The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Makan Malam Part 1


__ADS_3

***


Setelah kepergian kereta kuda milik pria misterius itu meninggalkan alun2 kota, seorang pria yang sedari awal sayembara di mulai terus memperhatikan fei-ling dia menggerutu melihat gadis incaran'nya di bawa pergi.


'-'


"Tsk... belum sempat aku bertegur sapa dengan'nya, tapi sudah mendapat saingan ck... menyebalkan" ,,, decak si pria.


Tak lama kemudian seorang gadis cantik yang usia'nya kira2 dua tahun lebih tua dari fei-ling datang menghampiri pria tampan yang sedang menggerutu sendirian.


'-'


"Gege, kamu ini suka sekali menghilang di tengah keramaian yah!! ayo kita pulang sudah tidak ada lagi acara yang menarik" ,,, kata gadis itu dengan manja.


"Iya gege tau, tapi di mana chang-xi? bukankah tadi dia ada bersama mu?! " ,,, tanya si pria.


"Oowh... ayolah... dia bukan anak kecil lagi, dia bisa pulang sendiri " ,,, kata li chang-lèè adik dari si pria tampan itu yang memiliki nama lengkap Li Chang-qin.


'-'


"Baiklah kita tunggu sebentar lagi di kereta kuda" ,,, kata chang-qin dia sangat memahami sikap adik perempuan'nya itu.


"Tsk... ya.. ya.. yah.." ,,, jawab chang-lèè yang langsung melangkah menuju ke kereta kuda milik'nya.


Sambil menunggu di dalam kereta chang-qin mulai buka suara memecah keheningan.


'-'


"Chang-lèè, apa kamu sudah menyusun rencana untuk memberi pelajaran pada adik ke-3, dia secara terang2ngan telah menentang mu looohhh... " ,,, kata chang-qin.


"Hum... gege tunggu saja besok atau lusa, aku akan membuat dia menangis darah" ,,, kata chang-lèè lalu tersenyum sinis.


"Hahaha... aku tau chang-lèè, kau sangat mirip dengan ku" ,,, kata chang-qin yang cengengesan.


'-'


"Huh... enak saja, aku ini perempuan.. bagaimana bisa di samakan dengan laki2 seperti mu" ,,, kata chang-lèè dia sudah memonyongkan bibir'nya.


Chang-qin hanya tersenyum tipis melihat sikap adik'nya itu, tak lama kemudian adik perempuan ke 4 yaitu li chang-xi, dia pun datang dan langsung meminta maaf pada kaka2 nya.


"Aiya... gege, jie-jie maafkan aku" ,,, kata chang-xi sambil mengatur nafas'nya yang tidak ber'aturan.

__ADS_1


"Chang-xi darimana saja kamu?!" ,,, kata chang-lèè dengan ketus.


"Ooh.. maaf jie-jie, tadi aku sangat penasaran dengan pria bertopeng itu, jadi aku mencari keberada'an nya dan tak sengaja aku mendapat kan informasi terhangat tentang pria misterius itu" ,,, kata chang-xi.


"Owh... apa itu??" ,,, tanya chang-lèè dan chang-qin serempak.


Chang-xi pun mulai memberitau kan apa saja yang dia ketahui, mulai dari tabib kecil, pria misterius, dan obrolan2 yang sempat dia dengar tadi.


Chang-qin dan chang-lèè pun tersenyum puas karna chang-xi selalu bisa di andalkan dalam mencari berbagai informasi yang akurat, setelah mendengarkan cerita chang-xi mereka pun akhirnya pergi meninggalkan alun2 kota untuk kembali ke kediaman mereka.


*o0o*


Malam hari'nya di tempat fei-ling...


Di dalam kamar fei-ling baru saja sadar dari pingsan, dia mulai memutarkan pandangan'nya dan langsung terkejut karna dia tidak mengenali tempat asing itu, kemudian dia berniat untuk turun dari tempat tidur, tapi tiba2 beberapa pelayan masuk ke ruangan tempat fei-ling sambil membawa nampan yang di atas nya adalah beberapa set pakain dan perhiasan untuk di berikan pada fei-ling.


Tentu fei-ling mematung karna dia tidak tau siapa mereka dan apa yang akan mereka lakukan padanya, lalu fei-ling pun memberanikan diri untuk bertanya.


'-'


"Tu... tunggu, kalian siapa? dan dimana aku sekarang?" ,,, tanya fei-ling dia merasa sedikit takut, karna walau pun mereka berpenampilan seperti pelayan, tapi tingkat kultivasi mereka satu tingkat di atas'nya yaitu level 1 alam bumi, kemudian salah satu dari mereka tersenyum lalu bicara.


"Nona tidak perlu takut pada kami, kami ke sini atas perintah tuan muda untuk melayani keperluan nona, dan maafkan kami tidak membersihkan tubuh nona, tuan muda bilang kita tidak boleh melakukan'nya tanpa se'izin dari nona, jadi sekarang apa yang bisa kami bantu?" ,,, kata salah satu pelayan sambil tersenyum ramah.


"Owh... begitu taruh saja pakaian'nya di meja dan tolong persiapkan air untuk mandi setelah itu kalian boleh pergi, karna aku tidak biasa di layani jadi aku akan melakukan'nya sendiri" ,,, kata fei-ling tegas.


Walau pun dia tidak pernah masuk ke tempat seperti ini, tapi ibu'nya sudah banyak memberitau segala hal tentang kehidupan di luar.


Para pelayan pun kembali tersenyum ramah mereka menyukai sikap fei-ling, dia tidak sama seperti gadis bangsawan lain yang tidak bisa mengurus diri tanpa pelayan, itulah yang ada di fikiran mereka, mereka tidak tau kalau ternyata fei-ling adalah se'orang gadis yang tumbuh di desa.


"Baiklah kalau nona menginginkan sesuatu panggil saja kami, kami akan menunggu di depan pintu" ,,, kata salah satu pelayan kemudian merema melangkahkan kaki nya untuk keluar.


"Tunggu!! kenapa kalian menungguku di depan pintu? bukankah aku sudah bilang kalian boleh pergi istirahat" ,,, tanya fei-ling keheranan.


"Oh iya maaf nona kami sampai lupa, sebenarnya tuan muda sedang menunggu nona untuk makan malam, kami ke sini untuk membantu nona ber siap2" ,,, kata salah satu pelayan, mereka ter'alihkan oleh sikap fei-ling dan hampir saja melupakan tugas'nya.


Fei-ling pun nenarik nafas panjang.


"Baiklah kalian tunggu di luar, aku akan ber siap2" ,,, jawab fei-ling yang langsung pergi ke kamar mandi, sedangkan para pelayan keluar sesuai arahan.


'-'

__ADS_1


Di luar kamar para pelayan itu mengungkap kan tanggapan2 mereka masing2 dengan suara rendah.


"Hei lili, bagaimana menurutmu tentang gadis satu ini? kalau menurutku dia masih terlalu muda" ,,, kata chi-chi salah satu pelayan kepercaya'an tuan muda'nya.


"Hm... dia cantik, ramah, dan mandiri. dia tidak seperti gadis bangsawan lain'nya, aku fikir umur bukan masalah" ,,, kata lili dia juga salah satu pelayan kepercaya'an pria misterius.


15 Menit kemudian fei-ling sudah keluar dari kamar, dia memakai hanfu merah muda dan tidak terlalu banyak riasan di wajah'nya sedangkan rambut'nya hanya di ikat setengah oleh 1 haripin yang di ujung'nya melekat bunga sakura merah muda, dan cadar juga selalu senan tiasa menutupi setengah wajah'nya, tapi walau pun penampilan nya sederhana tetap saja para pelayan yang melihat'nya tidak bisa untuk tidak mengagumi kecantikan fei-ling.


"Baiklah tolong tunjukan jalan untuku" ,,, kata fei-ling dan 100% berhasil menyadarkan para pelayan yang malah asyik mengagumi fei-ling.


"Eh.. o.. maaf, mari ikut dengan kami" ,,, kata salah satu pelayan yang sadar terlebih dulu.


Akhir'nya para pelayan itu melangkahkan kaki yang di ikuti fei-ling, di fikiran fei-ling sebenar'nya dia tidak ingin menerima pakaian2 yang di berikan oleh pria misterius itu, tapi jika tidak di terima dia pasti akan di anggap gadis sombong karna telah menolak niat baik sese'orang.


Tak lama kemudian fei-ling pun sampai di ruang makan, dan tuan misterius itu sudah menunggu di sana, malam ini dia memakai pakaian serba putih dengan topeng senada dengan pakain nya, rambut'nya yang hitam dan panjang itu di ikat setengah, malam ini penampilan'nya tidak se'seram saat siang hari yang memakai pakaian serba hitam dan topeng yang menyeramkan, sedangkan pria yang di panggil jiao-mo berdiri di samping'nya.


'-'


Fei-ling tidak langsung duduk, dia masih diam mematung se'olah-olah sedang menunggu perintah, dan pria misterius yang di panggil tuan muda peei, dia juga tidak langsung bicara tapi dia membalas tatapan fei-ling, itulah yang para pelayan lihat, tapi sebenar'nya fei-ling dan tuan muda peei sama2 tertegun.


Pada akhir'nya tuan muda peei yang sadar terlebil dulu dan langsung menegor fei-ling.


"Kenapa diam? duduk lah" ,,, kata tuan muda peei dengan nada yang tenang.


Tapi fei-ling tidak langsung melakukan'nya, dia malah menanyakan pertanya'an lain.


"Em... tuan tidak akan menghukum ke kan ?" ,,, pertanya'an fei-ling membuat para pelayan di sana heran padanya.


Tuan muda peei langsung menatap tajam pada fei-ling.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2