
***
"Ba... Ba-bagaimana mungkin itu kau?!!!" kata huilan dengan nada yang terkejut.
...
"R-Ratu... Kenapa, Lagi-lagi kau menolong ku?" tanya huilan.
Dan ternyata orang misterius yang sudah menolong'nya itu dia adalah ratu Emerlen, tapi sepertinya dia enggan untuk memberitau kan alasan'nya jadi dia pun segera mengalihkan topik pembicara'an.
Ratu emerlen pun mengeluarkan sebuah benda yang berbentuk seperti token, lalu meletakkan'nya ke telapak tangan kanan huilan sambil bicara.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan! Ambil ini, ini adalah token obat. Di dalam'nya ada beberapa butir pil penawar racun, dengan menelan 1 butir pil ini, kau bisa melewati kabut beracun yang mengelilingi keraja'an lembah sunyi" kata ratu emerlen.
Kemudian dia membelakangi huilan lalu kembali bicara.
"Dan untuk beberapa hari ke depan, sebaik'nya kau diam saja di pavilion, dan selama itu aku akan mengirim salah satu orang kepercaya'an ku untuk merawat lukamu sampai sembuh... Dan setelah kau sembuh aku ingin kau temui aku di tepi danau yang letak'nya tidak terlalu jauh dari pavilion mu, di sana aku akan menunjukan 1 jalan rahasia yang bisa membawamu keluar dari tembok besar tanpa di ketahui siapapun!" kata ratu emerlan.
Setelah itu dia melangkahkan kaki'nya bersiap untuk pergi, tapi tiba-tiba huilan menghentikan'nya.
"Tunggu ratu!!... Aku sangat berterima kasih atas semua niat baik anda, Tapi anda tidak perlu repot-repot dan membahayakan diri hanya untuk membantuku melarikan diri! Karna sebenar'nya... Ada pangeran yuan yang sudah bersedia untuk membantuku pergi!" kata huilan yang langsung berterus terang.
Seketika ratu menghentikan langkah'nya lalu menoleh pada huilan dengan ke 2 alis yang mengkerut.
"Pangeran yuan??" tanya ratu.
Huilan hanya menganggukan kepala'nya untuk menjawab, lalu ratu emerlen pun memberi peringatan pada huilan.
"Nona lan, aku tidak akan bertanya apa-apa tentang bagaimana kau bisa melakukan kerjasama dengan pangeran yuan... Tapi aku akan menyarankan, sebaik'nya kau jangan terlalu dekat dan percaya pada'nya! Karna dari apa yang aku tau, dia itu jauh lebih berbahaya dari yang terlihat..." kata ratu emerlen dengan memasang exspresi wajah yang serius.
"A-apa maksud anda ratu?" tanya huilan dengan ke 2 alis yang mengkerut.
Ratu emerlen pun menghela nafas... Setelah itu dia melanjutkan ucapan'nya.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan, Tapi singkat jelas'nya dia adalah tipe orang yang tidak akan mudah mengulurkan tangan untuk menolong orang yang baru dia temui, kecuali kau mempunyai sesuatu yang dia inginkan! Ingat nona lan, jangan pernah tertipu oleh air yang tenang!" kata ratu emerlen.
Dan tanpa menunggu tanggapan dari huilan, ratu emerlen langsung melesat pergi dan menghilang ke dalam kegelapan.
Setelah ratu emerlen menghilang dari pandangan huilan pun menghela nafas lalu bergumam.
"Anda tidak perlu hawatir ratu! Aku tau... Tidak ada yang gratis di dunia ini, tapi segala sesuatu yang sulit untuk di capai... Itu sudah pasti di butuhkan sebuah pengorbanan!" gumam'nya
... Huilan pun terdiam sejenak,
tak lama akhirnya dia pun melesat pergi ke arah paviliun tempat dia tinggal.
Setelah sampai di paviliun dia pun mengetahui kalau ternyata Yui belum kembali, jadi huilan pun memutuskan masuk ke dalam dimensi untuk merawat semua luka-luka'nya.
🌄🌄🌄
Ke esokan pagi'nya...
Huilan tiba-tiba keluar dari udara kosong tepat di kamar paviliun'nya dengan kondisi luka di tubuh semua'nya sudah pulih sepenuh'nya, dan itu semua berkat kolam roh air kehidupan yang ada di dalam dimensi'nya.
Hari ini, seperti biasa huilan memakai pakaian serba putih mutiara dengan rambut di beri sedikit hiasan seperti jepitan bunga dari silver.
Ilustrasi penampilan huilan ☝️☝️☝️
Huilan pun melangkah keluar dari kamar dan langsung mencari Yui...
Beberapa menit kemudian...
Huilan masih terus mencari tapi entah kenapa dia tidak bisa menemukan keberada'an nya, padahal dia sudah berkeliling ke setiap tempat dan ruangan yang ada di paviliun'nya tapi tetap tidak di temukan.
Fikiran huilan pun mulai di hampiri rasa hawatir, dan kehawatiran'nya semakin bertambah setelah mengetahui semua pelayan yang biasa bertugas di pavilion'nya itu orang baru semua.
Kemudian huilan pun pergi ke ruang makan untuk sarapan, dan saat dia masuk ke ruang makan dia melihat 2 orang pelayan baru sedang menyusun beberapa macam makanan di atas meja.
Huilan pun menghampiri mereka lalu menarik kursi untuk dirinya duduki sambil bertanya dengan kata-kata yang super hati-hati.
"Permisi... Bolehkah aku bertanya sesuatu pada kalian?" tanya huilan.
Kemudian salah satu pelayan menjawab dengan nada datar dan tanpa memandang huilan.
"Apa yang ingin kau tanya?" tanya'nya.
Huilan pun bertanya tanpa mempedikan sikap si pelayan yang tidak sopan.
"Em... Dimana para pelayan yang biasa bertugas di sini?" tanya huilan.
"Mereka sudah di pindahkan ke tempat lain!" jawab'nya singkat dan masih dengan nada yang datar.
"Oh... lalu apakah kau tau dimana pelayan yang bernama yui?" huilan kembali bertanya.
__ADS_1
Tapi pelayan yang huilan tanya itu, dia langsung menatap tajam pada huilan lalu menjawab dengan nada yang dingin.
"Tuan ke 3 sudah memindahkan'nya ke istana harem pangeran kim !" jawab'nya singkat tapi membuat huilan jadi punya firasat buruk.
Setelah itu dia mengajak 1 rekan'nya untuk segera pergi tanpa memandang lagi reaksi huilan, tapi sebelum pelayan yang satu'nya pergi dia ada sempat menyelipkan segumpal kertas ke tangan huilan tanpa di ketahui oleh pelayan yang tadi huilan tanya-tanya...
Setelah di ruangan itu tinggal huilan seorang, huilan pun segera membuka segumpal kertas tersebut, dan ternyata itu adalah sebuah pesan dari ratu emerlen.
Huilan pun membaca pesan yang tertulis di dalam segumpal kertas itu... Setelah selesai dia langsung mengeluarkan kobaran roh api biru dari telapak tangan kanan yang sedang memegang kertas pesan, dan kertas tersebut pun terbakar menjadi abu lalu lebur menjadi debu setelah itu menghilang di tiup angin yang huilan kendalikan.
Namun setelah membakar kertas tersebut kegelisahan huilan malah semakin bertambah.
"Sial... Sial... Ini benar-benar sial!! Apa aku sudah ketauan??" gumam'nya.
Setelah itu huilan pun segera menghabiskan sarapan'nya... Dan setelah selesai dia segera bangkit lalu melangkah pergi dengan terburu-buru meninggalkan ruang makan, tapi saat baru saja keluar dari ruang makan tiba-tiba seorang pelayan yang sedang membawa 1 baskom air kotor, entah apa yang terjadi tiba-tiba dia menabrak huilan sampai air kotor yang dia bawa tumpah semua ke pakaian putih huilan .
Duk!!
Byyuurrr...
gombrang!! Suara baskom yang jatuh.
"Aduh! Maaf nona!! Saya benar-benar tidak sengaja!" kata si pelayan yang langsung berlutut dan menunduk.
Tapi belum sempat huilan menjawab, tiba-tiba pelayan yang tadi sempat huilan tanya-tanya di ruang makan, dia menegor mendahuilui huilan.
"Apa kau sengaja menambah pekerja'an?!! Cepat bersihkan!" perintah'nya dengan nada yang membentak.
Pelayan yang menabrak huilan itu pun menjawab dengan nada yang ketakutan.
"M-maaf nona Limei, sa-saya akan berusaha untuk lebih berhati-hati lagi!" ucap'nya.
Kemudian dengan tangan yang gemetar dia mengambil baskom yang tadi jatuh, setelah itu dia bergegas pergi untuk mengambil alat kebersihan.
Sedangkan pelayan Limei yang tadi sempat huilan tanya-tanya, dia pun segera memberi arahan pada pelayan yang tadi menyelipkan segumpal kertas pada huilan.
"A-lin, kau pergilah ambil pakaian baru untuk nona lan!" pinta'nya.
Dan tanpa banyak bertanya, pelayan yang bernama a-lin pun bergegas menjalankan perintah dari limei. Sedangkan limei sendiri, dia langsung menarik tangan kanan huilan menuju ke kamar mandi tanpa berbicara sepatah kata pun plus wajah'nya selalu tanpa exspresi.
Sedangkan huilan, dia hanya diam dan mengamati gerak-gerik pelayan yang bernama limei karna sebelum'nya yui dan ruge sempat memberi tau kalau pangeran chu punya 5 orang wanita bawahan yang sangat setia pada pangeran chu, dan inilah nama dari ke 5 bawahan wanita terpercaya pangeran chu.
( 1 - Lixsi, 2 - Liyi ) tapi mereka ber 2 sudah mati di tangan huilan.
Lalu ( 3 - Limei, 4 - LiShin, dan yang ke 5 - Limao ).
Setelah sampai di kamar mandi, tanpa bertanya terlebih dulu. Limei langsung menyentuh tali pinggang huilan bersiap untuk membuka pakaian huilan, tapi huilan segera menghentikan'nya sambil bicara.
"Nona limei, itu tidak perlu! Aku bisa melakukan'nya sendiri, jadi aku minta kau tunggu saja di luar!" kata huilan dengan nada yang tegas.
Limei terlihat enggan untuk mengikuti apa yang huilan minta, tapi dia harus menahan diri demi tujuan'nya. Jadi pun mencari cara lain untuk mencapai tujuan'nya.
"Baiklah... Tapi, kau lepaskan dulu pakaian kotormu agar aku bisa meminta pelayan lain untuk segera membersih kan'nya!" pinta limei masih dengan nada yang datar.
Huilan pun menuruti apa yang limei minta tanpa ragu, tapi dalam hati huilan sudah mengetahui apa tujuan limei berbuat seperti itu... Dan benar saja, setelah dia melepaskan pakaian bagian luar, tatapan limei terus fokus pada pergelangan tangan kiri huilan tapi huilan tetap bersikap seperti biasa untuk menghindari kecuriga'an.
Setelah selesai huilan pun menyerahkan pakaian kotor'nya tanpa bicara sepatah kata pun, sedangkan limei, dia juga menerima pakaian huilan tanpa bicara apa-apa lagi setelah itu pergi dengan wajah datar'nya.
Huilan memandang kepergian limei dengan tatapan yang dingin, dan setelah menghilang dari pandangan huilan pun menghela nafas lalu masuk ke dalam bak mandi yang terbuat dari kayu, kemudian menyandarkan punggung'nya ke tepi bak lalu mendongk'kan wajah'nya menatap langit-langit kamar mandi.
"Si harimau tua sudah mulai mencurigai ku rupa'nya... kalau gitu aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kejadian tak terduga!" batin huilan.
"...Dan aku harap tidak terjadi sesuat yang buruk pada yui" gumam'nya.
*-*
Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu.
Tok, Tok, Tok...
"Nona lan... Ini aku A-lin!"
"Yah, masuklah!" kata huilan yang masih berendam di dalam bak mandi.
Pintu pun di buka dan masuklah pelayan yang bernama A-lin sambil membawa pakaian ganti berwarna putih lagi untuk huilan, kemudian dia meletak'kan nya di meja kecil yang letak'nya tidak jauh dari bak mandi, setelah itu dia melontarkan pertanya'an.
"Nona lan, apa ada hal lain lagi yang bisa aku bantu?" tanya'nya.
"Yah memang ada, tapi sebelum itu aku ingin bertanya sesuatu dulu... Apa kau benar-benar orang kepercaya'an ratu?" tanya huilan.
A-lin pun menjawab tanpa ragu.
"Yah itu benar!" jawab'nya singkat.
"Lalu apakah ada orang lain yang tau kalau kau adalah utusan ratu?" tanya huilan.
__ADS_1
"Tidak ada nona, tidak ada satupun orang yang tau kalau aku orang'nya ratu emerlen!" jawab alin to the point.
"Apa kau yakin ?" tanya huilan yang masih sedikit ragu.
"Tentu saja aku yakin, karna aku adalah pengawal bayangan rahasia terbaik dan yang paling di percaya oleh ratu emerlen... Dan saking rahasia'nya, bahkan raja bei zhie pun tidak mengetahui'nya!" kata alin.
"H0o~ H0o... Jangan bilang kalau aku adalah orang pertama yang mengetahui identitas mu!" kata huilan. Alin pun tersenyum lalu menjawab,
"Jangan hawatir... Kau adalah orang yang ke 2 yang tau!" kata alin.
"Yah, ke 2 setelah ratu kan maksud'nya!" kata huilan sambil keluar dari bak mandi lalu mengeringkan tubuh'nya.
Alin pun tersenyum lalu kembali menjawab.
"Em... Maaf tebakan mu salah! Yang benar adalah bi-lin, dia adalah kaka angkatku dan kebetulan dia juga sama seperti ku!" kata alin.
Huilan sedikit terkejut setelah mengetahui'nya, tapi meski pun begitu dia tetap bersikap biasa... Tak lama kemudian huilan pun kembali bertanya,
"Kenapa dengan mudah'nya kau memberi tau rahasiamu padaku? Apa kau tidak takut kalau aku akan mencoba mencelekai mu?... Karna walau bagaimana pun posisi aku di sini adalah tawanan sekaligus musuh yang suka berbuat onar!" kata huilan.
"Aku tau tapi ratu sudah memberi ku perintah, apapun yang kau tanya aku harus menjawab dengan jujur!" kata alin.
Mendengar jawaban seperti itu, pasti'nya huilan semakin tidak mengerti dengan sikap ratu emerlen.
"Alin, apa kau tidak merasa penasaran tentang kenapa ratu emerlen begitu melindungi ku?!" tanya huilan.
"Aku memang penasaran kenapa yang mulia ratu begitu melindungi mu... Tapi apapun alasan'nya, aku akan tetap melaksanakan perintah'nya!" jawab alin.
"Owh... Ngomong-ngomong berapa lama kau sudah mengikuti ratu emerlen?" tanya huilan.
"Em... Kira-kira sudah sekitar 110 tahun lebih!"
"HAH?!!! 110? Kau pasti bercanda!" kata huilan dengan nada yang terkejut.
Alin pun tersenyum sambil menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal lalu menjawab.
"Hehe... Aku tidak bercanda!" kata alin.
Huilan yang sudah selesai berpakaian itu, dia langsung memutari alin untuk melihat-lihat dari dekat sambil mengutarakan penilaian'nya.
"I-ini benar-benar sulit untuk di percaya!! Kau masih terlihat seperti gadis muda yang baru berusia 18 atau 19 tahun!" kata huilan yang masih terus memperhatikan penampilan Alin dari atas sampai bawah.
"Hehe... T-terima kasih atas pujian'nya!" kata alin...
"O'ya, apa kaka angkat mu yang bernama
bilin juga seusia mu?" tanya huilan.
"Tidak, dia 5 tahun lebih tua dariku!" jawaban alin.
"Oh begitu ya! aku benar- benar semakin penasaran... O'ya, kau sudah mengikuti ratu cukup lama kan? Lalu apa kau tau siapa nama asli ratu emerlen?" tanya huilan.
"Em... Aku tidak tau! Selama aku mengikuti'nya, aku hanya tau nama'nya emerlen!" jawab alin.
Mendengar jawaban seprti itu huilan pun terlihat berfikir.
"Em, nama emerlen bukan nama khas dari kerajaan timur... tapi itu adalah nama yang biasa di pakai oleh orang-orang dari barat!" batin huilan.
Kemudian dia kembali menatap
alin lalu kembali bicara
"Em, mungkin kau pernah mendengar nya secara tidak sengaja!" kata huilan.
"Em, mungkin pernah... tapi aku tidak ingat! jika kau penasaran, nanti setelah aku mengingat'nya, Aku akan segera memberi tau mu!" kata alin.
"Em yah.. Terima kasih! Tapi... apa kau tidak merasa penasaran kenapa aku menanyakan hal seperti ini?!" tanya huilan.
"Aku memang penasaran, tapi aku bisa mengerti! Kau pasti bingung dengan sikap yang mulia ratu padamu... jadi seandai'nya aku jadi kau, aku juga pasti akan melakukan hal yang sama!" Kata alin.
Huilan pun tersenyum lalu dia memberitau hal lain.
"O'ya, nanti malam aku ingin keluar lagi untuk mencari temanku yang bernama yui, apa kau punya petunjuk?" tanya huilan.
Seketika alin pun menatap huilan dengan tatapan yang serius lalu memberi nasihat.
"Nona lan, sebaik'nya untuk beberapa hari ke depan kau jangan pergi kemana-mana. Karna pangeran ke 3 sudah mencurigai mu, dia bahkan sudah memasang penghalang di sekitar paviliun, serta beberapa penjaga bayangan tingkat tinggi telah di tugaskan untuk mengawasi mu!" kata alin.
"APA!"
Huilan terkejut dengan informasi yang alin katakan, dan hal pertama yang terlintas dalam fikiran huilan adalah keselamatan yui.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc