The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 106* Perdebatan Yosiko & Ratu Emerlan


__ADS_3

***


"Owh... memang'nya apa yang sudah dia lakukan?!" tanya pangeran yuan dengan nada yang dingin.


"Pangeran nona lan terlihat aneh, hari ini dia telah menyinggung utusan ratu emerlen dan kebetulan pangeran chu datang, lalu utusan ratu langsung mengadu pada'nya. Tentu pangeran chu marah dan hampir membunuh salah satu pelayan nona lan. dan di saat pangeran chu memberi hukuman pada pelayan nona lan, tiba² dia datang dan langsung menyerang pangeran chu dari jarak jauh. tapi aneh'nya serangan yang dia lakukan tidak terdeteksi sama sekali!" ,,, kata limyu.


"Tidak terdeteksi?" ulang'nya.


Limyu langsung menggelengkan kepala'nya lalu menjawab.


"Tidak pangeran, dia hanya terkejut sampai terdorong mundur!" jawab limyu.


"Lalu?" tanya pangeran yuan singkat.


"Lalu setelah utusan ratu dan nona suyu pergi, pangeran chu memaksa nona lan untuk menelan sebutir pil hitam. saya tidak tau itu pik jenis apa, yang jelas setelah pangeran chu meneteskan darah'nya, pil tersebut langsung memancarkan aura kegelapan!" kata limyu.


"Apa dia berhasil?!" tanya pangeran yuan dengan raut wajah yang sedikit tidak senang.


"Tidak pangeran! nona lan berhasil merebut pil tersebut, bahkan dia juga berhasil melumpuhkan pangeran chu dan membawa'nya masuk ke dalam paviliun! setelah di dalam, saya tidak tau apalagi yang terjadi, saya tidak berani untuk mendekat!" kata limyu.


"Kenapa?" tanya pangeran yuan.


"Karna saat saya akan berpindah tempat mendekati paviliun, tiba² nona suyu kembali datang dan menanyakan keberada'an pangeran chu. tapi yang keluar hanya salah satu pelayan nona lan dan mengatakan kalau pangeran chu sudah pergi ke tempat lain. tapi nona suyu tidak percaya karna si pelayan berbicara dengan gugup, akhir'nya suyu pun nekad menerobos masuk, dan saat dia menerobos masuk aku sempat mendengar teriakan nona suyu memanggil nama pangeran chu, dan setelah pintu tertutup, saya sudah tidak bisa lagi merasakan aura mereka. jadi saya menebak kalau nona lan telah memasang penghalang di sekitar paviliun!" kata limyu.


Pangeran yuan pun terdiam sejenak, tak lama limyu kembali melanjutkan pendapat'nya.


"Pangeran, seperti'nya nona lan telah melakukan sesuatu yang buruk pada pangeran chu, karna tak lama setelah nona suyu masuk, ke 2 pelayan nona lan kembali keluar dan membunuh 2 pelayan yang mengikuti suyu!" kata limyu.


"Membunuh?" tanya pangeran yuan dengan ke 2 alis yang mengkerut.


"Benar pangeran, ke 2 mayat pelayan itu langsung di bawa masuk ke dalam paviliun, setelah itu sekitar 20 menit kemudian nona suyu dan salah satu pelayan nona lan kembali keluar sambil memapah pangeran chu yang sudah tidak sadarkan diri!" kata limyu.


Pangeran yuan pun bangkit lalu melangkah menghampiri jendela penginapan yang terbuka, kemudian dia kembali termenung sambil melihat ke bawah memperhatikan orang² yang sedang berlalu lalang karna tempat penginapan yang dia tempati berada di lantai 3.


"Hmm.. tidak ku sangka semakin kesini dia semakin menarik perhatian ku!" batin'nya dan tanpa di sadari bibir'nya telah mengukir senyuman yang sanga manis. kemudian limyu kembali bicara yang berhasil membuyarkan lamunan'nya,


"Pangeran, apa yang terjadi di tempat nona lan ini cukup misterius! apa perlu saya menyelidiki'nya sampai ke tempat suyi?" tanya limyu. pangeran yuan pun menjawab dengan nada yang santai,


"Tidak perlu, kau awasi saja terus pergerakan gadis itu... tentang suyu, serahkan saja pada yang lain!"


"Owh, di mengerti! kalau gitu saya undur diri" ucap limyu dan bersiap untuk pergi.


"Tunggu sebentar!" pinta pangeran yuan.


"Yah pangeran, apa ada hal lain?" tanya limyu.

__ADS_1


"Limyu, gadis lan memiliki sesuatu yang aku inginkan, jadi selama dia tinggal di sini, aku tidak mau dia mendapat banyak masalah! apa kau mengrti maksudku?" tanya pangeran yuan.


Limyu terlihat berfikir sejenak,


"Emm... yah saya mengerti! pangeran ingin saya membantu'nya secara diam²kan?" limyu mencoba menebak.


"Bagus! sekarang pergilah" kata pangeran yuan singkat dan tanpa bertanya apa² lagi, limyu pun langsung menghilang di udara kosong.


Beralih ke tempat huilan...


Tak terasa waktu sudah menjelang malam di tempat huilan, dia dan yui sedang bersiap-siap untuk bergerak. Mereka ber 2 memakai hanfu dan cadar serba hitam agar bisa bersembunyi di dalam kegelapan malam, dan rambut masing² di ikat tinggi seperti ekor kuda. Setelah selesai mereka pun keluar dan langsung melompat naik ke atas atap agar bisa memantau keada'an di sekitar, setelah merasa situasi'nya cukup aman huilan dan yui pun berpencar karna mereka punya tujuan yang berbeda.


Huilan terus melompat dari atap ke atap, sesekali dia berhenti untuk melihat peta petunjuk yang di lukis langsung oleh tangan yui karna dia sudah tinggal lumayan cukup lama di keraja'an lembah, jadi dia sudah mengetahui banyak tempat. huilan pun kembali bergerak dan menyelinap ke beberapa tempat yang jadi tempat tinggal beberapa pelayan, karna kebetulan orang² yang harus dia lenyapkan tinggal di tempat yang berbeda-beda, dan setiap orang yang sempat menyaksikan huilan bertengkar dengan yosiko setelah huilan membuat mereka berhenti bernafas, dia meminta hakubi untuk membawa mayat mereka ke satu tempat agar terhindar dari kecurigaan.


Setelah beberapa orang yang menjadi saksi selesai di bereskan, huilan dan hakubi membawa mayat mereka termasuk mayat suyu dan ke 2 bawahan'nya ke salah satu gudang makanan, kemudian mereka meletakan mayat² itu secara terpisah. Setelah selesai huilan membakar mayat mereka beserta bangunan gudang'nya.


Melihat kobaran api sudah membesar, huilan langsung meminta hakubi kembali ke dalam dimensi, sedangkan huilan dia lansung bergegas pergi karna orang² yang sedang berpatroli sudah menyadari ada kebakaran. para penjaga pun mulai sibuk mencoba memadamkan api.


Di tempat huilan posisi'nya sudah cukup jauh dari lokasi kebakaran, tak lama dia pun berhenti di salah satu atap bangunan yang letak'nya tidak terlalu jauh dari 3 istana berdiri. di antara'nya ada istana golden phoenix, istana naga emas dan istana phoenix. Huilan memandang ke 3 istana yang lumayan cukup mewah dan megah walaupun kerajaan lembah berada di tempat terpencil dan tersembunyi.


"Hm... semua saksi kecil sudah di singkirkan sisa'nya tinggal yosiko!" gumam'nya sambil memandang ke istana phoenix.


"Tapi... sepertinya aku akan mendapat kesulitan, yosiko tinggal di istana ratu! bagaimana kalau dia sedang bersama ratu? bukankah itu ber'arti aku harus menyingkirkan ratu juga!... haisshh... merepotakan, mengusik wanita kesayangan raja iblis sama saja cari mati... tapi aku tidak punya pilihan!" gerutu huilan.


Dan dengan berat hati dia tetap melesat pergi ke arah istana phoenix, huilan pun mulai mengendap-ngendap dan siapapun orang yang dia temui mau itu pengawal atau pelayan, dia langsung melumpuhkan mereka secara diam² tapi tidak sampai membunug'nya karna target'nya hanya yosiko seorang.


Di sana terlihat 2 orang wanita cantik sedang cek-cok dan ternyata 2 orang wanita itu tidak lain mereka adalah yosiko dan ratu emerlen, meskipun huilan tidak begitu mengerti apa yang sedang mereka debatkan tapi dia tetap diam dan mendengarkan.


"Yosi CUKUP!! jangan keterlaluan, kau boleh meminta apa saja dariku kecuali dia! aku tidak akan pernah setuju, dan jika kau masih tetap berani menyentuh'nya aku tidak akan segan² untuk melukai mu!" kata ratu emerlen dengan nada yang meninggi. yosiko pun membalas ucapan ratu dengan nada yang sama,


"Emerlen! apa kau benar² akan berani melukaiku hanya karna dia?! kenapa? apa kau tidak takut ibu suri akan murka? ingat emerlen kita memiliki kepentingan yang sama di hadapan ibu suri! lagipula dia hanya orang baru di sini... tapi kenapa kau begitu melindungi'nya, seolah-olah kau mengetahui dengan jelas siapa identitas'nya!" kata yosiko berhenti sejenak, lalu dia menatap tajam pada ratu emerlen dan kembali bicara dengan nada yang sinis.


"Emerlen, aku sangat mengetahui dengan jelas siapa identitasmu... kau hanyalah sebatang kara yang di pungut oleh ibu suri dan ibu suri telah memberikan semua yang kau inginkan termasuk kekuasa'an dan kekuatan tapi dengan syarat, kau harus tetap berada di samping yang mulia bei zhie sebagai kekasih masa kecil'nya dan mengendalikan'nya agar yang mulia bei zhie tetap patuh pada ibu suri! kau harus ingat itu emerlen dan aku disini mewakili ibu suri untuk mengawasimu... jadi jika kau tidak mengikuti apa yang aku minta, akan aku pastikan kau akan kehilangan segala'nya!" kata yosiko.


Ratu emerlen langsung mengepalkan ke 2 tangan'nya begitu erat sampai² kepalan tangan'nya bergetar, melihat ratu emerlen sedang menahan emosi dan tidak berdaya yosiko pun tersenyum puas lalu kembali bicara dengan nada yang mengejek.


"Hahaha... sungguh, sangat menyenangkan melihat exspresi mu yang tidak bisa berbuat apa²! hahaha..." ejek yosiko.


Merasa tidak tahan ratu emerlen pun langsung mencengkram kerah hanfu yosiko sambil bicara dengan nada yang menekan.


"Yoosikooo... jangan mengira aku benar² tidak bisa melukaimuuu!" kata ratu.


Melihat sikap emerlen seperti itu justru malah membuat yosiko senang dan kembali bicara dengan nada yang santai.


"Ingin menyerangku, Silahkan!" kata yosiko yang langsung mengangkat ke 2 tangan setinggi kepaka'nya lalu melanjutkan ucapan'nya dengan nada yang santai tapi terkesan mengancam.

__ADS_1


"Tapi setelah ini... akan aku bocorkan rahasia mu pada yang mulia bei zhie, kalau kau hanyalah wanita lain yang menyamar sebagai kekasih masa kecil yang mulia! dan 1 hal yang harus kau ketahui selain aku, suyu dan siubi juga sudah tau rahasia ini, jadi jika terjadi sesuatu padaku yang di sebabkan oleh mu, entah itu suyu atau siubi merekalah yang akan membocorkan rahasiamu!" kata yosiko.


Ratu emerlen semakin menatap tajam pada yosiko, pandangan'nya seakan-akan ingin memakan orang. tapi tak lama pandangn'nya meredup sayu lalu perlahan-lahan melepaskan kerah hanfu yosiko lalu bertanya dengan nada yang dingin.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya ratu.


Raut wajah yosiko yang tadi'nya sedang tersenyum penuh kemenangan seketika exspresi'nya berubah menjadi kesal lalu bicara dengan nada yang ketus.


"Tsk! apa kau sudah terlalu tua?! makan'nya sekarang sudah pikun!! aku sudah katakan kau harus membuat hidup'nya cacat sampi tidak ada 1 orang pun yang peduli padanya dan membuat'nya menjadi sampah yang tidak ada guna'nya sama sekali!!" kata yosiko.


Ratu emerlen pun langsung menjawab dengan nada yang membentak.


"Sudah aku katakan kecuali dia aku tidak akan perna setuju untuk mengikuti ke'inginan mu!!" bantah'nya.


"KAU!!..." Tiba² yosiko mebghentikan ucapan'nya lalu mereka melompat mundur menjauh ke arah yang berbeda karna mendapat serangan mendadak.


Wosshh... BOOMMM!


Sebatang pilar ice sebesar dan setinggi orang dewasa melesat menghantam lantai yang tadi jadi tempat ratu dan yosiko berdiri.


"BEDEBAH!! Kemana para penjaga? bisa²nya mereka membiarkan penyusup masuk ke istana ratu!!" bentak yosiko.


Tak lama 1 bayangan hitam melesat dan langsung menyerang yosiko dengan sebilah pedang di hunuskan ke arah'nya. pastinya yosio tidak tinggal diam, dengan gerakan cepat yosiko memiringkan tubuh'nya ke samping lalu menepis pergelangan tangna si penyerang setelah itu dia menghentak'kan satu tangan'nya ke dada si penyerang sampai si penyerang terdorong jauh dan terhenti setelah punggung'nya menabrak tiang.


Buk!


Wosshhh....


DUG!!


Yosiko bukan hanya berhasil mendaratkan serangan, tapi dia juga berhasil melepaskan cadar si penyerang dan berhasil membuat'nya terkejut setelah mengetahui siapa yang mencoba menyerang'nya.


"Gadis LAN!! KAU..." kata yosiko dengan nada yang terkejut sambil membulatkan ke 2 bola mata'nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2