
***
Fei-ling yang semakin panik akhir'nya dia tidak bisa melihat lagi diri'nya sebagai gadis kecil, Sekarang yang harus dia utamakan adalah keselamatan pasien'nya.
Dengan cepat fei-ling bangkit dan langsung menotok pergerakan pria misterius itu.
"Maaf tuan jika anda tidak senang, anda boleh menghukum ku setelah aku berhasil mengeluarkan racun'nya" ,,,
Setelah berkata demikian fei-ling langsung membuka pakain bagian atas tapi tidak menyentuh topeng seram'nya sedikitpun, terpampanglah tubuh yang kekar dan menggiurkan, tapi beruntung fei-ling masih mengingat diri'nya sebagai tabib... warna kulit yang tadi'nya memerah kini sudah berubah membiru.
Tentu pria misterius itu semakin terbelalak dengan sikap fei-ling karna dia tidak pernah di hadapkan dengan seorang tabib yang masih gadis, tapi kali ini dia tidak bisa melawan karna pergerakan'nya sudah di kunci.
Kemudian fei-ling mengeluarkan per'alatan medis dari cin-cin dimensi milik'nya, Pertama-tama dia mengikat lengan bagian atas dengan kain untuk melambatkan pergerakan racun, lalu dia mengambil beberapa jarum perak yang sudah di lumuri obat, dan menyucukan'nya di dekat belati yang masih berdiri di lengan, perlahan-lahan fei-ling mulai mencabut belati itu dan membuang'nya. Setelah itu fei-ling mengambil belati lain lalu memperbesar luka'nya, kemudian dia memijat-mijat kilit di sekitar luka hingga darah hitam mengalir keluar, lalu fei-ling menuangkan cairan obat ke luka dan membiarkan cairan itu mengusir darah hitam. fei-ling melakukan'nya sampai ber'ulang kali sampai darah yang keluar adalah darah merah, pria misterius itu menggeretakan gigi'nya untuk menahan rasa sakit.
Setelah merasa racun yang di bagian tangan sudah berhasil di keluarkan, fei-ling menutup rapat kembali luka sayatan itu dan mengambil kembali satu per satu jarum yang tercucuk, lalu dia meletakan tanaman daun dewa yang sudah di campur dengan tanaman obat lain ke luka yang sudah menyatu tanpa celah dan mengikat'nya dengan kain putih.
Setelah selesai fei-ling naik ke tempat tidur, karna posisi pria misterius itu sedang duduk di tepi tempat tidur dalam keada'an masih tertotok, kemudian dia kembali memasang jarum2 perak di bagian syaraf2 penting di bagian punggung.
"Tidak ada penawar racun, jadi aku tidak punya pilihan lain selain menyalurkan energi Qi untuk memisahkan racun yang sudah menyebar melalui sel darah merah" ,,, batin fei-ling.
Kemudian dia mulai menapak'kan ke 2 telapak tangan'nya ke punggung pria misterius itu.
"Apa gadis ini berniat menggunakan kekuatan'nya untuk memisahkan racun yang sudah menyebar? mungkin itu akan efektif tapi itu akan menguras tenaga'nya, kenapa dia begitu nekad?! apa untung'nya bagi dia?" ,,, batin pria misterius itu.
Kemudian penyaluran energi qi mulai masuk ke tubuh pria misterius, dan mulai berjalan menelusuri setiap syarap yang membawa racun itu menyebar.
'-'
30 Menit kemidian... fei-ling mulai berkeringat dingin.
"Tsk... sial, kekuatanku hanya sebatas puncak fighter jika di teruskan aku pasti akan pingsan di sini" ,,, batin fei-ling.
Kemudian pria misterius itu terbatuk-batuk dan memuntahkan darah hitam, dia juga sudah terbebas dari totokan fei-ling karna pria misterius itu jauh lebih kuat dari fei-ling jadi totokan'nya hanya bisa menahan dia sementara saja.
__ADS_1
"Tapi sepertinya dia sudah lolos dari maut, mungkin sebaik'nya aku memberikan resep herbal saja, untuk mendetox racun yang tersisa" ,,, batin fei-ling.
Kemudian dia meng'akhiri penyaluran energi qi, lalu turun dari tempat tidur setelah mengambil kembali jarum2 perak milik'nya, wajah fei-ling sudah terlihat putih pucat tapi dia berusaha menyembunyikan'nya, dengan tangan yang sedikit gemetar dia kembali mengecek denyut nadi pria misterius itu, Kemudian dia menuliskan beberapa nama tanaman2 herbal untuk menetralkan racun yang tersisa.
Setelah selesai dia langsung memberikan resep yang dia tulis lalu bicara layak'nya se'orang tabib pada pasien'nya.
"Tuan, sebagian racun'nya sudah saya keluarkan , tuan hanya tinggal buat sup herbal yang sudah saya racik, dan maaf atas kelancangan saya, saya benar2 tidak bermaksud... " ,,, ucapan fei-ling terhenti dia mulai merasa pusing.
"Uughh... maaf tuan aku harus segera pergi... " ,,, '-'
Setelah berkata demikian fei-ling langsung melangkah kan kaki'nya untuk keluar tanpa menunggu jawaban dari pria misterius itu.
Pria misterius yang sedari tadi hanya memperhatikan fei-ling kini dia mulai membuka suara.
"Hei nona kecil kamu masih punya hutang padaku, aku tidak akan mengizinkan mu pergi begitu saja" ,,, kata pria misterius itu masih dengan nada dingin'nya.
Fei-ling mengabaikan kata2 dari pria misterius itu, dia terus berjalan menuju pintu karna dia tidak ingin sampai pingsan di sana, dan saat dia akan membuka pintu tiba2 pintu itu di dorong dari luar, di karnakan kondisi fei-ling yang sudah sangat lemah akhir'nya dia tidak bisa lagi menjaga kesadaran'nya dia pun hampir jatuh ke lantai, tapi tiba2 tubuh yang kekar dan masih setengah telanjang itu menangkap tubuh fei-ling...
"Tsk... dadar gadis keras kepala" ,,, batin pria misterius.
Kemudian dia berjalan ke tempat tidur dan meletakan tubuh fei-ling di sana, Sedangkan orang yang mendorong pintu itu terkejut sampai mematung, karna dia baru membuka pintu tapi tiba2 dia melihat tuan'nya mengangkat tubuh se'orang gadis yang sudah tidak sadarkan diri.
"Jiao-mo! kenapa kamu diam, apa kamu sudah melaksanakan apa yang aku minta?!" ,,,
Suara yang tegas itu berhasil menyadarkan keterkejutan jiao-mo.
"O... oh... sudah tuan, tabib wang ayo cepat masuk!" ,,, Kata jiao-mo sambil menarik tangan tabib wang.
Kemudian tabib wang langsung memeriksa denyut nadi pria misterius, tak lama kemudia tabib wang mulai berdehem lalu bicara.
"Hm... memang benar tuan muda peei terkena racun cobra merah, tapi sepertinya anda sudah meminum penawar racun'nya, sebagian besar racun'nya sudah tidak ada, tuan hanya perlu meminum racikan sup herbal untuk menetralkan racun yang tersisa" ,,, kata tabib wang, kemudia dia menoleh pada jiao-mo sambil menarik nafas panjang.
'-'
__ADS_1
"Hhh... jiao-mo aku hanya tabib tua, kenapa kamu harus membohongi ku agar aku bergegas cepat untuk datang" ,,, kata tabib wang.
Kemudian dia menulis resep obat, sedangkan jiao-mo dia mengerutkan alis'nya kebingungan, dia tidak mengerti dengan ucapan tabib wang, karna dia memang benar2 tidak berbohong apapun, kemudian tuan muda peei angkat bicara.
"Tabib wang, memang'nya jiao-mo berbohon apa padamu?" ,,, tanya'nya.
Tabib wang pun menoleh pada tuan muda peei lalu bicara.
"Dia bilang bahwa tuan muda peei terkena racun mematikan, dan satu2 nya penawar racun sudah terbuang. karna itulah aku bergegas mengobrak-abrik per'alatan medis ku, sebab racun cobra merah tanpa penawar akan sangat sulit untuk di sembuh kan, aku sendiri tidak yakin bisa menolong tuan muda atau tidak, dan sepanjang perjalanan kemari saya merasa panik karna memikirkan harus dengan metode apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan nyawa anda, tapi setelah saya melihat kondisi tuan muda sepertinya anda sudah meminum penawar'nya, kalau tidak mungkin saya datang tuan muda sudah tidak bisa di selamatkan lagi" ,,,
Kata tabib wang tanpa jeda, sambil menyerahkan kertas resep buatan'nya. Jujur tuan muda peei merasa terkejut dengan kenyata'an yang sedang dia hadapi, dia sedikit merasa bersalah pada fei-ling karna dia sudah memperlakukan'nya dengan kasar, meskipun begitu fei-ling masih tetap berusaha keras untuk menyelamatkan nya. padahal mereka tidak saling mengenal.
"Ya sudah tuan muda, karna kondisi anda sudah baik2 saja tuan muda hanya perlu istirahat selama 1 minggu sambil meminum obat yang saya racik, saya mohon pamit sekarang" ,,, kata tabib wang.
Tapi tuan muda peei kembali menghentikan niat tabib yang akan pamit.
"Tunggu! sebenar'nya sebelum tabib wang datang ada tabib lain yang menuliskan resep obat untuku, tapi setelah aku baca resep nya sedikit berbeda dengan resep yang tabib wang buat bisakan anda melihat'nya sebentar?!" ,,, kata tuan muda peei sambil menyerahkan resep buatan fei-ling.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1