
Tampaklah disuatu pagi tampak avi sedang santai diruangannya kerja sambil meminum teh dan setelahnya avi menaruh cangkir tehnya dan avi berkata.
"Hei,serena!."
Serena menjawab.
"Ada apa,my lord?!."
Avi berkata.
"Ha,ingin tau pahlawan didunia ini ada berapa banyak?."
"Yah,karena aku ingin tau saja sih?."
"Hehehe!."
Serena menjawab.
"Pahlawan yang ada didunia ini ada sekitar seratus delapan."
"Dan sebuah pahlawan-pahlawan itu tersebut dibagi-bagi kenegara kerajaan."
"Untuk perlindungan negara dari raja kegelapan."
Avi berkata.
"Tapi kenapa terlalu banyak?."
"Kan raja kegelapan hanya tiga puluh tujuh saja!."
"Tapi kenapa pahlawan yang banyak dari pada raja kegelapan?."
Serena menjawab.
"Dulu raja kegelapan banyak terdiri dari salah satu ajudan raja kegelapan zaman dahulu."
"Yang mana raja kegelapan itu adalah bawahan dari raja kegelapan zaman dahulu."
"Karena menghilang!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Serena menjawab.
"Dulu raja kegelapan berjumlah dua ratus orang."
"Yang mana mereka adalah bawahan dan ajudan raja kegelapan zaman dahulu."
"Tapi banyak orang-orang mulai ketakutan pada zaman dahulu."
"Karena raja kegelapan membunuh semua manusia dan semua ras manusia."
"Tapi ada juga sebagian raja kegelapan yang pergi atau menghilang secara tidak jelas."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"Menghilang?."
Serena menjawab.
"Iya,itu benar!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi kenapa mereka sebagian menghilang ya?."
Serena menjawab.
"Dulu raja kegelapan yang tidak menghilang."
"Dan jusru banyak warga-warga kota dan desa tampak kesusahan untuk menggatasi raja kegelapan."
"Para manusia-manusia pada zaman dahulu sepakat untuk membangkitkan pahlawan."
"Akan tetapi jurus mangkin banyak orang-orang yang terbunuh karena menjadi pahlawan."
"Dan jusru tidak berhasil mengalahkan raja kegelapan karena tidak mampu untuk memenangkan peperangan."
"Pahlawan-pahlawan pada zaman itu tampak kecewa karena mereka tidak mampu menandingin raja kegelapan."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa pahlawan zaman dahulu kecewa?."
Serena menjawab.
"Karena tidak berhasi menandingin raja kegelapan dan apa lagi memenangkan peperangan tersebut."
"Pada zaman dahulu muncullah pedang legendaris yang muncul pada 99999 tahun sekali."
"Yang mana muncul pada bulan enam,tanggal enam,dan hari sabtu."
"Dan yang mana pedang ini tersebut sangat langkah."
"Apalagi pedang ini peringkat pertama dan pada urutan pertama."
"Tapi sayang sekali."
"Pedang ini harus menumbalkan nyawa sipengguna pedang tersebut."
"Yang mana pedang ini ada batasan pemakaiannya dan setelahnya menghilang entah kemana."
"Dan begitulah pahlawan yang pernah mencabut dan memakainya telah tewas ditempat dikastil raja kegelapan."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi siapa pahlawan yang mempunyai atau memakai pedang tersebut?."
Serena menjawab.
"Dia adalah salah satu pahlawan terbaik pada zaman itu."
"Dan masa sekarang juga."
"Dia mampu membunuh raja kegelapan dalam hitungan detik karena kekuatan pedang tersebut."
"Yang mana pedang itu dapat membunuh raja kegelapan dan para iblis dengan sangat mudah."
"Bagaikan bersin doang."
"Karena terlalu kuat."
"Pahlawan itu dapat julukan sang pemusnah raja kegelapan."
"Dan pada zaman dahulu pedang tersebut banyak orang yang mencari pedang tersebut."
"Karena kekuatan pedang tersebut dan iri dengan pahlawan tersebut."
"Banyak orang-orang yang mau menjebak pahlawan tersebut."
"Akan tetapi pahlawan tersebut masih selamat dari jebakan orang-orang tersebut."
"Dan pahlawan itu dapat julukan dari pedang tersebut dan dia diangkat menjadi pahlawan karena berhasil."
"Mencabut pedang tersebut."
"Akan tetapi dia tewas dikastil raja kegelapan dengan keadaan terjatuh dan begitu juga pedangnya menghilang."
"Dan banyak orang-orang yang mau mencari pedang tersebut."
"Karena kekuatan pedang tersebut."
"Banyak orang-orang yang tidak mau itu terjadi karena pedang itu menghilang."
"Akan tetapi pedang itu muncul ditempat yang berbedah dan dicabut oleh berbedah-bedah."
"Akan tetapi sayang sekali."
"Pedang itu kekuatannya tidak begitu kuat."
"Dari pada pahlawan yang pertama mencabutnya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Begitu ya."
"Tapi kalau aku melihat dan mendengarkan serena berbicara cerita."
"Bagaikan aku mencaritau tentang sejarah dari sebuah guru saja."
"Tapi dunia ini tersebut."
Serena berkata.
"Dan itulah cerita tentang sedikitnya pahlawan karena pahlawan yang mempunyai pedang tersebut."
"Membunuh raja kegelapan dengan sangat mudah."
"Dan membantai raja kegelapan sampai setengah."
"Dan setengahnya dibantai oleh pahlawan-pahlawan lain."
"Dan sekarang sudah menjadi tiga puluh tujuh orang raja kegelapan."
"Dan para raja kegelapan meminta berdamai."
"Dan begitu juga manusia dan mereka berdua pun sepakat hal tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Serena berkata.
"Pahlawan-pahlawan zaman dahulu mulai banyak yang sudah tiada karena faktor usia."
"Dan pahlawan-pahlawan sekarang itu dapat gelar karena mereka telah menuruti syarat tertentu."
"Dan itulah mereka bisa menjadi pahlawan walaupun menjadi pahlawan sangatlah langkah."
"Dan apalagi mereka harus sigap mengatasi peperangan dengan raja kegelapan."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi?."
"Hmmm!."
Tampaklah serena bingung karena avi tampak kebingungan dan serena berkata.
"Tapi apa my lord?!."
Avi menjawab.
"Tapi."
"Kenapa kamu tidak membantu pahlawan?."
Kaget dong serena karena perkataan avi dan serena berkata.
"Membantu pahlawan?."
"Apa maksudnya my lord?."
Avi menjawab.
"Apakah kamu tidak tau tentang pahlawan yang berperang dengan raja kegelapan beberapa minggu lalu?."
Kaget dong serena karena serena tidak mengetahuinya dan serena berkata.
"Ehg!."
"Perang?."
"Peranh antara pahlawan dan raja kegelapan?."
Avi menjawab.
"Iya."
"Mereka berperang pada minggu lalu."
"Tapi kenapa kamu dan dua orang temanmu tidak membantu mereka?."
"Kenapa kamu tidak membantunya?."
Kaget dong serena dan tampaklah serena panik dan bercampur rasa kebingungan karena perkataan avi dan avi berkata.
"Jadi kenapa kamu tidak membantu mereka?."
"Haaa?."
Tampaklah serena tampak panik dong karena tidak tau mau menjawab apa kepada avi dan serena berkata.
"Ehg!."
"Ta-tapi saya tidak mengetahuinya!."
"Begitu juga mila dan vema!."
"Dan karena itulah kami tidak mengetahuinya hal tersebut!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah serena masih panik dan serena menjawab.
"I-iya!."
Tampaklah setelahnya tampak avi berdiri disamping disebuah pohon dan melihat langit dan avi berkata.
"Lebih baik aku kesana sepertinya?!."
Tampaklah setelahnya avi mau masuk kekota tersebut dan setelahnya avi telah masuk kekota tersebut dan sambil makanan yang mirip lolipop tapi berbentuk bunga merah dan tampaklah avi berkeliling sambil memakan permen tersebut.
Tampaklah ada orang-orang lagi berdebat ditempat penghakiman karena suatu masalah seseorang dan tampaklah para pembelah seseorang dituduh tersangkah dan korban dan tampaklah pembelah sebelah kanan berjalan kedepan berhadapan hakim dan pembelah sebelah kanan berkata.
"Jadi yang salah ada orang itu."
"Karena dia dituduh mencuri."
"Padahal tidak sama sekali pun."
"Dia hanya menolong orang itu dari barang jatuh akan tetapi dia."
"Dituduh mencuri."
"Dan apalagi dia waktu itu dia sedang keadaan mabuk berat!."
Tampaklah sang korban tidak terima karena dia tidak mau dituduh menuduh tersangkah dan sebenarnya memang benar sang korban mabuk berat akan tetapi dimalah menuduh tersangkah padahal dia hampir tertimpa barang dari atas rumah.
Tampaklah sikorban tampak kesal dan marah besar tapi dia tahan dan pembelah(kiri)berkata.
"Itu tidaklah benar!."
"Karena dulunya tersangkah adalah seorang pencuri uang."
"Dan dulu dia mencuri empat puluh enam kali tanpa ketahuan."
"Seharusnya dia mencoba mencuri lagi."
"Seharusnya tersangkah yang salah."
Tampaklah tersangkah sudah pasrah dengan keadaan karena dia memang mencuri tapi dia mencoba tidak mencuri lagi dan pembelah kanan berkata dekat tersangkah.
"Tenang aja."
"Kamu pastih bebas kok."
"Tenang saja!."
Tampaklah tersangkah sudah mengetahui keadaan tersebut dia pun hanya menerimanya saja dan pembelah(kanan)berkata.
"Itu tidaklah seharusnya benar!."
__ADS_1
"Karena memang dulu dia seorang pencuri tapi memang dia tidak mau melakukannya lagi tersebut."
"Dan apakah sopankah kamu mengungkit-ungkit masa lalunya?."
"Gimana kamu mempunyai anak dan anakmu dituduh mencuri."
"Tapi pembelah sang korban mengungkit-ungkit masa lalunya."
"Apakah kamu tidak sakit hatikah?."
Dan seketika pembelah sebelah kirinya hanya terdiam sambil berkata.
"So-soal itu!."
Tampaklah sang korban tidak tahan akan marahnya tersebut dan sang korban berdiri sambil berkata.
"Kurang ajar!."
"Dia tetaplah dia!."
"Kalau tersangkah tetaplah tersangkah!."
"Kenapa mau melindungi tersangkah!."
"Padahal dia yang mau mencoba mencuri!."
Tampaklah berdebatan mangkin berisik dan tampaklah ada seorang laki-laki berjubah hitam yang lagi makan jagung meletus diorang-orang banyak yang lagi melihat sidang tersebut dan tampaklah pembelah kanan tersenyum dan pembelah(kanan)berkata.
"Begitu ya."
"Kalau tersangkah memang benar tidak bersalah gimana?!."
Tampaklah terkejut dong sang korban yang dikatakan pembelah kanan dan tampaklah mulai kesal dong sang korban dan sang korban berkata.
"Dia tetaplah dia!."
"Kenapa orang-orang dimau mencuri dibelah!."
"Seharusnya sang korbanlah yang dibelah!."
"Bukan tersangkah!."
Pembelah(kanan)berkata.
"Apakah itu benarkah?."
Tampaklah seketika terdiam tersangkah karena perkataan pembelah sebelah kanan dan pembelah(kanan)berkata.
"Berarti kamu ya yang menuduh dia."
"Untuk mencari perhatian orang-orang sekitar!."
"Kamu memang bangsawan."
"Tapi jangan seenak hati menuduh seseorang sebagai pencuri!."
"Apakah bangsawan-bangsawan tidak mempunyai hatikah?."
"Seingatku kalau seorang bangsawan harus mengutamakan dinas militer."
"Bukan menuduh seseorang mencuri padahal dia tidak tau yang sebenarnya!."
Tampaklah sang korban tampak terdiam tapi terlihat kesal dan sang korban berkata.
"Lebih baik dia dimasukkan kepenjara sekarang hakim!."
Tampaklah para hakim menganggukkan kepalahnya satu sama lain dan mencatat dikertas dan pembelah(kanan)berkata.
"Kalau begitu mana bukti tersangkah kalau orang ini bersalah?."
Tampaklah sang korban kaget dong karena dia tidak mempunyai satu pun bukti karena hanya perkataannya saja dan para hakim hanya terdiam dan tampaklah sang korban mangkin kesal terhadap pembelah sebelah kanan dan pembelah(kiri)berkata.
"Kalau begitu,kamu hanya omong kosong doang!."
Tampaklah pembelah sebelah kanan bingung dong karena perkataan pembelah sebelah kiri dan pembelah(kanan)berkata.
"Apa maksudmu tersebut?."
Tampaklah pembelah sebelah kiri merehkan pembelah sebelah kanan dan pembelah(kiri)menjawab.
"Eheh,kamu hanya berkata bodoh saja!."
Tampaklah pembelah sebelah kanan tau maksud tersebut dan pembelah(kanan)berkata.
"Begitu ya."
"Apakah kamu tidak kasiankah?!."
"Orang ini mempunyai anak yang masih kecil!."
"Apakah kamu tidak kasiankah!."
Pembelah(kiri)menjawab.
"Aku tidak perduli."
"Kalau orang itu mempunyai anak!."
"Karena aturan ya aturan yang harus ditepati!."
Tampaklah sang korban meresa dia sudah mau menang dan akan tetapi pembelah(kanan)berkata.
"Gak tau diri!."
"Apakah kamu seniat itukah demi uang?!."
Pembelah(kiri)berkata dengan rasa meremehkan.
"Eheh,aku tidak perduli akan hal tersebut!."
Pembelah(kanan)berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kamu hanya berkata kosong doang saja."
Marah dong pembelah sebelah kiri dan pembelah(kiri)berkata.
"Apa kamu bilang!."
"Seharusnya kamu itu!."
"Tidak tau diri!."
Tampaklah pembelah sebelah kanan hanya tersenyum dan pembelah(kanan)berkata.
"Yqh,begitu ya."
"Tapi kamu hanya berkata kosong doang."
"Karena dari tadi kamu hanya berkata yang berulang-ualang kali!."
Kaget dong pembelah sebelah kiri dan seketika marah dan pembelah(kiri)berkata.
"Apa katamu!."
Tampaklah mereka mulai berdebat dan seketika ada yang ketawak jahat dan sambil menupuk tangan dan orang itu memakai jubah hitam dan memakai masker hitam dan ternyata orang berjubah hitam adalah avi yang memakai jubah dan ternyata avi tidak sengaja melihat keberdebatan dan banyak orang-orang datang dan avi berkata.
"Apakah ini yang kalian maksudkah?."
Dan seketika muncullah sebuah rekaman diatas dinding dibelakang para hakim itu tersebut dan tampaklah seketika kaget sang korban karena video diputar adalah video asli kejadian dan tampaklah pembelah sebelah kanan hanya tersenyum akan tetapi sebaliknya pembelah sebelah kiri tampak malu dan ketakutan.
Tampaklah seketika sang korban kesal sekali dan berdiri sambil menujuk jari telunjuknya kearah avi dan sambil berkata.
"Si-siapa dirimu sebenarnya?!."
Avi menjawab.
"Aku hanya orang biasa saja."
Tampaklah sang korban tidak percaya dengan perkataan avi dan sang korban berkata.
"Mana ada orang biasa seperti dirimu!."
Tampakla avi berjalan menujuk hakin yang ada ditengah dan setelahnya avi berhenti berjalan dan melempar sebuah kertas menggunakan kedua jarinya dan seketika hakim tengah tersebut mengambilnya menggunakan jarinya.
Tampaklah hakim tengah terkejut dan kaget yang ada diisi surat tersebut dan ternyata isi itu adalah nama negara menyuruh avi tapi itu hanya bohong dan detail kejadian yang sebenarnya.
Tampaklah avi berbalikkan badannya dan berjalan menujuk kearah kursi orang-orang yang duduk dan setelahnya avi berpindah tempat bersamaan hilangnya rekaman diatas dinding belakang para hakim dan hakim pun paham yang dimaksud surat ini dan hakim berkata.
"Ta-tangkap orang tersebut!."
"Dia tersangkah sebenarnya!."
"Ta-tapikan?!."
Hakim tengah berkata.
"Gak ada tapi-tapian!."
"Tangkap orang tersebut segera!."
Tampaklah pembelah sebelah kanan hanya tersenyum saja dan tersangkah terlihat senang karena dia bebas dari jeratan tuduhan dan tampaklah avi yang mulai menjauh dari tempat penghakiman dan avi berkata didalam dirinya.
"Hukum dan hakim disini sangat buruk ya."
"Tidak seperti dibumi."
"Tapi ini seperti hukum dan hakim seperti zaman kerajaan dibumi."
Dan tampaklah avi mulai menjauh dari tempat tersebut dan setelahnya tampaklah terlihat avi berdiri disamping pohon disebuah bukit dan tampaklah avi melihat langit dan avi berkata.
"Aku harus cari tau tentang semua pahlawan yang ada didunia ini."
Tampaklah avi hanya tersenyum dan tampaklah avi banyak bepergian kenegara lain dan semua kota-kota yang ada didunia itu kecuali kota avi tinggali tersebut dan tampaklah avi banyak berkunjung kenegara lain sambil menyamar menggunakan batu penyamar.
Tampaklah avi banyak melihat,berbicara dengan mereka,mencatat mereka lakukan atau identitas mereka semua,tampaklah avi mencatat semua yang ada disebuah kertas yang jepit menggunakan besi penjepit kertas dan tampaklah avi mencatatnya dengan detail.
Tampaklah avi yang sedang memasuki sebuah kota dan lagi menyamar jadi kakek tua berambut hitam dan setelahnya avi mulai berkeliling kota tersebut dan tampaklah seketika avi melihat seseorang wanita yang lagi bermohon sambil berlutut didepan sebuah seseorang laki-laki.
Tampaklah wanita tersebut memohon sambil menangis dan dia menangis didepan rumahnya dan wanita itu berkata.
"Kumohon jangan!."
Laki-laki tersebut berkata.
"Eheh,tidak bisa lagi."
"Ini adalah keputusan dari hakim!."
Wanita tersebut berkata.
"Jadi kumohon."
"Lepasi kakek tersebut
Laki-laki tersebut berkata.
"Tidak,akan!."
Dan tampaklah laki-laki tersebut pergi dan tampaklah wanita tersebut tampak sangat bersedih sekali dan avi berjalan menujuk wanita tersebut dan tampaklah setelahnya avi sudah dekat dengannya dan tampaklah avi mengarahkan tangannya kepada wanita tersebut bagaikan seperti membantu dan avi berkata.
"Apakah kamu baik-baik sajakah wanita muda?."
Kaget dong wanita itu karena dari tadi dia menundukkan kepalahnya karena bersedih dan saat melihat orang tersebut tampak dia kaget karena seorang kakek-kakek tua dan sebenarnya kakek-kakek tua itu adalah avi yang lagi nyamar dan avi berkata.
"Apakah kamu baik-baik sajakah nona muda?."
Tampaklah wanita tersebut tampak kebingungan karena hal tersebut dan wanita tersebut langsung paham dan wanita tersebut berkata.
"Iya,aku baik-baik saja kakek!."
Avi berkata.
"Begitu ya!."
Tampaklah wanita itu memegang tangan avi untuk membantu wanita tersebut berdiri dan setelahnya wanita itu berdiri dan avi berkata.
"Kamu kenapa menangis begitu?."
Avi sebenarnya sudah tau tapi avi berpura-pura tidak tau apa-apa dan wanita tersebut berkata.
"Tidak apa-apa,kakek!."
Avi pun langsung paham dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku tadi tidak salah ada seseorang laki-laki didepanmu."
"Dan kamu meminta mohon."
Dan wanita itu hanya terdiam saja dan seketika menangis dan avi pun paham hal tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan avi mengusap air mata wanita tersebut sambil berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kamu tidak boleh nangis lagi."
"Karena itu adalah ujian dari tuhan."
Dan seketika wanita merasa sudah senang dan sudah aman dan wanita itu berkata sambil mengusap air matanya sendiri.
"Begitu ya,kakek."
"Terima kasih banyak kakek telah menenangi saya."
Avi menjawab.
"Iya,sama-sama nona muda."
"Kalau begitu aku pamit pergi ya."
Dan avi pun seketika berjalan yang dia tuju akan tetapi wanita itu berkata.
"Tolong berhenti kakek!."
Avi pun berhenti berjalan dan membalikkan badannya dan avi berkata.
"Ada apa masalah apa nona muda?."
Wanita berkata.
"Apakah kakek bisa menjadi pembelah saya?."
Kaget dong avi karena avi belum tau gimana menjadi pengacara karena avi masih belum paham dengan gimana cara menjadi pengacara yang bagus dan terbaik.
Tampaklah avi tampak gelisah hal tersebut dan tampaklah wanita itu masih menungguh jawabannya avi dan wanita itu berkata.
"Apakah kakek bersediakah?."
Dan avi berkata.
"Baik,aku terima!."
Tampaklah wanita tersebut sangat senang sekali akan tetapi sebaliknya tampaklah avi sudah pasrah karena tidak tau lagi yang avi lakukan lagi dan wanita itu mendekati avi dan memegang tangan kanan avi dan menjabat tangan avi dan sambil berkata.
"Mohon kerja samanya kakek!."
Avi menjawab.
"Iya,mohon kerja samanya."
Tampaklah avi berjalan-jalan dinegara lain karena mencaritau semua pahlawan dinegara itu dan tampak wanita yang bekerja sama dengan avi sedang mengumpul kertas-kertas yang bisa menjadi barang bukti dan penghakiman
Yang akan diadakan tiga hari lagi dan seharusnya empat hari tapi karena ini sudah lewat pada hari avi menjabat tangan wanita tersebut dan menjadi tiga hari saja.
Tampaklah avi yang sedang berkeliling kota tersebut akan tetapi avi berhenti berjalan seketika karena tampak avi seseorang wanita berambut kuning dan mata berwarna biru muda.
Tampak wanita tampak kesal dengan suatu surat akan tetapi dia merobek surat tersebut dipinggir jalan dan habis itu menginjak-injak surat tersebut sambil berkata.
"Awas saja aku akan membunuhmu!."
"Aku benci dirimu."
"Raja kegelapan!!!."
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup lagi!!!."
Tampaklah avi hanya tersenyum saja melihat wanita tersebut dan tampaklah setelahnya avi berjalan mendekati wanita tersebut dan setelahnya avi berkata.
"Wahai nona muda!."
"Kamu kenapa begitu marah sekali?!."
Tampaklah kaget wanita tersebut karena ada kakek-kakek tua yang berbicara dihadapannya dan wanita itu berkata.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kakek."
Avi berkata.
"Apakah itu benarkah?."
Tampaklah wanita tampak kebingungan karena tidak tau menjawab apa dan avi berkata.
"Kenapa kamu begitu marah sekali?."
"Apakah kamu terjadi hal sesuatukah?."
Wanita itu menjawab.
"Soal itu!."
Avi berkata.
"Ada apa nona muda?."
Wanita itu menjawab.
"Sebenarnya raja kegelapan zaman dulu telah bangkit."
Tampaklah avi hanya tersenyum saja dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kenapa kamu begitu marah sekali nona muda?."
"Tentang raja kegelapan zaman dahulu telah bangkit?."
Tampaklah wanita itu terdiam saja dan wanita itu berkata.
"Aku sangat membencinya sekali!."
Avi menjawab.
"Begitu ya,kamu membenci raja kegelapan ya."
"Tapi kenapa?."
Wanita itu berkata.
"Aku tidak suka raja kegelapan zaman dahulu hanya memperdulikan kekuasaan saja."
"Dan membunuh para manusia tidak bedosa."
"Aku dari kecil suka membaca tentang raja kegelapan zaman dahulu yaitu raja kegelapan null."
"Yang mana raja kegelapan ini suka kali berperang dan menghancurkan beberapa desa dan kota."
"Dan saat itulah aku tidak suka dengan raja kegelapan null yang kejam tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Oh-oh-oh,kamu memang anak muda yang suka membela negara ya."
Wanita itu berkata.
"Iya,aku sangat suka membela negara."
"Dari raja kegelapan."
"Kalau saja aku ada dihadapannya!."
"Aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku tersebut."
Tampaklah avi hanya tersenyum doang saja dan avi berkata.
"Wahai nona muda!."
"Apakah kamu benar-benar mau membunuh raja kegelapan tersebut?."
Tampaklah wanita itu tampak kebingungan karena perkataan avi dan wanita itu berkata.
"I-iya,begitu!."
Avi berkata.
"Apakah kamu tidak taukah kalau kamu membunuh raja kegelapan akan mengakibatkan bencana yang baru."
"Dan apalagi membunuh raja kegelapan null tersebut."
"Bencana yang akan datang adalah."
"Manusia akan saling berperang untuk merebut wilayah kekuasaan."
"Raja kegelapan sebenarnya sudah mengetahui kalau dirinya tidak ada maka."
"Terjadi masalah yang baru akan datang."
"Sebenarnya raja kegelapan melakukan hal kebaikan."
"Walaupun seperti seorang penjahat."
"Kita tidaklah tau seorang penjahat apakah dia baik atau jahat sebenarnya."
"Kalau raja kegelapan baik."
"Dia akan mengatur semua yang ada didunia ini untuk memperoleh kedamaian.
"Walaupun pakai cara berperang."
"Ingat sejahat-jahatnya penjahat kita tidak tau isi hatinya."
"Karena seseorang tidak akan pernah bisa membaca isi hati."
"Kecuali tuhan."
"Karena tuhanlah yang menutup isi hati seseorang."
"Karena seseorang yang membaca isi hati seseorang."
"Dia akan selalu mempermalukan orang yang dipermalukannya."
"Dan karena itu tuhan menutup isi hati seseorang karena dia mencintai makhluk hidup."
"Baik dia seorang penjahat atau seseorang yang miskin."
Dan avi tampak tersenyum dan berbalikkan badannya dan berjalan yang avi tuju dan tampaklah avi mulai menjauh akan tetapi wanita itu tampak kebingungan karena tidak mengetahui siapa kakek tua tersebut dan yang mana kakek tua itu adalah avi yang menyamar kakek tua berambut putih dan wanita itu berkata didalam dirinya.
"Siapa sebenarnya kakek tua tersebut?!."
Tampaklah sudah dua hari berlalu dan tampaklah avi dan wanita yang pernah bersepakatan untuk membantu membebaskan kakeknya tersebut.
Tampaklah avi dan wanita itu memikirkan hal tentang permasalahan kakek wanita tersebut dan ada disebuah ruangan dan sebenarnya avi sudah mengetahui kalau kakek wanita tersebut yang salah yang mana kakek wanita tersebut yang mencuri uang salah satu bangsawan gemuk dan wanita itu berkata.
"Gimana ya?."
"Membebaskankan kakek ya?."
"Hmmm?."
Tampaklah wanita tersebut sangat kebingungan akan tetapi avi seketika tersenyum jahat dan wanita itu berkata.
"Hmm,gimana ya?."
Avi berkata.
"Wahai nona muda."
Tampaklah wanita itu melihat avi seketika dan avi berkata.
"Aku ingin tanyak sesuatu?."
Wanita itu menjawab.
"Tanyak apa?."
Avi berkata.
"Aku ingin tanyak."
"Gimana jadinya kalau orang tersayangmu memang benar-benar bersalah."
"Dan gimana perilakuan terhadap orangmu tersayang?."
Tampaklah wanita itu kebingungan karena perkataan avi dan wanita itu menjawab.
"Ahg!heee!!!."
"Soal itu?."
"Ehem!."
"Mungkin aku terima dengan sabar saja."
"Menerima yang terjadi."
"Kalau aku memperlakuan tetap seperti biasa."
"Yaitu memperlakukan seperti srorang keluarga."
"Walaupun orang tersanyangku yang salah."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu!."
Avi berbalikkan badannya dan berjalan menujuk keluar ruangan sambil berkata.
"Gaskan saja!!."
Kaget dong wanita itu karena perkataan avi dan wanita itu berkata.
"Be-berhenti sebentar!!!."
Avi pun berhenti dan berbalikkan badannya dan berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"A-apa yang kakek katakan tadi?!."
Avi menjawab.
"Yah,karena perkataanku adalah."
"Karena kakekmu memang benar-benar bersalah."
Kaget dong wanita itu dan terdiam seketika dan avi pun menyadarinya dan avi berkata.
" ada apa?."
Tampaklah avi hanya tersenyum saja dan avi berbalikkan badannya dan avi berkata sambil tersenyum.
"Begitu ya."
"Tapi itu memanglah benar."
Tampaklah wanita itu melihat kearah avi dan avi berkata.
"Aku sudah banyak mencaritau tentang kejadian kakekmu menjadi tersangkah."
"Kalau dirimu masih tidak percaya ya tidak apa-apa."
Tampaklah wanita tersebut tampak sedih karena perkataan avi dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Ta-tapi pastih kakekt dituduh mencuri."
"A-aku tidak akan membiarkan kakek dituduh mencuri."
Tampaklah avi hanya tersenyum saja dan avi berkata.
"Itu tidak akan bisa terjadi."
"Kalau itu kehendak tuhan."
Tampaklah kaget wanita itu dan mangkin bersedih dan avi berkata.
"Itu terserah dirim
"Aku tau kamu pastih berpikir aku dibayar untuk membohongimu karena seseorang?."
"Tidak dibayar oleh seseorang kecuali dirimu."
"Aku mengatakan sebenarnya saja."
"Kalau dirimu tidak percaya,tidak apa-apa."
"Karena setiap seseorang akan berbedah-bedah pendapat."
Tampaklah wanita itu mangkin bersedih dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Yah,aku tidak tau juga."
"Kalau tuhan menhendaki kakekmu terlepas dari tuduhan."
Wanita itu menjawab.
"I-iya,be-begitu ya."
Tampaklah kebesokan harinya avi mulai berdebat dengan para hakim tentang tersangkah yang mana tersangkah adalah kakek wanita itu dan tampak avi banyak berdebat dan sampai-sampai marah dan tersenyum saja.
Dan tampaklah setelahnya kakeknya menjadi tersangkah pencurian dan dipenjara empat tahun dan sebenarnya harus lima tahun akan tetapi sang korban tampak kasian dan sang korban membayar sang hakim dan menjadi empat tahun.
Tampaklah mereka berdua mulai menjauh dari bangunan penghakiman dan tampaklah wanita itu tampak sedih sekali karena memang benar kalau sang kakeknya bersalah dan wanita itu berhenti berjalan dan wanita itu berkata.
"A-anu?!."
Avi pun berhenti berjalan dan membalikkan badannya dan avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu menjawab.
"Terima kasih banyak kakek telah menolongku."
"Walaupun memang benar kakekku yang salah."
"Aku benar-benar minta maaf kalau waktu itu aku tidak mempercayaimu tersebut."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
"Tida apa-apa kok."
Tampak wanita itu tersenyum melihat avi dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Kalau begitu,aku pamit pergi dulu ya."
Wanita itu berkata.
"Iya,kakek."
Avi pun berbalikkan badannya dan berjalan dan tampaklah avi mulai menjauh dari wanita tersebut akan tetapi avi berubah seketika menjadi dirinya yang tubuh manusia karena dia menghilangkan serbuk penyamar dan seketika wanita itu kaget dong karena seorang kakek-kakek berubah menjadi seorang anak muda berambut putih.
Sebelumnya bajunya warna hijau dan sedikit sobek dan berubah menjadi jubah hitam dan tampaklah avi langsung menutup kepalahnya dengan penutup kepalah jubah dan tampaklah wanita itu sangat terkejut sekali karena berubah menjadi seorang anak muda dan wanita itu berkata didalam dirinya.
"Siapa sebenarnya orang tersebut?."
Tampaklah wanita itu tampak senang dan tersenyum melihat avi dari kejauhan dan wanita itu berkata didalam dirinya.
"Sebenarny kamu siap sebenarnya?."
"Dan mau apa kamu membantuku?."
"Tampak wanita itu tersenyum lagi dan wanita itu berkata didalam dirinya.
"Aku akan mencaritau tentang dirimu sebenarnya!."
"Tungguh saja nanti!."
__ADS_1
Tampaklah wanita itu masih melihat avi kejauhan dan tampak avi mulai menjauh dan wanita itu tersenyum lagi dan wanita itu berkata didalam dirinya.
"Kita akan bertemu lagi nanti."