
***
Putri Bai Lin-yue menghampiri suami nya yang sedang menahan wu xia'er.
***
"Pangeran kenapa kamu ada di sini? bukan kah kamu membawa ku kesini untuk menjenguk adik ke 7" ,,, kata Lin-yue kemudian menoleh pada xia'er dan tersenyum.
Melihat istri'nya menghampiri xia'er cepat2 menghentakan tangan'nya agar terlepas dari genggaman xiao yang dan langsung memberi salam.
"Salam hormat putri mahkota" ,,, kata xia'er.
Putri Lin-yue hanya tersenyum lalu mengangguk menerima salam dari xia'er.
"Kalau begitu silahkan lanjutkan tujuan kalian, xia'er mohon pamit" ,,, kata xia'er sambil membungkuk. Tanpa menunggu jawaban dari mereka xia'er langsung melangkah pergi.
Pangeran xiao yang hanya bisa menatap kepergian xia'er, kemudian tanpa berkata apa2 lagi dia langsung pergi tanpa mengajak istri'nya.
Tentu saja itu membuat putri lin-yue semakin kesal pada suami'nya.
"Jing Xiao-yang !!! lihat saja aku akan membuat wu xia'er membenci mu sebenci-benci'nya " ,,, batin Lin-yue, dia mengepalkan tangan'nya sampai2 kuku2nya menembus kulit dan mengeluarkan cairan merah, Kemudian dia pergi menyusul suami'nya dan menghiraukan rasa sakit yang ada di telapak tangan.
Putra mahkota jing xiao-yang telah menikah dengan putri ke 8 dari kekaisaran bailan yang bernama bai lin-yue, Mereka melakukan pernikahan polotik jadi tentu saja putra mahkota tidak begitu menyukai putra bai lin-yue, dan lebih memilih menghabiskan banyak waktu dengan para selir di bandingkan istri sah'nya.
*Di tempat lain....
Di sebuah ruangan, terlihat seorang pemuda yang sangat tampan sedang berbaring di atas tempat tidur yang di kelilingi oleh tirai putih transparan, sedangkan di luar ruangan, ayah dari pemuda yang sedang berbaring. sedang mondar-mandir dengan raut wajah yang gelisah, kemudian sang ratu pun menegur suami'nya.
"Yang mulia, berhentilah mondar-mandir aku tau yang mulia sangat menghawatirkan putra ke 7, yakinlah dia pasti akan selamat, aku yakin kaka ipar ku pasti tidak berbohong tentang rahasia putri angkat'nya" ,,, kata ratu Lu Wen-xiao, dia adalah kaka kandung nyonya wu.
__ADS_1
Kaisar Jing-An pun berhenti mondar-mandir lalu menoleh pada permaisuri'nya.
"Istriku, apa kamu benar2 yakin bahwa wu xia'er benar2 bisa menolong putra ke 7 kita? secara kita sudah memanggil beberapa tabib yang handal, tapi belum ada yang berhasil mengetahui penyakit apa yang di derita An-yu" ,,, kata kaisar jing-an dia sedikit meragukan wu xia'er karna dia bukan se'orang tabib.
"Em... awal'nya aku juga tidak terlalu yakin sih, tapi adik ku bisa sembuh setelah di rawat oleh xia'er selama satu minggu, jadi tidak ada masalah'nya kan kita mencoba.... Yang mulia tau juga kan kejadian 15 tahun yang lalu, wen lian mengalami sakit yang aneh" ,,, kata ratu xiao.
Saat ini kaisar jing-an hanya bisa berharap pada wu xia'er, Walaupun putra ke 7 selalu saja membuat'nya naik darah karna dia tidak bisa melihat wanita cantik, sekali lihat langsung sikaatt. atau kata modern'nya (Playboy tinggkat dewa) karna dia memiliki ketampanan yang luar biasa yang slalu membuat para gadis ter'gila2, tapi sayang'nya dia sangat sulit sekali kalau dia ajak membahas tentang pernikahan'nya. Tapi memang harus di akui bahwa pangeran ke7 adalah putra yang paling berbakat, di antara semua putra'nya, dan sudah banyak sekali dia membawa kemenangan2 besar, saat dia memimpin di setiap pergi berperang, dan para petinggi2 istana juga sempat mengajukan putra ke 7 untuk jadi putra mahkota, tapi sayang'nya pangeran ke 7 sendiri tidak pernah menginginkan posisi itu, dia lebih memilih menjadi tangan kanan kekaisaran.
*Kembali ke cerita
15 Menit kemudian......
Xia'er pun tiba dan langsung menghampiri kaisar dan ratu lalu memberi hormat.
"Salam hormat pada yang mulia kaisar, salam hormat yang mulia ratu xia'er datang menghadap" ,,, kata xia'er sambil membungkuk, Kaisar jing langsung menghampiri xia'er lalu menyentuh ke 2 pundak'nya.
"Xia'er tidak perlu sungkan, kita tidak sedang berada di istana" ,,, kata kaisar jing lalu meraih tangan xia'er dan langsung menuntun nya untuk duduk di samping ratu xiao.
"Tidak perlu sungkan xia'er, di sini hanya ada kita bertiga" ,,, kata kaisar jing.
"Iya benar, lagipula kita ini adalah paman dan bibimu, tenanglah tidak ada yang akan tau" ,,, sambung ratu xiao.
Akhirnya xia'er pun mengalah dan tetap duduk di tengah2 kaisar dan ratu.
"Baiklah kalau begitu, boleh kah yang mulai memberi tau xia'er apa yang terjadi pada pangeran ke7 sebenar'nya?" ,,, xia'er tidak sungkan lagi untuk bertanya, kaisar jing pun menarik nafas panjang lalu mulai menceritakan rincian nya.
"Hhh... 1 minggu yang lalu dia pergi ke perbatasan timur untuk mengurus para pemberontak di sana, tapi tidak ada yang menyangka dia kembali dalam keada'an sakit yang aneh. karna para tabib tidak menemukan ada'nya penyakit apapun, tapi dia sudah hampir 3 hari tidak sadarkan diri. Beta tidak tau lagi harus bagaimana, Kemudian ayah mu merekomendasikan kamu untuk memeriksa'nya, Awal'nya beta ragu karna kamu bukan se'orang tabib, tapi setelah mendengar cerita adik ipar, beta fikir tidak ada salah'nya mencoba, dan kamu tidak perlu hawatir beta akan merahasiakan'nya, Jadi tolong xia'er jika kamu berhasil menyelamatkan putra ke 7, beta akan mengabulkan 3 perminta'an apapun itu beta janji" ,,, penjelasan kaisar jing, lalu xia'er tersenyum.
"Yang mulia, apa anda tidak takut kalau nanti aku akan meminta kekuasa'an terbesar di kekaisaran ini?" ,,, kata xia'er dia sedikit menggoda, tapi kaisar jing dan ratu wen xiao malah tertawa.
__ADS_1
Xia'er merasa heran lalu kembali bertany, tapi kali ini ratu xiao yang menjawab.
"Xia'er kalau memang benar kamu menginginkan kekuasa'an, kamu pasti sudah menerima lamaran dari putra mahkota" ,,, kata ratu sambil tersenyum.
"Benar, apa kamu tau pangeran xiao yang sangat berusaha keras dan memohon pada kami untuk melantik mu jadi putri mahkota, tapi sebelum dia memberitau mu kau sudah menolak nya terlebih dulu" ,,, sambung kaisar jing.
Xia'er pun menarik nafas panjang.
"Owh,,, begitu rupa'nya, haisshh ,,, yasudahlah, xia'er akan memeriksa pangeran ke 7 sekarang, tapi tolong jangan ada yang masuk sebelum aku selesai melakukan pemeriksa'an karna ini bukan main2, jika aku gagal fokus akibat'nya akan fatal" ,,, kata xia'er.
Dia pun meng'akhiri perbincangan itu setelah mendapat persetujuan dari kaisar dan ratu yang membiarkan'nya masuk se'orang diri.
Setelah xia'er masuk dia langsung mengunci pintu dari dalam, dia menyadari ada seseorang telah mendengar percakapan'nya, karna itulah dia cepat2 meng'ahiri obrolan'nya kemudian sebuah senyuman ter'ukir di bibir xia'er. tiba2 dia mendapat ide untuk melancarkan rencana'nya nanti malam, kemudian dia membuat dinding penghalang tingkat rendah yang mudah untuk di hancurkan dan saat dinding ini di hancurkan maka itu akan melukai si pemasang.
Setelah selesai xia'er pun langsung menghampiri pangeran ke 7 yang tergelatak di tempat tidur dan tak sadarkan diri, lalu menyingkap kan tirai putih yang mengurung tempat tidur pangeran ke 7 yaitu jing an-yu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc