The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 064* Bertemu Lagi


__ADS_3

****


"Tsk... jun gege apa kau tidak cape terus menggendong gadis aneh itu!" ,,, kata qin-suo dengan nada yang tidak senang.


Seketika hui-lan pun langsung tersadar.


"Aah.. iya benar, senior kamu boleh turunkan aku sekarang, aku sudah baik-baik saja" ,,, kata hui-lan yang sebenar'nya dia masih bingung kenapa gadis yang bernama qin-suo seperti sedang kesal pada'nya.


Sontak pemuda yang memangku hui-lan, yang tidak lain dia adalah Tu-bajun langsung menegor qin-suo.


"Qin-suo kenapa kamu bersikap seperti itu? dia menjadi seperti ini karna telah menolong kita" ,,, kata tu-bajun.


Tapi qin-suo semakin memonyongkan bibir'nya dan melemparkan pandangan'nya ke arah lain, hui-lan merasa terganggu dengan sikap qin-suo... dan tu-bajun juga masih belum mau menurunkan'nya.


"Senior mohon turun kan aku, aku benar2 sudah merasa baikan!" ,,, pinta hui-lan.


Tu-bajun pun menarik nafas panjang lalu menurunkan hui-lan dari pangkuan'nya sambil bicara.


"Nona, mohon jangan di ambil hati atas sikap rekan ku barusan, biasa'nya dia bersikap seperti ini karna dia sedang merasa lapar!" ,,, kata tu-bajun yang membuat wajah qin-suo memerah karna merasa malu.


Sedangkan hui-lan langsung menahan tawa setelah mendengar ucapan tu-bajun.


"Aah... begitu rupa'nya, aku fikir itu hal wajarπŸ˜… baiklah karna kalian sudah baik2 saja, aku akan segera pergi karna hari sudah semakin sore, aku tidak mau kalau harus sampai kemalaman di hutan ini!" ,,, kata hui-lan yang langsung melangkahkan kaki'nya, dia berniat untuk segera pergi.


"Tunggu dulu nona! sepertinya kamu tidak mungkin datang ke hutan ini tanpa tujuan" ,,, kata wei-young sembari menurunkan hakubi dari pangkuan'nya.


"Itu mamang benar... sebenarnya aku sedang menjalankan misi prajurit bayaran, dan targetku adalah tanduk kristal srigala!" ,,, kata hui-lan terus terang.


"Ow... lalu apa kamu akan pergi begitu saja?" ,,, tanya wei-young.


"Benar, aku harus segera menemukan srigala bertanduk yang lain sebelum matahari terbenam" ,,, kata hui-lan santai.


"Tapi kamu baru saja membunuh 2 ekor targetmu, kenapa kamu ingin mencari yang lain?!" ,,, tanya wei-young.


Hui-lan pun menyentuh dagu dengan jari telunjuk'nya lalu menjawab.


"Hm... aku memang sudah membunuh mereka, tapi.. kalian yang telah menemukan'nya terlebih dulu, jadi itu bukan hak ku... kecuali kalian ingin berbagi dengan ku!" ,,, kata hui-lan dengan nada yang tenang, tapi di hati'nya dia sangat berharap mereka mau berbagi dengan'nya.


Wei-young dan rekan yang lain'nya pun tersenyum mengetahui sikap hui-lan yang tidak serakah.


"Baiklah karna kami yang menemukan dan kau yang menaklukan, jadi hasil nya kita bagi 2" ,,, kata wei-young yang di setujui oleh rekan2 nya.


"Yes 😏" ,,, batin hui-lan.


"Benarkah? kalau begitu terima kasih" ,,, kata hui-lan dia pun langsung melangkah menghampiri mayat srigala tanduk hijau sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Hoho... akhir'nya misi ku beres πŸ˜™" ,,, batin hui-lan lalu dia mengulurkan tangan'nya untuk mematahkan tanduk srigala.


"Tunggu!! apa yang kamu lakukan? kau tidak boleh menyentuh tanduk itu dengan tangan kosong" ,,, teriak wei-young yang berhasil menghentikan pergerakan hui-lan untuk beberapa saat.


"Eh..😧 kenapa??" ,,, tanya hui-lan kebingungan, tapi tangan kembali bergerak dan menyentuh tanduk tersebut lalu...


Klak!


Tanduk tersebut terlepas dengan sendiri'nya lalu dengan refleks tangan hui-lan memegang tanduk tersebut tanpa mengalami apa2, kemudian hui-lan mengankat tanduk kristal hijau itu sambil menoleh pada wei-young dengan exspresi yang polos.

__ADS_1


"Memang'nya kenapa? apa ini beracun ?" ,,, tanya hui-lan dengan nada yang polos sambil menunjukan tanduk tersebut pada yang lain'nya.


Tentu orang2 yang ada di sana tidak bisa untuk tidak menjatuhkan rahang'nya.


"K-k-kamu b-baik-baik saja memegang nya tanpa menggunakan kain? " ,,, kata qin-suo gelagapan sedangkan yang lain nya hanya mengangguk denga bibir yang terbuka.


"Heemm... tangan ku baik-baik saja" ,,, kata hui-lan sambil memperhatikan tanduk tersebut dengan satu tangan menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal.


"Aah.. ha.. ha.. ha.. b-baik lah kau memang gadis yang aneh" ,,, kata wei-young sambil tersenyum kebingungan lalu dia menghampiri hui-lan dan memberi kain putih pada hui-lan setelah itu meminta'nya untuk membungkus tanduk kristal hijau itu.


"Baiklah aku memang tidak mengerti kenapa kamu baik2 saja saat menyentuh tanduk itu dengan tangan telanjang, tapi itu belum tentu orang lain juga bisa menyentuh'nya secara langsung sepertimu. jadi untuk berjaga-jaga kamu harus tetap membungkus'nya, agar orang lain selamat" ,,, kata wei-young.


"Tapi ngomong2 kenapa kamu memilih yang hijau? aku fikir yang ungu harganya lebih mahal!" ,,, tanya wei-young.


"Em... tentang itu aku fikir kalian pasti lebih membutuhkan nya di banding aku, jadi aku pilih yang hijau, lagi pula aku hanya sendiri" ,,, jawab hui-lan.


"Ow... begitu, ternyata kau seorang gadis yang suka berfikir panjang rupa'nya, padahal kamu tidak tau siapa kami tapi kamu sudah berfikir kesana, o'ya ngomong2 kamu berasal dari akademi mana?" ,,, tanya wei-young.


"Aah... tentang itu aku belum pernah memasuki akademi manapun, aku baru saja mau memasuki akademi pemula nanti!" ,,, kata hui-lan yang berhasil membuat mereka kembali tercengang.


"Wah.. wah.. wah.. aku benar2 tidak menyangka, belum masuk akademi saja kamu sudah sehebat ini. kau benar2 gadis yang berbakat... tapi aku heran kenapa aku tidak bisa merasakan tingkat kultivasimu?,,, tanya yuwen-yong sambil menghampiri hui-lan yang di ikuti oleh tu-bajun.


"Benar aku bahkan tidak bisa merasakan kalau kau memiliki kekuatan roh,,, kenapa bisa begitu?" ,,, sambung tu-bajun yang di angguki oleh yang lain'nya.


Exspresi hui-lan pun jadi kebingungan.


"Em... itu, S-sebenar'nya aku juga tidak begitu mengerti kenapa!" ,,, kata hui-lan sambil menggaruk-garuk kelala'nya yang tidak gatal.


Wei-young dan yang lain'nya kembali saling memandang satu sama lain, kemudian yuwen-yong kembali bicara mengutarakan pendapat'nya.


"Nona kecil sekitar 3 bulanan lagi akademi pemula kwang-hua akan turun ke setiap keraja'an, untuk merekrut murid2 baru, aku harap kamu mau mengikuti perekrutan murid baru tahun ini. dan jika kamu berhasil masuk dan menjadi murid dalam, aku ingin kamu menunjukan kotak kayu ini pada kapala akademi kwang-hua" ,,, kata yuwen sambil memberikan kotak tersebut.


Hui-lan pun mengulurkan tangan'nya untuk menerima kotak tersebut karna penasaran, tapi sebelum kotak itu menyentuh tangan'nya tiba2 tangan yuwen bergerak cepat meraih tangan hui-lan lalu menggores ujung jari telunjuk hui-lan sampai mengalirkan darah, setelah itu yuwen meneteskan darah hui-lan ke atas tutup kotak kayu tepat di ukiran bunga teratai kuncup yang terukir di atas tutup kotak tersebut.


Tak lama kemudian ukiran bunga teratai kuncup itu seperti hidup, teratai kuncup itu kini telah mekar dan seiring ukiran teratai itu mekar, sebuah gambar teratai putih muncul dan terukir di pergelangan tangan kanan dekat nadi huilan


"Hah!... apa yang kamu lakukan? dan apa ini?!" ,,, tanya hui-lan yang kebingungan sambil mengibas-ngibas kan tanga kanan nya, dia mencoba mengusir gambar yang muncul di tangan'nya.


"Pppttt....


Yuwen menahan tawa melihat exspresi hui-lan yang kebingungan dan dan menurut'nya itu menggemaskan, dan tentu perbuatan'nya itu juga membuat rekan2nya terkejut.


"Yuwen kamu!!..."


"Sssstttt....


Yuwen memotong ucapan rekan2'nya, dan akhir'nya mereka pun terdiam walau pun mereka masih heran kenapa yuwen tiba2 memberikan benda seberharga itu pada gadis yang baru dia temui hari ini...


"Ini tidak seperti yuwen yang biasa'nya" ,,, itulah yang ada di dalam fikiran mereka.


"Nona kecil, sudah jangan di hiraukan tanda ini tidak akan berpengaruh buruk padamu, dan tanda ini tidak semua orang bisa melihat nya... o'ya 1 lagi kotak kayu ini kamu tidak bisa membuka'nya sebelum ketua akademi kwang-hua membuka kan segel'nya untuk mu" ,,, kata yuwen sambil tersenyum manis menatap hui-lan.


"Eh... tapi kenapa ?" ,,, tanya hui-lan semakin penasaran.


"Kau akan mengetahui'nya nanti" ,,, kata yuwen sambil menjentikan jari'nya ke kening hui-lan.

__ADS_1


Sikap yuwen-yong ini benar2 membuat fikiran rekan2 nya semakin di penuhi tanda tanya, karna sikap yuwen pada hui-lan seolah-olah mereka adalah seseorang yang sudah akrab lama.


hui-lan hanya menarik nafas panjang untuk menanggapi sikap pemuda yang bernama yuwen-yong pada'nya.


"Hufftt... baiklah sepertinya urusan ku sudah selesai, aku harus segera kembali" ,,, kata hui-lan yang langsung melangkah menghampiri mayat srigala untuk mengambil tongkat'nya, kemudian dia memegang tongkat tersebut dan bersiap mencabut'nya.


"Hiyaaahhh.... ugh.. kenapa sulit sekali!!!" ,,, gerutu huilan yang masih mencoba menarik tongkat dengan nada suara seperti teriakan seorang ibu yang sedang melahirkan.


Sontak yuwen dan rekan2 nya menahan tawa melihat tingkah hui-lan.


"Pppttt...


"Hadeeh... gadis kecil ini"


"yang benar saja... bisa menanam tapi tidak bisa mencabut"


"Ha... ha.. ha....


Itulah yang di gumamkan oleh yuwen dan rekan2nya.


"Ooow... ayolah srigala... kalian sudah mati, aku fikir kalian tidak akan membutuhkan tongkat ku... lagipula untuk apa?!" ,,, keluhan hui-lan kali ini bisa di dengar jelas oleh yuwen dan rekan2'nya.


"Pppptttt... nona kecih,, apa kamu perlu bantuan?!" ,,, tanya yuwen yang masih menahan tawa.


Tapi belum sempat hui-lan menjawab, tiba-tiba bayangan putih melesat dan mendarat di dekat wei-young dan rekan2nya.


"Hei, apa yang terjadi tadi di sini? kanapa tadi aku merasakan ada aura negatif yang cukup kuat dari sekitar sini?!" ,,, tanya sosok pria berambut putih dengan pakaian serba putih ke perakan, yang tidak lain dia adalah Luo yu-zhi.


"Haishh... kamu terlambat yu-zhi, sekarang semua'nya sudah baik2 saja" ,,, kata yuwen.


Sedangkan hui-lan dia langsung menghentikan acara menarik tongkat'nya setelah mendengar suara pria yang baru datang.


"Hah! k-kenapa suara pria ini seperti tidak asing yah?" ,,, batin hui-lan.


Lalu perlahan-lahan dia menolehkan wajah'nya ke belakang, setelah melihat sekilas pria berambut putih itu hui-lan langsung kembali membelakangi'nya dengan cepat, dia benar2 sangat terkejut karna pria itu sedang memperhatikan'nya dan dia mengenali siapa pria berambut putih itu.


"Mampus!! kenapa pria mesum itu ada di sini!! dan dia masih hidupπŸ˜“ bagaimana ini? bagaimana ini? hufftt.. hufftt... tenang hui-lan tenang... aku sedang memakai topeng.. dia tidak akan mengenaliku kan!πŸ˜“" ,,,


Terukir kehawatiran di wajah hui-lan, dia benar2 tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria yang sudah mencuri ciuman pertama'nya.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2