The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 093* Terlalu Meremehkan Lawan, Maka Nyawa Jadi Taruhan!


__ADS_3

***


Huilan mulai memasuki istana dan terus berjalan melewati para tamu yang duduk di dekat meja persegi panjang dengan tinggi hanya setinggi lutut orang dewasa berbaris di kiri dan kanan, tanpa di sadari kedatangan'nya sudah menjadi pusat perhatian para tamu yang hadir, dan kebanyakan tamu di sana adalah pria paruh baya dan para pemuda.


Setiap para tamu pria mereka duduk di temani oleh beberapa wanita cantik yang menuangkan minuman dan menyuap makanan ringan, huilan terus berjalan lurus tanpa mempedulikan orang² di sekitar yang mulai membicarakan'nya.


"Wah! cantik sekali gadis itu" ,,,


"Seperti'nya dia gadis yang baru datang" ,,,


"Aku harus mendapatkan'nya terlebih dulu!" ,,,


Begitulah komentar² para tamu dan masih banyak omongan² lain, kemudian ada beberapa orang pemuda yang berdiri lalu melangkah menghampiri huilan, tak lama huilan pun tersadar setelah mendapat panggilan dari yui.


"Lan'er... lan'er! seperti'nya kita mendapat masalah" ,,, kata yui setengah berbisik.


"Masalah seperti apa?" ,,, tanya huilan santai tanpa menghentikan langkah'nya.


"Ada beberapa pria sedang menuju ke arah kita!" ,,, kata yui.


"Kenapa bisa begitu? apa penampilan ku terlalu mencolok? akukan sudah memakai ca..." huilan menghentikan ucapan'nya, karna sekarang dia sudah sadar kalau cadar'nya sudah di rebut oleh pangeran yuan dan tidak di kembalikan.


"Tsk sial!" ,,, decak huilan yang langsung menghentikan langkah'nya karna ada 2 pria sudah menghadang di depan'nya.


"Hei nona manis! kau pasti belum mendapat pasangan, ayo ikut saja dengan ku, di jamin kau pasti akan puas!" ,,, kata salah satu pria yang menghalangi huilan.


"Atau ikut saja dengan ku, jika kamu memilihku aku bisa memberikan apapun yang kau inginkan, asal kau bisa memuaskan ku!" ,,, kata yang satu'nya lagi.


Huilan menatap dingin pada mereka ber 2 lalu tak sengaja dia melihat pangeran yuan sedang duduk di dekat beberapa anak tangga yang menuju ke tempat duduk sang raja, dia sedang memandang ke arah huilan sambil menopang dagu di atas meja persegi panjang yang tinggi'nya hanya setinggi lutut orang dewasa, huilan pun tersenyum tipis lalu melangkah maju setelah itu dia mendaratkan ke 2 tangan'nya ke pundak 2 pria yang sedang menghadang'nya.


Ke 2 pria itu langsung tersenyum, mereka berfikir kalau huilan akan memilih salah satu di antara mereka, namun apa yang terjadi? huilan malah mendorong mereka ke arah samping sampai terjatuh ke lantai, yang 1 ke kiri dan yang satu'nya lagi ke kanan.


"Minggir!! kalian menghalangi jalan ku!" ,,, bentak huilan.

__ADS_1


"Wow!!" ,,,


Para tamu yang melihat sikap huilan seperti itu langsung terkejut, karna mereka tau 2 pria yang baru saja di jatuhkan oleh huilan, mereka adalah bawahan pangeran ke 2 yaitu chu bei-kim.


"Wah! ada yang cari mati rupanya!"


"Benar, jika aku tidak salah tebak dia hanya seorang kultivator pemula dan juga dia pasti hanya seorang tawanan!"


"Huh! benar² tidak ingin hidup lagi!"


Itulah komentar² para tamu yang menyaksikan, tapi huilan tetap tenang dan tidak peduli. huilan bersikap acuh tapi berbeda dengan yui, dia mulai berkeringat dingin karna dia juga tau siapa 2 pria yang baru saja huilan singgung, dan dia juga sangat mengenal seperti apa sikap pangeran kim, dia di kenal sebagai seorang pangeran yang cukup kejam, tidak peduli siapapun yang sudah mencari masalah dengan'nya , dia tidak akan melepaskan'nya begitu saja.


Ke 2 pria yang tersungkur di lantai, mereka benar² merasa sangat di permalukan oleh gadis kecil dan lemah, jadi sudah pasti ke 2 pria ini langsung naik darah. ke 2 pria itu pun bangkit lalu berlari menghampiri huilan, setelah berada di belakang'nya mereka langsung menahan ke 2 pundak huilan, huilan pun menghentikan langkah'nya sambil bicara dengan nada yang dingin.


"Singkirkan tangan kalian!!" ,,,


"Hem! kau hanyalah gadis tawanan, tapi kau masih punya nyali untuk bersikap sombong! aku ingin lihat berapa lama kau bisa bersikap seperti itu!" ,,, kata salah satu pria yang menagan huilan.


"Mentingkir! atau kalian akan menyesal!!" ,,, kata huilan dengan nada yang dingin dan menekan.


Huilan pun langsung menampilkan senyuman evil, setelah itu dengan gerakan cepat dia berbalik arah sambil menyingkirkan tangan mereka dari ke 2 pundak'nya, lalu dia menendang perut ke 2 pria itu sampai terjengkang ke belakang dan jatuh secara bersusulan.


Para tamu di sana kembali di buat tercengang melihat sikap huilan yang brutal dan tidak cocok dengan penampilan'nya yang cantik dan anggun, ke 2 pria yang di jatuhkan untuk yang ke 2 kali'nya mereka kembali berdiri dengan amarah yang meluap-luap, lalu mereka langsung menyebarkan kekuatan roh nya yang berada di level 1 alam langit untuk menekan huilan, namun entah apa yang terjadi tiba² mereka kembali ambruk terduduk lemas di lantai, dan kekuatan mereka tiba2 melemah. tanpa di sadari pergelangan tangan kanan mereka sudah berlumuran darah.


Huilan pun menatap tajam pada mereka lalu kembali bicara dengan nada yang dingin.


"Apa kau tidak tau, pepatah mengatakan terlalu meremehkan lawan maka nyawa jadi taruhan!" ,,, kata huilan.


Sedangkan para tamu mereka kembali mengkritik sikap huilan.


"Wah gadis 1 ini cukup kejam!"


"Ia benar, dia berani sekali memotong urat nadi mereka!"

__ADS_1


"Wah bukankah itu sama saja dia telah merubah mereka menjadi orang yang cacat, setelah ini mereka tidak bisa menggunakan tangan kanan'nya lagi"


"Cih! benar² penampilan seperti dewi tapi sikap nya seperti iblis"


Itulah komentar para tamu, ke 2 pria yang masih terduduk di lantai akhir'nya tersadar kalau salah satu tangan mereka sudah terluka, dan itu membuat mereka semakin di kuasai amarah.


"Bedebah!! PENGAWAL Cepat tangkap dia!!" ,,, teriak mereka serempak.


Tak lama para pengawal pun mulai berdatangan dan langsung mengepung huilan, yui yang sedari tadi diam mematung kini dia pun melangkah berniat akan membantu huilan, tapi langkah'nya kembali terhenti setelah mendapat isyarat dari huilan yang menandakan kalau dia tidak boleh ikut campur, walaupun dia merasa hawatir tapi dia berusaha untuk bisa percaya sepenuh'nya pada huilan.


Tingkat kultivasi para pengawal yang mengepung huilan rata² berada di level 4,5 dan 6 alam bumi, para pengawal pun mulai menerjang maju secara bersama'an, walaupun mereka tau kekuatan huilan berada di bawah mereka di tambah kekuatan'nya sedang di kunci, tapi tadi mereka sudah melihat bagaimana huilan menghajar 2 orang atasan yang tingkat kultivasi'nya sudah menginjak awal alam langit, jadi mereka tetap berwaspada untuk menangkapnya.


Huilan mulai bergerak cepat untuk menghindari serangan demi serangan dari para pengawal, mereka menyerang huilan menggunakan tombak yang di lapisi oleh kekuatan roh, jadi kali ini huilan lebih banyak menghindar dari pada menyerang balik, tapi sekali dia menyerang balik dia langsung menggunakan belati hitam untuk menyayat salah satu bagian tubuh mereka, walaupun sayatan'nya tidak di bagian tubuh yang paling penting, tapi itu sudah cukup untuk membunuh mereka dalam waktu 3 hari, di tambah racun yang masuk lewat goresan belati mulai bereaksi, itu membuat kekuatan lawan jadi melemah sehingga huilan bisa menjatuhkan mereka dengan mudah.


Tak lama kemudian lebih dari 15 orang pengawal sudah berhasil huilan jatuhkan dan huilan sendiri tidak terluka sedikit pun hanya riasan rambut'nya saja sedikit berantakan.


Para tamu yang menyaksikan pertarungan huilan itu hampir semua'nya bengong, dan merasa tidak percaya dengan apa yang sedang mereka saksikan, berbeda dengan pangeran yuan dia malah terlihat sangat menikmati pertarungan yang huilan lakukan sambil memegang secawan arak putih dan senyuman manis terukir di bibir'nya.


"Waaahh.. tidak di sangka di usianya yang semuda ini dia sudah menguasai kekuatan fisik dengan sempurna! aku jadi penasaran seperti apa kehidupan dia sebelum terjebak di tempat ini" ,,, batin pangeran yuan, pandangan'nya terus memperhatikan setiap gerakan huilan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


***Tbc


__ADS_2