The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Kecelakaan Di Hari Pertama


__ADS_3

***


Di tempat xu hui lan.


Huilan yang terus berlari menerobos kabut, dia sendiri tidak mengerti kenapa ada kabut di tempat itu dan entah berapa lama dia sudah berlari, sampai² baju yang dia pakai sudah mengering.


Huilan mulai kelelahan lalu berhenti sejenak untuk mengatur nafas'nya yang sudah tidak ber'aturan.


"Sial... sebenar'nya dimana aku sekarang? bukankah aku jatuh di tengah² laut, tapi kenapa tiba2 aku muncul di dalam goa yang di kelilingi oleh kabut, ini benar² tidak masuk akal, apa aku sedang bermimpi ??" ,,,


Begitu banyak pertanya'an² yang muncul di kepala'nya, kemudian dia pun kembali melanjutkan langkah'nya. Tapi kali ini dia mengeluarkan jam tangan yang berisi bola² magnet kecil, walaupun bentuk'nya sangat kecil tapi benda ini bisa memicu sebuah ledakan yang mampu menghancurkan dinding setebal 8 cm sekaligus.


Huilan terus melangkah sambil menjatuhkan bola2 magnet kecil itu, satu persatu dengan jarak yang berjauhan.


Dia terus berjalan sampai akhir'nya langkah'nya terhenti lalu jongkok untuk memungut suatu benda hitam kecil yang membuat'nya terbelalak.


"I...ini kan magnet yang aku jatuhkan sepanjang aku melangkah!!!" ,,, Huilan langsung terduduk di rumput dia menoleh ke kiri dan ke kanan lalu berteriak.


"Aaaa.... jadi dari tadi aku hanya berputar-putar!! shitt, tempat terkutuk apa ini sebenar'nya... Aaa!!" ,,, dia berteriak kencang sambil mengibas-ngibaskan tangan'nya mencoba untuk mengusir kabut yang mengelilingi'nya.


Tanpa dia sadari Liontin pasangan yin milik'nya mengeluarkan energi mistik yang membuat kabut ilusi itu akhir'nya terpecah, dalam sekejap mata tiba2 kabut itu mulai menghilang dan menjauh dari huilan.


Kini huilan bisa melihat bahwa dia sekarang berada di hutan dan masih dekat dengan goa tempat huilan muncul tadi


Kemudian Huilan pun berdiri.


"Hum!!... aku yakin ini pasti ulah si hantu putih yang aku temui tadi" ,,, kata huilan dengan nada dedikit tinggi saking kesal'nya.


Dia tidak menyadari si pria berambut putih itu sedang memperhatikan gerak-gerik'nya.


Mendengar dirinya di panggil hantu putih dia kembali menyeringai.


"Kucing kecil, rupanya minta di hukum" ,,, batin si pria berambut putih itu. kemudian pria itu langsung melompat dari atas pohon ke arah huilan dengan kecepatan secepat kilat.


Huilan menyadari ada seseorang melesat ke arah'nya, dia ingin menghindar tapi entah kenapa tiba² tubuh'nya tidak bisa bergerak, dia merasa udara di sekitar'nya telah menahan pergerakan huilan, dan tidak bisa di hindari lagi. tubuh snow langsung di sambar oleh si pria berambut putih itu.


Huilan bisa merasakan tubuh'nya melayang naik ke arah belakang, Pria itu membawa huilan mendarat di atas pohon yang besar.


Kaki huilan yang sudah menginjak dahan itu, kemudian tubuh huilan terdorong mundur sampai punggung huilan menyentuh pohon dengan posisi kedua tangan'nya sudah di cengkram di atas kepala'nya oleh satu tangan si pria berambut putih.


Untuk beberapa saat huilan mematung karna terkejut, kemudian sebelah tangan pria itu sedikit mencengkram rahang huilan dan mendongak'kan wajah huilan ke atas sehingga wajah mereka saling berhadapan.


Si pria itu menatap lekat pada wajah huilan, dia menelusuri setiap pahatan wajah huilan yang sempurna kemudian tatapan'nya ber'ahir di bibir yang ranum berwarna merah muda.


"Hum! kucing kecil yang menarik" ,,, ucapan si pria sambil menyunggingkan bibir'nya, dalam hati dia mengagumi ke'indahan yang ada di depan mata'nya.


Snow masih belum sadar dari keterkejutan'nya dalam fikiran'nya dia tidak pernah menyangka bahwa pria yang di depan'nya ternyata si hantu putih yang tadi, yang kebenaran'nya dia sangat tampan.


Huilan jadi tersipu malu lalu membuang pandangan'nya ke samping, tapi si pria itu tidak membiarkan'nya dan kembali menarik wajah huilan untuk menghadap'nya.

__ADS_1


Huilan merasa sedikit risih, kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Tu...tuan.. aku rasa kita tidak punya dendam apapun, tapi kenapa anda menahanku?!" ,,, tanya huilan.


"Hum! tidak usah berbelit-belit, beritau aku, sudah berapa lama kamu melihat ku saat berada di kolam?" ,,, kata si pria dengan nada yang dingin.


"Tu..tuan.. aku benar² tidak mengerti apa maksudmu? aku bahkan tidak tau kenapa aku bisa jatuh di sana" ,,, ucapan huilan yang mulai kebingungan.


"Hm... tidak mau katakan ya, tapi aku tidak mau di rugikan begitu saja, kau pasti sudah melihatku saat berada di kolam, aku akan anggap ini sebagai ganti'nya" ,,, kata si pria itu lalu kembali menyeringai.


Huilan menjadi punya firasat buruk melihat seringai dari bibir pria berambut putih itu.


"Tapi tuan, aku banar tidak....." ,,,


Ucapan huilan terpotong karna si pria itu sudah mendaratkan bibir'nya di bibir huilan, hal itu membuat huilan terkejut bukan main.


"Mmmpp..." ,,,


Huilan berusaha untuk melepaskan diri dengan nafas yang di tahan, Tapi sayang'nya pria ini jauh lebih kuat dari'nya.


Mengetahui gadis itu memberontak, si pria bukan menghentikan aksi'nya, tapi malah semakin memperdalam ciuman'nya, lidah'nya pun mulai memainkan lidah milik huilan, tanpa terasa si pria mulai menikmati sensasi manis dan lembut itu.


Kemudian tangan yang menahan dagu huilan kini mulai turun menelusuri punggung gadis itu dan saat penelusuran'nya sampai di pinggang, dia langsung menarik tubuh huilan hingga tubuh mereka semakin merapat tanpa jarak se'senti pun.


Huilan mulai merasakan tubuh'nya menjadi aneh, dan di saat yang bersama'an, huilan mulai kehabisan nafas tapi pria itu belum juga menghentikan aksi'nya, Tanpa di sadari air mata huilan mulai mengalir yang membuat pria itu akhir'nya tersadar lalu dia menghentikan aksi'nya dan melepaskan huilan dari pelukan'nya kemudian dia mundur beberapa langkah.


"Huhuhu... Ciuman pertamaku hilang begitu saja, hum!! dasar bajingan berani'nya dia memperlakukan ku seperti, cari mati ya?? ,,, batin huilan yang mulai di kuasai amarah.


Si pria yang melihat huilan seperti itu merasa sedikit bersalah karna walau bagaimanapun mereka tidak saling mengenal satu sama lain dan ini pertemuan pertama mereka, tapi dia tidak menunjukan rasa bersalah'nya dan malah mengatakan sesuatu yang membuat huilan semakin kesal.


"Mmm.. kucing kecil rasa'nya lumayan juga" ,,, ucapan si pria itu sambil menjilat bibir'nya sendiri. Kemudian dia menoleh ke arah lain dia mendapat pesan lewat telepati.


Huilan yang sudah merasa baikan berniat ingin langsung menghajar pria kurang ajar itu, dan di saat pria itu kembali menoleh padanya, huilan langsung menendang bokong pria itu.


Tuiiinngg....


Karna posisi si pria sedang tidak siap akhir'nya dia terdorong jatuh dari dahan pohon, kemudian dengan cepat dia menggunakan ilmu peringan tubuh sehingga dia bisa mendarat di tanah dengan sempurna.


Kemudian dia kembali menoleh ke arah gadis itu.


Huilan sudah melompat dari dahan sambil mengayunkan tongkat besi yang entah darimana datang'nya, dia terjun dan mulai menyerang. Tapi bukan hal sulit bagi si pria untuk menghindari serangan² dari gadis kecil itu.


Si pria itu mulai merasa kagum pada gadis kecil yang sedang dia hadapi, karna dia tidak bisa merasakan ada'nya kekuatan roh di dalam tubuh gadis itu, tapi saat dia jatuh ke kolam mata air roh dia baik2 saja. Di tambah lagi dia berani datang ke hutan ayakashi dan berhasil memecah kabut ilusi yang ada di sekitar goa.


Huilan mulai merasa kesal karna serangan2 nya tidak ada satupun yang mengenai pria itu, padahal dia sudah menggunakan kecepatan maksimal. Dengan terpaksa huilan pun mengeluarkan jarum2 beracun'nya dan mulai menggunakan jarum itu di sela² serangan'nya.


Tapi sayang'nya pergerakan pria itu jauh lebih cepat darinya sehingga jarum² itu hanya melewati tubuh pria itu dan melesat ke'arah dedaunan.


Pria itu sempat melirik jarum2 yang menancap di dedaunan, yang perlahan-lahan daun itu mulai layu kemudian mengering dan gugur.

__ADS_1


Dia sedikit terkejut dan langsung mengetahui bahwa gadis itu tidak sedang main2, dan saat dia kembali memfokuskan pandangan'nya pada gadis itu dia sudah kembali menyerang dan kali ini gerakan'nya jauh lebih cepat dari sebelum2 nya. Si pria itu sempat terkecoh karna huilan mengayunkan tongkat besi'nya bersama'an dengan jarum2 yang siap di lemparkan.


Dengan terpaksa pria itu merebut tongkat besi itu lalu melancarkan pukulan ringan ke bagian perut huilan.


Alhasil huilan pun terpental lalu menabrak pohon dan tersungkur di tanah, dengan nafas yang sudah tidak teratur huilan bangkit dan duduk sambil memegangi perutnya, untuk menahan rasa sakit lalu tak lama kemudian dia terbatuk-batuk dan memuntahkan seteguk darah segar yang menodai jumpsuit putih'nya.


Si pria itu baru saja membenarkan posisi berdiri'nya sambil meneliti tongkat besi yang berhasil dia rebut dari huilan, kemudian dia menoleh pada huilan yang sedang menatap'nya dengan tatapan tajam.


"Kucing kecil aku heran, kenapa kamu begitu marah padaku seharus'nya kan aku yang marah padamu" ,,, ucapan pria itu yang tersenyum tipis.


Huilan masih menatap'nya untuk beberapa saat tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, kemudian dia menyeringai sambil menghapus darah dari bibir'nya lalu dia bersiul.


Si pria itu sedikit heran dengan sikap gadis itu, lalu tak laman kemudian tiba2 Rumput² di sekitar mulai bergerak seperti tertabrak mahluk2 kecil dari bawah rerumputan dan datang dari segala arah...


Pria itu menjadi waspada dan mulai menyebarkan kekuatan roh'nya, kemudian munculah bola2 kecil berwarna hitam yang mulai berkumpul di sekeliling pria itu. Dia mengerutkan alis'nya keheranan karna benda2 hitam kecil itu hanya benda biasa menurut'nya, tapi bagaimana benda2 itu bisa bergerak dengan sendiri'nya. karna merasa benda2 kecil itu tidak berbahaya, pria itu menghentikan penyebaran kekuatan roh'nya dan dengan Pede'nya dia mengambil 1 butir dengan 2 jari lalu mengangkat'nya tinggi2 sambil berbicara.


"Kucing kecil, apa kamu sedang memainkan sebuah trik" ,,, Kata si pria sambil meneliti benda kecil itu.


Huilan hanya bersikap dingin, tak lama kemudian bola2 itu semakin banyak di sekeliling pria itu.


Tapi dia tidak mempedulikan'nya dia hanya melapisi seluruh tubuh'nya dengan energi Qi sambil memperhatikan sikap snow.


"Ada apa dengan gadisini" ,,, batin si pria.


Huilan bersikap tenang sambil memutar-mutarkan rambut'nya dengan 1 jari.


"Tuan aku harap setelah ini kita tidak akan bertemu lagi, by.....by...." ,,, kata huilan sambil melambaikan tangan'nya.


Si pria masih dengan exspresi dingin'nya dia sedang menanti kejutan apa yang akan di dapat dari gadis itu, lalu tiba2


Boomm...


Bola2 magnet yang sudah mengelilingi pria itu tiba2 mengeluarkan percikan api lalu meledak dan di saat yang bersama'an huilan pun menghilang di udara kosong.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2