mata mereka.
"I-itu spi-spiritual ice?!!"
"Dan... dan dia bisa mengendalikan'nya?!"
"Astaga... tidak di sangka, ternyata dia adalah kultivator yang menguasai salah satu kekutan alam!" bisik-bisik dari para tawanan.
Tak lama semua jeruji besi yang ada di sana mulai membeku dengan cara merambat, sedangkan para tawanan mereka semua langsung menjauhi jeruji besi karna takut ikut membeku.
Selang bebepa detik...
Krak... Krak... Krak!!
Semua jeruji besi yang membeku dan di selimuti ice itu retak dan,
__ADS_1
PRANG... PRANG... PRANGG!!!
Semuanya hancur bagaikan serpihan kaca, setelah itu para tawanan pun melangkah menghampiri huilan dan berkerumun di sekeliling'nya.
Setelah semua'nya berkumpul huilan pun langsung membagikan botol porcelain kecil berwarna putih yang ber'isi roh air kehidupan pada masing-masing tawanan dan meminta mereka untuk segera meminum'nya.
Tanpa ragu-ragu lagi mereka pun langsung meminum'nya, selang beberapa detik luka-luka yang ada di tubuh mereka pun ber'angsur pulih dan tidak meninggalkan sedikit pun bekas luka.
"Waahhh... ini, benar-benar menakjubkan!" ucap para tawanan sambil memeriksa tubuh'nya masing-masing.
"Terima kasih nona muda! kebaikan mu ini tidak akan pernah kami lupakan" kata si kake yang di susul oleh para tawanan lain, merema juga ikut berterima kasih.
Kemudian tak lama huilan mengangkat tangan kanan'nya untuk meminta mereka berhenti bicara, dan setelah semua'nya diam huilan pun bicara.
"Kita masih berada di tempat musuh, jadi ini masih terlalu awal untuk kalian berterima kasih!" kata huilan.
Kemudian dia mengeluarkan sebuah cin-cin giok berwarna hijau emerald lalu memberikan'nya pada si kake sambil bicara.
"Kake, aku menunjuk mu untuk memimpin mereka dan menjaga mereka sampai kalian berhasil meninggalkan tempat ini... dan cin-cin ini adalah cin-cin ruang tingkat tinggi, di dalam'nya ada banyak buah spiritual, lalu air suci dan uang serta beberapa helai pakaian wanita... jika kake cukup pandai mengatur kebutuhan semua orang maka persedia'an yang ada di cin-cin ruang penyimpanan akan cukup untuk 2 minggu ke depan!" kata huilan.
Tentu si kake dan yang lain'nya tidak bisa untuk tidak terkejut.
"Nona muda, apa ini tidak terlalu berlebihan? ...cin-cin ruang adalah harta yang sangat langka, apa lagi ini tingkat tinggi! apa nona..."
"Sekarang tidak ada waktu untuk membahas hal seperti ini, jadi ambil saja cin-cin'nya dan bersiaplah! aku akan kembali membuka kekuatan kalian yang di segel!" kata huilan yang memotong ucapan si kake.
Dan tanpa menunggu jawaban dari mereka, huilan langsung meng'aktifkan tehnik penghancur segel yang mengunci kekuatan spiritual mereka.
Selang beberapa detik sebuah array berbentuk rumit muncul melingkar di bawah kaki huilan dan memancarkan cahaya emas dari setiap garis'nya, kemudian pola array terdebut membesar sampai semua orang di sana terkurung oleh fomasi array itu.
"I-ini... ini sungguh menakjubkan! aku bahkan tidak tau ada tehnik penghancur segel meridian secara masal seperti ini..." ucap si kake, lalu dia menatap huilan dan bertanya.
"Nona muda, guru hebat mana yang sudah mengajarimu tehnik kuno yang sudah hilang ini?" tanya'nya.
"Oh, i-itu... emm..."
Huilan malah terlihat kebingungan harus menjawab apa, karna dia sendiri juga belum mengerti kenapa. yang jelas di saat dia memikirkan tentang suatu tehnik maka saat itu juga tehnik yang dia butuhkan akan muncul dengan sendiri'nya di benak huilan.
Beruntung di saat semua orang masih menunggu jawaban dari pertanya'an si kake pada huilan tiba-tiba long-xu dan motao sudah kembali.
"Master, jalan yang menuju ke terowongan bawah tanah sudah selesai di buka!" kata longxu yang masih dalam wujud ular putih kecil.
Mendengar pemberitahuan seperti itu hiulan langsung merasa terbebas dan cepat-cepat menghampiri longxu kemudian meraih tubuh kecil'nya dan menaruh'nya di pundak kanan'nya.
