
***
Hui-lan yang sudah berkeringat dingin dia memutarkan pandangan nya dan tiba2 pandangan nya menangkap 1 ekor rubah putih lain sudah tergeletak di tanah, tapi ukuran nya tidak terlalu besar dengan luka yang cukup parah di sekujur tubuh.
Hui-lan kembali memperhatikan pertempuran 2 monster itu masih dengan perasa'an was-was, rubah putih itu sudah kewalahan dia sudah mendapatkan banyak luka di tubuh'nya. sesekali monster gorila itu terus meluncurkan serangan ke arah rubah yang tergeletak di tanah, tapi rubah besar itu terus menghalangi'nya.
Kini hui-lan pun mengerti ternyata rubah besar itu sedang berusaha melindungi rubah yang satu nya lagi, hui-lan merasa kasihan tapi dia hanyalah mahluk kecil di tambah lagi mungkin saja dia juga akan menjadi sasaran jika persembunyian nya ketauan.
Rubah putih itu semakin melemah sesekali dia terlempar oleh energi mistik yang di luncurkan oleh si gorila, akhir nya hui-lan tidak tahan lagi melihat rubah putih yang sudah terluka parah, tapi si gorila terus melakukan serangan secara bertubi-tubi.
Walaupun hui-lan masih merasa takut, tapi melihat perjuangan si rubah putih itu membuat hatinya tergerak untuk membantu.
"Aku tidak bisa melihat'nya terus seperti ini, aku harus melakukan sesuatu.. hufftt.. aku akan kembali bertaruh" ,,, gumam'nya.
Dengan penuh tekad hui-lan pun mengeluarkan tembakan bom roket lalu mulai mengambil posisi untuk mengunci target ( Bom roket yang di gunakan hui-lan adalah roket yang akan terus mengejar target yang sudah di kunci ).
"Tidak peduli dia monster atau hewan raksasa... aku percaya setiap mahluk hidup pasti punya kelemahan nya masing2" ,,,
Setelah berkata demikian hui-lan mulai mengunci target, dia mulai membidik di bagian dada kiri gorila. Tetapi hui-lan sedikit ragu dengan tebakan'nya jadi dia menyiapkan 5 buah bom roket sekaligus.
BAMM !!!...
Bom roket pertama melesat saat gorila itu akan meluncurkan serangan besar ter'akhir nya tiba2.
Cleb...
BOOMM!!..
Suara ledakan kecil di dalam dada gorila, membuat energi mistik yang sudah terkumpul di depan mulut nya itu menghilang. lalu gorila itu mulai terhuyung-huyung sambil menekan dada nya, gorila itu pun memuntahkan darah hitam.
Roket pertama berhasil masuk ke dada kiri gorila tapi sayang nya tidak tembus sampai ke jantung, tentu saja ke 2 monster itu terkejut bukan main. terutama si gorila yang mendapat serangan mendadak, dia masih beruntung di karnakan tubuh gorila itu sangat besar jadi roket yang sebesar timun suri itu hanya sebesar pluru bagi'nya.
Hui-lan belum menyerah lalu dia kembali membidik, kali ini hui-lan akan membidik'nya secara bertubi-tubi.
BAMM... BAMM !!!
BAMM... BAMM !!!
4 Roket kembali melesat, bom roket pertama berhasil meledakan 1 bola mata si gorila itu yang membuat dia meraung keras dengan suara yang menggelegarkan se'isi hutan, kemudian bom roket ke 2 dan ke 3 secara bersusulan menembus dada dan meledak di dalam nya.
BOM...
BOMM !!!....
__ADS_1
Dan itu membuat si gorila kembali terhuyung-huyung, rubah putih itu hanya bisa menyaksikan dengan mulut yang ternganga melihat benda2 kecil menurut nya, itu melesat secara bertubi-tubi menembus tubuh si gorila dan meledak di dalam'nya.
Si gorila masih hidup tapi keada'an nya sudah semakin lemah, si gorila masih melihat ada 1 roket lagi yang melesat ke arah'nya kemudian dia menghindar dengan mudah, bom roket itu hanya melewati tubuh si gorila.
Kemudian si gorila mencari dari mana arah benda2 kecil itu ber'asal, akhir'nya si gorila melihat hui-lan yang di mata'nya dia hanya mahluk kecil yang lemah dan tidak memiliki kekuatan roh.
Si gorila jadi gelap mata dia tidak terima bahwa diri'nya telah di lukai oleh mahluk kecil dan lemah, kemudian si gorila berlari ke arah hui-lan berada. walaupun dia sudah terluka parah tapi dia masih bisa berlari dengan cepat.
Hui-lan membulatkan bola mata'nya dan menjadi kaku melihat monster itu berlari ke arah'nya, melihat gorila itu berlari ke arah hui-lan rubah putih itu tidak tinggal diam. walaupun hui-lan adalah mahluk kecil dan lemah, tapi harus dia akui bahwa mahluk lemah itu telah menyelamatkan nyawa'nya.
Dengan sisa energi yang tersisa ribah putih itu dengan cepat meluncurkan bola api biru ke arah gorila.
BBOOMM !!!....
Bola api biru itu berhasil mengenai punggung si gorila yang membuat'nya tersungkur dan jatuh tepat di hadapan hui-lan.
BUGG !!!
Gorila itu terjatuh yang membuat tanah di sekitar bergetar seperti gempa bumi, gorila itu masih bisa bergerak lalu dia menoleh ke'arah hui-lan.
"Dasar mahluk kecil! aku akan menghabisi mu sekarang juga!!:" ,,, bentak si gorila dengan amarah yang meluap-luap.
Sontak kaki hui-lan menjadi lemas seperti tidak memiliki tenaga lagi karna posisi hui-lan dan gorila itu hanya berjarak beberapa meter saja, hui-lan mulai gemetar ketakutan.
"Huh... tidak peduli walaupun kau lebih kuat dari ku... aku akan tetap bisa menghabisi'mu!! akan ku pastikan aku akan jadi dewi kematian untukmu!!" ,,, teriak hui-lan dengan lantang.
Sebenar'nya hui-lan masih terkejut karna ternyata monster gorila itu bisa bicara bahasa yang bisa dia mengerti, setelah berkata demikian hui-lan seperti mendapatkan tenaga'nya kembali.
Kemudian dia melompat ke pohon yang lain dan terus melompat dari 1 pohon ke pohon yang lain'nya lagi, tentu itu membuat si gorila semakin naik darah. dengan cepat gorila itu mengikuti hui-lan yang terus menjauh, setelah hui-lan merasa cukup untuk mengalihkan perhatian si gorila, hui-lan langsung turun ke tanah dan berhenti menunggu si gorila menghampiri'nya.
Tentu itu membuat ke 2 monster itu (Rubah dan gorila) menjadi semakin tercengang.
"Dia tidak mungkin akan menghadapinya secara langsung kan??!" ,,, batin si ribah.
Si gorila yang terus berlari mendekat pada hui-lan itu cukup membuat rubah putih itu semakin bimbang, pasal nya rubah itu sudah menggunakan seluruh kekuatan'nya, jadi kali ini dia tidak bisa menolong hui-lan.
Gorila yang terus mendekat itu justru membuat hui-lan semakin mengembangkan senyuman penuh kemenangan, kemudian hui-lan mengucapkan perpisahan.
"By... by...." ,,,
Ucapan hui-lan sambil melambaikan tangan ala modern yang hanya melambaikan 3 jari dari jari tengah hingga kelingking.
Dan saat gorila itu hampir sampai tiba2.
__ADS_1
Syuuttt.....
Krak!!
BOMM!!!.....
Bom roket terakhir berhasil mengenai batu merah yang ada di kening gorila itu, batu merah itu hancur si gorila berhenti dan mematung dia membulatkan bola mata'nya.
"Ke.. kenapa?! kenapa aku a.. ada..lah.. hewan roh ting..kat.. 9! Ber... akhir.. di tangan.. mah.. luk... lemah.. se.. seperti.. mu.." ,,, ucapan si gorila dengan terputus-putus.
Kemudian ambruk tepat di hadapan hui-lan dan akhir'nya mati...
Hui-lan pun menarik nafas panjang dan langsung terduduk di tanah untuk mengatur pernafasan nya yang sudah tidak ter'atur, lalu tersenyum.
"Hehe... haha... taruhan ku kembali membawa hasil... hahaha..." ,,, kata hui-lan yang di akhiri oleh tawa penuh kemenangan.
Flashback on...
Ya memang hui-lan sudah mengunci target dengan membidik 2 buah bom roket untuk menghancurkan batu merah yang ada di kening gorila, tapi sayang nya roket pertama meleset. karna si gorila berusaha mati2an untuk melindungi batu merah itu dan akhirnya tembakan pertama itu malah mengenai sebelah mata'nya.
Dari situlah hui-lan sudah bisa menebak letak kelemahan'nya, diapun langsung mengunci bom roket terakhir untuk menhancurkan batu merah itu. dan saat si gorila berhasil menghindar, roket yang melesat ke langit itu kembali berbalik arah dan di karnakan posisi si gorila membalakangi roket, jadi hui-lan harus mengalihkan perhatian'nya dengan melompat ke pohon lain untuk memutar arah si gorila. dan karna hui-lan tau si gorila akan dengan mudah untuk menghindari bom roket itu, jadi hui-lan turun ke tanah agar perhatian si gorila tertuju pada'nya. hui-lan sangat yakin dengan rencana nya karna gorila itu sedang di kuasai oleh amarah.
Dan akhir'nya bom roket terakhir bisa membidik tepat di target yang sudah di kunci.
Flashback off....
Rubah putih yang sedari tadi hanya bengong kini dia pun sadar.
"Sulit du percaya se'orang gadis kecil biasa seperti dia, mampu membunuh spirit beast tingkat 9 tanpa terluka sedikitpun!!!" ,,, gumam si rubah putih.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc