
***
"Ha-hallo... Nonaaa... Toloooonnggg!!"
Suara di ujung telpon yang di susul oleh suara teriakan-teriakan dan keributan.
"Hallo!! hallo!! bibi!! Apa yang terjadi?" tanya snow dengan nada yang panik.
Tut-Tut-Tut...
Panggilan pun terputus tiba2, Snow yang panik mencoba untuk melakukan panggilan ulang, Tapi nomor yang di tuju sudah tidak aktif lagi.
Sementara itu Muyan yang mendengar suara keributan di ujung telpon, dengan cepat dia bergegas ikut masuk ke dalam mobil snow dan langsung duduk di kursi pengemudi.
Snow yang panik langsung menoleh ke arah Muyan yang tiba2 masuk dan langsung menyalakan mesin mobilnya, Snow pun langsung bertanya.
"Hei!! apa yang kamu lakukan?" tanya snow yang langsung menahan tangan Muyan.
"Kita harus bergegas ke villa! Sepertinya terjadi sesuatu di sana, Pasang sabuk pengaman mu, aku akan menyetir dengan kecepatan penuh" kata Muyan yang langsung fokus menyetir,
Tanpa berfikir panjang lagi snow akhir'nya menuruti muyan.
15 Minit kemudian...
Mobil snow pun sampai di dekat villa, Muyan langsung mematikan mesin mobilnya di tempat yang sedikit jauh, kemudian tanpa bicara apa-apa lagi snow langsung keluar dari mobil dalam keadaan tanpa alas kaki alias nyeker😅.
Setelah di luar mobil snoe bisa melihat ada 2 helikopter terbang di atas villanya, Kemudian snow pun bergegas menuju pos penjaga, Begitu sampai snow langsung terkejut dan segera menungkup bibirnya menggunakan telapak tangan kanan, Dia melihat beberapa penjaga'nya sudah bergeletak'kan tak sadarkan diri bahkan ada juga yang sudah terluka.
kemudian snow pun bergegas kembali ke mobil untuk mengambil beberapa senjata dan tongkat besinya yang dia simpan di bagasi mobil.
Mu yan yang sedang melakukan beberapa panggilan untuk meminta bantuan itu langsung menoleh pada snow.
"Bagaimana?" Tanya Mu yan, snow menggelengkan kepalanya lalu bicara.
"Kaka Yu aku akan masuk sekarang! Aku menghawatirkan kakek dan nenek" ucap snow yang langsung melangkahkan kakinya.
"Tunggu sebentar itu terlalu bahaya!! Kita tunggu bala bantuan dulu, Sebentar lagi mereka akan datang " Usul Muyan yang langsung meraih tangan snow.
"Tida ada waktu lagi Mereka sedang dalam bahaya, Jika kaka yu takut tunggu saja di sini sampai bantuan datang, Aku akan tetap masuk sekarang!!" bantah snow yang langsung menghentakan tangannya hingga terlepas dari pegangan Muyan, Kemudian dia lari dengan cepat dan Mengambil ancang-ancang untuk memanjat pagar tembok setinggi 2 meter, dan dengan mudahnya snow memanjat temboj walaupun dia masih memakai gaun putih nya.
"Ya ampuunn!! apakah dia benar2 seorang gadis kecil?! Ck..ck..ck.." batin Muyan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian dia ikut masuk lewat jalan lain.
Di tempat snow~
Setelah Melompat dari pagar dia langsung lari menuju pintu masuk villa dan membukanya secara paksa, Tanpa ragu2 lagi snow masuk dan langsung di sambut oleh beberapa orang pria yang memakai pakaian serba hitam dan masker hitam plus sudah lengkap dengan senjata api yang di arah kan ke arah snow.
Snow menatap mereka dengan tatapan yang dingin untuk beberapa saat, lalu dia melihat sekelilingnya, Terlihat beberapa bodyguard dan pelayan nya sudah bergeletak'kan di lantai, ada yang masih hidup dan ada juga yang sudah mati.
Melihat pemandangan seperti itu benar2 membuat snow semakin marah, dan mengepalkan tangan nya untuk menahan emosi, lalu dia kembali menatap pada para pembunuh bayaran itu dengan tatapan yang tajam bagaikan tatapan elang yang siap menerkam mangsa'nya.
Para PemBay ( pembunuh bayaran ) itu terus memperhatikan snow dari atas sampai bawah, kemudian mereka tersenyum sinis di balik maskernya lalu melontarkan kata2 yang menjengkelkan menurut snow.
"Hemm... Sungguh gadis yang menggoda cantik dan seksi! Hei gadis kecil, apa kamu masih mau hidup? kami akan memberimu kesempatan, Kamu bisa menukar nyawamu dengan tubuhmu " kata salah satu pembay itu.
"Iyaa benar, asal kamu bisa melayani kami di atas tempat tidur sampai puas!" sambung salah satu rekan'nya yang di akhiri dengan gelak tawa dan tatapan mesum.
Beruntung snow masih bisa mengendalikan emosinya, kemudia snow membalas kata2 mereka.
"Huh! Sebaiknya kalianlah yang meminta pengampunan dari ku, karna aku tida akan membiarkan satupun dari kalian kembali dalam keadaan masih hidup!!"
Mendengar ucapan snow seperti itu membuat para pembay itu ketawa terbehak-bahak dan mengejek ancaman dari snow.
"Hahahahah... gadis kecil kami suka sekali dengan lelucon mu itu" kata salah satu pembay.
__ADS_1
Snow pun menyunggingkan sudut bibir'nya lalu membalas.
"Huh...dasar bodoh!! kalian tidak bisa membedakan mana acaman mana hiburan" Ucap snow yang langsung menerjang maju dan melemparkan beberapa jarum beracun.
Jarum snow pun berhasil mendarat di salah satu tubuh pembay, Kemudian snow mengayunkan tongkat besinya dan berhasil menjatuhkan beberapa musuhnya, sampai tumbang ke lantai dengan beberapa luka lebam akibat pukulan tongkat besi, kemudian snow langsung menanamkan jarum-jarum beracun ke tubuh para pembay itu dengan gerakan yang cepat.
Para pembay yang tadi mengejek snow itu terbelalak dengan gerakan cepat yang dilakukan snow, Dan mereka juga tida punya kesempatan untuk membalas serangan mendadak itu, kini mereka hanya bisa merasakan sakit yang luar biasa, karna racun dari jarum sudah menyebar dengan cepat,
Dalam hitungan detik mereka tidak bisa bertahan lagi dan akhirnya mati,
Kejadian itu membuat para pembay yang menyaksikan aksi snow dari lantai atas itu terkejut bukan main.
Snow pun menoleh ke atas dan tanpa buang waktu lagi dia langsung berlari dan melompat ke atas pagar yang ada di samping tangga lalu berlari di atasnya menuju ke lantai atas, dia sengaja tidak lewat anak tangga, karna dia fikir itu hanya akan memperlambat gerakan nya.
Snow berlari dengan cepat, dani di saat yang bersamaan para pembay yang ada di atas pun tetsadar dari keterkejutan nya, dan langsung bergegas melepaskan beberapa tembakan ke arah snow.
Dorr!! dorr!! dorrr!!
Trang... trang...trang...
Prang... prang... prang...
Suara tembakan yang melesat dan menabrak tongkat besi milik snow itu pluru-pluru pun terpental ke segala arah dan berakhir di guci-guci dan vas-vas bunga yang ada di lantai bawah hingga pecah.
----------
Muyan yang ada di luar menjadi panik setelah mendengar suara-suara seperti itu, Tapi dia juga tida bisa bergegas masuk untuk membantu, karna dia juga sedang menghadapi beberapa pembay lain yang ada di luar.
Melihat aksi snow seperti itu cukup membuat para pembay itu menjadi bengong dan menjatuhkan rahangnya untuk beberapa saat.
"Sial!! apa dia benar-benar anak manusia?? Bagaimana dia bisa berlari di atas pagar yang tidak datar sambil menangkis pluru-pluru dari kita tanpa kesulitan sedikitpun!!" kata salah satu pembay dengan nada panik.
Tentu para pembay itu jadi sedikit takut dan terkejut plus ada rasa kagum karna snow mampu membunuh rekan-rekan'nya hanya dengan waktu yang singkat, Mereka tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesulitan saat berhadapan dengan gadis kecil satu ini.
Para pembay itu kembali sadar dari keter kejutan nya, setelah snow sudah berdiri di depan meraka, dengan cepat para pembay itu mengambil kesempatan dan menembak snow dari jarak dekat.
Tetapi kali ini snow yang masih berdiri di atas pagar tidak menangkis pluru-pluru itu, Dia langsung melompat tinggi sampai melewati atas kepala para pembay itu dengan posisi jungkir balik di udara, Dan di saat yang bersamaan snow juga meluncurkan jarum2 beracun nya, kemudian dia mendarat di belakang para pembay dengan sempurna.
Para pembay itu membalikan badan nya menghadap snow, lalu mereka merasakan sesuatu yang dingin menusuk di bagian lehernya masing-masing, dan perlahan-lahan rasa dingin itu berubah menjadi rasa sakit yang tak tertahan kan hingga tubuh mereka jadi gemetar.
Salah satu pembay itu membulatkan bola matanya, dan menatap snow dengan tatapan penuh kebencian lalu berteriak.
"Gadis bedebah!!!" Bentak pembay itu yang langsung menyemburkan darah hitam dari mulutnya, lalu jatuh ke lantai yang di susul oleh rekan-rekan nya.
__ADS_1
Sebelum mereka menghembuskan nafas terakhir snow bicara memberi pepatah.
"Terkadang kelinci yang terlihat imut juga akan menggigit saat dirinya merasa terancam" ucap snow yang langsung di susul oleh suara benda besar yang jatuh
Treekk!!
Praangg!!!
Suara dari lampu hias yang putus lalu jatuh dari ketinggian 2 lantai, penahan lampu itu terputus oleh bebetapa pluru yang nyasar.
Flashback on,
Saat para pembay menembak snow yang masih berdiri di atas pagar, pluru-pluru itu hanya melewati tubuh snow dan melesat ke arah penahan lampu hias.
Flashback off.
Snow hanya menampilkan exspresi dingin saat para pembay itu menghembuskan nafas ter'akhirnya, kemudian dia menarik nafas panjang... Dan selang beberapa saat suara tembakan kembali terdengar.
Dorr!!
Dorrr!!!
AAAaarrgghhh!!!
Kali ini di susul oleh suara jeritan seseorang yang sangat di kenal oleh snow.
"NENEk!!!"
.
.
.
\*\*\*Tbc
__ADS_1