Setelah itu dia kembali bicara yang di tujukan untuk semua orang.
"Ini kabar bagus... baiklah semua'nya, ini sudah waktunya kita pergi!" kata huilan.
Walaupun semua orang masih merasa penasaran dengan kekuatan huilan yang sebenar'nya, tapi setelah mendapat kabar baik seperti itu mereka pun menelan dulu rasa penasaran'nya dan bergegas pergi mengekori huilan.
Mereka terus berjalan ber'iringan di koridor yang menuju ke luar penjara tanpa merasa hawatir karna para penjaga sudah di lumpuhkan oleh huilan saat dia baru memasuki penjara.
Setelah sampai di depan sumur terbengkalai, satu per satu merekapun langsung melompat masuk tanpa rasa takut karna kekuatan roh mereka sudah di buka, jadi mereka sudah bisa menggunakan tehnik peringan tubu.
Sambil menunggu para tawanan masuk ke dalam sumur, si kake dan wanita hamil yang bernama wanrong. Mereka ada sedikit berbincang dengan huilan.
__ADS_1
"Nona muda, apa kau benar-benar tidak akan ikut dengan kami?" tanya wanrong.
Huilan pun menggelengkan kepala'nya sambil menjawab.
"Tidak untuk sekarang, aku masih harus mencari teman-temanku yang masih terkurung di sini" jawab'nya.
"Owh... Kalau tidak keberatan bolehkah aku meminta tolong sekali lagi... Jika kau ada kesempatan bertemu dengan suamiku yang bernama mosheng, tolong beritau dia kalau aku baik-baik saja dan akan menunggu'nya di luar keraja'an lembah!" kata wanrong.
Huilan pun tersenyum tipis lalu menjawab dengan nada yang tenang.
"Baik akan aku usahakan, tapi aku tidak bisa janji! Karna tempat ini sangat luas!" jawab'nya.
"Iya aku mengerti! Tapi aku akan slalu berdo'a agar kau slalu di kelilingi keberuntungan!" kata wanrong.
"Em..." jawab huilan singkat sambil mengangguk.
Kemudian dia menoleh pada si kake lau menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.
"Kake, setelah kalian berhasil keluar segeralah cari tempat persembunyian yang aman! Jika aku sempat aku pasti akan pergi lewat terowongan ini juga!" kata huilan.
"Baik, aku mengerti! Kalau gitu berhati-hatilah nona muda" kata si kake.
Setelah itu wanrong, motao dan si kake. Merekapun melompat turun ke lubang sumur sedangkan huilan, dia langsung menutup sumur itu dengan tanaman rambat liar untuk menghilangkan jejak. Setelah selesai, huilan dan longxu pun melesat pergi untuk menlanjutkan pencarian'nya.
...'-'...
Setelah posisi huilan sudah cukup jauh dari letak sumur terbengkalai itu, tiba-tiba huilan kembali menghentikan langkah'nya di salah satu atap bangunan. Karna tepat di ujung atap yang akan dia lewati terlihat satu bayangan pria sedang melangkah menghampiri'nya.
Tak lama sosok bayangan itu berhenti di depan huilan dengan jarak 5 meter, kemudian tanpa basa-basi orang yang menghadang itu angkat bicara yang berhasil membuat huilan terkejut sampai mundur beberapa langkah. Karna dia mengenali suara si penghadang itu.
"Huh! Kau benar-benar licin seperti belut!" ucap si pria penghadang yang tidak lain dia adalah pangeran chu, atau tuan muda chu.
Lalu suara pria lain terdengar dari arah atap samping.
"Tapi tidak peduli seberapa licin dirimu bisa melarikan diri, tetap saja pada akhir'nya kau masih bisa kami tangkap!" dan tepat setelah berkata demikian, pria yang ada di atap sebelah yang tidak lain dia adalah pangeran kim atau pangeran ke 2. Dia langsung mengibaskan tangan kanan'nya ke arah huilan.
Wuusshhh....
Berkat cahaya bulan huilan bisa melihat beberapa jarum perak sedang melesat ke arah'nya... Dengan cepat huilan pun mengarahkan telapak tangan kanan'nya ke samping dan seketika jarum-jarum perak itu tertahan oleh sesuatu yang transparan.
Kemudian huilan mengibaskan tangan kanan'nya itu yang membuat jarum-jarum yang tertahan itu kembali menyerang tuan'nya.
Woosshhh....
"Cih..."
Pangeran kim berdecak sambil bergerak cepat untuk menghindari jarum-jarim'nya, sedangkan huilan. Dia mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.
Namun sayang dia harus mengurungkan niat'nya karna dia sudah di kepung oleh belasan kultivator tingkat tinggi.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc