
***
15 tahun berlalu begitu cepat, litlle snow kini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik jelita, jenius dan kadang suka jail.😅
Dari usia 7 thn dia sudah di latih berbagai macam ilmu bela diri seperti
Cara memanah, cara menembak, cara bermain pedang dan beladiri2 lainnya. meskipun itu berada di abad modern tapi karna propesi papa nya, jadi snow di latih keras oleh keluarga papanya agar nanti jika dia mendapat masalah, dia bisa melindungi diri sendiri.
Jadi tidak heran di usianya yang begitu muda dia sudah mahir di dalam beberapa bidang beladiri dan strategi.
Ta hanya itu di sekolah nya juga, bukan hanya jadi juara satu umum tapi dia juga jadi bunga sekolah dikarnakan talenta yang dia miliki.
Namun tidak ada yang mengira di balik itu semua Snow juga menjadi seorang pembunuh berdarah dingin, tapi jangan salah faham snow hanya membunuh orang2 yang memusuhi papah nya saja dan itupun secara diam2.
Ya, Gu-moran sampai saat ini belum mengetahui kalau ternyata putri angkat nya itu telah membasmi musuh2nya secara diam2, walau pun dia masih seorang gadis di bawah umur tapi pemikiran nya sudah hidup selama 100 thn lebih lamanya.
*-*
Sore itu terlihat gu-moran sedang berdiri di depan kaca sambil merapikan dasinya dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke pesta, Moran yang sudah berusia 40 tahun tetapi wajah nya masih terlihat seperti baru 25 tahun. Mo ran sendiri tidak tau kenapa, jadi dia tidak terlalu mempedulikan hal itu, yang jelas semenjak menemukan litlle snow seolah-olah proses penua'an nya itu telah berhenti.
Pesta malam ini di adakan untuk merayakan keberhasilan atas peluncuran Fashion baru dari perusaha'an nya, dan akan ada beberapa klien besar yang akan hadir di pesta.
Ta lama kemudian snow pun masuk ke dalam ruangan dan langsung memeluk moran dari belakang.
"Papa..." ,,, kata snow dengan nada manjanya.
"Apa aku benar2 tida boleh ikut?!" ,,, sambungnya masih dengan nada manja.
"Tidak!!" ,,, jawab moran sambil melepaskan tangan snow yang memeluk pinggang'nya, lalu dia berjalan ke sofa dan mengambil handphone. snow masih terus mengikutinya sambil merengek
"Oohhhh... ayolaaahhh!" ,,, masih dengan nada manja.
Moran pun menarik nafas panjang lalu bicara.
"Snow... pesta malam ini bukan pesta biasa, Tida cocok untuk gadis kecil sepertimu, papa tau kamu pintar menjaga diri, tapi tamu yang akan datang malam ini bukan tamu biasa, papa takut kalau pesta malam ini akan penuh dengan jebakan" ,,, penjelasan moran.
Snow terlihat berfikir sejenak, dan akhirnya snow pun mengalah dan membiarkan papanya pergi, moran tersenyum dia merasa lega, lalu moran memeluk snow dan mencium kening nya.
Snowpun membalas pelukan papanya dengan erat sambil menyelipkan sesuatu di saku celana papanya tanpa moran sadari, Moran sedikit tersentak oleh pelukan snow yang erat, wajah moran sedikit memerah tapi cepat2 dia memalingkan wajahnya.
"Oo.. moran jangan lupa dia itu putri angkatmu!" ,,, batin moran.
Melihat papa'nya seperti itu snow pun mengerutkan alis nya.
"Papa kenapa??" ,,, tanya snow yang heran.
"Oohh ti-tidak... tidak apa2" ,,, jawab moran gelagapan.
"Sudah nanti papa telat! papa pergi dulu daaahhh..." ,,, kata moran yang langsung berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan snow yang masih heran.
Tak lama kemudian snow pun mengankat kedua bahunya lalu tersenyum.
"Hehehe... tidak ada yang bisa menghalangiku untuk tidak pergi" ,,, gumam'nya, lalu snow membuat panggilan pada seseorang dari handphone nya.
"Hallo kaka li... seperti biasa aku ingin kau merubah penampilan ku menjadi gadis dewasa" ,,, kata snow.
"Ok siap nona muda" ,,, Jawaban di ujung telphon.
__ADS_1
Kemudian snow pergi ke ruangan moran lalu lanjut ke kamarnya, untuk mengambil barang2 yang dia butuhkan. setelah itu dia keluar dari villa dengan pakaia biasa dan langsung menghampiri mobil sport miliknya.
Snowpun menjalankan mobilnya dan saat tepat di depan gerbang keluar 2 bodyguard menghampiri snow, tentu snow langsung membuka kaca jendela mobil.
"Maaf nona muda anda mau pergi kemana?! Presdir Gu sudah meminta kami untuk menjaga nona muda" ,,, kata salah satu bodyguard.
"Aduuh... aku akan pergi ke tempat temanku untuk mengerjakan tugas kelompok apa kalian harus iku juga??" ,,, alasan snow.
"Lagipula aku sudah meminta izin sama papahku jadi kalian tidak usah khawatir lagi ok!" ,,, sambung snow.
Kedua bodyguard itu saling memandang satu sama lain dan akhirnya bodygurd itu mempersilahkan nona muda mereka untuk pergi tanpa pengawasan.
20 Minit kemudian...
Mobil snow akhir'nya berhenti parkir di depan sebuah butik yang besar, lalu
Snowpun keluar dari mobil sambil menenteng tas lalu berjalan menuju ke pintu masuk butik.
Sesampai nya di dalam dia langsung di sambut oleh pemilik butik itu yang selalu snow panggil kaka li wei, dia seorang laki2 cantik berusia 23 thn yang gayanya seperti perempuan.
