
***
Tak lama setelah kepergian huilan dan xing-je, beberapa kultivator tingkat tinggi yang berpakaian serba abu2 dan jubah berwarna hitam, mereka mendatangi tempat dimana roh ular langit dan puluhan kultivator bertarung.
Kelompok kulivator ini langsung menyebar untuk memeriksa setiap tempat bekas pertarungan sengit, para kutivator yang sedang memeriksa ini rata2 tingkat kekuatan'nya berada di tingkat alam langit level 4, 5, dan 6. sedangkan pemimpin mereka berada di tingkat alam duniawi level 3, jika pada umum'nya kultivator tingkat puncak alam langit ke atas adalah seseorang yang sudah memiliki umur, tapi pemimpin para kultivator ini adalah seorang pemuda tampan yang usia'nya masih berada di bawah 25 tahun.
Para kultivator ini mengumpulkan setiap mayat pria paruh baya yang mati karna mencoba menangkap roh ular langit, setelah semua'nya terkumpul, salah satu bawahan pun pergi menghampiri pemimpin mereka.
"Lapor tuan muda, semua mayat sudah kami kumpulkan dan mereka adalah tim pertama yang tuan muda perintahkan beberapa hari yang lalu, untuk mengejar spirit beast roh ular langit dan singa putih, mereka semua mati tidak ada yang selamat!" ,,, kata si bawahan.
"Oh.. apa kamu sudah memeriksa apa penyebab kematian mereka?" ,,, tanya si pemimpin.
"Sudah tuan, mereka mati bukan karna racun. saya juga tidak tau kenapa tapi di dalam tubuh mereka semua'nya hampir membeku!" ,,, jawab si bawahan.
"Membeku?" ,,,
"Benar tuan!" ,,,
"Ini aneh setauku kekuatan utama roh ular langit adalah api, tapi kenapa yang satu ini malah lawan dari api!" ,,, gumam si pemimpin.
Tak lama kemudian salah satu bawahan yang lain datang dengan tergesa-gesa.
"Tuan.. tuan muda chu, hormat tuan!" ,,, kata satu bawahan yang baru datang sambil megatur nafas'nya.
"Tuan muda, saya telah menemukan giok perekam suara dari salah satu mayat!" ,,, kata si bawahan kemudian dia menyerahkan giok berbentuk oval dan berwarna hijau.
Pemimpin para kutivator yang ternyata dia adalah tuan muda chu, (Bagi yang udah lupa sama tuan muda chu bisa di baca lagi di episode 36 & 37, dimana tuan muda chu ini adalah dalang yang menculik putri bungsu kaisar jing-an dari keraja'an jian-kang).
Tuan muda chu menerima giok tersebut lalu dia memasukan kekuatan roh'nya sehingga giok tersebut mengeluarkan suara seorang pria paruh baya, yang berbunyi.
"Tuan muda maaf, kami tidak bisa menangkap roh ular langit. roh ular ini benar2 berbeda dari yang lain'nya, roh ular yang satu ini bisa mengendalikan elemen ice tingkat satu, harap dengan pengorbanan kami, tuan muda bisa melumpuh'kan nya. karna kami sudah berhasil membuat roh ular ini untuk menggunakan kekuatan'nya sampai di luar kemampuan'nya, jadi roh ular ini tertekan oleh kekuatan'nya sendiri. ,,, .Sedangkan untuk singa putih, walaupun singa putih ini berhasil melarikan diri, tapi aku sudah mengutus 15 kultivator untuk mengejar'nya dan kondisi singa putih ini sedang terluka parah! jadi seharus'nya belum lari begitu jauh" ,,,
Itulah suara yang terakam di giok, setelah tuan muda chu mendengar rekaman tersebut, dia langsung berdecak kesal.
"Tsk... sial, seperti'nya kita sudah di dahului oleh orang lain!" ,,, decak'nya.
Para bawahan'nya hanya bisa saling memandang satu sama lain, mereka tidak berani angkat bicara di saat tuan mereka sedang merasa kesal.
"Gao-tan, suruh 10 kultivator untuk membawa seluruh mayat kembali ke istana! sisa'nya bagi menjadi 3 tim untuk berpencar menelusuri seluruh hutan sunyi. dan tangkap siapa pun orang yang kalian temui, jika kalian menemukan orang yang mencurigakan. sebaik'nya kalian kirim sinyal dan terus awasi orang yang kalian curigai! aku yakin orang yang sudah mendahului kita pasti bukan orang sembarangan, apa kalian mengerti ?!!" ,,,
"Mengerti tuan!!" ,,, jawaban mereka serempak.
"Bagus! tapi jika kalian tidak bisa menemukan'nya di hutan ini.. kalian masuklah ke hutan ayakashi, aku akan menunggu kalian di sana!" ,,, kata tuan muda chu.
Para bawahan'nya pun langsung berpencar untuk menjalankan tugas, setelah 3 tim yang di tugaskan pergi, tuan muda chu langsung menoleh pada anak buah kepercaya'an nya.
"Gao-tan, apa kau sudah mengutus orang untuk mengawasi tabib gadis muda itu?!" ,,, tanya tuan muda chu.
"Sudah tuan, menurut sinyal yang di berikan gadis tabib itu masih berada di hutan ayakashi bersama putri ke 3 mentri li dari kerajaan bailan!" ,,, jawab gao-tan.
"Em.. bagus ayo kita temui dia, aku penasaran seperti apa rupa gadis tabib ini, sampai2 membuat putra mahkota bailan begitu sangat menjaga'nya!" ,,, kata tuan muda chu yang langsung melesat pergi.
'-'
Ber'alih ke tempat huilan...
Di tempat huilan dan xing-je, mereka sedang berhenti di tepi sungai untuk istirahat sejenak. huilan duduk di atas batu hitam besar sambil melemparkan batu2 kecil ke sungai, sedangkan xing-je dia rebahan di atas batu yang letak'nya tidak jauh dari huilan, tak lama xing-je pun angkat bicara memecah keheningan.
"Kaka! apa kamu benar2 tidak mau memberitau ku apa yang terjadi tadi?!" ,,, tanya xing-je.
"Em... selain kau yang pingsan dan jatuh dari ketinggian, tidak ada hal buruk yang lain terjadi!" ,,, jawaban huilan.
__ADS_1
"Benarkah?! tapi kenapa ada bercak darah di lengan pakaian mu?" ,,, xing-je masih belum percaya.
"Aah.. ini, saat kau terjatuh dari pohon tangan ku tidak sengaja tergores ranting pohon! tapi kau tidak perlu hawatir karna aku sudah mengobati'nya" ,,, kata huilan.
"Owh..." ,,,
Xing-je pun bangun lalu duduk karna dia mencium bau sesuatu.
"Kaka, apa kamu mencium sesuatu yang aneh?!" ,,, tanya xing-je.
Huilan pun langsung mengendus-endus sekitar'nya.
"Tidak, aku tidak mencium apapun!" ,,, jawab huilan.
"Masa sih ka?! tapi sepertinya aku mencium ada bau daging yang bercampur kain terbakar!" ,,, kata xing-je.
"Woah!!" ,,, 👏👏👏
Huilan malah tepuk tangan.
"Kenapa kaka malah tepuk tangan?!" ,,, tanya xing-je yang keheranan.
"Xing-je, seperti'nya ini adalah salah satu kemampuan'mu! kau bisa merasakan dan mendeteksi sesuatu yang jarak'nya cukup jauh!" ,,, kata huilan.
"Kenapa kau berfikir seperti itu?!" ,,, tanya xing-je.
Tapi huilan tidak pertanya'an xing-je, dia malah mengalihkan tofik.
"Aah... sudahlah tidak perlu di bahas, ayo kita periksa!" ,,, kata huilan yang langsung bangkit dan melangkah pergi.
"E'eeh... tunggu!" ,,, teriak xing-je, huilan pun menghentikan langkah'nya lalu menoleh.
"Ada apa?!" ,,, tanya huilan.
"Hah! barat lagi" ,,, gumam huilan.
Akhir'nya mereka pergi ke barat yang arah'nya menyebrangi sungai.
5 Menit kemudian...
Huilan dan xing-je pun berhenti di salah satu dahan pohoh, kini mereka di suguhkan oleh pemandangan yang mengerikan. tak jauh di depan mereka terlihat beberapa mayat pria paruh baya bergelimpangan darah, ada yang leher'nya hampir putus dengan luka cakar di seluruh tubuh'nya, ada yang mati seperti landak karna seluruh tubuh'nya di penuhi jarum2 panjang berwarna putih, dan ada juga yang mati hangus terbakar. melihat pemandangan seperti itu membuat huilan dan xing-je jadi merinding.
"Ugh... ini terlalu mengerikan, walaupun aku sudah sering membunuh para pembunuh bayaran, tapi tetap saja jika melihat mayat2 dengan luka sesadis ini, aku juga bisa merinding!" ,,, batin huilan.
Kemudian xing-je pun melompat turun yang di ikuti huilan, mereka berjalan ber'iringan menghampiri setiap mayat, tak lama mereka pun berhenti di salah satu mayat yang leher'nya hampir terputus.
"Ssshhh... ka! menurutmu siapa yang sudah membantai mereka sampai seperti ini?!" ,,, tanya xing-je sambil menggosok-gosok leher belakang'nya karna merasa merinding.
Jujur ini pertama kali'nya bagi xing-je melihat pembunuhan seperti ini, huilan tidak langsung menjawab pertanya'an xing-je. dia malah memeriksa mayat yang ada di depan'nya dari dekat.
"Mayat2 ini memakai pakaian yang sama seperti mayat2 yang di bekukan oleh long-xu! apa mungkin mereka adalah kelompok yang sama?!" ,,, batin huilan.
"Em... jika di lihat dari luka'nya.. sepertinya ini bukan perbuatan manusia, lihat ada banyak luka cakar 4 garis di seluruh tubuh'nya!" ,,, kata huilan sambil menunjuk luka2 di tubuh mayat.
"Ugh... ka! ini terlalu mengerikan, sebaik'nya kita cepat pergi dari tempat ini yuk!" ,,, ajakan xing-je.
"Huh! dasar penakut, xing-je sekarang kita sedang berpetualang untuk mencari pengalaman, jadi kamu harus belajar menjadi kuat dan berani!" ,,, kata huilan.
"K-kalau begitu apa yang akan kita lakukan?!" ,,, tanya xing-je yang masih sedikit ragu.
"Tidak banyak, kita hanya perlu mencaritau mahluk apa yang sudah membunuh mereka! jika itu adalah spirit beast tingkat tinggi... tentu kita harus menaklukan'nya!" ,,, kata huilan.
__ADS_1
"Apa!! menaklukan'nya? t-tapi.. "
"Haishhh.. sudah jangan banyak ini-itu lagi! lebih baik gunakan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan mu, sekarang coba kamu gunakan kekuatan mu untuk mendeteksi aura mahluk yang sudah membunuh mereka, jika di lihat dari luka mayat2 ini, sepertinya kejadian ini belum terlalu lama. jadi aku yakin mahluk itu belum terlalu jauh dari sini!" ,,, kata huilan.
"T-tapi ka.." ,,,
"Cukup! tidak ada tapi lagi... lakukan sekarang aku sudah pernah mengajarimu cara mengenali aura bukan?!" ,,, kata huilan tegas.
"Em.. b-baiklah!" ,,, xing-je mengalah, kemudian dia langsung menyebarkan kekuatan mistik'nya dan mulai mendeteksi keada'an di sekitar.
Sedangkan huilan dia berjalan untuk melihat-lihat siapa tau ada jejak yang tertinggal, dan benar saja. huilan menemukan jejak seperti jejak suatu benda yang di tarik2 membelah gumpalan rerumputan, dan di sepanjang jejak tersebut ada bercak2 darah.
Huilan pun meneliti kemana arah jejak itu pergi, dan jejak tersebut ternyata menuju ke arah sungai. huilan pun langsung menyunggingkan sudut bibir'nya lalu dia kembali ke tempat xing-je berada, yang ternyata xing-je sudah berhasil menemukan kemana arah aura mahluk tersebut pergi.
"Ka! aku sudah bisa merasakan'nya!" ,,, kata xing-je senang.
" Oo.. apa yang kamu rasakan?" ,,, tanya huilan.
"Aku merasakan ada aura spirit beast tapi... aura'nya sangat lemah!" ,,, kata xing-je.
"Oh.. kemana arah aura itu pergi?!" ,,, tanya huilan.
"Ke arah sana!" ,,, kata xing-je sambil menunjuk ke arah sungai, huilan pun tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita lihat!" ,,, kata huilan.
"Eh?! tunggu, apa kaka yakin akan pergi ke arah sana?" ,,, tanya xing-je.
"Aku tanya sekali lagi, kamu sendiri yakin tidak?!" ,,, tanya huilan datar, xing-je hanya mengangguk.
"Kalau gitu ayo kita lihat!" ,,, kata huilan yang langsung melangkah pergi.
Xing-je pun kembali senang karna dia merasa mendapat peningkatan.
Akhir'nya mereka pun pergi ke arah sungai bagian lain, setelah sampai di tepi sungai yang lebar tapi kedalaman sungai itu hanya sebatas lutut orang dewasa. dan air sungai itu mengalir sedikit deras karna posisi'nya yang menurun dan ada banyak bebatuan besar tersebar di sungai.
Huilan dan xing-je pun menyebrang dengan cara melompat dari batu ke batu, setelah posisinya berada di tengah2 sungai huilan langsung menghentikan langkah'nya begit pun xing-je.
"Ada apa ka?!" ,,, tanya xing-je yang suara'nya sedikit meninggi karna berisik oleh air sungai yang mengalir menabrak bebatuan.
Huilan tidak menjawab pertanya'an xing-je dia malah langsung menunjuk ke sebrang sungai, xing-je pun menoleh ke arah yang di tunjuk huilan.
"Eh? i-itu..." ,,, ucapan xing-je menggantung.
"Apa kamu bisa menebak'nya?!" ,,, tanya huilan sambil memperhatikan benda putih dan besar dengan bercak2 merah tergeletak membelakangi sungai.
"Em.. itu, s-spirit beast? tapi aku tidak bisa Merasakan itu spirit beast tingkat berapa" ,,, kata xing-je dengan ke 2 alis yang mengkerut.
"Bagus! sepertinya kemampuan mu semakin meningkat, dan hari ini kita sedang beruntung karna kita telah menemukan spirit beast tingkat 10 tahap ahir" ,,, kata huilan yang di akhiri dengan senyuman.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc