The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 088* Mengacau


__ADS_3

***


Huilan Yang mengalami koma hampir 1 minggu itu, akhir'nya sekarang ke 2 kelopak mata'nya mulai menunjukan pergerakan lalu perlahan-lahan dia pun membuka ke 2 mata dan mulai mengerjap-ngerjap untuk menyesuaikan pandangan.


Setelah pandangan'nya cukup jelas dia langsung bangun dan terkejut karna sekarang dia sudah tidak berada lagi di hutan, melainkan di sebuah kamar yang mewah, di penuhi dengan benda² antik dan hiasan² cantik.


Tempat tidur yang dia tempati juga termasuk mewah, sprei putih yang halus di hiasi dengan corak² bunga sakura emas, dan di samping tempat tidur ada sebuah meja kecil terbuat dari kayu, yang di atas'nya terdapat 1 pot bunga mawar hitam yang membuat huilan merasa rileks karna mencium aroma yang menyegarkan.


Tak lama huilan pun kembali terkejut karna ternyata dia sudah tidak memakai pakaian'nya sendiri, kali ini dia memakai hanfu berwarna putih mutiara yang di hiasi dengan corak helaian bulu² burung berwarna biru.


"AAA... WHAT THE HELL! siapa yang berani mengganti pakaian ku!" ,,, teriak huilan yang langsung mengecek keada'an tubuh'nya dan mencari benda2 yang sempat dia pakai sebelum dia kehilangan kesadaran.


Dia terus mencari sampai membongkar isi laci, lemari² kecil dan setiap ruang tempat penyimpanan benda yang ada di ruangan itu dia keluarkan semua, alhasil kamar yang sebelumnya sangat mewah, rapih dan cantik kini telah berubah menjadi kapal pecah.


Namun sayang walaupun dia sudah mengacak-acak seluruh tempat penyimpanan, dia tetap tidak menemukan perhiasan² yang sempat dia pakai sebelum koma, termasuk bunga sakura putih yang tinggal 2 kelopak.


Huilan tidak mempermasalahan barang²'nya yang lain, tapi yang tidak dia relakan adalah bunga sakura'nya karna di setiap kelopak bunga tersebut, tersimpan kekuatan yang bisa membuka pintu teleportasi jarak jauh.


Huilan pun mendengus kesal lalu menjatuhkan diri duduk di tepi tempat tidur, tak lama setelah itu dia di kejutkan oleh suara se'orang gadis yang baru masuk ke kamar huilan sambil membawa semangkuk cairan obat.


"Sudahlah, tidak ada guna'nya marah²! aku sarankan sebaik'nya kamu meurut saja dengan apa yang di inginkan oleh tuan rumah, asalkan dia senang kau akan mendapatkan apapun apa yang kau inginkan termasuk kebebasan!" ,,, kata si gadis.


Penampilan gadis ini terlihat simpel dan tidak terlalu banyak perhiasan, dengan hanfu'nya yang berwarna merah muda, huilan pun memandang'nya untuk beberapa saat lalu dia bertanya.


"Siapa kamu? dan apa yang kamu lakukan di sini?" ,,, tanya huilan yang langsung berwaspada.


"Kau tidak perlu takut padaku, karna aku sama sepertimu di bawa ke tempat ini dalam keada'an tidak sadar! dan aku kesini karna kepala pelayan yang meminta ku untuk melayani mu!" ,,, kata si gadis lalu dia meletakan semangkuk obat di atas meja.


"Melayani ku? melayani seperti apa?" ,,, tanya huilan.


"Tentu saja melayanimu dalam segala hal, sa-sama se perti apa yang biasa di lakukan oleh pe-pelayan!" ,,, kata si gadis dengan nada yang tertekan sambil meremas pakaian'nya sendiri, tentu huilan menyadari kalau gadis itu terpaksa melakukan'nya, tapi huilan tetap bersikap biasa.


"Siapa namamu?!" ,,, tanya huilan.


"Em... na-namaku ji... an-xue! nama ku an-xue!" ,,, ucapan'nya sedikit ragu.


"An-xue! jika kau merasa terpaksa untuk melayaniku, kau tidak perlu melakukan'nya!" ,,, kata huilan yang langsung melipatkan ke 2 tangan di depan dada.


Gadis yang bernama an-xue itu langsung terkejut lalu berlutut.


"N-nona, t-tolong jangan semakin mempersulit keada'an ku! a-aku akan melayanimu dengan baik!" ,,, kata an-xue yang masih berlutut.


"Ooh... aku bahkan tidak tau masalah apa yang sedang kamu hadapi! tapi kau sudah mengatakan kalau aku telah membuat mu semakin kesulitan! ,,, kata huilan.


"M-maaf!" ,,, kata an-xue singkat dengan nada yang merasa bersalah.


"Kalau gitu ceritakan masalah mu! mungkin aku bisa sedikit membantu" ,,, kata huilan santai.


"T-tentang itu... '' ,,, belum sempat dia melanjutkan kata²nya tiba² pintu ruangan itu terbuka lalu masuklah 2 pelayan tingkat 1 yang di ikuti oleh beberapa pelayan lagi, kemudian salah satu dari pelayan tingkat 1 dia langsung membentak an-xue.

__ADS_1


"Hei! apa yang kau lakukan? kenapa kau malah duduk di lantai? CEPAT berikan obat'nya!" ,,, bentak'nya, an-xue pun langsung berdiri.


"M-maaf nona lix-si, itu tadi..."


"Berhenti mencari alasan! CEPAT LAKUKAN TUGASMU!" ,,, kata si pelayan yang membentak'nya.


Dia tidak memberi kesempatan pada an-xue untuk menjelaskan, huilan merasa terganggu dengan sikal si pelayan yang bernama lix-si itu, akhir'nya dia pun berjalan cepat menghampiri lix-si kemudian...


PLAKK!!


Huilan langsung menampar lix-si dan itu berhasil membuat para pelayan yang menyaksikan langsung terkejut, karna mereka tau pelayan yang baru saja huilan tampar dia adalah salah satu orang kepercaya'an pangreran ke 3 di tempat itu.


"Siapa yang mengizinkan mu memarahi pelayan ku?!" ,,, kata huilan dengan nada yang menekan.


"Hah! pelayan mu?" ,,, kata lix-si mengejek.


"Hahaha... Heh bocah! kau hanyalah tawanan di sini, jadi kau tidak punya hak untuk mengakui nya sebagai pelayan mu! dan kau berada di sini untuk melayani! bukan di layani!" ,,, kata lix-si dengan nada yang mengejek.


"Itu benar, kalau kau tidak mau menurut maka nasibmu akan sama seperti jing an-xue!" ,,, timpal rekan lix-si yang bernama lei-li.


An-xue pun langsung menunduk sambil meremas hanfu'nya, sedangkan huilan dia semakin menatap dingin pada lix-si dan lei-li.


"Oo.. tapi aku tidak pernah setuju untuk datang ke tempat ini, dan aku juga tidak kenal dengan tuan kalian!" ,,, kata huilan dengan nada yang dingin.


Mendengar pernyata'an huilan seperti itu justru malah membuat mereka tertawa.


Mendengar kata² seperti itu, huilan malah menyunggingkan sudut bibir'nya.


"Owh... benarkag tidak perlu persetujuan?" ,,, kata huilan yang mulai mencengkram kerah hanfu lix-si.


"Benar tidak perlu! sekarang singkirkan tangan mu dari pakaian ku!" ,,, jawaban lix-si santai.


"Lepaskan dia! apa yang ingin kau lakukan.. kau lihatlah para pelayan yang ada di belakang, awal'nya mereka juga di bawa ke sini tidak setuju. tapi sekarang mereka patuh dan kau bisa lihah kalau mereka baik² saja!" ,,, timpal lei-li.


"Kalau aku tidak mau, memang'nya kalian mau apa?!" ,,, kata huilan datar.


"Kalau gitu jangan salahkan aku jika kau terluka! asal kamu tau saja, walaupun keluatan mu tidak di segel, kau tetap bukan lawanku!" ,,, kata lix-si santai.


Huilan pun langsung mematung.


"Apa? jadi kekuatan ku di segel! sial pantas saja aku tidak bisa menghubungi ke 2 beast ku" ,,, batin huilan.


Akhir'nya huilan pun melepaskan kerah hanfu lix-si dan membuat kr 2 pelayan tingkat satu itu tersenyum penuh kemenangan.


"Hem! bagus begitu, menurut! tapi sekarang kau harus di hukum untuk membersihkan kamar ini tanpa bantuan dari siapapun" ,,, kata lix-si.


Tapi huilan malah menampilkan senyuman evil.


"Kau menyuruhku?!" ,,, tanya huilan.

__ADS_1


"Benar, kenapa? apa kau keberatan?!" ,,, kata lix-si lalu membalas senyunan huilan.


"Baik, sesuai perminta'an!" ,,, jawab huilan sambil tersenyum penuh arti.


Huilan pun membelakangi lix-si lalu maju beberapa langkah, tapi tiba² huilan berbalik dengan gerakan cepat dia langsung lari menghampiri lix-si lalu menendang perut lix-si sekuat yang dia bisa.


BUG!!


"AAAAHH...


Brugh!!


Lix-si langsung terdorong mundur, dan para pelayan yang berbaris di belakang'nya tidak ada 1 pun yang mau menahan tubuh lix-si. mereka malah menghindar ke tepi sehingga tubuh lix-si lolos dan berakhir jatuh di depan pintu bagian luar, karna kebetulan pintu ruangan itu tidak di tutup.


Aksi huilan tidak berhenti sampai di situ, dia langsung menendang setiap benda yang berserakan di lantai, di antara'nya ada alat² make-up, kotak² perhiasan dan lain².


Bukk! Bukk! Bukk!


Woshh... Woshh...


Gomprang... Gomprang...


"AAA... HENTIKAN... HENTIKAN... Apa yang kamu lakukan!!" ,,, teriak lix-si sambil melindungi wajah dengan ke 2 tangan'nya agar tidak terkena lemparan benda.


Tapi huilan tidak peduli dengan bentakan dan teriakan dari para pelayan, karna ternyata huilan juga menyerang mereka. orang² yang ada di sana sudah kocar-kacir kesana kemari untuk menyelamatkan diri kecuali an-xue dia malah bengong melihat tingkah huilan yang ambyaarrr😅


"Hahaha... rasakan itu! hahaha... " huilan tertawa riang melihat benda² yang tadi dia bongkar kini beterbangan kesana-kemari yang di irirngi oleh suara teriakan para pelayan, sedangkan an-xue dia malah cekikikan melihat kelakuan huilan.


Di luar paviliun tempat huilan membuat keributan, terlihat pemuda yang gagah dan tampan memakai pakaian berwarna coklat ke'emasan dengan motif naga emas dan memakai ikat pinggang berwarna emas, sedangkan rambut yang hitam dan panjang di biarkan ter'urai tanpa 1 pun hiasan.


Pemuda ini sedang berdiri memperhatikan paviliun yang di dalam'nya sedang terjadi kekacauan ulah huilan, dia di dampingi oleh seorang pengawal pribadi dan beberapa pelayan wanita berbaris di belakang si pemuda, tak lama pengawal pribadi nya pun angkat bicara.


"Pangeran, sepertinya gadis yang anda bawa dari hutan ayakashi 1 minggu yang lalu, bukanlah gadis yang mudah untuk di taklukan! padahal dia sudah tau kekuatan mistik'nya telah di kunci, tapi dia masih berani berbuat onar! pangeran apa sebaik'nya gadis 1 ini kita tempatkan dulu di penjara bawah tanah untuk di beri pelajaran, agar dia tau posisi'nya di tempat ini" ,,, usul bawahan yang ternyata dia adalah gaotan dan pria yang di panggil pangeran dia tidak lain adalah tuan muda chu.


.


.


.


.


.


.


.


***Tbc

__ADS_1


__ADS_2