"Aiiiya... nona muda! hari ini ada acara apalagi ??" ,,, tanya kaka li.
"Hehehe... kali ini rahasia, pokonya aku mau minta Fashion yang paling hot" ,,, kata snow sambil menyerahkan kartu hitam yang hanya bisa di miliki oleh bos2 besar.
"Siiiippp!" ,,, jawab li-wei singkat.
Kemidian dua membawa huilan ke salah satu ruangan untuk di rias.
1 Jam kemudian berlalu...
Snow akhir'nya selesai di dandani dan hasilnya cukup menakjubkan.
Penampilan snow tidak seperti gadis yang baru berusia 15 thn bahkan kaka li tidal sampai mengenalinya lagi.
Setelah selesai melakukan pembayaran snow pun pergi ke tempat dimana acara pesta papa'nya berada.
Snow mengendarai mobilnya tanpa ada halangan, sesampainya di tempat tujuan snow tidak langsung turun melainkan memperhatikan dulu keadaan di sekitar.
"Haisshh... Keamanan'nya ketat sekali sampai menggunakan pintu pendeteksi segala" gerutu snow.
"Beruntung aku sudah bawa persiapan, sekarang aku akan keluar dan menunggu targetku muncul" sambungnya.
Snowpun keluar dari mobil sambil membawa paper bag lalu berjalan menuju ke tempat parkir VIP, tak lama kemudian snowpun melihat orang yang jadi targetnya.
"Itu dia kak Franco" ,,,.kata snow sambil berjalan mendekati nya.
Terlihat franco keluar dari mobil'nya, lalu dia berjalan dengan tangan yang sibuk menatap layar ponsel, setelah snow tepat di depan franco snow pura2 tersandung dan langsung jatuh ke depan franco, tentu franco terkejut dan langsung menangkap'nya beruntung franco tidak sampai melemparkan ponselnya.
Tatapan merekapun saling bertemu untuk beberapa saat, tapi franco tidak menyadari kalo gadis yang ada di pelukannya itu adalah nona mudanya, selang beberapa detik snow pun memalingkan wajahnya dan mulai bicara.
"Tuan bisakan anda melepaskan tangan anda sekarang! aku rasa aku sudah baik2 saja" ,,, kata snow.
Sontak franco langsung melepaskan pelukan nya lalu menjawab dengan gugup.
"Oohh... maaf... maaf aku.. aku" ,,, belum habis franco melanjutkan kata2nya, dia lanhsung terkejut karna gadis yang dia tolong kini terduduk di bawah sambil memegang kakinya sambil mengeluh...
__ADS_1
"Aw... uh...sakit sekali!" ,,,keluhan snow, lalu franco pun menunduk untuk mengecek keadaan nya sambil bertanya.
"Nona dimana yang sakit??" ,,, tanya franco tp belum sempat franco menyentuh kaki snow, snow sudah menghentikan nya.
"Tuan aku baik2 saja, mungkin hanya sedikit terkilir, tuan bolehkah anda tolong memapah saya, sepertinya aku harus kembali ke mobil" ,,, kata snow.
Franco menatap gadis yang ada di depanya itu.
"Nona, kenapa harus kembali ke mobil ?? sepertinya nona juga tamu undangan disini, lagipula kaki kanan nona terkilir aku akan membawamu masuk kedalam agar nona segera dapat pertolongan",,, jawab franco.
"Tidak... tidak tuan aku pasti akan baik2 saja dan juga sebenarnya kartu undangan ku tertinggal di rumah jadi sekalian aku akan kembali untuk mengambilnya" ,,, kata snow dengan expresi seperti sedang menahan rasa sakit.
Franco tersenyum mendengar ucapan snow lalu kembali bertanya.
"Nona siapa nama kamu dan dari perusahaan mana kamu datang??" ,,, tanya franco.
"Namaku Dian dan aku dari perusahaan Gold diamond PTE LTD." ,,, jawaban snow.
Franco pun kembali tersenyum.
"Kalau begitu tidak apa2 kamu bisa masuk denganku tanpa kartu undangan" ,,, kata franco.
Snowpun pura2 bingung
"Apa itu akan baik2 saja??" ,,,
"Nona dian tenang saja, aku adalah fanco sekertaris presdir Gu, jadi anda tida perlu khawatir" ,,, kata franco.
"Owh,,, begitu rupanya, kalau begitu terima kasih banyak tuan 😊" ,,, kata snow sambil tersenyum manis.
Franco cukup tertegun melihat senyuman snow tapi cepat2 dia menyembunyikan exspresinya itu dan langsung membantu snow berdiri sedangkan paper bag nya di bawakan oleh franco lalu memapah snow.
Mereka berdua pun berjalan perlahan-lahan menuju pintu masuk dan para bodyguard tau bahwa franco adalah orang yang paling dekat dengan bos besarnya, jadi franco dan snow/dian tida perlu melewati pintu keamanan.
Setelah masuk franco membawa snow ke ruang istirahat untuk para tamu, dan menolong snow untuk meluruskan kakinya yang terkilir.
Setelah selesai snowpun mengucapkan terima kasih pada franco, dan franco sendiri langsung pergi karna memang masih ada urusan yang harus dia urus.
Setelah franco pergi snow pun menarik nafas panjang.
"Yeaahh... akhirnya lolos juga tapi jika aku ketauan papah, pasti papah akan langsung menyuruhku pulang!nhehehe... tapi itu tida akan terjadi" kata snow sambil mengeluarkan isi dari paper bag nya, yang ternyata itu adalah senjata2 yang selalu dia butuhkan saat sedang melakjkan aksinya.
Snowpun bersiap-siap untuk keluar,
Lalu snow keluar dan langsung menuju ruangan yang sedang di adakan pesta.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc