
***
Melihat kondisi gadis itu, yuwen yong langsung memberi arahan pada salah satu rekan'nya.
"Wei young, bukankah kamu ada belajar ilmu pengobatan? Coba kamu periksa keada'an nya" ,,, kata yuwen yong.
Lalu wei young pun langsung memeriksa'nya.
"Gadis ini terluka parah, aku tidak bisa menolong dia, sebaik'nya kita harus cepat mencari tabib" ,,, kata wei young.
"Ya sudah wei young, kamu berikan 1 set pakain padanya, setelah itu kita akan bawa dia ke kota terdekat" ,,, kata yuwen yong.
Semua rekan'nya mengangguk setuju kecuali yu zhi dia hanya diam saja, kemudia wei young dan Qin suo meminta rekan2 lelaki untuk pergi sementara mereka menggati pakaian gadis yang terluka itu.
15 Menit kemudian....
Merekapun selesai menukar pakaian gadis itu, lalu yuwen yong mengangkat gadis pingsan itu dan membawa 1 kuda dengan'nya, tidak perlu waktu lama untuk mereka sampai di kota terdekat, lalu dengan cepat mereka mencari balai pengobatan dan menyerahkan gadis itu pada tabib.
Sambil menunggu tabib menangani gadis itu mereka berbincang-bincang di halaman balai pengobatan.
"Senior, menurut mu apa yang terjadi pada gadis itu ?!" ,,, tanya zhang feng.
"Hm... seperti'nya gadis itu bertemu perampok!" ,,, kata yuwen yong.
"Tidak... itu tidak benar" ,,, wei yuong menepis tanggapan itu.
"Benar jika dia di rampok, benda2 berharga milik'nya sudah tidak ada pada'nya, menurutku orang yang menyerang gadis itu mengincar nyawa'nya" ,,, sambung Qin suo.
"Kenapa kamu begitu yakin?" ,,, tanya yuwen yong.
"Karna di sekujur tubuh'nya di penuhi luka lebam dan sayatan pedang, tapi uang dan harta benda yang dia bawa masih utuh, jadi aku rasa tebakan Qin suo itu benar" ,,, jawab wei young.
Tak lama kemudian sang tabib pun keluar dan langsung bertanya pada yu zhi dan rekan2 nya.
"Anak muda, apa ada salah satu di antar kalian keluarga si pasien?" ,,, tanya sang tabib.
Kemudian wei young dan Qin suo menghampiri sang tabib.
"Maaf tuan tabib, tidak ada satupun dari kami keluarga gadis itu, tetapi jika itu tentang biaya pengobatan, tuan tabib tidak perlu hawatir kami akan menanggung'nya" ,,, kata wei young.
Sang tabib pun menatap 2 gadis yang ada di depan'nya.
"Emm... sebenar'nya ini bukan masalah biaya" kata si tabib dengan nada sedikit ragu.
"Eh... apa terjadi sesuatu pada gadis itu?" ,,, sambung Qin suo.
Sang tabib pun menarik nafas panjang lalu mengajak mereka untuk bicara di dalam, mereka pun mengikuti sang tabib masuk ke ruangan dimana gadis itu di tempatkan dan dia masih belum sadar.
Kemudian wei young dan Qin suo duduk di kursi berhadapan dengan sang tabib, sedangkan yang lain'nya berdiri di belakang gadis itu, kecuali yu zhi dia memilih duduk di samping jendela yang terbuka dan melemparkan pandangan yang malas ke arah luar sambil menopang dagu'nya. kemudian sang tabib pun mulai menjelas kan kondisi gadis itu.
"Sebenar'nya saya merasa hawatir, saat dia sadar nanti jika tidak mengalami hilang ingatan, dia akan mengalami trauma besar. Karna jika di lihat dari seluruh luka yang dia dapat, seperti'nya dia mendapat siksa'an yang berat" ,,, kata si tabib.
"Tuan tabib, apa separah itu?" ,,, taya Qin suo.
__ADS_1
Kemudian sang tabib kembali menarik nafas panjang.
"Memang parah, tapi kita lihat saja dulu setelah dia sadar, ya sudah kalian bicarakan saja dulu apa yang akan kalian lakukan selanjut'nya, aku akan keluar untuk membuat obat" ,,, Setelah berkata demikian Sang tabib pun keluar meninggalkan para pemuda dan pemudi itu di dalam, setelah kepergian sang tabib tidak ada pembicara'an apapun di antar mereka, semua'nya sibuk dengan fikiran'nya masing2.
1 jam kemudian...
Gadis pasien itu mulai ada pergerakan, perlahan-lahan dia mulai membuka pandangan'nya tapi tidak langsung bangun dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada'nya sebelum tak sadarkan diri, belum ada yang menyadari dia sudah sadar kecuali yi zhi.
"Uggh... sial tubuhku sakit semua... eh... dimana ini??" ,,, batin gadis si pasien sambil menoleh ke'kiri dan ke'kanan dia melihat ada beberapa orang yang memakai pakaian aneh menurut'nya.
^^^"Eh... ko aku ada di sini? bukan'nya aku sudah mati bersama bocah sialan itu? ,,, batin gadis itu kemudian dia tersenyum.^^^
"Hoho... apa aku telah bereinkarnasi? huh, tapi apa guna'nya bereinkarnasi kalau rasa sakit hatiku belum terbalas!" ,,, batin'nya. kemudian dia mulai merasa sakit kepala dan gambaran2 kehidupan gadis itu sebelum'nya mulai bermunculan di kepala'nya.
"AAAh... SAKIT!!!" ,,, teriakan gadis pasien itu sambil memegang kepala'nya.
Sontak wei yuong dan rekan2'nya menjadi terkejut dan langsung menghampiri gadis pasien kecuali yu zhi, dia sudah menyadari bahwa gadis itu sudah sadar tapi dia tidak peduli dan hanya diam saja.
"Nona apa yang terjadi padamu?" ,,, tanya wei young dengan panik.
"Qin suo cepat panggil yang tadi, beritau bahwa gadis ini sudah sadar" ,,, sambung wei young.
Qin suo pun mengangguk dengan cepat bergegas pergi mencari tabib.
"Ughh... sial, apa ini ingatan kehidupan gadis ini sebelum'nya? ha..... ternyata aku menempati tubuh se'orang putri keraja'an, tapi sial'nya nyawa gadis ini sedang di incar. Menyebalkan, di kehidupanku sebelum'nya nyawaku juga selalu di incar oleh musuh2 ku, dan sekarang aku menempati tubuh seseorang yang sedang dalam bahaya juga" ,,, batin si gadis pasien yang kini rasa sakitnya sudah mulai menghilang.
Berhubung tabib belum kunjung datang dia pun mendapat beberapa pertanya'an dari wei young dan rekan2nya.
"Iya bagaimana perasa'an mu sekarang?" ,,, tanya yuwen yong.
"Dan apa kamu mengingat siapa dirimu?" ,,, tu bajun tidak ingin ketinggalan.
Pertanya'an2 itu membuat gadis pasien itu kebingungan.
"Aku..."
Ucapan gadis itu terhenti, dia seperti sedang berfikir keras.
"Tunggu, berdasarkan ingatan gadis ini tubuh ini sangat lemah jika aku memberitau mereka tentang identitas gadis ini, pasti mereka akan mengantarkan gadis ini ke keluarga'nya dan nyawaku akan kembali ter'ancam, jika di lihat2 seperti'nya mereka adalah orang2 yang tangguh, aku fikir jika aku ikut mereka aku bisa memperkuat kekuatan tubuh gadis ini, setidak'nya sampai aku punya kekuatan untuk menjaga diri di dunia antah brantah ini" ,,, batin gadis itu. Kemudian lamunan'nya di bubarkan oleh pertanya'an gadis yang ada di depan'nya.
"Nona, apa kamu bisa mengingat identitas mu?" ,,, tanya wei young.
Kemudian gadis pasien itu kembali menyentuh kepala'nya sambil menutup mata.
"Aku... ughh... aku... siapa aku?? si... siapa kalian ??!!" ,,, itulah yang keluar dari pita suara gadis pasien itu.
Wei young dan rekan2 nya saling memandang satu sama lain.
"Teman2, bagaimana ini? seperti yang tabib katakan dia hilang ingatan" ,,, kata wei young.
"Eem.. apa perlu kita mendatangi setiap keraja'an? jika di lihat dari penampilan gadis ini tadi, sepertinya dia adalah salah satu keluarga keraja'an" ,,, kata tu bajun.
"Tidak... tidak.. aku tidak setuju" ,,, timpal yuwen yong. kemudian yang lain'nya menoleh pada'nya.
__ADS_1
"Kenapa?" ,,, tanya wei young mewakili yang lain'nya.
Kemudian yuwen yong menarik nafas panjang.
"Kalian pasti sudah bisa menebak bukan? bahwa istana itu di penuhi dengan panggung sandiwara, jika aku tidak salah tebak mungkin gadis ini adalah korban, kita tidak tau masalah apa yang sedang gadis ini hadapai di keluarga'nya, kalau kita bersikeras untuk mengembalikan gadis ini ke keluarga'nya otomatis nyawa'nya akan kembali dalam bahaya, bukankah itu akan sia2 kita menolong'nya" ,,, kata yuwen yong. panjang kali lebar.
"Hai bung, aku setuju dengan mu" ,,, batin si gadis pasien.
"Tapi sampai kapan kita akan menjaga'nya?" ,,, tanya wei young.
"Em... setidak'nya sampai ingatan nya pulih! bagaimana ?" ,,, tanya yuwen yong sambil melirik pada yu zhi yang sedari tadi hanya diam.
Yu zhi menyadari maksud dari tatapan yuwen yong, kemudian dia menoleh pada si gadis pasien yang ternyata dia sedang memperhatikan yu zhi dari tadi. Yu zhi langsung melemparkan pandangan nya ke luar, dia merasa tidak suka dangan tatapan gadis itu, kemudian dia bicara dengan nada yang acuh.
"Hum... jangan tanya aku, jika kalian mau membawa dia ke akademi, lagipula dia terlalu lemah jika aku memberitau ibuku paling dia hanya akan di jadikan tukang bersih2" ,,, kata yu zhi yang membuat si gadis pasien tersenyum masam.
"Sangat tampan si tapi ucapan'nya terlalu pedas" ,,, batin si gadis pasien.
Wei young dan rekan2 nya hanya bisa menggeleng2kan kepala.
"Yu zhi kau ini kejam sekali, gadis ini baru saja mendapat musibah" ,,, protes yuwen yong.
"Huh, jika aku harus slalu kasihan pada orang seperti dia di akademi pasti sudah ada banyak tukang bersih2" ,,, kata yu zhi dia tidak peduli dengan apa yang mereka fikirkan.
"Ck... ck.. ck. huh, pantas saja setiap gadis hanya bisa mengagumi ketampanan mu saja, tapi tidak ada yang berani dekat2 dengan'mu, bahkan terhadap gadis lemah seperti ini pun kamu selalu bersikap dingin dan kejam" ,,, kata wei young sambil menggeleng-geleng kan kepala'nya.
Mendengar ucapan wei young yu zhi langsung menoleh pada'nya kemudian menyeringai lalu menghampiri wei young dan duduk di samping'nya.
"Owh.... bukankah kita ini sangat dekat? jika tidak ada gadis yang mau mendedekati ku, lalu kamu apa? memang'nya kamu bukan seorang gadis?" ,,, yu zhi menggoda wei young sambil melingkarkan tangan'nya di pinggang wei young.
Wajah wei young menjadi merah lalu cepat2 dia mendorong yu zhi.
"Menjauh dariku, aku tidak suka pria dingin sepertimu" ,,, kata wei young sambil melepaskan tangan yu zhi yang melingkar di pinggang nya secara paksa.
Yu zhi pun langsung melepaskan tangan'nya lalu berdiri dan menjauh kembali ke tepi jendela sambil bicara.
"Hum! lain di mulut lain di hati" ,,, kata yu zhi sambil mengangkat ke2 bahu'nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1