
***
Setelah kumpulan asap yang di timbulkan ledakan itu menghilang tertiup angin, dan hasil'nya malah membuat singa putih itu terkejut bukan main sampai2 dia mundur beberapa langkah.
"I-ini, t-tidak mungkin!!" ,,, kata singa putih dengan nada yang meninggi.
Dia melihat sebongkah kristal ice berbentuk seperti bunga teratai yang kuncup melindungi gadis bertopeng itu, lalu perlahan-lahan kristal ice itu terbuka seperti bunga yang mekar. setelah itu melebur dan terbang seperti ribuan kunang2, dan akhir'nya menghilang.
"Tuan lion! jika kau melawanku dengan kondisimu sekarang ini, kau tidak akan bisa menang dariku!" ,,, kata huilan santai.
"Cih... aku tidak percaya!!" ,,, decak singa putih.
Walau pun dia masih merasa terkejut, tapi dia tetap kembali meluncurkan serangan yang sama seperti tadi, bedanya kali ini jauh lebih cepat.
Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, tidak bisa di pungkiri kalau dia merasa ragu pada diri'nya sendiri.
"Apa aku bisa menghentikan gadis ini?!" batin singa putih yang langsung melompat tinggi ke udara, lalu memutari posisi huilan dari atas udara sambil menghujankan ratusan jarum2 yang terbentuk dari rambut'nya.
Syuuyt... syuuttt...
Trang.... trang... trang...
Boomm.. Boomm.. Boomm...
Jarum2 rambut singa itu langsung tertangkis oleh dinding kristal ice lalu meledak, kekuatan singa putih itu sudah banyak terkuras tapi dia masih belum menyerah. Setelah menghujankan ratusan jarum rambut, singa yang masih mengambang di ketinggian itu kini mendongakan kepala'nya ke langit dengan mulut yang terbuka, lalu dia mulai mengerahkan seluruh kekuatan roh'nya yang tersisa, dan mengubah'nya menjadi bola api yang besar.
Besar bola api tersebut melebihi besar dari tubuh'nya, dan bola api tersebut melayang tepat di depan wajah'nya. setelah itu dia melemparkan bola api itu ke arah huilan.
BZZZZTTT...
Woshhhh...
Huilan sadar serangan itu dia tidak akan mampu menangkis'nya, tapi itu tidak membuat huilan gentar atau takut. karna dia tau ini adalah serangan besar yang terakhir, cepat2 dia menciptakan beberapa lapisan dinding kristal ice, setelah itu dia masuk ke dalam dimensi.
Syuuttt...
BZZZZZTTTT...
Krak!. Krak!.. Krak!...
BOOOMMM!!!...
Ledakan terakhir ini sampai mengguncang tanah di sekitar, dan membuat mahluk2 kecil yang ada di sekitar berlarian menjauh untuk menyelamatkan diri.
Sedangkan singa putih itu sendiri, dia langsung jatuh ke tanah setelah melakukan serangan ter'akhir. lalu dia memuntahkan banyak darah dan luka2 yang dia dapat dari 15 kultivator itu kini bertambah parah, kondisi'nya kini semakin memprihatinkan, dengan nafas yang tersenggal-senggal dia memperhatikan kepulan asap yang di timbulkan oleh ledakan ter'akhir, dan ternyata ledakan tersebut sampai membuat lubang yang sangat besar.
Tubuh singa putih tergeletak lemah tidak
jauh dari bibir lubang, dan seluruh rambut singa yang di ubah jadi senjata itu kini nyaris tak tersisa satupun.
"huh! hah.. hah.. kali ini.. aku yakin pasti berhasil melukai'nya!" ,,, gumam singa putih.
Ke 2 kelopak mata sudah menutup setengah bola mata'nya, tapi dia masih berusaha untuk mempertahankan kesadaran'nya. hanya untuk bisa memastikan hasil akhir, singa putih itu merangkak mendekati bibir lubang lalu dia memperhatikan kepulan asap yang belum menghilang dari dasar lubang.
Tanpa dia sadari mahluk yang ingin dia lihat itu, kini sudah duduk di samping'nya dan ikut memperhatikan ke arah kepulan asap sambil menopang dagu.
"Huh! sial sekali.. kesadaran ku hanya tinggal sedikit lagi! tapi berapa lama lagi kepulan asap itu akan menghilang! aku benar2 ingin melihat hasil akhir'nya seperti apa!" ,,, gerutu singa putih, pandangan'nya benar2 tinggal 5 watt lagi.
"Tuan lion, kalau kau lelah istirahatlah! tidak perlu memaksakan diri!" ,,, suara seorang gadis yang duduk di sebelah'nya.
"Tidak bisa! kalau aku istirahat sekarang, entah berapa tahun lagi aku akan terbangun! jadi aku tidak boleh pingsan sekarang, setelah aku tau hasil akhir'nya aku akan mencari tempat yang aman untuk menutup diri.. aah.. sial! entah berapa puluh tahun lagi aku bisa pulih seperti semula!" ,,, kata singa putih tanpa sadar.
"Huh! kau tau kondisimu sedang terluka parah! kenapa kau tidak mengalah saja dan terima tawaran ku, lagi pula tawaran'nya juga tidak akan membuat mu rugi!" ,,, kata huilan dia mencoba kembali merayu.
Singa putih pun langsung menjawab.
"Itu karna....
Krik...π¦ krik...π¦ krik...π¦
Ucapan'nya menggantung sambil mengedip-ngedip kan ke 2 kelopak mata'nya beberapa kali.
"Tunggu! siapa yang sedang berbicara dengan ku?!" ,,, Gumam singa putih.
Perlahan-lahan dia pun menoleh ke samping, dia melihat gadis bertopeng itu sedang tersenyum pada'nya, untuk beberapa saat dia tidak menunjukan reaksi apa2.
1 Detik...
2 Detik...
__ADS_1
3 Detik...
"AAAAA... se- s- sejak kapa kau ada di sampingku?!" ,,, tanya singa putih yang terlambat terkejut.
Sedangkan huilan dia malah menutup telinga dengan ke 2 telapak tangan'nya.
"K-k-kau.. kau.. uhuk! uhuk!" ,,, singa putih itu kembali memuntahkan darah.
" Eeehh.. tuan lion!!" ,,, teriak huilan yang panik, lalu cepat2 dia meminumkan 1 botol porcelain roh air kehidupan karna kesadaran singa itu sudah menggantung di ujung rambut.
Jadi bibir'nya dengan refleks menerima air pemberian dari huilan lalu meminum'nya, beberapa menit kemudian singa putih itu kembali mendapatkan 20% tenaga'nya. tak lama dia membuka ke 2 mata perlahan-lahan, tentu dia kembali terkejut dan langsung melompat menjauhi huilan.
Kemudian dengan gerakan cepat dia kembali meluncurkan serangan bola api sebesar kepalan tangan orang dewasa, tapi huilan tidak bergeser sedikitpun, dia malah menahan bola api tersebut sehingga bola api itu melayang tepat di atas 2 jari'nya.
Tentu singa putih kembali tercengang melihat huilan bisa mengendalikan bola api'nya, tak lama bola api kecil itu di lahap oleh roh api biru.
"Tuan lion! apa kamu yakin masih ingin melawanku?!" ,,, tanya huilan dengan nada yang dingin sambil menatap tajam.
"A-aku.. aku...
Singa itu masih terlihat ragu, tapi tak lama huilan memperbesar roh api biru yang melayang di atas ke 2 jari'nya menjadi sebesar kepala orang dewasa.
"Tuan lion! aku tanya sekali lagi, apa kau yakin masih mau melawan?!" ,,, tanya huilan tegas.
"Aaahh... baiklah.. baiklah.. aku menyerah!" ,,, kata singa yang langsung duduk manis.
"Hoho.. skakmatπ" ,,, batin huilan sambil menghilangkan roh api biru'nya.
"Nah begitu kan lebih baik! lagipula aku tidak memberimu kerugian! kemarilah.." ,,, pinta huilan.
Walaupun masih ada keraguan singa putih itu akhir'nya mau mendekati'nya, lalu melipatkan ke 4 kaki'nya di samping huilan. tapi walaupun dia sudah melipatkan ke 4 kakinya tetap saja huilan terlalu kecil bagi'nya.
Huilan pun bangkit untuk mengimbangi tinggi singa putih yang basarnya melebihi se'ekor gajah dewasa, setelah itu huilan memberikan beberapa botol kecil berisi roh air kehidupan, dan dengan patuh nya singa putih itu meminum apa yang di berikan huilan sampai seluruh luka yang di perkirakan butuh beberapa tahun untuk bisa sembuh, tapi sekarang dalam hitungan menit dia sudah sembuh total,
Singa putih itu langsung bangkit untuk mengecek kondisi'nya sendiri, dan sekarang dia malah merasa lebih ringan dari sebelum'nya.
"I-ni! bagaimana bisa terjadi? air apa yang kau berikan padaku?!" ,,, tanya'nya
Singa putih itu merasa senang bukan main walau pun kekuatan roh'nya masih kosong, tapi dia sangat senang karna luka dan racun yang sempat di tanam oleh salah satu dari 15 kultivator itu kini semua'nya sudah normal.
Huilan hanya tersenyum tipis melihat tingkah singa putih yang terus melompat ke sana kemari seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru, tak lama singa putih itu menoleh pada huilan.
Huilan pun langsung memperlihatkan 1 kelopak roh bunga kristal yanga melayang tepat di atas telapak tangan'nya sambil bicara.
"Dan apa kamu yakin ingin menolak hadiah sebagus ini? seperti yang aku bilang tadi, kalau kau terima tawaran ku, aku akan memberikan benda ini padamu!" ,,, kata huilan santai.
Singa itu langsung lari menghampiri huilan dan duduk di dekat'nya.
"Wah.. apa kau serius jika aku menerima tawaran mu, kamu akan memberikan benda itu padaku?!" ,,, Tanya'nya dengan ke 2 bola mata yang berbinar-binar.
"Tentu saja! dan yang aku tawarkan adalah 1 tangkai, bukan 1 kelopak" ,,, kata huilan sambil menyimpan kembali roh bunga kristal'nya.
Singa putih itu langsung mengembangkan senyuman'nya sambil menganguk-angguk, tak lama huilan bisa merasakan kalau hakubi sudah kembali ke dalam dimensi'nya.
Kemudian dia meluruskan pandangan ke sebrang lubang besar, terlihat seorang pemuda berpakaian serba hitam sedang celingak-celinguk seperti sedang mencari sesuatu.
"Oi... xing-je! hei.. di sebelah sini!" ,,, πππ teriak huilan yang mencoba memberi tau keberadaan'nya pada pemuda yang ada di sebrang lubang.
Xing-je yang mendengar nama'nya di panggil, dia langsung menoleh ke arah suara ber'asal lalu dia tersenyum.
"Kaka!" ,,, gumam'nya.
Setelah itu dia berlari menghampiri huilan, singa putih yang memperhatikan xing-je dia mulai mengkerutkan ke 2 alis'nya.
"Em.. gadis kecil, apa pemuda itu yang akan menjadi tuan ku?!" ,,, tanya singa putih.
"Benar, dia orang'nya!" ,,, jawab huilan singkat.
"Gadis kecil, aku hawatir walaupun aq mendapatkan roh bunga kristal, tapi jika aku harus melaku kan nkontrak darah dengan'nya... aku takut kekuatanku akan terpengaruh, dia terlalu lemah!" ,,, kata singa putih yang hawatir.
"Kau tenang saja, kalian akan melakukan kontrak darah dengan cara kuno! jadi kau tidak perlu hawatir, karna cara seperti ini tidak akan berpengaruh buruk pada kekuatan kalian masing2",,, kata huilan santai.
"Cara kuno?!" ,,, ulang'nya.
"Benar, nanti aku akan mengajarkan'nya pada kalian!" ,,, kata huilan.
Tak lama kemudian xing-je pun akhir'nya sampai.
"Bailah tuan lion, xing-je sudah ada di sini! jadi alangkah baik'nya kita melakukan kontrak darah nya sekarang, karna hari sebentar lagi akan gelap" ,,, kata huilan.
__ADS_1
"Tunggu ka! apa kaka serius ingin aku memiliki ikatan dengan singa putih ini?" ,,, tanya xing-je.
"Tentu saja! apa ada masalah?" ,,, tanya huilan.
"Tapi kak, ini adalah spirit beast tingkat 10! apa kaka tidak menginginkan'nya sama sekali?" ,,, tanya xing-je.
"Kau tidak perlu menghawatir! nanti kaka akan menemukan spirit beast yang lebih baik" ,,, kata huilan saantai.
"T-tapi...
"Haishh... sudahlah jangan banyak tapi" ,,, huilan memotong ucapat xing'je lalu dia menoleh pada singa putih.
"Tuan lion, apa kamu sudah punya nama?!" ,,, tanya huilan.
"Yah, nama ku Qi" ,,, kata singa putih singkat.
"Kalau gitu apa kamu bersedia jika aku menambah 1 nama lagi menjadi Xing-Qi?!" ,,, tanya huilan.
"Xing-Qi? em.. tidak buruk!" ,,, kata singa yang kini di panggil xing-qi.
"Bagus!! jadi kau menyetujui'nya?!" kata huilan.
"Haiss... sudahlah, ini hanya sebuah nama! tidak perlu di perpanjang, cepat beritau kami mantra kuno'nya!" ,,, kata xing-qi (Singa Putih).
Huilan hanya tersenyum untuk menanggapi sikap xing-qi yang rusuh, kemudian huilan pun mulai mengajarkan mantra kuno pada xing-je dan xing-qi.
Setelah xing-je dan xing-qi hafal mantra kuno'nya, mereka pun langsung berhadapan dan mulai merapalkan mantra kuno sesuai arahan dari huilan, tak lama segel formasi pun terbentuk kemudian xing-qi mengucapkan janji'nya, setelah ritual selesai tanda kontrak muncul di kening mereka masing2, kini tingkat kultivasi xing-je naik 2 level jadi level 9 start fighter, sedangkan xing-qi dia mendapatkan kembali kekuatan roh'nya sebanyak 20%.
"Woah... ini pertama kali'nya aku tau ada tehnik kontrak darah seperti ini! tehnik kuno ini tidak hanya tidak berpengaruh buruk pada kekuatan masing2, tapi justru malah menambah kekuatan yang aku kuasai" ,,, kata xing-qu.
"Benar level kultivasiku juga langsung naik 2 level!" ,,, kata xing-je.
"Gadis kecil, terima kasih!" ,,,
"Kaka, terima kasih!" ,,,
Kata xing-je dan xing-qi serempak.
"Itu bagus, sekarang kalian sudah punya ikatan darah! xing-je, berikan hadiah yang tadi sudah aku siapkan!" ,,, pinta huilan.
Tanpa berfikir panjang lagi xing-je pun menyerahkan 1 tangkai roh bunga kristal pada xing-qi (Singa Putih), tentu xing-qi menerima'nya dengan senang hati.
"Baiklah, sekarang apa rencana kaka selanjut'nya? apa kita akan langsung keluar dari hutan ini?" ,,, tanya xing-je.
Mendengar xing-je menanyakan apa rencana selanjut'nya, xing-qu pun langsung angkat bicara.
"Aku fikir tidak usah buru2! mumpung kita sekarang berada di hutan ayakashi, kenapa kita tidak mencari tempat yang bagus saja dulu untuk meningkatkan level kultivasi! kebetulan aku tau satu tempat yang bagus untuk melakukan terobosan! bagaimana?" ,,, tawaran xing-qi.
"Hmm.. itu ide yang bagus!" ,,, kata huilan menyetujui rencana xing-qi.
"Ayo! tunggu apa lagi?!" ,,, kata xing-qi sambil membungkukan tubuh untuk mempersilahkan hulan dan xing-je naik ke atas punggung'nya.
"Ok!" ,,,
Dengan sigap huilan pun naik terlebih dulu, sedangkan xing-je dia malah bengong.
"Tuan, apa lagi yang kamu tunggu? hari akan segera berganti malam, dan saat malam di hutan ayakashi adalah tempat yang sangat berbahaya!" ,,, kata xing'qi.
"Hah! tuan?? kedengaran'nya sangat kolot selali!" ,,, kata xing-je sambil naik ke punggung xing-qi, dia duduk tepat di belakang huilan.
"Hahaha... tentu saja aku memanggil mu tuan, karna sekarang kau adalah majikan ku! memang'nya kamu mau aku panggil apa?!" ,,, tanya xing-qi yang langsung berlari cepat
"Aku ingin kamu memanggil ku nama saja, tidak perlu memanggil ku tuan, aku tidak biasa!" ,,, kata xing-qi yang langsung mempercepat langkah'nya.
Akhir'nya huilan dan xing-je pun di bawa pergi oleh xing-qi ke suatu tempat.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc