The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 103* Konflik Dengan Utusan Ratu


__ADS_3

***


Huilan menatap tajam pada pria yang memakai pakaian serba hitam dengan rambut hitam dan panjang di biarkan ter'urai tanpa satu pun hiasan, dan dia tidak lain adalah pangeran chu.


Tak lama pandangan huilan pun ber'alih pada wanita yang bernama yosiko, huilan masih mengingat wajah yosiko. dia adalah wanita yang kemarin malam mengawal ratu emerlen bersama siu-bi, lalu huilan pun bertanya dengan nada yang dingin.


"Apa kau orang yang di utus oleh ratu emerlen?" ,,, tanya huilan.


"Benar, kenapa?" ,,, jawab yosiko singkat sambil melipatkan ke 2 tangan'nya di depan dada.


Huilan pun langsung melangkah menghampiri yosiko tanpa mempedulikan tatapan pangeran chu yang tidak pernah berpaling dari'nya, setelah sampai di depan yosiko, yosiko menatap santai pada huilan sedangkan huilan sendiri menatap dingin pada yosiko lalu,


Plak.. Plak!!


Huilan menampar ke 2 pipi yosiko dengan kuat sampai yosiko terjatuh ke tanah setelah mendapat 2X tamparan, sontak pangeran chu dan para pelayan yang menyaksikan kembali tercengang setelah mengetahui sikap huilan yang berani menghajar siapa saja, yang sudah membuat'nya merasa tidak senang.


Yosiko yang masih terduduk di tanah, dia menatap huilan penuh dengan kebencian sambil memegang salah satu pipi'nya yang terasa paling perih, sedangkan huilan sendiri dia malah mengibas-ngibaskan tangan kanan'nya sambil mengeluh.


"Aiyaa... sial sekali! terbuat dari apa kulit wajah mu itu? keras sekali fiuuuhh... fiuuhh..." kata huilan dengan nada yang mengejek lalu dia meniup-niup telapak tangan'nya yang memerah akibat menampar ke 2 pipi yosiko.


"KAU BERANI MENAMPARKU!! Atas dasar apa?!" ,,, kata yosiko dengan nada yang membentak.


Huilan pun berhenti mengibas-ngibaskan tangan'nya lalu menatap tajam pada yosiko dan membalas bentakan'nya.


"ATAS DASAR APA?! Seharus'nya aku yang bertanya seperti itu! ATAS DASAR APA Kau mencelakai orang²ku?!" ,,, tanya huilan dengan nada yang meninggi.


Yosiko pun bangkit berdiri dan menatap huilan dengan ke 2 bola mata yang membulat, lalu menjawab pertanya'an huilan dengan nada yang marah²,


"AKU KESINI ATAS PARINTAH RATU! Ratu memintaku untuk membawa mu ke istana'nya secepat mungkin! tapi kau malah membuatku menunggu sampai begitu lama, apa kau fikir aku punya banyak waktu untuk menunggu mu HAH!!" ,,, Kata yosiko.


Huilan pun langsung bertolak pinggang dan membalas perkata'an yosiko.


"Apa kau bodoh?! kalau memang kau tidak punya banyak waktu untuk menungguku, kenapa kau tidak kembali saja dulu dan katakan apa yang sebenar'nya terjadi! apa SUSAH'nya seperti itu?! dan jika ratu marah, paling aku yang kena amarah'nya Bukan KAU!!" ,,, kata huilan dengan nada yang lebih galak dari yosiko.


Yosiko hanya bisa menatap tajam pada huilan tanpa bisa membalas lagi ucapan'nya... melihat yosiko sudah kehabisan kata² huilan pun melanjutkan kata²nya dengan nada yang sinis.


"Hem'! Sepertinya kau memang sengaja ingin mencelakai orang²ku! kau tau, di sini... kau lah ****** yang sebenarnya!" ,,,


"KAU!!" ,,, bentak yosiko dengan ke 2 bola mata yang terus membulat, rasa'nya ingin sekali dia menikam huilan saat itu juga. tapi dia menahan diri karna di sana ada pangeran chu sedang menyaksikan.


"Hem! sudahlah" ,,, gumam yosiko.

__ADS_1


Akhirnya dengan hati yang masih terasa panas dia pun terpaksa mengalah dan memilih untuk mengundurkan diri lalu berlalu pergi meninggalkan paviliun huilan dengan hati yang masih kesal, begitu pun kepala pelayan su-yu, dia juga ikut pergi karna merasa tidak ada lagi yang harus dia urus di sana.


"Hem! awas saja kau ****** tak tau diri, kau fikir aku tidak berani melakukan apapun hanya karna kau wanita pangeran chu! lihat saja nanti, aku akan membuat hidup mu terasa seperti di neraka! Untung saja aku mengetahui rahasia besar ratu, yang mungkin jika yang mulia bei-zhie tau, itu akan membuat hubungan mereka retak! jadi aku akan menggunakan rahasia ini untuk membuat ratu patuh dengan apapun yang aku inginkan! Hahaha... gadis lan bersenang-senanglah dulu sebelum kau memasuki dunia neraka!" ,,, batin yosiko sambil melangkah pergi.


Setelah sosok yosiko hilang dari pandangan huilan pun menghela nafas lalu dia menoleh ke arah pangeran chu yang ternyata dia sedang menatap tajam, tapi huilan tidak mempedulikan'nya dan malah melangkah pergi ke paviliun. Tapi baru beberapa langkah dia berjalan tiba² dia berhenti dan tak bisa bergerak karna tekanan aura yang lumayan cukup kuat.


Ke 2 bola mata huilan pun bergerak ke samping dan melihat pangeran chu sedang berjalan menghampiri'nya sambil bicara.


"Hem! siapa yang menyuruh mu untuk cepat² pergi srigala kecil!! ... aku mau tanya apa barusan itu kau yang menyerang ku?!" ,,, tanya pangeran chu dengan nada yang santai.


Kemudian dia memeluk huilan dari arah belakang dan mendaratkan dagu'nya di bahu kanan huilan, sedangkan satu tangan mulai menekan perut huilan untuk mengecek meridian'nya.


Tak lama ke 2 alis pangeran chu mengkerut karna ternyata meridian huilan masih kosong, dan itu menandakan kalau kekuatan huilan masih terkunci. tentu pangeran chu jadi bingung karna jika kekuatan huilan masih terkunci lalu tadi siapa yang sudah menyerang'nya karna semua tawanan yang jadi pelayan, semuanya adalah kultivator tingkat 8 alam bumi ke bawah di tambah kekuatan mereka telah di kunci, sedangkan kekuatan tadi yang menyerang'nya itu terbilang berada di atas tingkat alam bumi.


Merasa tidak akan menemukan jawaban apapun dari meng'introgasi huilan, pangeran chu pun mengesampingkan dulu rasa penasaran'nya, dan melanjutkan tujuan'nya kenapa dia datang ke tempat huilan.


Pangeran chu semakin erat memeluk huilan sambil menghirup rambut huilan tepat di dekat daun telinga dan membuat'nya bisa mencium wangi shampo yang huilan pakai, dan perbuatan pangeran chu ini berhasil membuat seluruh tubuh huilan jadi merinding. Tak lama pangeran chu pun membisikan sesuatu,


"Kau tau, melihat reaksi tubuh mu seperti ini membuatku semakin tidak ingin kehilangan mu, jadi... aku akan membuatmu menjadi milik'ku seutuh'nya!" ,,,


Tentu exspresi huilan menjadi suram, rasa'nya ingin sekali saat itu juga mencincang pangeran chu, belum habis rasa kesal'nya menghilang dia kembali di kejutkan oleh sebutir biji berwarna hitam legam sebesar kacang mede melayang tepat di atas telapak tangan pangeran chu dengan posisi masih merapat tepat di belakang huilan. kemudian 1 tangan'nya lagi mulai bergerak yang membuat huilan terhimpit di antara ke 2 tangan pangeran chu, lalu dia menggores ujung jari telunjuk menggunakan kuku'nya sendiri sampai mengeluarkan darah. setelah itu dia meneteskan'nya ke biji hitam tersebut, selang beberapa detik biji hitam itu memancarkan aura gelap setelah terkena tetesan darah pangeran chu.


"Ck sial! lagi² benda itu, tapi kenapa benda hitam yang satu ini aura'nya terasa lebih kuat di banding dengan biji yang di berikan oleh pangeran kim?! Aaah.. sial aku tidak mau lagi menderita seperti kemarin malam!" ,,, batin huilan.


Huilan semakin panik karna 1 tangan pangeran chu sudah mengangkat dagu'nya sampai kepala huilan menyandar di bahu kiri pangeran chu.


"Sial! sepertinya aku memang tidak punya pilihan lain!" ,,, fikir huilan.


Kemudian dia pun menutup ke 2 mata'nya, melihat huilan seperti itu membuat pangeran chu menelan salifah'nya sendiri.


Glup!


"Erhh... melihat dia sedekat ini membuat ku ingin memakan'nya sekarang juga!" ,,, batin pangeran chu sambil menahan hasrat'nya.


Kemudian dia pun mempercepat tujuan'nya, tapi baru saja biji hitam itu menyentuh bibir huilan, seketika huilan kembali membuka ke 2 mata'nya lalu dia bergerak cepat merebut biji hitam dari tangan pangeran chu, setelah itu dia melompat ke depan sambil berbalik badan. di saat yang bersama'an dia berbalik arah menghadap pangeran chu, huilan langsung melemparkan serbuk putih tepat ke wajah pangeran chu.


Tentu pangeran chu di buat terkejut bukan main, belum habis rasa kerkejutan'nya menghilang tiba² pusaran angin mulai mengelilingi dari kaki sampai ke leher. lalu huilan kembali bergerak cepat menyambar pinggang pangeran chu dan membawa'nya melesat menuju ke paviliun.


Woshh...


Klak

__ADS_1


Brakkk!!


"Aaaaahh...


Jeblag!!


Ruge berteriak karna terkejut melihat kedatangan huilan yang tiba² dan membanting tubuh pangeran chu ke kursi, setelah itu huilan menutup pintu'nya dengan kuat.


"Lan'er! apa yang kau lakukan?!" ,,, tanya ruge yang mulai panik.


"Ssssttt...


Huilan malah meminta ruge untuk diam sambil mengintip keluar lewat celah² jendela, ruge pun langsung mematung setelah mendapat tatapan tajam dari pangeran chu, tapi dia tidak bergerak sedikit pun seperti patung, padahal dia baru saja di banting oleh huilan, tapi dalam hatinya sebenar'nya dia sedang menggerutu.


"Sial! aku terlalu meremehkan srigala kecil ini, tapi bagaimana dia bisa lepas dari tekanan aura ku? dan ini bukan pertama kali'nya dia bisa terbebas dengan mudah... aku ingat semalam juga dia bisa bebas dengan mudah dari cengkraman kaka ke 2! ini tidak masuk akal... walaupun aku hanya menggunakan 30% dari kekuatan ku, tapi itu cukup untuk menekan kultivator tingkat puncak alam bumi! sedangkan dia, bukankah baru barada di pertengahan alam bumi? itu pun kekuatan'nya masih di kunci... tunggu! ada yang tidak beres" ,,, fikir pangeran chu.


Dia tidak tau kalau kekuatan huila bukan hanya sudah di buka, tapi dia juga sudah naik beberapa level...


Tak lama huilan pun menoleh pada ruge sambil bicara.


"Ruge, keluarlah temui kepala pelayan su-yu! jika dia menanyakan keberada'an pangeran chu, katakan pada'nya kalau dia sudah pergi setelah yosiko pergi!" ,,, pinta huilan.


Tapi ruge terlihat ragu,


"Em... t-tapi kepala pelayan su-yu seorang kultivator tingkat tinggi, b-bagaimana kalau dia bisa merasakan kehadiran pangeran chu di sini?" ,,, tanya ruge gugup, karna ruge adalah tipe orang yang penakut.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2