Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Pemuda jiwa kelempar menjadi NULL.chapter 1


__ADS_3

Hai, namaku budi aku seorang pelajar di sebuah universitas.


Pada pagi ini aku masuk pagi biasa masuk siang atau malam terkadang begitu pula yang ada hari ini.


Yahh, aku memang seorang pelajar yang menginginkan sebuah ilmu pengetahuan.


Dari yang ku ucap bangaikan aku seorang kutu buku , yahh begitulah diriku.


Budi tidak menyadari kalau di seberang jalan terlihat sebuah mobil truk yang melaju cepat , budi tidak menyadari nya.


Truk tersebut begitu kencang laju nya sampai melewati beberapa mobil, truk itu tetap melaju sangat cepat dan terhingga tampa di sadari truk tersebut melaju kearah budi yang lagi jalan ke universitas nya.


Budi menyadari nya tersebut , budi terlihat berhenti berjalan dan melihat kearah kanan nya.


Budi terkejut kaget karena ada sebuah mobil truk kearah nya dengan kecepatan penuh , budi sedikit kebingungan akan tetapi budi berbicara di dalam dirinya


"Woii, ada apa sama truk tersebut dengan laju penuh tersebut."


"Ahh, gak cara lain lebih baik menghindar dari pada mencari mati."


Budi langsung bergerak sambil berlari, budi terlihat masik berlari untuk menghindari tersebut tapi sayang truk tersebut mengikuti nya dari belakang, budi sempat menoleh kebelakang untuk mengecek truk tersebut sambil berlari akan tetapi budi terkejut serta kaget melihat truk tersebut .


Budi udah tau keadan budi lansung mengembalikan pandangan kedepan, budi berpikir di dalam dirinya.


"Ahhh, ken-kenapa masih mengejar tungguh dulu akan aku berpikir aeghh."


"In-ini tidak mungkin apakah truk tersebut di sewa untuk membunuh ku , tidak berpikir positif."


"Mungkin seuatu kendali dari tersebut lepas kendali atau di sebut rusak , tapi kenapa masih mengejar ku."


Budi terkebingungan apa yang ia lihat dan budi berbicara di dalam dirinya


"Ahhh, apakah ini ajal ku ya mungkin."


"Ya , pasrah saja lah kalau ini ajal ku."


Budi habis berbicara sama diri nya sendiri, perkataan budi terhujut ajalnya budi sudah ada di depan.


Budi tersandung batu dan jatuh , budi berdiri dan sempat lihat kebelakang dan ternyata truk tersebut sudah sangat dekat sekitar 1m .


Dan budi udah pasrah dan nutup matanya, dan seketika jiwa budi masuk kebadan misterius.


Budi berbicara di dalam dirinya


"Apakah aku sudah tiadah."


"Ahh, kalau memang benar ya sudah."


"Lebih baik apakah aku bisa menjawab nya pertanyan di lontar malaikat ."


Budi menunggu sampai 1menit lamanya,


Budi lansung berkata di dalam dirinya


"Ahh, apakah mereka gak datang itu gak mungkin mereka gak datang ya mungkin."


Seketika budi merasa ada hembusan angin dan suara daun dari sebuah pohonn, budi berkata di dalam dirinya.


"Hmm, tadi aku merasakan ada hembusa angin yang amat kencang dan sebuah bunyi daun."


"Aneh ada yang aneh apakah tadi aku merasakan dan menenggarkannya."


"Ehg, ini gak mungkin apakah selama ini aku menutup mata ku."


"Mungkin ku buka saja mata ku apakah ada yang aneh."


Budi seketika kaget karena ada banyak pohon di sekitar dan posisinya sedang berdiri , budi sudah membuka matanya budi tidak percaya apa yang lihat di depan nya, budi berkata dengan mulutnya.


"Ehg, apa yang terjadi yang ada di depan ku kek-kenpa ada beginian ada sebuah pohon semuah ada disini."


"Ehg, apakah ini surga atau mimpi atau mungkin juga ini alam kubur."


"Hutan ini sangat lebat penuh pohon langka seperti plum murray,nepenthes tenax, dan juga kek-kenapa ada bunga bangkai di sini."


"Ahh, kenapa ada semua pohon langka di sini apakah ini surga atau dunia?."


Budi keheranan dan juga beserta kebingungan , budi sambil berpikir sejenak tangan nya di taruk di dagu.


Budi langsung terkejut dan berkata.


"Ehg, tampa kusadari kek-kenapa badanku hitam pekat?."


"Tidak, hitam pekat juga apakah ini."


"Azab."


"Tidak, tunggu sebentar kenapa tanganku terasa nyata tidak namanya sesuatu yang sakit."


"Hmm, apakah mungkin kah tidak ini tidak juga eah."


Budi tersenyum walau pun tidak terlihat budi tersenyum.


Terlihat budi masih kebingungan yang apa terjadi sambil menggakat tangan ke dagu.


Terdengarlah suatu di semak semak, daun-daun berbunyikan seakan ada yang datang.


Bunyi tersebut mulai mendekat dan akhir terlihat jelas sebuah monster datang di hadapan budi, budi mulai terlihat panik dan berkata dengan mulutnya.


"Woi-woi, ini hewan apa ini."


"Ini tidak mungkin aku bisa lari di hadapanku adalah sebuah bencana."


"Yaitu, T-rex."


"Ahh, larikah aku tidak bisa diam terus."


"Bisa-bisa terus aku di mangsa."


Monster tersebut mulai menggertak dengan tatapannya dan monster tersebut mengaum.


Budi mulai mangkin panik, dan budi berkata dengan mulutnya.


"Eeeah, dia-dia mulai mengaum dan mengertak tapi masih diam."


"Kenapa aku diam, dia tidak menyerangku ya."


"Ap-apakah ini dunia atau surga kok ada monster begini."


"Tidak ada cara lain kabur dengan lari akan tetepi."


"Kalau aku lari makah aku di kejar olehnya karena pernah aku melihat."


"Dibuku peradapan kuno masa zaman batu , kalau T-REX atau dinosaurus ada beberapa kecepatan larinya."


"Tapi dinosaurus T-rex kecepatan larinya sangat tinggi setara mobil balap."


"Akan tetapi dinosaurus T-rex mempunyai beban berat yaitu badannya."


"Ahhh, kalau begitu aku kan mencoba lari apa kah aku bisa selamat."


"Baiklah, satu-dua-tiga lariii!."


Budi memilih lari sekarang budi sedang lari untuk menghindari monster tersebut.


Terlihat budi mulai kecapean , terlihat juga nafas budi teregah-egah.


Budi berkata di dalam diri nya dan juga menggunaka mulutnya.


Budi berkata di dalam dirinya:


Cemana ini aku tidak bisa menghindarinya sudah tebak kecepatan T-rex sangat cepat.


Budi berkata dengan mulutnya:


Cih, aku cari cara untuk menghindari nya dan berpikir sangat cepat.


Ooh, begitu yah, hmm.


Tidak ada cara lain membunuhnya tetapi aku tidak mempunyai senjata.


Seperti pedang,busur,senapan,dan kapak.


Budi sedang mencari cara, dan budi berkata.


"Hmm, tapi aku harus membikin pedang akan tetapi aku harus punya besi dan."


"juga kalau tidak mempunyai besi bisa menggunakan tembanga."


"Tetapi aku tidak bisa membuatnya karena aku terus dikejar terus."


"Aku di kejar terus dan sampai aku memanjat pohon tetapi pohonnya gak."


"Palah tinggi juga sekitar 6meter."


Budi masih mencari cara dan sambil berfikir sejenak sambil berlari dan akhirnya budi mempunyai cara yaitu membuat pisau, budi berkata dengan mulutnya.


"Hmmm, ahh, aku mempunyai cara yaitu membuat pisau saja tetapi."


"Pisau biasa nya terbuat dari besi atau juga bisa terbuat dari logam."


"Tetapi kalau membikin pisau mungkin agak susah karena pisau membutuhkan besi."


"Ehg, ooh , mungkin itu bisa aku mempunyai ide yaitu pisau terbuat dari batu."


"Itu sangat mudah akan tetapi aku harus mentajamkannya dan memecah kannya."


"Ya, mungkin saja bisa karena aku ada di dahan pohon yang sangat tinggi."


"Tingginya sekitar 23 meter karena aku memanjatnya karena aku ahli memanjat pohon."


"Dulu aku sering memanjat pohon untuk mengambil pohon mangga tetangga dan pohon rambutan pak kades."


"Ehm, sekarang jangan memikirkan tersebut."


"Sekarang aku pikirkan yaitu cari cara untuk bebas dari monster tersebut."


"Karena monster tersebut ada di bawah pohon ku tersebut aeg."


Budi sedang mencari batu dan cara mendarat kan diri nya dari monster tersebut, budi berkata dengan mulutnya.


"Hmm, cemana ya bebas dari kejaran monster tersebut dan cara membunuhnya."


"Aahmm, sebenar aku sudah mempunyai ide dan cara akan tetapi."


"Itu sangat susah."


Budi terlihat kebingungan dan seketika budi berdiri dari duduknya dan mencari cara dan melihat sekitar untuk mendarat.


Budi sambil lihat sekitar ternyata budi sudah menemukannya dan budi berkata didalam dirinya.


"Aehg, itu-itu dia di sana banyak batu tetapi aku harus kesana."


"Tetapi aku harus mendarat tetapi monster ini akan mengejarku."


"Hmm, ooh, ooh, begitu ya aku haru mendarat sangat cepat tetapi."


"Aeg, aku sangat bingung tidak ada cara lain selain loncat saja."


"Tetapi kalau aku lompat dari sini kemungkinan kakiku akan patah karena ke tinggian nya."


"Aaahee, baiklah loncat saja aku tidak peduli."


Budi pun loncat dari pohon tersebut dan hal hasil budi sudah kebawah akan tetapi monster tersebut melihatnya dan mengejar menuju budi yang sudah di bawah , budi melihat memperhatikan sekitar ternyata monster tersebut mengejarnya dan budi berkata dengan mulutnya.


"Aahh,oh, tidak mungkin dia mengejarku aku harus lari menujuk yang ku tunjuk."


Budi sempat berfikir akan tetapi budi tidak memikirkan tersebut karena sudah mendesak, dan budi akhir lari yang dia tuju.


Dan beberapa menit kemudian budi hampir sampai dia tuju akan tetapi monster tersebut masik mengejarnya.


Dan akhirnya budi sudah sampai yang ia tuju.


Budi terlihat sangat senang akan tetapi dia terkejut apa ia lihat karena budi bisa melihat kekerasan suatu material.


Batu termasuk material kareana itu budi sangat terkejut apa ia lihat karena dia dapat melihat kekerasan material tersebut akan tetapi terkejut nya tersebut gak bertahan lama karena budi sadar karena monster tersebut sudah muncul di belakang budi.


Karena budi sudah tau budi bergegas mengambil batu sekitar untuk di buat senjata untuk membunuh monster tersebut , dan akhir budi sudah mengambil yang ia butuh mencari tempat aman untuk ia bikin senjata.


Dan akhir nya budi menemukan tempat aman dan budi bergegas memanjat batu yang sangat tinggi sekitar 19meter.


Budi sudah berhasil memanjat batu tersebut yang sangat tinggi tersebut.


Dan budi akan membikin batu tersebut menjadi senjata dan budi berkata.


"Sini tempat yang aman akan tetapi aku harus membikin dengan cepat bergegas."


"Mencari tau tentang tempat apa ini."


Dan budi mulai nya, budi mulai memecahkan batu tersebut menjadi bentuk senjata.


Budi sempat berfikir membuat nya mirip pisau akan tetapi itu sangat lama sekali untuk di bikin, makanya budi bikin bentuk gak mirip.


Budi akhir sudah selesai membuat pisau batu tinggal di hasa, budi mencari tempat untuk di hasa.


Akhirnya budi sudah menemukannya tempat untuk mengasah senjata tersebut, dan budi berkata.


"Hmm, tinggal di hasa senjata aku sudah menemukan tempat yang cocok mungkin di situ saja."


Budi berjalan tempat untuk mengasah senjata dan budi berkata.


"Disinikah tempat yang ,hmm."


"Sangat cocok untuk mengasah senjata karena batuan ini sangat cocok."


Budi mulai mengasah, sedikit demi sedikit batu tersebut mulai tajam bangaikan pisau.


Dan akhirnya budi berhasil membikin pisau tersebut dan budi berkata.


"Aehhh,hahaaha,haha."


"Akhirnya selesai kerja kerasku akan ku bunuh monster tersebut."


Budi tersenyum jahat walau pun tidak terlihat budi tersenyum budi terlihat senang akan kerja kerasnya.


Dan budi akhir mulai jalan perlahan dan mulai berlari dan akhirnya budi lompat dan budi terlihat senang, budi berkata.


"Hahahaha, waktunya ku akhiri monster tersebut, haeghahaha."


Budi sudah terjut kebawah dan akhir budi sudah mendekati monster tersebut, budi mengangkat tangannya yang memengang pisau tersebut.


Tangan budi sudah mengarah kepalah monster tersebut dan seketika budi menancam kan senjatanya ke kepalah


Monster tersebut dan mati di tempat.


Budi dengan gaya pahlawan nya budi berdiri untuk situasi monster tersebut apakah sudah mati di tempat dan budi berkata.

__ADS_1


"Akhirnya aku sudah mengalahkan monster tersebut."


Budi tampa sadar kekuatan budi bertambah.


Ada sesuatu bunyi.


"Ping pong."


Seketika ada sesuatu yang muncul di depan budi, terlihat ada sebuah hologram berbentuk persegi panjang dan tertulis.


"Hak pekemilikan sistem."


Budi sertak kaget gitu apa yang di maksud "hak pekemilikan sistem",


Budi berkata.


"Apa yang di maksud ini, hak pekemilikan sistem?."


"Haaahaa!."


Budi terlihat menarik nafas dalam-dalam dan budi berkata.


"Eeeh, sebenarnya apa yang di maksud hak pekemilikan sistem."


"Hmm, mungkin sistem pekerjaan atau perekonomian."


"Eeag, tunggu manada sistem begitu."


"Aku tidak tau tempat apa ini."


Dari dibilangnya budi melihat sekitar sambil memutar kepalah nya kekanan dan kekiri, dan berkata dengan mulutnya.


"Hmm, sebenar tempat apa ya aku gak begitu tau."


Budi sambil menaruk tangannya kedagu, dan budi kebingungan akan tetapi mengingan sesuatu yaitu mayat monster dia kalah kan, dan budi berkata di dalam dirinya.


"Tunggu sebentar mayat monster yang ku kalah kan mana ya."


"Hmm."


Seketika ada map seperti di game dan kursor menujuk ketempat monster tersebut, budi terkaget dan budi berkata.


"A-apa ini, apakah ini map akan tetapi map ini tidak asing."


"EAg, gak-gak ini terlihat asing aku gak pernah melihat map ini?."


"Hmm, haaaa, baik sepertinya aku mengikuti kursor."


Dan budi mengikuti kursor yang kursor tuju, dan budi telah sampek ternyata itu tempat mayat monster tersebut dan budi berkata dengan mulutnya.


"Ooh, begitu ya ini menuju mayat monster yang ku bunuh."


"Akan tetapi, apa yang yang maksud ini kenapa ada sebuah map jelas-jelas ada di kepalahku."


"Ahhhaa."


"Hmmm, haaaaaha."


"Haaa, ya sudah lah gak usah ku pikiri akan tetapi yang harusku lakukan dengan mayat ini."


"Kalau tidak ku bereskan akan menjadi virus atau kuman."


"Hmm, aku tidak mungkin aku angkat karena aku tidak mempunyai tenaga yang cukup."


"Untuk menganggakat monster ini, akan tetapi."


"Hmm, kenapa di dalam kepalah ku sesuatu seperti kode."


"Kode!, ini tidak mungkin kenapa ada kode-kode angka ada di dalam diriku."


"Kode itu warna biru bagaikan kode di komputer saat menghacker suatu sistem."


"Tidak ini tidak mungkin ada beginian bagaikan aku menjadi hacker."


"Hemm, haaaa."


"Baiklah habis kemana ya."


"Omong-omong tempat apa ini aku gak begitu tau."


"Hahaaa, aku gak begitu tau."


"Harus ku apa kulakan sama mayat monster tersebut."


"Hmm, aku pakai apa yah."


"Hmm."


"Hmm, ooh."


"Sebenarnya apa ya fungsi kode-kode yang ada di dalam isi kepalaku,hmm."


"Sebuah kode misterius dan juga, tunggu sebentar kenapa di kiri atas tertulis 'SHADOW' dan tidak asing."


"Makna dari semua apa gak begitu paham betul, hmm."


"Apakah shadow rasku, hmm."


"Mungkin juga bisa tapi kenapa harus shadow."


"Di bawah tulisan shadow ada tulis kecil."


"Tulisan tertulis : The lord king, dibawah lagi tertulis :lord demon."


"Apa maksudnya aku tidak paham betul makna-makna nya kok rasa aneh."


"Dan juga tempat apa ini sebenarnya."


"Ini bukan hutan indonesia dan juga ini indonesia di masa depan atau di sebut."


"Masa depan bumi."


"Gak mungkin karena sedikit aneh saja, ada banyak pohon yang jarang ada di indonesia."


"Dan juga aku sudah tiada dilindas mobil truk, ini gak mungkin surga."


"Bisa di bilang ini dunia karena aku merasa lelah dan terasa nyata , hmm."


"Untuk sekarang jangan di pikirin , dan sekarang yang harus ku pikirin adalah."


"Masalah ini yaitu membereskan mayat ini."


Budi terlihat gelisah dan juga bingung, dan seketika budi terkejut kaget karena di dalam isi kepalah nya ada tulisan tertulis 'Create skills (buat keahlian)'.


Budi masih bertanya-tanya tentang create skills, dia berdebat dengan dirinya sendiri dan berkata.


"Apa maksudnya ini?."


"Hmm, mungkin ini cara salah satunya."


"Mungkin aku memilih create skills."


Budi telah menekan create skills dan seketika muncul lah sesuatu tulisan dan sebuah kota pengisi di dalam kepalah budi.


Budi mangkin bingung apa yang terjadi,


Tulisan tersebut menyebut kan tentang rumus atau angka kode untuk membuat skills.


Tulisan itu terdiri dua dan dua kolom pengisi kode atau rumus.


"Hmm, mungkin yang dimaksud dengan rumus mungkin juga bisa menggunakan rumus matematika."


"Kalau tidak bisa ya mungkin rumus yang lain tapi aku gak begitu tau maksudnya apa?."


"Hmm, mungkin akan ku masukkan rumus tersebut."


Budi akhir memilih menulis rumus tampak budi masih kebingungan dan memikirkan rumus yang harus ia masukkan.


Budi sudah menemukan rumus yang ia masukkan, rumus itu tertulis:


"T\=s/v,P×\=7008cmHg-(h×10m×1cmHg)"


Rumus tersebut tetulis di kolom sebelah kiri.


"a\=-100000(v1\=-0)(v2\=-90)-*\=0


*\=*/v(1-v⁹⁷/c²⁴)"


Rumus tersebut tertulis di kolom sebelah kanan.


Setelah budi telah mengisi kolom pengisi tersebut maka muncul lah skills 'ruang hitam' maka budi berkata.


"Hmm"


"Begitu ya ruang hitam, sebenarnya rumus yang ku masukkan adalah hanyalah asal-asalan seperti rumus waktu, perlambatan, lubang hitam, itu."


"hanyalah asal-asalan karena kalau aku masukkan rumus sebenarnya bisa gawat kalau terjadi sesuatu yang mengerikan."


Budi menghela nafas legah dan kemudian melakukan percobaan, cemana menyingkirkan mayat tersebut.


Karena budi sudah memiliki skills ruang hitam, skills baru tersebut mau di pakai budi karena tidak tau cara menyelesaikan mayat tersebut.


Budi ragu memakai skills tersebut karena budi sadar kalau dia memakai tersebut sama dengan dia memakai sihir karena dia agama budi tidak boleh memakai sihir, sebenarnya budi berniat membakar mayat tersebut menggunakan api tapi itu tidak mudah karena api aja menggunakan bahan bakar karena itu budi tidak mempunyai cara lain selain memakai skills tersebut.


Budi pun memakai skill tersebut dan mau melakukan, budi berkata.


"Tidak ada cara lain aku membereskan mayat tersebut."


Budi mau menggaktifkan skills tersebut.


"Ruang hitam."


Seketika mayat tersebut hilang seketika entah kemana, hilang nya mayat tersebut binggung dan budi berkata.


"Loh kok hilang, apakah ada gaya hisap atau gaya gravitasi blak hole."


"Hmm, masih misteri."


Karena mayat tersebut hilang sudah, budi legah dan berkata.


"Ahh, akhirnya legah dari hal tersebut."


Tidak lama kemudian terdengar lah suara jeritan seseorang, jeritan itu terdengar suara wanita yang lagi dalam masalah.


Terdengar suara itu sedang di perkosa, jeritan itu terdengar beberapa kali dengan kalimat "tidak ku mohon".


Kalimat tersebut terdengar beberapa detik sekali habis itu terdengar lagi , budi menyadari itu dan berkata.


"Seperti seseorang yang lagi di perkosa, aku harus kesana segera."


Budi bergegas ketempat sura itu berada, ternyata benar ada seseorang wanita lagi di perkosa oleh seseorang laki-laki.


Tubuh wanita itu terlihat baju nya sobek dan celana nya terlihat sobek bagian pahak.


Laki-laki itu berkata.


"Hahaha, akhir aku menikmatimu uhahaa."


Perempuan itu berkata.


"Tidak ku mohon jangan lakukan kepadaku, tidak jangan."


Budi terlihat ingin marah kepada laki-laki itu yang senak hatinya melakukan hal kotor, budi berkata di dalam dirinya.


"Cih, memang laki-laki gak tau diri hal begituan masih melakukannya."


"Aku harus menyelamati perempuan itu dari laki-laki tersebut."


Budi bergegas menyelamati perempuan itu dengan lari, tampa di sadari budi kecepatan larinya sangat cepat sampai-sampai tidak lihat mata.


Dengan kecepatan tinggi tersebut seketika memengang kepalah laki itu tampa budi bingung kenapa dia bisa memengang kepala laki-laki itu dari depan, budi berkata.


"Eeeh, kenapa kecepatan ku sangat cepat kali tampaku sadari aku memengang kepalah laki-laki tersebut."


Laki-laki itu terkejut apa yang ia lihat dan seketika laki-laki itu berkata.


"Woi-woi-woi,hehehe."


"Rupanya perempuan itu memanggil makhluk nya."


"Tapi sayang makhluk ini hanyalah shadow makhluk lemah lebih lemah dari slime."


Laki-laki berkata dengan sok keren dan meremehkan makhluk yang di hadapan nya.


Dan budi sudah mengetahuinya kalau ia di remehkan, karena budi tau mana orang meremehkan dan mana tidak kerena dia tau dari kata-kata seseorang dan seketika budi berbicara.


"Woi-woi, apakah bilang aku makhluk lemah, woi-woi om-om kusam."


"apakah kamu tau apa yang kamu lakukan?, ini adalah kelakuan kriminal."


Seketika juga laki-laki tersebut kaget beserta terkejut dengan hal tersebut , begitu juga dengan perempuan itu.


Karena dia takut dia hanya diam doang, dan seketika juga laki-laki itu juga menjawab.


"Woi-woi, apakah kamu bilang mentang kamu bisa menjawab."


"Kamu pikir kamu kuat , haahaha."


Dan laki-laki tersebut berbicara di dalam dirinya.


"Ehehe, dia hanyalah shadow monster lebih lemah dan lebih rendah dari slime dia mentang-mentang dia bisa berkata."


"Dia masih lah lemah karena dia shadow doang, hanyalah bayangan hanya di tebas mati."


Seketika juga budi menyadari nya dari kata-katanya, seketika budi berkata dengan mulutnya.


"Woi-woi, apakah kamu meremehkan aku , haaa om-om tua."


Setika juga laki-laki tersebut marah besar karena dia di hinah dan laki-laki itu berkata dengan mulutnya.


"Woi-woi ,haahem, lucu sekali pertanyan mu makhluk bodoh."


"Kamu pikir kamu kuat?, kamu hanyalah shadow ingat kamu hanyalah shadow."


"Hahah, shadow bodoh."


Laki-laki tersebut lagi-lagi berkata tersebut, meremehkan budi.


Budi menyadari tersebut, dan haya tersenyum doang dan budi berkata.


"Begitu ya aku lemah."


Setelah berkata tersebut budi tersenyum jahat dengan nafas seorang penjahat dengan tersenyum jahat.


Seketika juga laki-laki tersebut menyadari nya kalau dia di remehkan dan berkata.

__ADS_1


"Hahaha, haaa , kau bodoh ya kamu hanyalah di panggil atau kamu sendiri ke sini."


"Kamu hanyalah shadow, sekali tebas mati."


"Kamu pikir kamu kuat, haaa."


Dengan lantang dia berkata tersebut, dia meremehkan budi.


Budi menyadarinya hanya tersenyum kalau dia sedang di uji dalam hal kesabaran.


Kalau dia termakan amarah nya maka dia akan dapat penyelesalan doang.


Karena dia teringat dengan ucapan kakeknya.


Kakek pernah berkata:Seseorang tampa kesabaran dirinya mudah emosi dan marah gak ada penyebabnya, di senggol sedikit udah marah dan gajak gelut atau bacok-bacokkan.ingat sabar adalah orang yang beriman.


Budi teringat dengan kata-kata kakeknya, dia berkata dengan laki-laki tersebut.


"Woi, apakah kamu tidak melakukan hal bodoh tersebut."


Laki-laki itu terima hal tersebut dia berkata.


"Ehehe, kau bodoh apakah kamu udah menyerah."


"Apa kata mu tadi tidak melakukannya, woi-woi, kamu pikir aku akan."


"Melepaskan wanita tersebut, akan sayang kalau aku tidak melakukannya."


Budi sudah tau itu tanggapannya maka budi hanya tersenyum jahat.


Seketika juga, budi mencengkram kepalah laki-laki itu dengan kuat.


Laki-laki itu kesakitan, sampai-sampai keluar darah dari kepalah nya dan laki-laki tersebut berkata meminta ampun.


"To-tolong le-lepas kan ku mohon, aku berjanji melepas kan wanita tersebut dan aku akan membayarnya ganti rugi."


"Jadi ku mohon lepas ak-aku."


Budi hanya tersenyum doang, budi berkata.


"Apakah diri mu ini pengecut, tadi kamu bilang kamu kuat sampai-sampai aku hanya tersenyum beberapa kali."


"Ini lah akibatnya kalau kamu melakukan hal bodoh udah tau dosa masih di lakukan."


"Tadi kamu bilang apa?, minta lepaskan tadi kamu bilang kuat maka mana dirimu kuat?."


"Apakah kamu bodoh, dengan sok keren nya kamu bilang begitu tadi berulang kali."


"Maka disini lah kamu mendapatkan ganjaran nya karena kamu melakukan hal bodoh."


Budi tersenyum jahat dan seketika juga kepalah laki-laki tersebut pecah lembur.


Beberapa organ kepalah nya keluar semuah tapi menjadi potongan kecil.


Budi seketika memasukkan mayat laki-laki itu kedalam skills yaitu ruang hitam.


Karena sudah aman dan selesai maka budi berjalan lagi mencari sesuatu.


Tapi seketika perempua itu berkata.


"Tu-tunggu sebentar."


Budi pun berhenti berjalan dan membelokkan badannya ke hadapan perempuan itu, perempuan itu berkata lagi.


"Te-terima kasih banyak telah menolongku tadi."


Budi hanya berkat.


"Yah, sama-sama."


Dan budi membelokkan badannya lagi dan berjalan lagi tapi perempuan itu berkata lagi.


"Tu-tunggu sebentar."


Budi pun berhenti berjalan, perempuan itu berkata lagi.


"Se-sebenarnya siapakah kamu sebenarnya, ak-aku tidak tau ada makhluk yang kuat seperti kamu."


Budi berkata.


"Oooh, begitu ya aku hanya makhluk biasa."


Setelah budi berkata tersebut budi berjalan lagi tapi perempuan itu berkata lagi.


"Tidak mungkin kamu makhluk biasa, karena kamu kuat."


"Walau pun demikian, kamu sangat lah kuat."


"Walaupun kamu menutupi aura mu dan kekuatan mu aku bisa melihat status mu."


"Kamu sangat kuat, apa lagi aku tau kamu adalah Raja iblis."


Perempuan itu berkata begitu, tapi budi tidak memperdulikan hal tersebut karena budi sudah mulai menjauh dan perempuan itu berkata di dalam dirinya.


"Aku akan menjumpai mu lagi karena kamu tidak mendengari kataku tersebut."


Perempuan itu tersenyum bahagia dan menatap lagit.


Setelah berjalan cukup lama budi menjumpai sungai yang cukup deras, dan budi berkata.


"Hmm."


"Ini tidak mungkin kenapa ada manusia tadi?."


"Mereka melakukan hal begituan, apa lagi pada saat aku memengang kepalah laki-laki itu terasa nyata."


"Apa lagi aku bisa merasakan hangat nya nafas seseorang itu dengan merasakannya."


"Ini tidak mungkin surga karena surga ku tau dia dingin dan sejuk tapi apa lagi."


"Disini panas, bagaikan di dunia."


"Yah, karena tidak mungkin juga ini surga."


"Aku tau karena tidak mungkin juga surga melakukan hal kotor tersebut."


"Yah, mungkin bisa."


"Hmm, kayak tidak bisa lah surga bisa begituan karena di surga ada segalahnya."


Budi masih bingung yang terjadi, terlihat kebingungan dan memikirkan yang terjadi dan budi berkata.


"Yah, mungkin juga ini dunia aku berpikir positif karena tidak mungkin juga kan."


"Ahh, lelah kali aku memikirkan hal tersebut."


Seketika juga ada caha putih menyilimuti budi seluruh badan budi di selimuti caha yang terang menderang.


Dan seketika juga caha itu hilang dan tampak terlihat badan budi, seluruh badan budi berubah menjadi manusia.


Badan budi yang dulu hitam pekat tidak ada warna lain selain matanya yang berwarna putih, dan sekarang menjadi manusia.


Badan budi berubah menjadi badan manusia, seluruh badannya telah berubah menjadi manusia.


Badan budi mempunyai kulit yang putih, mata berwarna merah, rambut berwarna putih tapi di sebelah kanan dekat telinga kanannya ada tujuh warna berbeda.


Warna tersebut seperti warna pelangi dan juga sedikit cerah.


Budi terkejut dengan penampilannya berubah, budi melihat tangannya menjadi manusia berkulit putih dan juga.


Budi terkejut hal tersebut dengan rambutnya dan budi berkata.


"Haaa, tu-tungguh dulu kenapa rambut ku menjadi putih seperti aku sudah tua."


"Tidak mungkin apakah aku udah tua."


"Tidak, tapi tungguh dulu kenapa penampilan ku berubah menjadi manusia kan."


"Badan ku hitam pekat tidak ada warna selain warna mata ku."


"Hmmm."


"Yah, terpenting berfikir positif tentang hal tersebut."


"Tapi tungguh dulu kenapa rambut yang satu ini aneh, ada tujuh warna yang berbeda."


"Seperti warna pelangi dan juga kenapa harus tujuh warna."


"Tapi,haaa."


"Kalau begini terlihat aneh sebaik potong aja, untuk aku masih mempunyai pisau batu tersebut."


Budi telah mengeluar pisau batu nya, setelah budi mengeluar pisau nya.


Budi memotong rambut yang berbedah itu dengan pisau itu, setelah berhasil memotong rambut nya yang berbedah itu dan budi berkata.


"Haaaa."


"Akhir nya sudah rapi, tapi kenapa rambutku panjang ya."


"Kalau rambut panjang cepat kali gatal dan juga cepat kali ada kutu."


"Yah, mau gimana lagi kan."


"Huuu."


"Lebih bersyukur saja kan."


"Baiklah aku akan melanjut kan jalan lagi."


Budi melanjutkan berjalan lagi. Budi setelah cukup lama berjalan budi beristirahat karana sudah malam.


Budi telah menghidup api unggun, dia menghidup kan api unggun dengan cara radisional yaitu menggesekan kayu dengan kayu tapi itu tidak lah bisa karena budi tadi telah melakukannya.


Dia menggesekan suatu benang dari baju laki-laki tersebut.


Dan setelah itu hendak budi memakan ikan bakarnya, muncul lah sebuah hologram yang sama seperti sebelumnya tapi ini berbedah suara berbedah dari yang sebelumnya


"Ting-ting."


Budi terbengong doang, tapi gak begitu lama budi telah mengetahuinya.


Budi melihat hologram itu dengan dekat.


Budi kaget dong, melihat hologram itu bertulis.


"Ubah lah namamu."


Itu lah yang membuat budi kaget, karena budi mau ubah namanya.


Maka budi memasukkan nama aslinya, akan tetapi di tolak dan budi berkata.


"Lah kok gak bisa."


"Kan aku hanya mengubah nama belakang ku doang."


"Heehaa.".


"Baiklah, aku akan mengubah nya."


"Tapi sedikit jahil."


Budi memasukkan nama yang baru tapi sedikit jahil, budi menulis namanya.


"Botak keren."


Tapi masih di tolak dan budi memasukkan nama lain, seperti.


"Asep rafga keretek."


"Dudul xerta terkece."


"Dudung paling afdol."


"Teta selalu di depan."


Dan masih banyak lagi yang budi masukkan akan tetapi di tolak, budi sudah menyadari nya kalau nama-nama itu di tolak.


Budi memasukkan satu nama lagi, dia tidak sedang bercanda.


Seketika nama itu terpilih dan termasuk.


"Ping-pong."


"Avi day lict, telah terpilih."


Budi kaget dong dan budi berkata.


"Woiiiii."


"Namaku tadi saat bercanda di tolak dan saat tidak bercanda di terima memang aneh."


"Aaah, baiklah namuku sekara adalah."


"Avi day lict."


Nama itu telah terukir di dalam dirinya budi terlihat juga nama status budi telah berganti menjadi avi day lict.


Nama budi telah berganti menjadi avi day lict.


Pada besokan hari nya avi telah menjumpai satu negara atau kota.


Kota tersebut seperti sebuah kerajaan eropa pada masa zaman dahulu.


Avi mendatangi kota tersebut melihat-lihat dinding luar kerajaan tersebut.


Avi belum masuk kekotah dia hanya melihat dinding nya saja.


Jiwa sejarah nya bangkit sampai-sampai di memikirkan sesuatu, tapi gak begitu lama avi gak memikirkan tersebut.


Avi memasuk kota tersebut, kota itu terlihat luas dan banyak rumah dan warga sekitar.


Pedangang juga banyak menjual beraneka ragam jualan seperti sayur-sayuran, perkakas, baju, pedang, busur,ikan, buah-buahan, makanan jadi, daging, mainan, dan lain sebagainya.


Avi terlihat senang tapi avi masih memikirkan tersebut tentang dunia apa ini.


Tapi avi tidak memikirkan tersebut dengan panjang karena dia tau kalau di ada di suatu dunia maka di di berik kesempatan kedua kali nya hidup untuk melakukan kebaikan.


Avi memikirkan tersebut, tapi avi juga berfikir kalau ini adalah surga maka dia harus sopan sedikit.


Avi hanya itu doang ia pikirkan, dan setelah avi berkeling kota tersebut sambil menikmati anekah makanan.


Avi mendapatkan uang tersebut dari penjahat ia bunuh sebelumnya.


Maka dari itu avi dapat membeli makanan, tapi avi tidak membeli semua nya.

__ADS_1


__ADS_2