
***
Mereka menemukan snow dalam keada'an Gaun yang putih sudah penuh dengan warna merah darah, wajah yang pucat, Mata yang sembab dan pandangan yang kosong Seolah-olah dia tida memiliki roh kebahagia'an lagi dalam dirinya.
Meraka ber 3 pun melangkah masuk kedalam lalu moran mendekat pada snow, Di samping snow tergeletak 2 mayat orang tua yang sangat Moran kenal,
Kaki Moran langsung terasa lemas Seolah-olah tenaganya hilang begitu saja, Sedangkan Muyan dan Lin che Menungkup mulut nya, Mereka cukup terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"S,,,snow!" ,,, Ucap Moran dengan gemetar, Namun snow mengabaikan mereka ber 3, Snow pun langsung berdiri dengan pandangan yang masih kosong lalu melangkah kan kakinya sambil memeluk sebuah kotak dan satu tangan nya lagi menggenggam pistol, Dia berjalan ke arah Muyan dan lin che,
Tapi tiba2 langkahnya terhenti karna sebuah tangan menahan kakinya, yang tida lain adalah salah satu pembay yang sudah membunuh 2 orang tua itu, Kedua pembay itu masih hidup, tapi dalam keadaan penyiksaan, karna efek racun dari pil hitam yang snow berikan.
"To,,, tolooong,,, ampuni,,, aku,, !" ,,, ucap si pembay yang menahan snow,
Snow menoleh pada 2 orang pembay itu masih dengan tatapan kosong,
Kemudian snow menodongkan pistol nya,
Dorr,,
Dorr,,,
Snow langsung menembak mati 2 orang itu, Sontak tiga orang yang ada di ruangan itu sangat terkejut dengan apa yang di lakukan snow, terutama lin che dia langsung mundur beberapa langkah,
Dia tida pernah menyanggka bahwa gadis yang ada didepan nya itu bisa menjadi sangat kejam ,,,,
Setelah menembak mati mereka, snow langsung pergi dari ruangan itu meninggal kan mereka tanpa sepatah kata apapun.
Untuk beberapa menit hanya ada kesunyian di ruangan itu, kemudian lin che memberanikan diri untuk bicara,
"Sayang sebaiknya kamu temui snow dan beritau kebenarnya, Setidak nya itu akan membuatnya tida terlalu merasa terpukul, aku dan Muyan akan membantu membereskan kekacauan di sini" ,,, kata lin che yang di setujui oleh Muyan.
Moran pun berfikir sejenak,,,, kemudian dia tersenyum,
__ADS_1
"Terima kasih lin'er atas perhatian nya, aku akan menemuinya nanti,,,, ya sudah kalau gitu mohon bantuan nya" ,,, ucap moran.
.................🌄.🌄.🌄.............
Ke'esokan paginya di kamar snow tepatnya pukul 9 pagi, Snow sudah membersihkan diri dia memakai dress berlengan sesikut, dan panjang nya sampai menutupi kaki, berwarna merah polos, dengan rambut di biarkan terurai.
Dia sedang duduk di lantai depan pintu balkon yang terbuka, dan menyenderkan punggung nya ke tembok, matanya yang masih sembab dan merah, dia tida bisa tidur sama sekali malam itu.
Saat ini dia sedang membuka perban dari telapak tangan nya, yang baru dia pasang beberapa jam yang lalu, dan berniat untuk menukarnya dengan yang baru.
Terpampang lah luka sayatan yang panjang di telapak tangan snow, Dia tida langsung membungkusnya karna merasa darahnya sudah tida keluar lagi.
Kemudian dia meraih kotak hadiah dari nenenya dan langsung di buka, isi dari kotak itu adalah 4 gabungan belati berbentuk suriken,
Dan kartu ucapan selamat ulang tahun.
Snow kembali meneteskan air mata, dia tida menyangka kalau benda ini akan menjadi kenangan terakhir dari nenenya. Beberapa menit kemudian dia di kejutkan oleh seseorang mengetuk pintu kamarnya, Cepat2 snow menutup kembali kotak hadiahnya dan langsung diletakan di samping lalu dia menghapus air mata sambil menjawab dengan suara serak,
Melihat snow bersikap seperti itu moran langsung menarik nafas panjang, dan langsung meletakan sebuah kotak di pangkuan snow, kemudian moran menyentuh dagu snow dan mengangkatnya,
"Snow, seingat papa kamu adalah gadis yang kuat tapi kenapa masih saja menangis!" ,,, ucap Moran sambil menghapus air mata snow yang kembali mengalir,
"Tapi pah,,, ini adalah kesalahan ku, andai aku tida menyerang markas musuh mungkin kejadian ini tida akan,,,,,," ,,, Ucapan snow terhenti oleh 1 jari moran yang menempel di bibir nya, kemudian moran mendekat dan memeluk snow.
"Sssstttt,,, jangan katakan lagi, walaupun kamu tida melakukan nya mereka akan tetap datang menyerang, jadi jangan salahkan dirimu sendiri, lagipula papa kesini ingin memberitau mu sesuatu jadi jangan di bahas lagi ok! papa tau mungkin ini bukan saat yang tepat,,,,, tapi kamu harus tau kebenaran nya" ,,, Ucap moran dan langsung melepaskan pelukannya.
Mendengar ucapan papanya seperti itu Snow langsung punya firasat tida enak,,, Moran kembali menarik nafas panjang.
"Sebenarnya,,,,, kamu bukan putri kandung papa!!"
DEG.....
__ADS_1
Ucapan moran berhenti untuk melihat reaksi snow,
Snow langsung mematung, apa yang di khawatirkan nya benar2 terjadi, Semalam snow sempat mendengar kata2 terakhir nenenya, Namun karna perasaan snow sedang kalang kabut jadi tida terdengar terlalu jelas, dia pun berusaha untuk tetap tenang.
"Papa sebenarnya nene sudah memberitau ku tentang itu" ,,, ucapan snow dan langsung menggigit bibir bawahnya, Moran sedikit sesak melihat snow yang berusaha untuk tetap tenang, tapi dia juga tida bisa berbuat apapun karna cepat atau lambat dia juga harus mengetahuinya.
"Snow papa harap, mulai saat ini jangan pernah melakukan sesuatu yang berbahaya lagi, dan maafkan papa atas sikap papa saat di pesta,,, Papa marah bukan karna papa membencimu, tapi papa marah karna papa merasa sudah gagal untuk menjagamu, papa tida ingin kamu mengikuti jejak papah,,,, papa tida ingin kamu menodai tanganmu dengan darah, jadi tolong!!!" ,,, Moran mencurahkan isi hatinya,
"Satu lagi, di dalam kotak itu ada benda2 peninggalan orang tua kandugmu dan nama aslimu adalah Xu Hui Lan" ,,, sambung moran,
"Xu Hui Lan?" ,,, snow mengulang namanya,
"Itu benar,,,, Ya sudah hanya itu yang ingin papa sampaikan, papa harus pergi sekarang untuk mengurus pemakaman kake dan nene" ,,,, kata moran dia ingin cepat2 pergi agar snow bisa menenangkam diri, Sebelum pergi moran membelai rambut snow dan mencium keningnya.
"Baik pah,,,, snow akan menyusul" ,,, jawab snow, akhirnya moran pun pergi meninggalkan snow.
Setelah kepergian papanya snow membuka kotak dari papanya yang isinya ternyata ada 1 kantung hitam yang terbuat dari kain bludru dan ada nama NUA di kantung itu, Snow langsung melihat isi kantung itu didalam nya ada 3 buah kristal beberapa butir emas dan sebuah cin-cin naga perak,
Snow langsung memasukan kembali benda2 itu ke dalam kantung, lalu snow meraih kalung liontin hitam yang berbentuk pecahan yin-yang dan di balik liontin itu tertulis namanya,
"Xu Hui Lan" ,,, setelah membaca namanya dia kembali menangis dan langsung menggenggam erat liontin itu, dia lupa kalau lukanya belum di perban sehingga darahnya kembali keluar dari lukanya, tanpa di sadari liontin hitam itu menyerap darah snow dan perlahan-lahan warna liontin itu menjadi transparan lalu mengeluarkan cahaya biru muda.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.