
***
Tidak perlu waktu yang lama bagi xia'er dan you-rong untuk sampai di kediaman wu, mereka sampai setelah waktu menunjukan dini hari, xia'er dan you-rong pun langsung kembali ke kamar'nya masing2 untuk meng'istirahatkan tubuh'nya.
***
Ke'esokan pagi'nya di istana, terlihat kaisar jing an dan ratu xiao sedang berkumpul di depan gerbang untuk mengantar kepergian putri ke 10 yang bernama jing an-xue.
Ilustrasi putri jing an-xue👆👆👆
Dengan ibu nya putri an-xue yaitu Selir Su yao-yao👇👇👇
Mereka berdua akan pergi ke keraja'an Mao-hong karna gundik Su berasal dari sana, Mereka mendapat kabar bahwa nenek putri an-xue sedang sakit parah, dan dia sangat ingin sekali bertemu dengan cucu perempuan'nya yaitu Jing an-xue.
"Yang mulia kaisar, yang mulia ratu, kami mohon pamit dulu dan mungkin kami akan kembali 10 hari kemudian jika tidak ada halangan lain" ,,, kata selir Su.
"Iya su'er hati2 di jalan, beta sudah meminta beberapa pengawal bayangan untuk menjaga kalian, dan tolong sampai kan pesan beta pada keluarga besar mu, maaf'kan beta, karna beta tidak bisa datang untuk menjenguk ibu mertua, tapi beta sudah menyiapkan beberapa hadiah untuk keluarga besarmu" ,,, kata kaisar jing.
"Baik yang mulia, keluarga su'er pasti akan mengerti dengan kesibukan yang mulia, yang mulia tenang saja" ,,, kata selir su.
Kemudian permaisuri xiao pun ikut angkat bicara sambil menyerahkan 1 burung pipit berwarna putih.
"Selir Su, bawalah burung kecil ini bersama'mu, burung pipit ini bisa mengantarkan pesan kecil, ini hanya untuk berjaga-jaga karna pada umum'nya burung pipit tidak pernah ada cerita nya bisa mengirim pesan, aku harap ini ada guna'nya nanti" ,,, kata ratu xiao.
"Terima kasih yang mulia ratu, su'er pasti akan selalu membawa'nya kemana pun saya pergi" ,,, kata selir su sambil menerima burung kecil putih itu.
Kaisar jing dan ratu xiao pun tersenyum, kemudian kaisar jing memeluk putri bungsu'nya yang sedari tadi hanya diam.
"An-xue, kamu jangan nakal ya di sana" ,,, kata kaisar jing lalu mencium kening putri an-xue.
"Uhh... ayahanda aku bukan anak kecil lagi" ,,, protes putri an-xue sambil memonyongkan bibir'nya.
Tingkah'nya itu membuat orang2 yang hadir di sana tersenyum, kemudiam ratu xiao pun ikut memeluk putri an-xue lalu mencium kening'nya.
"Iya... iya... gadis kecil ku sudah dewasa sekarang" ,,, kata ratu xiao.
"Terima kasih ibunda ratu" ,,, putri an-xue tersenyum manis,
"Baiklah kami akan pergi sekarang" ,,, kata selir su meng'akhiri pembicara'an itu.
Lalu selir su dan putri'nya menaiki kereta kuda dan berlalu pergi setelah melambaikan tangan pada kaisar jing dan ratu xiao.
__ADS_1
*3 Jam kemudian...
Rombongan kereta kuda yang membawa selir su dan putri'nya jing an-xue sudah keluar dari daerah kekuasa'an kekaisaran jiankang, mereka melewati lembah yang lumayan tandus, dan di kiri kanan'nya adalah dinding tebing yang berbaris seperti pagar tembok sangat tinggi, yang terbentuk dari tanah dan bebatuan secara alami dan juga memiliki beberapa celah.
Dimana tempat ini sangat cocok untuk melakukan penyergapan jika sedang perang.
Di dalam kereta putri an-xue sedang bermanja'an bersama ibu'nya, dia rebahan dan menjadikan paha ibu'nya sebagai alas kepala, Tak lama kemudian tiba2 rombongan selir su di hentikan oleh orang2 yang memakai pakain serba hitam.
Selir su merasa heran karna tiba2 kereta yang dia tumpangi berhenti tanpa arahan dari'nya, dia pun langsung bertanya pada pengawal pribadi'nya yang selalu mengikuti'nya, sambil membangunkam an-xue untuk duduk.
"Ah-B, ada apa? kenapa berhenti tiba2?!" ,,, tanya selir su.
"Maaf nyonya su, seperti'nya kita mendapat sedikit masalah, mohon nyonya tunggu di kereta dan jangan keluar saya akan memeriksa'nya" ,,, kata ah-B.
"Baiklah hati2" ,,, kata selir su singkat.
"Baik nyonya" ,,, pengawal yang di panggil ah-B itu langsung pergi ke depan menemui para penghadang.
Selang beberapa menit kemudian, di dalam kereta selir su mulai merasa cemas, karna dia mulai mendengar suara2 pedang ber'adu menandakan sedang ada pertempuran, cepat2 selir su menulis pesan singkat dan membiarkan burung pipit putih kecil pemberian ratu xiao membawa pesan itu kembali ke kekaisaran jiankang, beruntung tidak ada yang menyadari burung kecil itu terbang menjauh dengan secarik kertas.
Putri an-xue mulai ikut hawatir dia memeluk ibu'nya sambil bertanya.
"Ibu apa kita akan baik2 saja?" ,,, tanya an-xue yang mulai cemas di pelukan ibu'nya.
"Tenanglah kita akan baik2 saja" ,,, kata ibu'nya, dia mencoba menenangkan putrinya.
"Ah-B, ah-D, apa yang sebenar'nya sedang terjadi! apa mereka perampok?" ,,, tanya selir su yang mulai panik.
"Nyonya kami tidak tau siapa mereka, mereka tidak menginginkan uang atau pun harta, tapi mereka menginginkan tuan putri" ,,, kata ah-D.
"Kenapa mereka mengingin kan aku?" ,,, an-xue langsung bertanya.
"Kami tidak tau, tapi yang penting sekarang kita harus segera pergi, Nyonya su dan tuan putri cepat ikut dengan kami turun lewat belakang, mereka sangat kuat kami tidak bisa mengalahkan mereka, jadi nyonya dan tuan putri harus segera lari" ,,, kata ah-D yang sudah turun dari kereta lewat pintu belakang.
Kemudian ah-D mengulurkan tangan untuk menolong tuan'nya turun, tanpa berfikir panjang lagi selir su dan putri an-xue beserta 2 pengawal'nya langsung pergi memacu kuda, menerobos celah-celah tebing tanah yang sempit dan lebar'nya hanya bisa di lewati oleh 1 kuda saja, sedangkan kereta kuda yang tadi mereka gunakan di biarkan'nya pergi ke arah lain untuk mengalihkan perhatian.
Tapi sayang'nya usaha mereka sia2 karna pemimpin si penghadang itu sedang memperhatikan pergerakan selir su dan yang lain'nya dari atas tebing.
"Huh... ikan yang ingin melarikan diri di kubangan air yang jernih" ,,, gumam si pria berjubah hitam yang sedang memperhatikan ke 4 orang berkuda itu.
Kemudian salah satu bawahan'nya datang menghampiri, lalu memberi hormat.
"Tuan muda Chu, apa kita akan menyergap'nya sekarang?" ,,, tanya bawahan'nya.
"Tidak perlu terburu-buru, kita akan menyambut nya setelah mereka keluar dari celah tebing, Gao-tan suruh bawahan mu berhenti menyerang lalu minta mereka untuk pergi ke lembah batu, kita akan menangkap gadis itu di sana" ,,, kata pria yang di panggil tuan muda chu dengan nada yang sangat tenang.
__ADS_1
"Baik tuan" ,,, kata bawahan yang di panggil gao-tan.
kemudian dia melesat pergi untuk menjalankan perintah tuan'nya, sedangkan tuan muda chu sendiri langsung menghilang, dia menuju ke lembah batu.
*Di tempat selir su mereka baru saja keluar dari celah jalan yang sempit, sekarang mereka memacu kuda'nya perlahan melewati bebatuan yang besar2 dengan hati2.
"Ah-B, ah-D, apakah ada tanda orang2 penghadang itu mengejar?!" ,,, tanya selir su.
Kemudian ah-D berhenti sejenak lalu melihat kebelakang.
"Hm... seperti'nya tidak nyonya, mungkin mereka mengejar kereta kuda yang kosong" ,,, kata ah-D.
"Bagus!! sekarang kita punya waktu untuk kembali ke jiankang" ,,, kata selir su.
Kemudian putri an-xue menoleh pada ibu dan bertanya.
"Ibu, apa kita tidak jadi pulang ke keraja'an mao-hong untuk menjenguk nenek?!" ,,, tanya putri an-xue.
Selir su pun menarik nafas panjang lalu menjawab, tapi pandangan'nya tetap fokus ke jalan yang harus dia lewati.
"Jangan bodoh, situasi'nya sekarang sedang berbahaya, jika kita teruskan ibu hawatir kita tidak akan selamat" ,,, kata selir su.
"Owh... " an-xue merasa sedikit kecewa. "Tapi kenapa mereka mengincarku, seperti'ny aku tidak menyinggung siapapun" ,,, Sambung an-xue.
"Tuan putri, seperti'nya mereka bukan orang2 yang tuan putri singgung, jika tebakan saya tidak salah, saya dengar akhir2 ini ada banyak kasus tentang penculikan gadis muda sedang merajalela di setiap keraja'an, Mungkin saja orang2 yang menghadang kita tadi adalah salah satu dari mereka" ,,, kata ah-D.
Tak lama kemudian mereka menghentikan kudanya serempak, setelah mendengar suara seseorang yang menyapa mereka dari salah satu batu besar.
"Aiyaa... kalian ini lambat sekali, aku bahkan sampai menghabiskan 1 buah apel untuk menunggu kalian" ,,, suara berat seorang pria dewasa.
Sontak selir su dan yang lain nya langsung menoleh ke arah suara itu berasal.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**Tbc