The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 122* Hadiah Dari Ratu Emerlen


__ADS_3

***


Sore hari...


Di dalam hutan yang di kelilingi pegunungan, di mana posisi hutan ini berada di perbatasan antara keraja'an BAILAN dan keraja'an YAN-SI.


Di sana terlihat ada sekumpulan tenda perkemahan yang berdekatan dengan sungai ber'ujung air terjun yang lumayan cukup tinggi, dan di sekitar perkemahan itu terlihat ada belasan kultivator berseragam.


Yang perempuan memakai hanfu seragam berwarna biru langit, sedangkan yang laki-laki mereka memakai seragam berwarna ungu terang. Dan mereka semua'nya memakai topeng putih setengah wajah yang berbentuk sepasang sayap merpati.


Tak lama kemudian di dekat sungai, lebih dari 10 lubang cahaya berwarna ungu terang tiba-tiba bermunculan. Lalu dari setiap lubang cahaya itu keluarlah orang-orang yang berpakaian lusuh serta luka lebam di sekujur tubuh.


Satu per satu mereka keluar dan langsung melangkah menuju ke perkemahan, dan dari setiap orang lusuh itu di tuntun oleh para kultivator berseragam biru langit dan ungu terang...


Lalu di antara kultivator yang berseragam itu, ada juga yang dalam keada'an terluka tapi tidak terlalu parah. dan ternyata mereka semua adalah bawahan wu xia'er.


Sedangkan semua tenda perkemahan, itu juga di siapkan oleh pihak wu xia'er.


Tak lama kemudian 1 lubang cahaya terakhir pun muncul tapi dalam keadaan tidak stabil, Selang beberapa detik keluarlah seorang wanita yang memakai hanfu berwarna hijau muda dan memakai topeng putih setengah wajah berbentuk sepasang sayap merpati. Dia keluar dengan tergesa-gesa lalu dia berteriak memanggil bawahan'nya.


"Ruo'yi, Ruo'er, Ruo'san, Ruo'si!! Cepat kemari bantu aku menstabilkan pintu teleportasi ini!" teriaknya.


Tak lama 4 orang gadis bertopeng dan berseragam berwarna biru langit, Mereka berlarian yang di ikuti oleh belasan bawahan lainya menuju ke pintu teleportasi yang terakhir.


"Ketua rong, apa yang terjadi?" tanya ruo'yi yang langsung menyalurkan kekuatanya untuk membantu menstabilkan lubang cahaya berwarna ungu terang itu.


"Nanti akan aku beritau! Untuk sekarang tolong fokus dulu untuk mengeluarkan teman-teman kita yang masih terjebak di dalam lorong teleportasi!" kata ketua rong yang ternyta dia adalah you rong tangan kanan wu xia'er/ruo anxia.


You rong dan ke 4 bawahanya pun terus berusaha keras agar pintu teleportasi itu tidak runtuh, Tak lama keluarlah huang bersama macan putih yang di punggug'nya ada seorang wanita berjubah putih sedang duduk, lalu ruge, zufan dan mingye.


Kemudian selanjut'nya para tawanan dan puluhan kultivator berseragam, tapi kondisi mereka sedang dalam keada'an terluka parah, di karnakan kelompok yang di pimpin oleh you rong itu adalah kelompok yang paling terdekat dengan lokasi terjadi'nya ledakan dasyat yang di ciptakan oleh ke 2 spirit beast milik huilan.


Sedangkan kelompok yang lain, mereka hanya mendapat luka ringan karna mereka hanya terkena dampak dari gelombang kejut'nya saja.


Para bawahan yang tidak ikut ke keraja'an lembah, mereka pun bergegas menghampiri rekan-rekan'nya yang terluka untuk mengulurkan bantuan.


Setelah semua'nya berhasil di keluarkan dari lorong teleportasi, lubang teleportasi itu pun hancur dan menghilang.


***


Ber'alih ke tempat huilan...


Setelah terjadi'nya ledakan, huilan langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Sedangkan hakubi dan longxu, mereka langsung menghilang masuk ke dalam dimensi dan tertidur karka kehabisan tenaga...


Di luar dimensi, huilan yang sudah tak sadarkan diri selama 2 jam lebih. Kini dia pun membuka ke 2 kelopak mata'nya, lalu perlahan bangun dan duduk sambil mengerjap-ngerjapkan ke 2 kelopak mata untuk menyesuaikan pandangan'nya. Setelah pandangan'nya cukup jelas dia pun menoleh ke kiri dan ke kanan.


Dan ternyata sekarang dia sedang berada di gazebo yang ada di atas kolam ikan, dan pastinya dia masih ingat bahwa di sanalah tempat saat pangeran yuan menghancurkan kekuatan yang mengunci meridian huilan...


Perlahan huilan pun berdiri sambil meringis menahan sakit yang terasa seperti remuk di sekujur tubuh.


"Ck! Ssshhh... Sakit sekali!" keluh'nya.

__ADS_1


Lalu dia mengambil botol porcelain kecil berwarna hijau muda pemberian dari wu xia'er, kemudian dia membuka'nya berniat untuk di minum karna xia'er bilang kalau di dalam botol porcelain itu terdapat cairan obat ajaib.


Tapi saat dia baru saja membuka penutup'nya, huilan langsung terkejut.


"Eeh.. Air ini?? Kenapa aura'nya hampir sama dengan aura dari air kehidupan!!" kata huilan.


Kemudian huilan pun meminum'nya sampai habis... Selang beberapa detik rasa sakit dan luka-luka kecil yang ada di tubuh'nya perlahan-lahan mulai membaik.


"Mm.. Ini benar-benar roh air kehidupan, tapi... Kenapa wanita bertopeng yang bernama wu xia'er itu bisa memiliki'nya?? Huang pernah memberitau ku kalau air kehidupan bukan harta yang bisa di dapatkan di dunia fana... Apakah ini benar-benar hanya kebetulan??" batin huilan sambil memperhatikan botol porcelain kecil pemberian wu xia'er.


Tak lama dia pun menghela nafas lalu menyimpan kembali benda pemberian dari xia'er, setelah itu dia berjalan ke jembatan batu yang menghubungkan gazebo ke tepi kolam. Tapi saat baru sampai di tengah-tengah jembatan yang berbentuk cekung seperti pelangi, huilan langsung berhenti dan tertegun dengan ke 2 bola mata yang membulat. Karna sejauh mata memandang lurus ke depan, bangunan-bangunan mewah dan indah kini semuanya telah hancur termasuk taman bunga yang mengelilingi kolam ikan buatan juga sudah rusak parah.


"HAAAA??!!... Apa yang terjadi?? Apa ini ulahku??" kata huilan yang terkejut.


Kemudian dia menoleh ke arah kanan karna ekor mata'nya menanggkap seuatu yang bergerak, Terlihatlah seorang wanita bermasker dan memakai pakaian berwarnar hitam memudar yang ada motif bunga sedengkan rambut'nya yang hitam plus panjang di ikat tinggi menggunakan gelang rambut yang ada ukiran bunga'nya.


Wanita bermasker itu terus berjalan di tepi kolam menuju ke arah'nya... Setelah sampai di depan huilan yang masih berdiri di tengah-tengah jembatan, wanita itu sedikit menunduk sambil merapatkan kepalan tangan ke telapak tangan di depan dada. Kemudian dia pun memperkenalkan diri dengan nada yang sopan.


"Salam nona lan! Namaku Bi-lin, aku adalah salah satu orang kepercaya'an ratu emerlen. Aku disini untuk menyerahkan titipan dari yang mulia ratu!" kata si wanita yang ternyata dia adalah Bilin rekan'nya Alin.



Ilustrasi penampilan Bi-lin☝️☝️


Untuk belasan detik pertama huilan memperhatikan raut wajah bilin terlebih dulu, dan setelah merasa yakin dengan tebakan'nya dia pun melontarkan pertanya'an.


''Owh... Lalu di mana yang mulia ratu sekarang?'' tanya huilan.


"Kenapa begitu mudah'nya kau memberitau ku?? Apa aku tidak takut kalau aku akan membawa pasukan untuk menghabisi kalian?!" tanya huilan dengan ke 2 alis yang mengkerut.


Bilin pun langsung menggelengkan kepala'nya lalu menjawab.


"Aku tidak tau karna aku hanya menjalankan apa yang di perintahkan oleh yang mulia ratu... Dan jika kau benar-benar akan menghabisi pasukan kami, aku tidak akan peduli selama yang mulia ratu tidak keberatan!" kata bilin.


Kemudian dia mengeluarkan sebuah gelang giok berwarna merah darah, lalu sebuah kotak yang di bungkus oleh kain putih, serta 1 kotak emas dan 1 kotak perak yang ka dua'nya berbentuk seperti kotak harta karun tapi versi mini'nya.


Bilin memberikan benda-benda yang tadi di sebutkan pada huilan sambil menjelaskan apa saja yang ratu emerlen berikan.


"Ini adalah gelang giok darah, kau hanya perlu menyalurkan sedikit kekuatan ke gelang merah ini! Setelah itu bayangan ratu akan muncul untuk menyampai kan pesanya, lalu setelah pesan selesai di sampaikan, Maka gelang merah ini akan hancur kemudian menghilang dengan sendiri'nya! Dan itu menandakan kalau gelang giok ini telah kembali ke tangan ratu.


Kemudian kotak emas ini adalah kotak ruang, di dalam nya ada sekitar 1 juta koin emas! Lalu kotak yang berwarna perak ini juga kotak ruang, dan isinya ada sekitar 1 juta batu roh.


Dan untuk bungkusan kain putih ini aku tidak tau apa isinya, ratu tidak memberi tau ku tapi yang jelas benda yang ada dalam bungkusan kain putih ini adalah benda yang dibuat oleh tangan ratu emerlen sendiri!" kata bilin panjang kali lebar.


Huilan menerima benda-benda tersebut dengan raut wajah yang ke bingungan.


"Mm.. bilin, Apa ini tidak salah? Kenapa yang mulia ratu begitu baik padaku? Padahal aku kan baru saja menghancurkan keraja'anya!" kata huilan.


Tapi bilin malah mengakat ke 2 bahunya lalu menjawab.


"Mana aku tau, tapi mungkin pesan yang ada di gelang giok darah itu bisa menjawab semua pertanya'an mu!" kata bilin.

__ADS_1


Huilan pun memperhatikan gelang tersebut sambil bergumam.


"Begitu ya..."


"Kalau gitu tolong beritau ratu, kalau aku sangat berterima kasih atas semua pemberian'nya! Dan juga tolong sampai kan perminta'an maaf ku tentang apa yang sudah terjadi pada keraja'an lembah... Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menghancurkan semua'nya!" kata huilan yang langsung menunduk Karna ada sedikit rasa bersalah pada ratu emerlen.


Melihat perubahan exspresi huilan, bilin pun mendaratkan telapak tangan kanan'nya ke bahu kanan huilan lalu bicara.


"Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu karna yang mulia ratu sudah mema'afkan mu!"


Huilan pun kembali menatap bilin dengan ke 2 alis yang menggkerut lalu bertanya.


''Kenapa kau bisa langsung menyimpulkan bahwa yang mulia ratu sudah mema'afkan ku?" tanya huilan.


Bilin pun tersenyum di balik masker'nya sambil menurunkan tangan dari bahu huilan lalu menjawab.


''Karna aku tau yang mulia ratu sangat peduli padamu!"


''Kenapa kau begitu yakin dengan pendapat mu tentang keputusan ratu?? Aku fikir mungkin ratu bahkan belum tau tentang siapa penyebab kehancuran di lembah sunyi!" kata huilan.


Bilin kembali tersenyum di balik masker'nya tapi kali ini dia sambil melangkah mundur dan bicara tanpa menghentikan langkah'nya.


"Itu karna selama aku mengikuti'nya, aku belum pernah melihat'nya begitu peduli pada orang lain! Tapi saat melihat dia mulai mempedulikan'mu, aku sebagai orang kepercaya'an nya bisa langsung menyimpulkan kalau kau adalah orang yang berharga bagi'nya... Baiklah nona lan, tugas yang di berikan oleh yang mulia ratu sudah aku selesaikan, jadi aku pamit sekarang! Jaga dirimu dan sampai jumpa...''


Dan tanpa menunggu balasan dari huilan, tubuh bilin langsung melebur menjadi asap berwarna ungu lalu menghilang di udara kosong.


Melihat kepergian'nya huila hanya bisa menghela nafas lalu bergumam.


''Huuffhh... Benar-benar sangat misterius!"


Lalu huilan pun berbalik dan kembali ke gazebo sambil memasukan 2 kotak emas dan perak pemberian ratu emerlen, sedangkan bungkusan kain putih dan gelang giok merah masih dia pegang.


Setelah berada di gazebo dia langsung duduk di kursi panjang yang menyatu dengan pagar gazebo dan meletakan gelang giok ke atas meja bundar.


Kemudian dia membuka kotak yang di bungkus kain putih dan isi'nya ternyata kotak berwarna merah memudar yang terbuat dari lapisan sisik ular dengan lebar 30 cm X 30 cm dan tinggi'nya sekitar 15 cm, kemudian huilan pun membuka kotak tersebut dan berhasil membuat'nya terkejut karna ternyata isi'nya adalah sebuah pistol berwarna putih dengan kapasitas 6 pluru, lalu di samping pistol putih itu tersedia 12 pluru cadangan. Dan kali ini pluru'nya bukan terbuat dari timah, tapi kali ini terbuat dari kristal roh.


6 Butir pluru kristal berwarna merah dan ada pancaran energi api, sedangkan yang 6 pluru'nya lagi kristal roh'nya berwarna ungu dan ada memancarkan energi petir.


Huilan pun meraih pistol putih itu dengan tangan yang gemetar, dan saat menyentuh'nya dia langsung mengetahui kalau pistol putih itu terbuat dari tulang spirit beast dan sudah di murnikan menjadi senjata spiritual.


Ke 2 mata huilan pun mulai berkaca-kaca karna mengingat ucapan bilin kalau pistol putih itu di buat sendiri oleh ratu emerlen dan pastinya, hal pertama yang terlintas dalam fikiran'nya itu adalah satu nama, yaitu...


"Alice!"


.


.


.


***Bersambung

__ADS_1


__ADS_2