The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Racun Cobra Merah


__ADS_3

***


Botol penawar racun yang di lempar ke udara itu akhir nya mendarat di tanah dan pecah, tentu isinya juga terbuang.


*o0o*


Para bawahan si pria misterius itu menjadi marah besar dan langsung mengejar si penyerang secara beramai-ramai, karna posisi si penyerang belum begitu jauh dari mereka.


Di saat yang bersama'an...


Sosok gadis kecil yang memakai pakaian serba biru muda tiba2 melesat ke atas para bawahan si pria misterius, dan menjadikan pundak mereka sebagai pijakan untuk melompat agar cepat sampai mendekati posisi si penyerang yang sedang memacu kuda hitam.


Setelah jarak'nya hanya tinggal beberapa meter gadis itu turun mendarat di tanah dan langsung meniup seruling tanpa melepas cadar'nya, seketika orang yang sedang panik dan terkejut setelah mendengar nada seruling yang indah dan merdu itu, cukup membuat orang2 menjadi tenang dan berhenti mengejar, berbeda dengan kuda hitam yang sedang lari tiba2 kuda itu berhenti dan langsung berdiri di atas ke 2 kakinya.


Iiiiiiii.....


Kuda itu melawan si pria yang sedang berusaha untuk mengendalikan'nya, dan akhir'nya si pria penyerang itu terjatuh sampai berguling-guling, dan berhenti tepat di depan gadis yang meniup suling, dengan cepat gadis itu berhenti meniup seruling dan langsung menotok pergerakan si penyerang.


Para bawahan pria misterius itu cukup kagum dengan kecepatan gadis misterius itu, karna dia telah membantu menyelesaikan masalah mereka, dan dia tidak lain adalah fei'ling.


*o0o*


Flash back on...


Saat fei-ling terkejut melihat si pria misterius itu terkena racun dia langsung melangkah mencoba mendekat untuk memberi pertolongan karna dia adalah se'orang tabib, tapi saat dia melihat si penyerang mengancam para bawahan pria misterius itu dengan penawar racun, dia menghentikan langkah'nya lalu tersenyum karna para bawahan pria misterius itu mempersiapkan kuda hitam milik'nya, tapi senyuman'nya tidak berlangsung lama, karna botol penawar racun itu di lempar ke udara dan terbuang sia-sia.


Akhir'nya fei-ling pun jadi geram, lalu dia langsung mengeluarkan suling nya yang selalu dia mainkan saat mengembala ke 2 kuda hitam milik'nya.


Fei-ling pun langsung melesat ke arah para bawahan pria misterius yang sedang mengejar si penyerang yang memacu kuda'nya, dan di saat yang bersama'an juga, pria yang sedari awal terus memperhatikan fei-ling cukup terkejut sekaligus kagum, karna ternyata gadis itu se'orang kultivator yang memiliki tingkat level sama seperti adik pertama perempuan'nya, pandangan'nya terus mengikuti pergerakan fei-ling sambil tersenyum manis.


Flashback off...


*o0o*

__ADS_1


Setelah selesai menangani si pria penyerang, fei-ling menoleh untuk mencari keberada'an pria misterius itu. Dia di bawa ke sebuah kedai yang ada di sekitar alun-alun kota, tanpa berfikir panjang lagi, fei-ling langsung menerobos kerumunan orang2, dia menghirau kan para bawahan pria misterius itu yang terus memuji keberanian fei-ling.


Setelah sampai di depan kedai fei-ling berusaha untuk menerobos masuk, tapi niat nya di tahan oleh bawahan pria misterius.


"BERHENTI!!... orang yang tidak berkepentingan di larang masuk!" ,,, Bentak salah satu bawahan pria misterius.


"Tuan tolong izin kan aku masuk, aku adalah se'orang tabib, tuan misterius itu terkena racun kobra merah yang mematikan, jika tidak langsung di tangani itu akan mengancam nyawa'nya" ,,, kata fei-ling.


Para bawahan pria misterius itu saling memandang mereka meragukan gadis kecil yang ada di depan'nya, karna dia terlalu muda untuk jadi se'orang tabib, di tambah lagi dia hanya se'orang gadis kecil, tapi tiba2 suara se'orang pria yang seperti sedang menahan sakit angkat bicara dari ruangan sebelah, karna dia mendengar suara fei-ling menyebutkan nama dari racun yang sedang menggerogoti tubuh'nya.


"Biarkan dia masuk!" ,,, kata pria misterius itu.


"Tapi tuan, dia hanya seorang gadis kecil" ,,, kata salah satu bawahan'nya.


Belum sempat pria misterius itu menjawab, fei-ling langsung menerobos masuk tanpa bisa di hentikan lagi.


Sesampai nya di dalam fei-ling langsung menghentikan orang yang ingin mencabut pisau belati dari tangan pria misterius.


Kemudian fei-ling mengulurkan tangan'nya berniat untuk mengecek kondisi pria misterius, tapi tiba2 tangan'nya di tepis oleh bawahan pria misterius itu.


"Tunggu!!... apa yang ingin kamu lakukan?" ,,, bentak'nya.


Sebelim fei-ling menjawab pria misterius itu mendahului'nya.


"Jiao-mo lepaskan biarkan dia memeriksa kondisiku, kamu pergilah jemput tabib wang secepat'nya" ,,, perintah tuan'nya dengan nada yang menahan rasa sakit.


"Tapi tuan, gadis ini..." ,,, ucapan jiao-mo terpotong.


"Lakukan saja apa yang aku minta" ,,, perintah'nya tegas.


"Ba... baik tuan" ,,, jiao-mo sedikit gelagapan.


Kemudian dia melepaskan tangan fei-ling dan melirik nya sekilas lalu pergi melaksanakan perintah dari tuan'nya.

__ADS_1


'-'


Setelah jiao-mo pergi fei-ling langsung meraih tangan pria bertopeng itu untuk mengecek denyut nadi'nya, sedangkan pria misterius itu hanya memperhatikan pergerakan fei-ling, dengan tatapan yang dingin sambil menggigit bibir bawah'nya untuk menahan rasa sakit, dia masih bisa membaca tingkat kultivasi yang hanya di puncak fighter.


Fei-ling yang sedang fokus menghitung denyut nadi pria misterius itu, tiba2 dia membulatkan bola mata'nya.


"Tsk... gawat sebagian racun'nya sudah menyebar!" ,,, batin fei-ling.


Tanpa meminta persetujuan dari pria misterius itu, fei-ling langsung merobek lengan baju pria misterius itu, Sontak pria misterius itu membulatkan bola mata'nya dia merasa tidak senang atas sikap lancang yang di lakukan fei-ling.


"LANCANG!!... apa kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun oleh orang tua mu!! setidak'nya kamu minta izin dulu dariku" ,,, bentak pria misterius itu sambil mendorong fei-ling hingga jatuh ke lantai.


Dia tidak terima, karna walau bagaimana pun dia adalah laki2 terhormat, jika ada orang luar yang tau dia akan merasa di lecehkan oleh gadis kecil itu.


Fei-ling terkejut, dia tidak pernah menyangka akan di lakukan kasar oleh pasien'nya, cepat2 fei-ling meminta maaf.


"Maaf... maaf tuan... maafkan saya, tapi kondisi tuan benar2 sudah sangat bahaya sa... saya tidak bermaksud..." ,,, kata2 fei-ling terhenti karna pria misterius itu terbatuk-batuk dan memuntahkan darah merah, hal itu benar2 membuat fei-ling semakin panik.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2