Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Mulainya perang.chapter 41


__ADS_3

Tampak segumpal asap jatuh ke Kota Avi, membuat warga heran dan bingung. Mereka berusaha untuk menghindar dan berlari ketika asap itu meledak dan merusak rumah-rumah serta melukai penduduk. Avi menjadi kaget saat Fahar memberitahukan tentang serangan itu dan mempertimbangkan situasinya.


Fahar menemukan sebuah surat di tempat ledakan dan menyerahkan kepada Avi. Avi terkejut membaca isi surat yang bermaksud menantangnya dan mengancam akan menyerang negaranya dan memperbudak makhluk kuat disana. Avi merasa bahwa ini hanyalah provokasi dan memutuskan untuk menunggu beberapa hari sambil memperhatikan situasi sebelum bertindak lebih lanjut.


Di saat yang sama, Laura datang untuk memperlihatkan pakaiannya yang baru kepada Avi dengan gugup. Avi memberi pujian atas penampilannya sambil memberikan sebuah pita rambut untuk melengkapi penampilannya. Tiba-tiba, Serena, Vema, dan Mila masuk ke ruangan untuk bertanya tentang rencana perang. Vema tidak senang dengan berita itu dan terlihat sedih karena takut kehilangan Avi.


Vema menyebutkan nama Sang Kekaiti yang ia takuti, karena seseorang yang kejam dan kuat. Namun, Avi memastikan bahwa ia akan kembali dan menenangkan Vema yang sedang menangis.


"Tetaplah fokus dan jangan takut!."


"Kita bisa melawan mereka dengan semangat dan keberanian!."


"Tunjukkan kekuatan kita dan jangan pernah menyerah!."

__ADS_1


Tampaklah pasukan Avi mulai melawan para musuh dengan penuh semangat dan keberanian. Mereka saling membantu satu sama lain dan berhasil mengalahkan para musuh. Setelah perang berakhir, Avi dan pasukannya menang dan berhasil mempertahankan kota mereka dengan kukuh. Tampaklah Avi dan para prajuritnya merayakan kemenangan mereka dengan gembira.


Dalam hatinya, Avi merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kekuatan dan perlindungan pada dirinya dan pasukannya selama berperang. Terlepas dari semua tantangan dan perjuangan, mereka berhasil meraih kemenangan dan membuktikan bahwa keberanian dan semangat pantang menyerah akan selalu membawa hasil yang baik.


"Serang!!!"


Seketika Avi dan yang lainnya bergerak, sambil naik kuda. "Ini sama seperti perang dalam Islam," kata Avi dalam hatinya. "Yaitu perang Uhud."


"Tapi ini berbeda dengan perang dalam cerita perang Islam," tambahnya.


Tiba-tiba, Avi terkejut ketika bom-bom jatuh dari langit setelah ia menyuruh pesawat tempur untuk meluncurkan serangan. Para musuh tersebut tidak mampu menandingi kekuatan Avi, sehingga mereka terpaksa melarikan diri.


Semua berlari-lari untuk mengejar mereka dan mereka sampai di sebuah desa di perbatasan negara Avi. Para warga desa ketakutan dan berlarian karena para musuh kabur. Sayangnya, desa tersebut hancur sebagai akibat peperangan yang terjadi.

__ADS_1


Avi melihat seorang wanita terluka yang sedang berlari. Dia jatuh karena batu yang berada di depannya. Wanita itu sudah pasrah karena musuh akan membunuhnya, tetapi Avi membantunya dan membunuh musuh tersebut.


Wanita itu duduk di samping Avi di kastil bersama pelayan dan bawahannya yang berlutut di hadapannya. Wanita itu terbengong-bengong melihat Avi, karena ia menggunakan jubah hitam dan penutup wajah. Avi berkata, "Kamu baik-baik saja?"


Wanita itu menjawab, "Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih banyak karena telah menolongku."


Avi berkata, "Sama-sama. Kalau begitu, aku harus pergi sekarang."


Wanita itu berkata, "Iya."


Saat Avi pergi, ia masih bingung dengan sikap wanita tersebut. "Mengapa wanita itu terbengong-bengong padaku?" tanyanya dalam hati.


Setelah berhasil membunuh semua musuh, Avi dan orang-orang yang bersamanya beristirahat di bawah tenda di tengah hujan. Serena datang membawa kue dan minuman untuk Avi, tetapi dia tidak menemukannya. Dia keluar tenda dan menemukan Avi sedang beribadah di tengah hutan.

__ADS_1


Setelah selesai, Avi dan yang lainnya pulang ke kota Avi tinggal dan disambut dengan senang oleh penduduk kota tersebut. Avi tersenyum dan berkata, "Begitu ya."


__ADS_2