
***
Sesampainya di ruangan pesta snow langsung mengedarkan pandangan'nya untuk mencari sosok Gu-moran, karena di sana benar2 banyak sekali tamu undangan yang datang.
Snowpun berhasil menemukan posisi moran, dia sedang berbincang-bincang dengan para tamu dan di dampingi oleh seorang wanita cantik di lantai atas.
Snow merasa sedikit tidak senang jika melihat papanya dekat2 dengan wanita lain, snowpun berjalan sambil membawa segelas wine yang di goncang2kan di tengah2 kerumunan para tamu yang sedang berbincang2, tapi pandangan nya tida pernah lepas dari papanya.
Tanpa snow sadari ada banyak pasang mata yang terus memandang ke arah nya, Mulai dari om-om, bos2 besar, para tuan muda bahkan ada juga para gadis yang terus memperhatikan, yang pasti'nya tanggapan mereka juga berbeda2.
Ada yang mengagumi kecantikan'nya, ada juga yang iri karna kecantikan nya, dan lain2 nya lagi.
Para tamu di sana tidak ada tamu yang umurnya di bawah 20 thn sesuai dengan yang moran katakan, jadi kemungkinan besar, hanya snow saja yang usianya masih di bawah umur di antara semua para tamu yang hadir.
Snow terus berjalan sambil memperhatikan papanya, karna ketidak ke'pedulian snow dengan orang2 yang ada di sekitarnya itu cukup membuat orang2 berfikir jelek tentangnya.
"Siapa wanita itu ??" ,,, kata salah satu tamu wanita.
"Sayang sekali dia memiliki penampilan yang sangat menarik tapi.. sepertinya dia datang hanya untuk menggoda presdir Gu, lihat tatapan nya tida pernah lepas dari presdir Gu!" ,,, kata yang satunya lagi.
Snow bisa mendengar komentar2 dari para tamu yang hadir, tapi dia tetap cuek tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, Snow terus melangkagkan kaki'nya dan berniat untuk pergi ke lantai atas.
Tapi karna snow tidak memperhatikan langkah'nya, sehingga dengan tidak sengaja snow menabrak seseorang.
"Duk...
"Ouchhh.. uh.. maaf, maaf tuan aku tidak sengaja" ,,,, ucap snow yang langsung membungkuk untuk meminta maaf.
Si pria itu menoleh ke arah snow dengan sedikit terkejut tapi dia bisa menyembunyikan keterkejutan nya lalu menyunggingkan bibirnya, para tamu2 yang mengetahui si pria tampan tersebut sedikit tercengang, pasal nya mereka semua tau si pria satu ini sangat terkenal dengan wajah dinginnya.
Jarang sekali tersenyum di depan umum dan juga jarang melepaskan seseorang yang sudah mencari masalah dengan nya secara di sengaja ataupun tidak sengaja.
Snow melihat pria itu hanya tersenyum dan tidak berkata apapun.
"Hm.. sepertinya dia tidak marah!" ,,, batin snow.
Snow merasa lega lalu mengucapkan terima kasih dan berniat untuk melanjutkan langkah nya, snow pun melangkahkan kakinya tapi baru satu langkah dia berjalan si pria itu tiba2 menangkap tangan snow sambil bicara.
"Hei!! siapa yang mengizinkan mu pergi?" ,,, tanya si pria dengan nada'nya yang dingin.
Snow sedikit terkejut karna ternyata dia tidak dibiarkan pergi begitu saja.
"Lalu apa yang kau inginkan ? lagipula tidak ada kerugian apapun !" ,,, jawab snow dengan nada lebih dingin dari si pria itu.
Si pria terlihat berfikir sejenak lalu kembali menjawab.
"Huhh!! jangan berpura2, kamu sengaja menabrak ku untuk mencari perhatian ku kan ?!",,, Mendengar ucapan yang tidak masuk akal bagi snow itu cukup membuat snow menjadi jengkel, snow pun kembali menjawab masih dengan nada dingin nya.
"Huhh,,, dasar pria aneh! Memang nya apa yang bagusnya darimu?",,, ucapan snow sedikit rendah.
__ADS_1
Mendengar ucapan seperti itu si pria bukan nya marah tapi malah semakin mengembangkan senyuman nya lalu kembali bicara.
"Kamu tadi minta maaf padaku kan? tidak semudah itu, kau harus melakukan sesuatu dulu untukku",,, kata si pria tanpa exspresi.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya tidak usah bertele-tele aku tida punya banyak waktu!" ,,, jawab snow sedikit ketus.
"Tidak sulit! kau hanya perlu temani aku berdansa dan beritau namamu, juga darimana kamu berasal",,, jawab si pria.
Snow sedikit tercengang dengan syarat yang di berikan, snow pun tersenyum mengejek lalu mendekat dan membisikan sesuatu pada si pria itu.
"Hmm... Stop day dreaming!! kau tidak pantas untuk berdansa denganku, apa kau tau Ce'o muda Yu dari perusahaan Gold diamond? dia adalah kaka ku! jadi jangan harap bisa ber'dansa denganku" ,,, kata snow tanpa ragu.
Mendengar ucapan snow seperti itu benar2 membuat si pria itu menahan tawa.
"Pppptt... uhuk... uhuk.. aku, aku tidak takut" ,,, kata si pria sambil menungkup bibirnya dengan satu tangan.
Mendengar jawaban seperti itu snow pun membulatkan bola matanya, dan mencoba untuk melepaskan tangannya yang belum lepas dari pegangan si pria itu.
"Ck... kamu!! lepass.." ,,, Snow sedikit berontak mencoba untuk melepaskan cengkraman si pria, karna snow melihat bahwa presdir gu mulai berjalan mendekati posisinya sambil menggandeng wanita cantik, Snow kembali berdecak lalu dia pun mengalah.
"Ck... ok.. ok.. aku akan berdansa denganmu tapi satu putaran musik saja, sekarang cepat lepaskan tanganku!! atau aku akan beritau kaka ku untuk datang dan menghajar mu !" ,,, snow mengancam.
Si pria itu malah tambah tersenyum lalu kembali bicara.
"Coba saja aku tidak takut sama sekali" ,,, bisik si pria itu.
"KAMU..." ,,, ucapan snow terhenti, karna suara seseorang dari belakang mulai menyapa.
Mendengar pertanya'an seperti itu benar2 membuat snow semakin panik, tanpa berfikir panjang lagi snow pun berjalan lalu bersembunyi di belakang si pria yang masih belum melepaskan tangan nya.
"Tsk.. sial kenapa pria ini masih tidak mau melepaskan ku, apa dia kenal dengan ce'o yu ?? gawat papah benar2 kemari, huhuhu.. aku harap papah tidak akan mengenaliku😱😱" ,,, batin snow sambil memalingkan wajah nya ke arah lain.
Snow tidak bisa pergi dari situ karena tangannya masih belum juga di lepaskan, untuk menutupi gerak-geriknya snow pun mengambil satu gelas wine lain dan berpura2 menikmati minuman'nya.
Si pria yang masih memegang tangan snow itu mengerutkan ke 2 alisnya dia merasa heran dengan tingkah snow.
"Hm,, ada hubungan apa presdir gu dengan gadis ini ? kenapa kedatangan presdir gu membuat gadis ini begitu panik ??" gumam si pria, lalu si pria tersebut menoleh pada presdir gu dan menjawab pertanyaan nya.
"Oh! tidak ada apa2 presdir gu.. aku hanya sedang meminta nona ini agar mau menjadi pasangan dansa ku!" ,,, kata si pria sambil menarik snow dan memintanya untuk menyapa presdir gu.
"Sial... " batin snow.
Akhir'nya snow pun terpaksa menyapa presdir gu dengan kepala yang menunduk untuk menyembunyikan wajah nya.
"Hallo... presdir gu untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan anda saya mengajak bersulang dengan anda" ,,, kata snow sambil mengangkat wine nya dengan nada suara yang di bedakan.
Si pria yang masih memegangi tangan snow jadi semakin heran dengan sikapnya.
Dalam hati snow.
__ADS_1
"Papa jangan melihat ku.. jangat melihat ku.." ,,, batin snow terus memohon agar presdir gu tidak mengenalinya.
Presdir gu pun tersenyum dan membalas sulangan dari gadis yang ada di depannya itu.
"Em.. terima kasih nona ! 0'ya ngomong2 wajah nona ini sepertinya tidak asing bagiku, apa kita pernah bertemu sebelum nya ??",,, tanya presdir gu.
Belum sempat snow menjawab pertanyaan dari presdir gu, tiba2 sekertaris presdir gu datang.
"Presdir gu anda disini rupanya" ,,, sapa franco.
Presdir Gu pun menoleh pada franco tapi franco malah menoleh pada gadis yang sempat dia tolong sebelum nya, lalu dia tersenyum.
"Eeh... nona dian anda disini juga! bagaimana dengan kaki nona ? apa sudah baikan ??" ,,, tanya franco pada gadis yang mengaku sebagai Dian.
Snow menatap franco dengan tatapan yang rumit, dan hanya memberi senyuman, kemudian dia kembali minum wine dengan bola mata yang terus bergerak-gerak seperti sedang berfikir keras.
Si pria yang masih memegang tangan snow kembali tersenyum,
"Jadi namamu Dian yah ?!" ,,, kata si pria.
Franco menoleh pada si pria itu dengan tatapan heran.
"Eeh,,,, Ce'o yu kenapa anda tidak mengenali staff anda sendiri ??" ,,, kata franco.
Tiba2
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. " ,,, snow langsung terbatuk2, Dia terkejut bukan main ternyata dia telah mengambil peran yang salah.
"Eeh.. nona.. hati2!" ,,, kata franco.
Ce'o yu langsung menyunggingkan sudut bibir'nya
Ilustrasi Ce'o Yu Mu-Yan👇👇👇
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc