
***
Sore berganti malam, malam berganti pagi, seorang gadis bercadar dan berpakaian serba putih masih setia dalam posisi duduk teratai di atas batu tepi sungai, dengan 5 batu roh melayang tepat di depan'nya.
Samar2 energi mistik dari 5 batu roh terus terserap masuk ke dalam tubuh gadis bercadar dan berkumpul di meridian kemudian menyebar ke 17 titik dantian.
Tak lama kemudian lautan energi spiritual mulai bergejolak hebat, hingga menimbulkan beberapa kali ledakan.
BOOMM...
BOOMM...
Gadis bercadar itu berhasil menaikan 3 level sekaligus hanya dalam waktu yang singkat, setelah ledakan menerobos tingkat level terjadi. 5 batu roh yang melayang itu hancur lebur menjadi debu, kemudian 2 kelopak mata gadis itu perlahan-lahan mulai terbuka dan langsung tersenyum sambil meng'akhiri kultuvasi'nya.
"Aaa... benar2 menakjubkan sekarang aku sudah berada di level 3 alam bumi" ,,, teriak gadis itu saking gembira dan tidak lain dia adalah fei-ling.
Zhelly (kuda hitam) dia langsung terbangun mendengar tuan'nya berteriak di pagi buta, zhelly menatap fei-ling dengan tatapan malas untuk beberapa saat kemudian dia kembali meringkuk dan melanjutkan tidur'nya.
Fei-ling melihat zhelly kembali tidur dia pun bangkit menghampiri kuda hitam'nya dan memberikan beberapa buah2han yang dia simpan di dalam cin-cin dimensi.
dia mengelus-elus kepala zhelly untuk beberapa saat, setelah itu fei-ling turun ke sungai untuk membersihkan diri.
Setelah selesai dia kembali naik lalu berjalan ke tanah lapang yang hanya di huni oleh rumput2 liar, dan letak'nya tidak terlalu jauh dari sungai.
*o0o*
"Hufftt... pengambilan murid baru dari akademi kwang-hua masih 3 bulan lagi, apa yang harus aku lakukan selama aku menunggu? 🤔, Hhh... sudahlah lebih baik aku belajar bermain pedang dan memanah" ,,, gumam'nya.
Kemudian dia mengeluarkan pedang yang sempat dia beli lalu mulai berlatih, tapi karna tidak ada buku dan guru jadi fei-ling menciptakan tehnik bermain pedang nya sendiri, dia mencoba memecahkan beberapa tehnik gerakan bermain pedang yang sempat dia lihat di panggung sayembara kemarin lusa.
Beberapa jam kemudian.. fei-ling mulai merasa kelelahan, tapi dia berhasil menciptakan beberapa gerakan bermain pedang'nya sendiri, dia pun meng'akhiri latihan'nya lalu berjalan menghampiri zhelly yang sedang makan buah2han pemberian fei-ling tadi pagi.
Fei-ling duduk di atas rumput dekat dengan kuda hitam'nya, kemudian dia ikut menikmati buah2han yang slalu menempati cin-cin dimensi'nya.
Saat sedang asyik2 nya makan buah, tiba2 dia mendengar samar2 suara seorang gadis berteriak meminta tolong.
"Tolong... tolong... aah... tidak jangan mendekat!!" ,,,
"Hahahaha..." ,,,
Teriakan seorang gadis minta tolong yang di akhiri oleh gelak tawa beberapa orang pria dewasa, dengan cepat fei-ling bangkit berdiri.
"Zhelly kau tunggu di sini, jangan kemana-mana" ,,, kata fei-ling yang langsung melesat pergi ke arah suara berasal, sedangkan zhelly hanya bisa mengikuti apa kata tuan'nya.
__ADS_1
'-'
Seorang gadis yang pakaian nya sudah mendapat beberapa robekan ulah tangan2 para pria mesum, gadis itu sudah terduduk di tanah dia terus mendur dalam keada'an duduk, penampilan nya sudah berantakan akibat terus berlari tanpa henti, pipi nya yang sudah basah oleh air mata dan sedang di kelilingi oleh 4 orang pria dewasa yang memiliki tingkat kultivasi masing2 berada di puncak start-fighter.
Gadis itu terus memohon agar ke 4 orang pria itu tidak menyentuh'nya.
'-'
"Tu.. tuan.. hiks... hiks... aku mohon lepaskan aku, aku akan memberikan harta benda yang aku punya jika tuan2 mau melepaskan ku" ,,, permohonan nya sambil menangis.
"Hahaha... oowwh... gadis yang manis kamu hanyalah seorang anak selir yang tidak bisa membangunkan kekuatan roh, kamu hanyalah sampai! memangnya apa yang di miliki oleh sampah!" ,,, kata salah satu pria dengan nada penuh ejekan.
"Hahaha... ia benar, sebaik nya kamu berhenti melawan, dan siap kan tenaga mu untuk melayani kami ber 4 agar tidak sampai pingsan.. hahaha... " ,,, kata yang satunya lagi sambil menatap gadis itu dari atas sampai bawah dengan tatapan liar.
Kemudian salah satu pria mesum itu mulai menarik kaki si gadis hingga tubuh gadis itu terlentang di tanah.
"Aaah.. hiks.. hiks.. tuan aku mohon jangan sentuh aku" ,,, teriak gadis itu dan mulai berontak.
Tapi para pria itu malah tertawa mendengar teriakan gadis itu, seolah-olah teriakan itu hanyalah goda'an bagi mereka.
Kemudian 2 orang pria mulai memegangi ke 2 tangan gadis itu, sedangkan yang satunya lagi sudah berada di atas tubuh si gadis, dan 1 tangan pria yang berada di atas tubuh si gadis mulai menyentuh pakaian di bagian dada bersiap untuk membuka tempat persembunyian gunung kembar.
Di saat yang bersama'an sosok bayangan putih yang berada di atas pohon, mulai di kuasai amarah.
Sosok putih itu melesat melayang di udara dengan ke 2 tangan yang di rentangkan, dan di ujung telapak tangan masing2 sudah terbentuk pusaran2 angin sebesar kepala orang dewasa, dan langsung melemparkan nya ke arah 4 orang itu secara bertubi-tubi.
Woshhh.... woshh...
Bug... bug.....
Aaaaaa!!!!
Pusaran2 angin itu berhasil membuat ke 4 pria itu terlempar secara bersusulan dan menabrak pepohonan yang di akhiri dengan suara teriak kesakitan.
Bukan hanya ke 4 pria itu saja yang terkejut, gadis yang tergeletak di tanah juga ikut terkejut dan langsung terduduk mematung. ke 4 pria mesum itu cepat berdiri dan berkumpul,mereka mulai geram karna gangguan yang mendadak.
"Kurang ajar!! siapa yang berani ikut campur urusan kami!" ,,, teriak salah satu pria mesum itu.
Kemudian mereka melihat sosok gadis cantik bercadar dan berpakaian serba putih baru saja mendarat di tanah, tapi saat dia mendarat dia langsung mengayunkan tangan yang sudah di selimuti energi mistik, untuk menarik beberapa butir batu yang ada di sekitar hingga melayang ke udara lalu mendekat ke arah sosok gadis itu.
Dengan gerakan cepat sosok gadis itu menangkap beberapa butir batu kemudian mulai melemparkan batu2 itu ke arah para pria secara bersusulan.
Alhasil batu2 itu berhasil menabrak tubuh ke 4 pria tepat di bagian syaraf2 penting, dan hentakan batu itu barhasil mengunci pergerakan ke 4 pria tersebut yang kini mereka tidak bisa bergerak lagi.
__ADS_1
'-'
Setelah ke 4 pria itu di lumpuhkan sosok gadis itu langsung mendekati si gadis korban lalu memakaikan sebuah jubah untuk menutupi bagian tubuh yang sudah terlihat, karna pakaian nya sudah compang-camping.
Gadis korban itu menatap sosok yang telah menyelamat kan nya dengan pandangan yang sudah membendung air mata, dan gadis penyelamat itu tidak lain dia adalah fei-ling.
Gadis korban itu langsung memeluk fei-ling sambil menangis tersedu-sedu.
"Nona.. hiks.. hiks.. terima kasih karna sudah menyelamatkan ku, sekarang aku punya hutang budi yang sangat besar padamu, apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikan mu?!!" ,,, ucapan gadis itu di sela2 tangisan'nya.
"Sudah jangan menangis lagi, semua'nya sudah baik2 saja.. berhentilah menangis aku akan anggap itu sebagai balasan'nya" ,,, kata fei-ling.
Seketika gadis itu berhenti menangis lalu melepaskan pelukan'nya dan menatap fei-ling dengan tatapan penuh arti.
"Nona apakah kamu seorang dewi? kau sangat baik dan memiliki aura yang bersih" ,,, ucapan nya kemudian dia menunduk.
"Andai saja aku punya keluarga dan saudara seperti nona, walaupun aku hidup sebagai sampah, aku tidak akan pernah menyesal" ,,, sambung si gadis lalu air mata nya kembali mengalir.
Fei-ling pun mengangkat wajah gadis itu untuk menghadap padanya lalu dia menghapus air mata'nya.
"Hei jangan sedih, dunia tidak akan berahir hari ini, masih ada kesempatan untuk meraih kebahagia'an mu" ,,, kata fei-ling.
"Tapi, apa seorang sampah yang tidak bisa membangun kekuatan roh seperti ku bisa mendapat kebahagia'an yang layak?" ,,, tanya si gadis.
Fei-ling pun mengajak gadis itu untuk duduk di batang pohon yang sudah rubuh, lalu dia menarik nafas panjang.
"Nona bahagia itu sederhana, asal ada sesuatu yang bisa membuat hatimu merasa nyaman, itu juga termasuk kebahagia'an, walaupun itu adalah sesuatu hal yang kecil... Sekarang aku ingin tanya padamu, jika kamu bisa membangkitkan kekuatan roh apa kamu akan merasa bahagia?!" ,,, tanya fei-ling.
?
?
?
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1