
***
"Tapi sayang'nya aku tetap tidak bisa menganggap mu sebagai teman! karna walau bagaimana pun kau adalah wanita kesayangan raja bei zhie, jadi apa yang harus aku lakukan padamu agar kau tetap tutup mulut dengan apa yang sudah terjadi malam ini!!" kata huilan yang terus menatap tajam dan masih menghunuskan pedang ice'nya.
Ratu emerlen tetap bersikap tenang dan terlihat tidak mempedulikan ancaman dari huilan, ta lama setelah itu ribuan daun hijau yang entah darimana datang'nya tiba-tiba beterbangan di udara lalu berputar dengan cepat hingga membentuk pusaran mengelilingi posisi huilan dan ratu emerlen sampai keberada'an mereka ber 2 tidak bisa di lihat dari luar.
Di dalam pusaran ribuan daun hijau, tentu huilan semakin berwaspada, tapi tak lama ratu pun bicara yang berhasil membuat huilan memiliki 1001 pertanyaan.
"Nona lan, meskipun aku belum mengetahui dengan jelas siapa identitas aslimu, tapi aku tau siapa kamu. namun sekarang aku belum bisa memberitaumu siapa aku, karna ada seseorang sedang mengawasi kita. jadi sekarang bukan waktu yang tepat untuk berbincang lebih banyak, selain itu aku sudah merasakan aura pangeran ke 2 sedang menuju kemari dan untuk kejadian malam ini, kau tidak perlu hawatir! aku tidak akan membocorkan'nya pada siapa pun, tapi untuk orang yang sedang mengawasi mu aku tidak bisa menjamin!" kata ratu emerlen.
" ...... " huilan terdiam dan berfikir
'Apa mungkin aura samar-samar yang tadi siang aku rasakan saat aku melumpuhkan pangeran chu itu adalah orang yang sama? tapi siapa?' fikir huilan. kemudian dia tersenyum dingin lalu kembali bicara dengan nada yang dingin.
"Ratu, kau mungkin sudah salah orang! karna aku hanyalah seorang pengembara dan hanya sebatang kara, jadi jangan coba mengaku-ngaku kalau kau tau siapa aku!" kata huilan.
"Aku tau kau pasti tidak akan percaya begitu saja padaku! tidak masalah, aku bisa mengerti karna kau belum mengetahui kebenaran'nya seperti apa. tapi untuk sekarang aku sarankan sebaik'nya kau segera kembali ke tempatmu, besok atau lusa aku akan mencari kesempatan untuk menemui mu dan menunjukan jalan rahasia yang akan membawamu keluar dari kerajaan lembah tanpa harus melewati hutan berkabut!" kata ratu emerlen.
Kemudian dia membuka pintu teleportasi tepat di samping huilan.
"Sekarang kau pergilah, pintu teleportasi itu akan membawamu keluar dari wilayah 3 istana tanpa ketauan siapa pun!" pinta ratu emerlen.
Tapi huilan justru malah terlihat kebingungan, melihat raut wajah huilan seperti itu ratu emerlen pun bergegas menghampiri huilan lalu mendorong'nya agar segera masuk ke dalam pintu teleportasi.
"Cepaaatt!" kata ratu sambil mendorong pelan ke 2 bahu huilan.
"Tunggu, tunggu sebentar! tak bisa kah kau memberitau sedikit saja apa alasan mu menolong ku?" tanya huilan dengan nada yang tergesa-gesa.
"Alasan utama'nya karna aku tau kau bermarga xu! tapi setelah ini tolong jangan pernah mencariku apapun yang terjadi!"
Setelah berkata demikian ratu emerlen pun segera menutup pintu teleportasi'nya, dan setelah pintu teleportasi menghilang bersama huilan, Lalu ratu emerlen tiba-tiba melukai dirinya sendiri dengan cara menusuk perut'nya menggunakan pedang milik yosiko.
Setelah tubuh'nya berlumuran darah dia pun jatuh ke lantai bersama'an dengan ribuan daun hijau yang ikut jatuh ke lantai dan berserakan, kemudian ratu pun tak sadarkan diri.
Di tempat huilan.....
Dia sedang berdiri termenung di atas atap salah satu bangunan yang letak'nya tidak jauh dari wilayah 3 istana mewah.
Angin malam yang berhembus kencang membuat pakaian dan rambut panjang'nya terus melambai-lambai tertiup angin. dalam hati,
"Siapa sebenarnya ratu emerlen? dan bagaimana dia bisa tau kalau aku bermarga xu? karna selain ayah gu, alice, jason, yu muyan, jiuxu, huangxu dan ke 2 spirit beast ku, sepertinya tidak ada lagi orang lain yang aku beritau tentang nama asliku!... apa mungkin saudara kembar ku pernah bertemu dengan ratu emerlen? atau... dia mengenal ke 2 orang tuaku? atau... Aaaaahh... lupakan! jika di lihat dari sikap'nya, cepat atau lambat dia pasti akan memberitau ku!" batin huilan.
Setelah itu dia pun melesat pergi ke arah paviliun.
10 menit kemudian.....
Di tengah perjalanan tiba-tiba huilan menghentikan langkah'nya lalu melompat ke atap bangunan yang ada di sebelah'nya, setelah itu dia bertiarap untuk bersembunyi karna dia melihat ada orang berjubah sedang berdiri di ujung atap dengan posisi membelakangi'nya.
Perlahan huilan pun merayap seperti cicak menuju ke ujung atap karna dia juga merasa penasaran dengan apa yang sedang di perhatikan oleh orang berjubah itu.
Di depan bangunan, di sana terlihat ada beberapa kelompok orang sedang bersiap untuk patroli. saat ini beberapa kelompok itu sedang berbincang-bincang dengan rekan-rekan'nya, namun sayang nya huilan tidak bisa mendengar begitu jelas apa yang sedang mereka bicarakan karna jarak'nya yang jauh.
Tak lama orang berjubah yang sedang berdiri di ujung atap itu melesat pergi mengikuti salah satu kelompok yang berjumlah 6 orang dengan tingkat kultivasi masing-masing berada di level 2, 3 dan 4 alam bumi.
Huilan yang merasa penasaran, dia pun mengikuti orang berjubah dari kejauhan.
15 Menit kemudian, mereka pun sampai di sebuah danau yang di kelilingi oleh hutan berbukit.
Kemudian 1 kelompok orang yang sedang di ikuti itu, mereka menghampiri salah satu bukit berbatu yang di jaga oleh beberapa kultivator tingkat puncak alam bumi.
Terlihat mereka berjalan bersama menuju ke pintu goa sambil berbincang-bincang, lalu mereka masuk ke dalam goa, begitu pun orang berjubah dan huilan ikut masuk ke goa dengan jarak yang berjauhan karna mereka sedang saling mengikuti.
Di tengah-tengah sepanjang lorong goa terdapat barisan pilar-pilar batu yang menyatu dengan langit-langit goa dengan jarak 5 meter dari pilar ke pilar, dan besar pilar-pilar batu itu tidak bisa di peluk oleh orang dewasa. lalu di sepanjang dinding kiri-kanan lorong terpasang beberapa obor api yang jadi satu-satu'nya penerang sepanjang lorong goa.
Setelah sampai di tengah-tengah, ternyata di sana terdapat 3 pintu lorong lagi. dan masing-masing pintu lorong ini di jaga oleh 2 orang kultivator tingkat 6 alam bumi.
__ADS_1
Huilan yang sudah bersembunyi di balik pilar batu, dia mulai menoleh ke kiri dan ke kanan sambil menggerutu.
"Ck, sial! kehilangan jejak lagi!" gerutu'nya yg merasa kesal karna dia tertinggal dan tidak tau ke lorong yang mana orang berjubah itu pergi.
Saat huilan sedang berfikir apa yang harus dia lakukan selanjut'nya, tiba-tiba lantai goa di sana sedikit bergetar, seperti ada sesuatu yang besar dan berat sedang berlari mendekat.
Tak lama suara raungan hewan buas terdengar begitu menakutkan dari arah lorong goa sebelah kiri.
"Auuurrgghhh...
"Rrrrrhh...
Sontak ke 6 petugas yang sedang berjaga, mereka langsung berkerumun di lorong sebelah kiri untuk memastikan apa yang sedang terjadi, tapi mereka tidak berani masuk karna suara raungan hewan buas itu terdengar semakin mendekat. Ke 6 penjaga itupun langsung menggenggam senjata'nya masing-masing dengan erat, sedangkan huilan, dia mengambil kesempatan itu untuk menyelinap masuk ke lorong yang sebelah kanan.
Wosshh...
Huilan melesat secepat kilat tanpa ada yang menyadari'nya, tapi huilan tidak langsung pergi untuk menelusuri lorong. karna dia juga merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Beberapa menit kemudian, lantai goa yang bergetar itu kini getaran'nya semakin terasa kuat dan suara raungan hewan buas juga terdengar semakin keras.
AAUURRGGHH...
DUG... DUG...
DUG... DUG....
Wosshhh...
"AAaarrkkhhh...
BRAK!! BRAK!! BRAK!!
Ke 6 penjaga yang sedang berkumpul di lorong kiri itu langsung di serang sampai terlempar dan menabrak dinding goa.
Ke 6 penjaga itupun tersungkur ke lantai secara bersusulan lalu tak sadarkan diri, Setelah itu keluarlah se'ekor macan putih yang besar'nya lebih besar dari se'ekor kuda dewasa.
Kondisi macan putih itu sugguh sangat mengenaskan, sampai-sampai huilan langsung menunggkup bibir dengan 1 telapak tangan karna merasa kasihan.
Tapi saat macan putih itu melihat keberadaan huilan, dia langsung maju berniat menyerang huilan dengan brutal! Tentu huilan langsung mundur menjauh, karna dia melihat kalau macan putih itu sedang di kuasai oleh amarah. huilan pun berlari semakin memasuki lorong, tapi macan putih itu tidak jadi mengejar'nya karna para kultivator tingkat tinggi mulai berdatangan untuk menangkap'nya kembali, jadi pada akhirnya macan putih itu lari ke lorong yang menuju keluar.
Di tempat huilan, dia yang terus berlari sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan kalau macan putih itu sudah jauh dari posisi'nya.
Setelah merasa macan putih itu sudah tertinggal jauh, huilan pun berbalik tanpa menghentikan langkah'nya dan terus berjalan mundur karna dia belum begitu yakin dengan tebakan'nya, tak lama dia pun bernafas lega.
"Ffiiiuuuhhhh... syukurlah macan putih itu tidak mengejar lagi!" gumam'nya yang masih berjalan mundur.
Kemudian diapun berbalik dan kembali fokus ke arah depan, tapi baru saja selangkah dia maju tiba-tiba
Srreeeeettt!
"Woooaaaaahhhh...
GEDEBUG!! "Ita ita ita ita...
Huilan terpeleset dan jatuh ke arah depan dengan posisi telungkup.
"Aduuuhhh! Siapa yang membuang kulit pepaya di tengah jalan Ssii?!! DASAR! Tidak tau aturan, apa tidak ada yang pernah memberitau mereka untuk membuang sampah pada tempat'nya!!" huilan mengomel sendiri.
Kemudian dia menapakan ke 2 telapak tangan'nya ke lantai lalu dia bersiap untuk bangkit, tapi baru saja dia mengangkat setengah tubuh'nya dia kembali mematung karna ternyata dia jatuh tepat di dekat kelompok orang yang tadi dia ikuti, dan sekarang mereka sudah mengelilingi huilan dan menatap heran pada'nya.
'Oh shitt! hantu sial apa yang sedang menempel padaku? bisa-bisanya aku kena sial dalam waktu 7 detik berturut-turut!' batin huilan.
Sedangkan orang-orang yang sedang mengelilingi'nya, mereka mulai melontarkan beberapa pertanya'an.
"Nah! darimana dia datang?"
__ADS_1
"Tidak tau!"
"Kenapa tiba-tiba dia jatuh di dekat kita?"
"Itu... tidak tau!"
"Mungkinkah dia itu penyusup?"
"Tidak tau!"
"Kalau gitu coba kau tanya apa dia itu penyusup!"
"Em... aku tidak tau bagaiman cara menanyakan nya!"
"LABOO!! 😡 Kenapa kau selalu mengatakan tidak tau, tidak tau dan tidak tauuu!!" dia mulai kesal pada rekan'nya.
"Yah... itu karna aku memang tidak tau"
"Eerrhh... LALU APA YANG KAU TAUU!!" Kekesalan'nya mulai naik.
"Yah... itu juga aku tidak tau!" jawab'nya polos.
"Eeerrhhh... Ingin sekali aku menendang bokong'nya sampai merah seperti TOMAT!" kekesalan'nya hampir memuncak. lalu rekan'nya yang bernama labo itu kembali menjawab dengan polos.
"Aku tidak tau, haruskah aku mengabulkan ke'inginan mu atau tidak untuk menendang bokong ku!"
🌋🌋🌋🌋
" KAU..."
"SUDAH CUKUP! jangn berdebat lagi! kita anggap saja wanita bercadar ini adalah penyusup!" bentak salah satu rekan'nya menghentikan perdebatan yang tidak penting.
Kemudian 2 orang wanita yang sedang memegang cambuk, akhirnya mereka tersadar karna tadi mereka sempat terkejut mendengar teriakan huilan yang terjatuh secara tiba-tiba.
"Bodoh!! apa saja yang kalian lakukan? bisa-bisa'nya kalian membiarkan penyusup masuk sampai ke sini!!" bentak si wanita. dan ternyata ke 2 wanita ini tidak lain mereka adalah lixsi dan liyi. 2 bawahan kepercaya'an pangeran chu.
"Apa yang kalian tunggu?! cepat tangkap dia!" teriak lixsi.
"O'ow!!" keluh huilan yang langsung berguling kesana-kemari untuk menghindari penangkapan, dan cara mereka mencoba menangkap huilan itu seperti sedang menangkap tikus, karna huilan berguling kesana-kemari dengan capat dan sesekali dia merangkak melewati bawah ************ orang-orang.
"Iiuuuhhh... menjijikan! lantai goa ini benar-benar kotor dan lembab. Aaaahhh sial! pokoknya saat pulang nanti aku harus mandi kembang 7 rupa!" gerutu huilan. bukan'nya hawatir pada keselamatan'nya, tapi dia malah mengkritik kebersihan goa di sana.
Lixsi dan liyi, mereka ber 2 malah bengong melihat para bawahan'nya malah terlihat seperti sedang main kucing-kucingan dengan huilan.
Dan lama kelama'an lixsi mulai merasa kesal, dia pun langsung melayangkan cambuk'nya ke arah huilan.
Whuukk!!
CTARR!!!
"Aaaarrrkkhhhhh...
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc