The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
***Xu Hui-Lan Kedatangan 4 Bandit


__ADS_3

***


Ke'esokan pagi'nya terlihat hui-lan sedang menggeliat di atas pohon yang baru terbangun dari tidur'nya.


"Hooaamm... selamat pagi dunia",,,


Setelah itu hui-lan pun melompat turun dan mencari sumber air untuk membersihkan diri'nya, tak lama kemudian dia menemukan air terjun yang lumayan cukup tinggi dengan air yang jernih.



Ilustrasi 👆👆👆


Kemudian tanpa ragu2 lagi hui-lan pun membersihkan diri di sana, setelah selesai dia melihat ada gerombolan ikan berenang kesana kemari.


Hui-lan pun tersenyum lalu dia berniat menangkap 1 atai 2 ekor untuk mengisi perut'nya yang kosong, kemudian hui-lan mencari sesuatu benda yang bisa di jadikan alat untuk menombak ikan. tapi sayang nya tidak ada, akhir'nya hui-lan pun menggunakan tongkat besi yang slalu dia bawa karna dia memiliki tongkat besi lebih dari 1.


Lalu dia melepaskan sepatu dan kemeja kemudian meletakan nya di atas batu, beruntung kedalaman sungai hanya sebatas lutut. dia pun turun dan berjalan ke tangah sungai karna kebetulan ada 1 batu di tengah2 sungai, lalu dia berdiri di atas batu dan mulai membidik buruan nya.


Hui-lan terus fokus untuk bisa menangkap ikan sampai hari menunjukan siang, tapi sayang nya dia tidak sedang memiliki keberuntungan. sudah beberapa kali dia mencoba tapi tetap saja gagal, hui-lan pun mulai merasa kesal dan mengeluh.


"Hu.. hu.. hu.. ternyata hidup di dunia luar itu sangat sulit, aku sudah terbiasa di layani. tapi sekarang aku harus melakukan nya sendiri, hei.. ikan ! berhentilah menghindar biarkan aku menangkap mu" ,,, hui-lan mengoceh.


Dia masih terus berusaha menombak ikan menggunakan tongkat besi'nya.


"Oh.. ayoolaah.. apa kalian tidak kasian pada perutku ini, sudah 1 minggu aku hanya makan popmi sama biskuit saja!" ,,, dia masih mengoceh dan barharap ada ikan yang mau menyerahkan diri padanya.


1 Jam berlalu.. hui-lan belum berhasil menangkap 1 ekor pun, dan itu benar2 membuat'nya semakin geram.


"Aaa... aku menyesal saat aku camping, aku hanya jadi pengarah saja, tidak belajar cara agar bisa bertahan hidup di tengah2 hutan blantara! Hum!!.. baiklah ikan aku akan membuat kalian menyesal karna sudah mempermainan ku" ,,, ocehan hui-lan. kemudian dia tersenyum licik lalu kembali ka tepi sungai.


"Karna kalian tidak ingin aku tombak, maka aku akan mengangkat kalian semua ke darat" ,,,


Setelah berkata demikian hui-lan pun mengambil 3 buah bom granat, dan langsung membuka penutup lalu melemparkan nya tepat ke arah gerombolan ikan berada.


BOOMM...


BOMM...


BOOMM....


Byuuurrrr...


Ledakan bom granat berhasil membuat air dan beberapa ekor ikan terlempar ke darat.


"Hahahaa... aku memang jenius!!" ,,, hui-lan narsis sendiri sambil tertawa, walaupun ada sebagian ikan yang hancur akibat ledakan.


Kemudian dia kembali memakai kemeja dan sepatu nya, lalu mengumpulkan ikan2 yang sudah terdampar, dan menumpuknya jadi satu tumpukan.


"Adduuh.. sepertinya ini terlalu banyak, aku ngga mungkin memakan semua nya" ,,, gumam nya.


Setelah mengumpulkan ikan jadi 1 tumpukan, tiba2 4 orang pria dewasa datang menghampiri hui-lan.


"Woah... hahaha... kami mendengar suara2 ledakan dari dekat sungai, kami kira sedang ada pertarungan ternyata bukan, tapi ada seorang dewi sedang asyik mengumpul buruan nya" ,,, kata salah satu pria sambil memperhatikan hui-lan dari atas hingga bawah.


"Hei.. gadis kecil kami berani sekali di tengah2 hutan seperti ini, kamu tidak menutupi kakimu yang cantik dan jenjang itu, apa kamu sedang menggoda kami?! ,,, kata yang satu nya lagi.


Hui-lan tidak berbicara apapun, dia malah menatap dingin pada 4 pria itu.

__ADS_1


"Kenapa mereka berpakaian seperti orang2 jaman dynasti ya?! apa sedang ada syuting drama kolosal di hutan ini? tapi.. jika di nilai dari ucapan mereka barusan, sepertinya mereka bukan orang baik2.. Ughh.. sial nasib ku malang sekali, ini yang ke 2 kali nya aku bertemu orang2 yang menyebalkan" ,,, batin hui-lan.


Kemudian dia mendengar suara yumi-xu (Ratu rubah) lewat telepati.


"Nona seperti nya mereka bukan orang baik2, apa nona perlu bantuan? mereka pasti menganggap nona gadis yang lemah!" ,,, kata yumi lewat telepati.


"Terima kasih yumi, tapi itu tidak perlu. kamu fokus saja pada pemulihan mu, aku bisa menghadapi mereka sendiri" ,,, kata hui-lan lewat telepati.


"Tapi nona, mereka ber4 adalah kultivator yang sudah mencapai pertengahan alam bumi!" ,,, kata yumi dia mulai hawatir.


"Kutivator? apa itu?!" ,,, tanya hui-lan.


"Kultivator itu adalah manusia yang bisa mengendalikan energi mistik, hampir sama seperti yang pernah nona lihat saat aku dan si gorila bertarung" ,,, kata yumi dia sengaja tidak menjelaskan semua'nya, karna yumi sendiri merasa penasaran dengan kekuatan yang di miliki hui-lan.


"Kalau aku tak sanggup melawan mereka, aku akan masuk ke dalam dimensi" ,,, kata hui-lan.


"Nona aku sarankan nona jangan gegabah, kalau bisa jangan sampai ada orang lain yang tau kalau nona memiliki ruangan dimensi sendiri" ,,, kata yumi.


Yumi sendiri sudah memiliki tenakan bahwa hui-lan bukan gadis sembarangan.


"Aku mengerti!" ,,, kata hui-lan.


Kemudian dia kembali fokus pada 4 pria yang masih memperhatikan nya dengan tatapan mesum,


"Hei gadis bagaimana ?! apa kamu tertarik untuk bersenang-senang dengan kami?" tanya salah satu pria.


Hui-lan pun tersenyum manis yang membuat ke 4 pria itu langsung tidak sabar untuk menyentuh hui-lan.


"Boleh, asal... kalian tidak menyakitiku itu tidak masalah" ,,, kata hui-lan dengan nada yang nakal dan menggoda.


Ke 4 pria itu langsung tertawa senang karna mendapat sambutan seperti itu, lalu mereka melangkah menghampiri hui-lan. 2 meter sebelum mereka mendekat pada hui-lan, hui-lan langsung menghentikan langkah mereka.


Ke 4 pria itu saling memandang dan tersenyum.


"Hahaha... itu tidak masalah!" ,,, kata salah satu dari mereka.


Kemudian 2 orang pria pun maju mendekati hui-lan.


"Tunggu dulu!" ,,, hui-lan kembali menghantikan mereka.


"Apa lagi?!" ,,, kata salah satu pria dia tidak bisa sabar.


"Em... aku malu dika di lihat.. bisa tidak yang 2 orang lagi bersembunyi dulu" ,,, kata hui-lang dengan manja.


"Hahaha... begitu rupanya, hei kalian sembinyi dulu sana.. setelah kami selesai kami akan panggil kalian" ,,, kata si pria yang sudah mendekati hui-lan.


Ke 2 rekan mereka pun merasa kesal, tapi mereka tetap menjalan kan perminta'an hui-lan. setelah mereka bersembunyi cukup jauh, ke 2 rekan nya lagi itu langsung mengulurkan tangan nya untuk menyentuh hui-lan, tapi tiba2 tangan mereka di tepis oleh hui-lan.


"Hei!! apa kami ingin mempermainkan kami?!" ,,, kata si pria.


Tapi hui-lan malah tersenyum devil, lalu mendorong ke 2 pria itu hingga mereka terduduk di atas batu, kemudian hui-lan menyentuh leher mereka tepat di bawah daun telinga mereka secara bersama'an.


"Kalian tidak sabaran sekali" ,,, kata hui-lan masih dengan nada yang menggoda.


"Heh' tentu saja kami..." ,,, ucapan meraka menggantung.


Karna mereka langsung merasakan ada sesuatu yang dingin menusuk leher mereka, kemudian mereka pun membulatkan bola matanya dan menatap hui-lan dengan tatapan kemarahan.

__ADS_1


"Ka..kamuwuwuwu.." ,,,


Ucapan mereka terhenti karna hui-lan langung menyumpal mulut mereka dengan daging ikan yang sudah hancur akibat ledakan, hingga mereka tidak bisa berteriak untuk meminta tolong lalu hui-lan pun mundur menjauh sambil tersenyum licik.


Sedangkan tubuh ke 2 pria itu mulai gemetar mereka mulai merasakan sakit di sekujur tubuh nya seperti ada ribuan jarum dingin yang menusuk, dan mereka juga tidak bisa menyerang balik karna jarum beracun yang hui-lan tanamkan sudah bereaksi.


"Hum!!.. jangan main2 dengan se'orang dewi kematian" ,,, kata hui-lan karna dia sudah mendapat gelar dewi kematian saat di dunia modern.


Mereka benar2 tidak menyangka bahwa nyawa mereka akan berakhir di tangan seorang gadis biasa yang tidak memiliki kekuatan roh, itu tanggapan mereka.


Akhirnya ke 2 pria itupun menyemburkan darah hitam beserta potongan2 daging ikan, lalu menghembuskan nafas terakhirnya dalam keada'an mata membulat tanda mereka tidak terima dengan kematian nya.


Di dalam dimensi yumi dan hakubi benar2 terkejut bukan main, mereka benar2 tidak menyangka kalau hui-lan ternyata bisa berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. dan yang paling membuat mereka heran adalah kapan nona nya melakukan penyerangan pada 2 pria tersebut??


"Woaahh... bagaimana kau melakukan nya?" ,,, tanya hakubi lawat telepati.


"Hehe... itu rahasia!" ,,, jawab hui-lan singkat.


Kemudian hui-lan mengambil harta benda yang di miliki 2 pria tersebut lalu menyimpan nya di dalam dimensi.


Setelah itu hui-lan menaburkan serbuk putih pada tubuh 2 pria yang sudah mati, lalu hui-lan mengambil 2 ekor ikan yang masih utuh dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Hui-lan melesat pergi dia melompat dari pohon ke pohon untuk mempercepat pergerakan nya.


"Hahahaha... aku ngga nyangka kalau aku sudah merampok harta benda berharga mereka" ,,, gumam hui-lan.


Kemudian dia mendengar hakubi bertanya sesuatu pada hui-lan.


"Nona, serbuk putih yang kau tabur kan ke tubuh 2 pria brandalan tadi itu apa?" ,,, tanya yumi lewat telepati.


"Oo.. itu hanya semacam asid, jika tersentuh oleh kulit maka akan menimbulkan sensasi terbakar" ,,, kata hui-lan.


Diapun terus semakin menjah menuju ke perbatas.


Beberapa jam kemudian...


Akhirnya hui-lan pun sampai di atas bukit, dia berdiri dan memandang lurus ke depan. di bisa melihat ada 1 bukit lagi yang harus dia lewati, dan dari balik bukit itu hui-lan melihat kepulan asap terbang ke langit tanda ada kehidupan di sana.


Hui-lan pun tersenyum lalu mengangkat tinggi2 ke 2 ekor ikan yang dia tenteng, dan sudah kering.


"Hehe... akhir nya aku bisa makan ikan juga, gara-gara aku ngga bisa masak terpaksa aku harus menahan lapar" ,,, kata hui-lan lalu tersenyum.


Kemudian dia kembali meluruskan pandangan nya ke depan, dan langsung ambruk terduduk di atas rerumputan dengan ke 2 alis yang mengkerut dan tidak semangat lalu dia teriak...


Aaaaaahhh......


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2