
Tampaklah dipagi hari tampak avi lagi bersantai ruangan kerjanya dan tampak avi sangat begitu senang dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya,sepertinya hari ini hari terakhir mencari informasi yang aku butuhkan sepertinya."
"Karena aku juga sudah paham dengan informasi-informasi yang aku dapatkan diwaktu aku pergi kesemua kota."
"Didunia ini."
"Haaa."
"Tapi kali ini aku harus mencari tentang tempat apa ini dan apa aku ada ditempat ini sebenarnya."
"Kalau begitu aku pergi sekarang!."
Dan tampak avi tersenyum jahat dan serena melihat avi tampak kebingungan karena serena tidak tau apa yang terjadi dan seketika avi berdiri dari kursinya dan berpindah tempat seketika dan tampak serena masih bingung karena serena tidak tau yang avi lakukan dan serena berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?!."
"Kenapa my lord tampak senang dan tersenyum jahat begitu?."
"Apakah ada yang terjadikah?!."
Tampaklah gersy yang lagi pergi keperpustakaan dan setelahnya dimemasuki purpustakaan dan melihat-lihat sekitar didalam perpustakan dan melihat suatu ruangan dan setelahnya memasuki ruangan tersebut dan melihat-lihat ruangan tersebut dan gersy berhenti karena gersy tampak kebingungan dan gersy berkata didalam dirinya.
"Ruangan ini biasanya dimasuki oleh my lord."
"Aku dapat dari bans kalau my lord avi suka kali datang kesini."
"Tapi tampak tidak ada suatu pun yang mencurigakan."
"Sebenarnya aku kesini ingin tau saja didalam ruangan ini."
"Tapi semuanya disini rak buku semua dan buku yang ada dirak buku."
Tampaklah gersy melihat kearah suatu rak buku dan terkejut melihatnya dan gersy berkata.
"A-apa itu!?!."
"Lebih baik aku melihatnya."
Gersy mendekati rak buku tersebut dan melihat sebuah kaca tipis yang berbentuk persegi tapi sedikit besar dan gersy mengambil salah satunya dan melihatnya dan terkejut dong gersy karena dia melihat yang dia belum ketahui dan gery berkata.
"A-apakah?!."
"My lord sudah memprediksi semua kejadianlah?!."
"Tapi semua didalam kaca-kaca berbentuk persegi ini."
"Terdapat banyak informasi yang sudah berlalu."
"A-apakah!."
"My lord mengendalikan semuanya dan mengubah semua ini semua."
"Ta-tapi!my lord kenapa ingin melakukan ini sebenarnya?!."
Tampaklah avi yang telah memasuki kota dan berkeliling kota tersebut sambil menyamar mengunakan topeng yang pernah dia beli waktu itu dan memakai baju yang cocok sama topeng tersebut dan tampaklah avi berhenti berjalan dan melihat pengemis dan seketika avi tersenyum didalam topenganya.
Dan avi mendekati pengemis tersebut dan mengasih sebuah uang koin emas sebanyak dua uang dan pengemis berkata sambil menunduk-nundukkan badannya pada keadaan berduduk.
"Terima kasih banyak pahlawan!."
"Terima kasih banyak."
"Terima kasih banyak pahlawan!."
Dan avi mengangguk dan avi memberik isyarat dengan tangannya untuk mau melanjutkan perjalanannya dan pengemis pun paham dan pengemis berkata.
"Iya."
Avi pun pergi dan berkeliling lagi dan mencari tau berbagai buku dan sejarah diperpustakaan tapi avi tidak dapat menjumpai yang avi cari diberbagai kota dan tempat dan avi tampak tidak menyerah dan tetap mencarinya diberbagai kota dan akan tetapi avi berhenti berjalan karena ada seorang putri kerajaan yang berdiri didepan disebuah mirip gereja dan avi melihat sebuah batu yang akan jatuh dan karena itu avi berhenti berjalan untuk melihat batu tersebut tidak jatuh mengenai sang pitri.
Akan tetapi batu itu jatuh dari tempat pengangkutan batu dan seketika jatuh batu dan avi pun bergerak cepat menyelamatkan sang putri kerajaan dan avi sudah aman avi berdiri dan akan tetapi prajurit kerajaan menyuruhnya berhenti dan avi berhenti dan prajurit kerajaan langsung menangkap avi dari belakang dan mengikatnya.
Tampak disitu ada wanita berjubah merah dan tampak wanita berjubah merah kaget dong karena avi ada disitu apalagi dia ditangkap prajurit kerajaan dan wanita berjubah merah berkata.
"Ke-kenapa di-dia ada di-disini!."
"Dan kenapa dia ditangkap?!."
Dan avi seketika telah masuk kedalam kastil kerajaan dan dia bawak kehadapan sang raja negara tersebut dan setelahnya avi sudah ada dihadapan sang raja dan tampak dalam keadaan berduduk dan penasihat raja berkata.
"Raja dia adalah seseorang yang mau mencuri uang sang putri."
"Apalagi dia mau melakukan memperkosaan secara terang-terangan."
Tampak sang raja masih menatap tajam avi dan tampak disamping raja ada sang putri tersebut dan disamping avi ada wanita berjubah merah yang lagi berlutut dihadapan sang raja.
Tampaklah raja masih menatap tajam avi dan raja berkata.
"Kenapa kamu masih diam saja?."
"Kalau begitu lepasi topengnya!."
Salah satu prajurit mendekati avi dan melepasi topeng avi dan menaruhnya didepan avi dan prjurit berkata.
"Raja telah melepasinya."
Raja berkata.
"Iya."
Tampak seketika sang putri tetap melihat avi terus dan wanita berjubah merah sadar karena wanita berjubah merah sangat cemburu sekali dan wanita berjubah merah berkata.
"Kenapa tuan putri menatap dia!."
"Awas saja ya."
"Kalau sang putri!."
"Seketika mencintainya!."
Dan seketika sang putri jatuh cinta karena ketampanan avi dan terlihat dia tampak seperti tidak tahan menahan buang air kecil dan raja seketika sadar dan raja berkata.
"Ada apa putriku?."
Sang putri berkata.
"Ti-tidak apa-apa ayah."
"Hanya saja."
Dan sang putri berjalan didepan sang raja dan putri berkata.
"Ayah."
Raja menjawab.
"Ada apa anakku?."
Sang putri berkata.
"A-ayah?!."
Raja menjawab.
"Ada apa putriku?."
Sang putri menjawab.
"A-anu!."
"Aku bolehkah menikah dengan laki-laki tersebut?!."
Dan tampak jari telunjuk kearah avi dan seketika semua orang terkejut kecuali avi dan raja berkata.
"Me-menikah?!."
Sang putri.
"Iya,ayah!."
"Apakah bolehkah?."
Tampak sang raja menatap avi dan avi hanya pasrah saja dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!lebih baik."
Tampak avi tersenyum jahat dan raja berkata.
"Jadi apa pendapatmu wahai anak muda?."
"Apakah kamu mau menikahkah dengan anakku tersebut?."
Avi menjawab.
"Tidak,aku terima kasih soal itu."
"Tapi!."
"Aku tidak bisa menikah dengan sang putri."
Kaget dong sang raja apalagi sang putri dan tampak wanita berjubah merah sangat senang dan tersenyum akan tetapi avi dengan mudah bisa lepas dari ikat tali tersebut dan berdiri dan mengambil topengnya dan berlari dengan cepat kearah jendelah dibelakangnya.
Dan seketika raja sadar dan raja berkata.
"Tangkap orang tersebut!."
Prajurit mengejarnya akan tetapi avi melompat kearah jendelah dan prajurit melihatnya sudah melompat dan melihatnya seketika avi menghilang dan tampak prajurit tampak kesal dan berkata.
"Sial!dia kabur!."
Dan tampak sang raja sangat pusing akan hal tersebut dan tampak sang putri hanya terdiam saja dan raja tampak kesal sekali dan raja berkata.
"Cari tentang orang tersebut!."
Penasihat menjawab.
"Baik,raja!."
Dan setelahnya penasihat raja mengasihkan suatu surat tentang nama dan siapa avi sebenarnya dan kaget dong raja dan raja berkata.
"I-itu tidak mungkinkan!."
Tampaklah yang lain tampak kebingungan dan penasihat raja berkata.
"Ada apa raja?."
"Anda tampak panik begitu?."
Raja berkata.
"Walaupun ini hanya namanya saja."
"Tapi aku sudah tau siapa sebenarnya."
Penasihat raja kaget dong karena perkataan sang raja dan penasihat raja berkata.
"Siapa orang itu raja."
__ADS_1
Raja berkata.
"Kamu kemari."
Penasihat raja berkata.
"Baik,raja."
Dan penasihat raja berjalan mendekati raja dan telah berdiri didepan raja dan raja seketika memukul kepalahnya dengan kuat dan raja sambil berkata.
"Kamu tidak tau siapa orang tersebut!."
Penasihat raja berkata.
"Ti-tidak raja!."
Raja berkata.
"Apakah kamu bermaksud berperang!."
"Haa!!!."
Seketika takut dong penasihat raja dan sang putri berkata.
"Siapa orang tersebut ayah?."
Raja berkata.
"Gara-garamu penasihatku!."
"Pastih aku akan kenak imbasnya."
"Karena kamu telah menuduh raja dari kerajaan ex tizio."
Semua orang kaget dong dan sang putri berkata.
"Ex tizio?."
"A-apa ayah maksud?."
Raja berkata.
"Orang tadi adalah raja dari ex tizio."
Dan seketika terdiam dan raja berkata.
"Aku tadi tidak dapat mengenalinya."
"Tapi?."
"Namanya seketika aku tau kalau dia adalah sang raja ex tizio!."
"Sang raja peringkat kesatu!."
Dan seketika orang-orang hanya terdiam saja dan raja berkata.
"Apakah kalian taukah?."
"Kalau orang tersebut dapat membuat raja negara jomblo sangat ketakutan."
"Apalagi tetangga kekaisaran barat saja ketakutan juga."
"Apalagi dia telah mengalahkan raja peringkat pertama waktu itu."
"Dengan secara membabi buta."
"Dia dapat membantai semua prajurit-prajurit kerajaan pertama dengan mudah pada saat kerajaan pertama."
"Menyerang kerajaan ex tizio."
"Dan karena itulah dia sudah ada diperingkat kesatu karena dengan mudah menyerang semua prajurit-prajurit kerajaan pertama."
"Waktu itu."
Tampaklah semua orang hanya terdiam dan raja berkata.
"Kayaknya pastih raja negara jomblo akan mengetahuinya."
"Dan memutus aliansi."
"Dan tidak mengirimkan lagi makanan khas negara ex tizio."
"Karena negara jomblo meminta resep makanan negara ex tizio."
"Yang kalian makan adalah makanan khas negara ex tizio."
Tampaklah mereka tampak menyesal akan tetapi wanita berjubah merah tersenyum jahat dan raja didalam dirinya.
"Lebih baik aku pasrah saja dengan akibat yang akan terjadi."
Tampaklah avi masih mencari yang avi cari diberbagai kota dan sebenarnya avi tidak memikirkan hal yang tadi karena avi tidak peduli hal tersebut.
Tampaklah gersy pergi menjumpai fahar dan setelahnya disudah menjumpai fahar yang lagi ada diruang debat dan gersy berkata.
"Fahar!."
Fahar berkata.
"Ada apa gersy?."
Gersy berkata.
"Kamu lihatlah!."
Gersy menunjukkan kaca tipis yang diruangan perpustakaan tersebut dan dia mengambil salah satu kaca tipis tersebut dan tampaklah fahar seketika terkejut karena fahar tidak percaya tentang hal tersebut dan fahar berkata.
"Kamu menemukan kaca ini dari mana?."
Gersy menjawab.
"Aku mengambil salah satu kaca ini dari rak buku yang biasa my lord masuk kesana."
Dan seketika fahar marah dong dan fahar berkata.
"Kamu bodoh ya!."
"Kenapa kamu membawak ini!."
"Apakah kamu tau kalau kamu membawak ini pastih!."
"Kamu akan mati."
Dan seketika gersy terdiam dan fahar berkata.
"Taruhlah lagi kaca itu ketempatnya."
"Kalau itu pecah."
"Maka kamu akan tau akibatnya."
Gersy menjawab.
"Ta-tapi aku takut kalau my lord kembalik kesana."
"Apalagi kalau ketahuan gimana?!."
Fahar menjawab.
"Aku bisa menemanimu menaruh itu."
"Tapi aku tidak bisa menolongmu kalau kamu ketahuan."
Tampak gersy sangat ketakutan dan gersy berkata.
"Be-begitu ya."
"Ternyata aku salah lagi ya."
Fahar berkata.
"Aku tidak tau my lord merencanakan sesuatu."
"Tapi kalau soal rahasia tentang my lord."
"Kita tidak bisa tau."
"Karena my lord sangat berhati-hati dan sangat tidak bisa ditebak sama sekali."
"Karena my lord sangat misterius."
Tampaklah avi melihat suatu bangunan dan berjalan lagi dan tampak seketika ada seorang ada yang ditunjang habis-habisan dijalan setapak sempit dan avi mendekati orang-orang yang menunjang anak itu dan orang-orang itu menyadarinya dan salah satunya berkata.
"Cih!."
"Kamu siapa orang misterius pakai jubah hitam?."
Avi menjawab.
"Kenapa kalian menunjang anak tersebut?."
Orang itu menjawab.
"Haaa!."
"Apakah itu urusanmukah?!."
Tampak avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika avi memukul mereka semua dan sampai-sampai terpental mengenai dinding dan tampak mereka semua kabur dan avi mendekati ana tersebut yang memakai jubah cokelat dan anak tersebut berkata.
"Ja-jangan mendekat!."
"A-aku mohon!."
"Ja-jangan menyakitiku!."
"Aku mohon!."
Tampak anak itu sangat ketakutan sampai-sampai menutup matanya dan avi jongkok didepannya dan avi mengelus kepalah anak tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampak anak itu melihat avi dan anak tersebut berkata.
"A-apa maksud anda?."
Avi tampak tersenyum jahat dan avi berkata.
"Jadi begitu ya,kamu menganggapku orang jahat."
"Padahal hanya menyelamatimu."
Dan anak itu terdiam saja dan seketika anak itu pun paham yang avi maksud dan anak tersebut berkata.
"Tidak,sa-saya mengira anda orang jahat seperti orang-orang itu tadi."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
__ADS_1
"Begitu ya."
"Akan tetapi kenapa kamu ada disini?."
"Kan sangat bahaya kalau anak-anak sepertimu ada didaerah ini?."
Dan avi tidak mengelusnya lagi dan tampak anak itu tampak sedih dan avi pun paham dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi apa yang terjadi dengan orang tuamu?."
Anak itu menjawab.
"Ibuku telah tewas dibunuh dan ayahku suka mabuk-mabukkan."
"Dan tewas diserang orang tidak dikenal."
Tampaklah avi tersenyum dan mengelus anak tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah anak itu tampak melihat avi terus dan anak itu berkata.
"Anda sebenarnya siapa?."
"Apakah anda orang jahatkah?."
"Biasanya orang-orang yang memakai jubah htam,merah,biru,putih,dan sebagainya orang-orang jahat."
"Apakah anda orang jahatkah?."
Avi tampak tersenyum dan avi berkata.
"Tidak,bukan."
"Aku hanya orang biasa saja."
Anak itu berkata.
"Orang biasa?."
Avi berkata.
"Iya,orang biasa saja."
Anak itu menjawab.
"Begitu ya."
Tampaklah anak itu sangat nyaman sekali dengan elusan kepalahnya dan menaruh tangan avi kepipihnya dan avi berkata didalam dirinya.
"Apakah aku boleh mengadopsinya?."
"Tapi diajaran agamaku kalau mengadopsi anak boleh."
"Tapi harus beragama yang sama."
"Tapi aku sangat kasihan dengan anak ini."
"Hmmm,gimana ya?."
Tampaklah seketika avi teringat sesuatu dan seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata didalam dirinya.
"Begitu ya."
"Aku sekarang sudah ingat sekarang."
"Kalau mengadopsi anak berbedah agama boleh."
"Tapi aku harus menepati syarat-syarat itu."
"Kalau mendopsi anak berbedah agama."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Ha,apakah kamu mempunyai saudarahkah?."
"Seperti kakek-nenek,paman-bibik,atau saudarah lainnya?."
Anak itu menggelengkan kepalahnya dan berkata.
"Tidak,saya tidak tau saudarah-saudarah saya."
"Karena ibu saya tidak pernah menceritakan saudarah-saudarah saya."
"Apalagi kakek dan nenek."
Tampak avi tersenyum melihat anak tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
Anak itu berkata.
"Iya."
Tampaklah anak itu tersenyum melihat avi dan avi berkata.
"Gimana kamu ikut denganku?."
Tampaklah anak itu terdiam dan anak itu berkata.
"Apakah anda yakin mau mengadopsi saya?."
Avi berkata.
"Iya,aku yakin."
Anak itu berkata.
"Iya."
"Ayah!."
Tampaklah anak itu tampak senang sekali dan avi tampak kebingungan dan avi berkata.
"Ayah?."
Anak itu menjawab.
"Iya,karena anda telah mengadopsi saya."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku sepenuh ayahmu."
"Jadi tidak usah memanggilku ayah."
Anak itu menjawab.
"Tidak!."
"Anda tetaplah ayahku!."
"Jadi anda adalah ayahku."
"Apakah ayah marahkah?."
Tampaklah avi kebingungan dan sudah pasrah dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi jangan berlebihan ya?."
Anak itu menjawab.
"Iya."
Avi berkata.
"Kamu perempuan ya?."
Anak itu menjawab.
"Iya."
Avi berkata.
"Siapa namamu sebenarnya?."
Anak itu menjawab.
"Namaku adalah sevi,ayah."
Tampak anak itu tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya,namamu sevi ya."
Anak itu berkata.
"Iya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Anak ini mempunyai mata berwarna biru muda dan rambut berwarna."
"Haaaa."
"Putih."
"Sama sepertiku."
"Haaa,kenapa jadi seperti begini sih?."
"Haaaa."
Avi berkata dengan mulutnya."
"Begitu ya,kamu cantik ya."
Anak itu menjawab.
"Iya,ayah."
"Akukan anak ayah."
Dan seketika avi kaget dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Hahahaha!."
Tampaklah avi ketawak kecil dan avi berkata didalam dirinya.
"Lebih baik aku sekarang harus merawat dan menjaga dia."
"Karena aku yang telah menjadi ayahnya."
__ADS_1