
Tampaklah orang-orang berjubah hitam sedang berkumpul disebuah ruangan dan mereka merupakan orang-orang yang mengadu domba avi dan kekaiti dan tampaklah mereka begitu kesal sekali karena rencana mereka gagal total semuanya dan salah satu dari mereka berkata.
"Kurang ajar!."
"Berani-beraninya ada seseorang yang berani merusak rencana kita semua!."
"Awas saja kalau aku berjumpahnya!."
"Aku akan membunuhnya dan merobel-robeknya terus-menerus!."
Salah satu dari mereka berkata.
"Ehem."
"Kayaknya seseorang ini tau deh."
"Tentang rencana kita lakukan ini tersebut."
"Karena raja negara ex tizio mengaja berdamai sama kekaiti."
"Seolah ada seseorang yang mengetahui kita sejak awal."
"Karena kekaiti tetap biasa saja."
"Tidak ada perlawanan sama sekali."
"Dan hari-hari dua kota tersebut tetap berdamai saja."
"Kayaknya dari salah kita pastih menghianati kita semua."
"Dan memberitau rencana kita keraja ex tizio secara sembunyik-sembunyik."
"Kayaknya dari kita ada yang menjadi pemberi pesan dari salah mereka berdua."
"Jadi siapakah yang menjadi penghianat disini?."
"Haha?."
"Ngaku saja deh."
"Sebelum terjadi masalah yang cukup besar loh yang terjadi kepada kalian semua?."
Tampaklah orang-orang berjubah disitu terdiam semua karena mereka tidak mau dituduh penghianat dikelompok tersebut itu dan tampaklah avi ada disebuah dapur dan tampak avi mau bersiap memakan-makanan didepannya ada dimejanya dan seketika avi teringat sesuatu dan avi mengambil sebuah nasi ada didalam disebuah bakul dan avi mengambil nasi tersebut itu dan avi sudah mengambil nasi tersebut dengan secukupnya dan avi berkata.
"Baik!."
"Waktunya aku makan ya."
"Kalau mau makan harus ada nasi dulu karena tidak akan kenyang sekali pun."
"Baik,waktunya makan."
Tampaklah avi membaca doa dan avi bersiap mau memakan makanan tersebut itu akan tetapi para bawahan avi berdatangan disitu dengan suara berisik sekali dan avi tidak jadi makan dan diam saja dan tampaklah para bawahan avi mengambil makanan dengan cara biadap sekali dan tampak porsi makan mereka begitu banyak sekali dan tampaklah mereka mengambil nasi hanya sepotong kecil nasi saja.
Tampaklah avi sudah mengetahuinya dan tampak avi sudah pasrah saja tapi avi tidak peduli hal tersebut itu dan avi mulai makan-makanan tersebut itu dan tampaklah avi yang sudah ada ditempat kerjanya dan avi berkata.
"Kenyangnya."
"Hmmmm?."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya akan ada masalah baru lagi ya?."
"Haaaaaaaaa."
"Kayaknya ada sebuah masalah baru ya?."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya masih tetap ada masalah baru lainnya ya?."
"Haaaaaaaaaa."
"Padahal aku sudah menjauh dan menyelesaikan suatu masalah dengan cepat."
"Aku tidak ada sesuatu yang aku tidak suka dengan suatu masalah karena mendalami masalah tersebut itu."
"Seolah itu adalah even atau hal lainnya."
"Haaaaaaaaaaa."
"Tapi biasanya itu ada dikomik atau novel saja sih."
"Haaaaaaaaaaaa."
Seketika avi menyadari kalau ada seseorang datang kesitu dan benar sekali laura,vilsy,freci dan wanita berambut putih membuka pintu ruang kerja avi dan mereka berempat berjalan masuk kedalam dan tampak mereka berjalan menujuk avi yang sedang duduk dikursinya dan tampaklah mereka berempat didepan avi dan tampaklah laura dan wanita itu berjalan keavi dan duduk dikaki avi dan memeluk avi dan tampaklah avi yang sudah tau hal tersebut dan sudah pasrah saja tentang hal tersebut itu.
Tampaklah freci dan vilsy cemburu dong dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ehg?!."
"H-ha,laura,azura ada apa?."
"Kenapa kalian memelukku ya?."
Dan nama sebenarnya nama wanita berambut putih itu adalah azura dan sebenarnya dia adalah wanita pada waktu itu yang mana pada avi merusuh kekaiti dengan sendirian yang mana dia adalah pengantin waktu itu yang avi aja bicara dan azura berkata.
"Avi jahat."
"Kenapa dirimu tidak mau dipeluk sih?."
"Padahal aku sudah menjadi istrimu?."
Tampaklah azura cemberut dan avi menyadarinya dan avi langsung sudah mangkin pasrah saja dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Ha,soal itu."
"Ehem."
"Karena memeluk dengan keadaan begini aku tidak enak dipeluk."
"Jadi bisakah kalian melepasikukah?."
Mereka berdua berkata.
"Tidak!."
"Kami tidak akan melepasihmu begitu saja."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah avi mangkin pasrah saja dan avi berkata didalam dirinya.
"Kenapa setiap wanita yang aku menikahi menjadi begini!!!!!!."
"Padahal biasanya tidak seperti ini wanita umumnya!!!!!!."
"Kenapa!!!!!!!."
"Haaaaaaaaaa."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.
"Ha,vilsy."
Vilsy berkata.
"Ada apa avi?."
Avi berkata.
"Ada yang sesuatu mau aku kasih kedirimu."
Vilsy berkata.
"Ha,sesuatu?."
"Kediriku?."
Tampaklah vilsy kebingungan sekali dan tampaklah avi mengambil sesuatu dari saku celananya dan avi menaruhnya kemeja dan terkejut dong semua orang dan avi berkata.
"Ini adalah sebuah senjata."
"Aku mau mengasihkanmu ini tersebut."
"Karena aku tidak tau untuk apa gunanya aku membuatnya."
"Yah,pada akhirnya tidak dipakai juga."
Vilsy berkata.
"Iya,begitu ya avi."
Tampaklah vilsy tersenyum senang sekali dan tampaklah laura,freci,azura langsung menatap tajam vilsy karena mereka cemburu terhadap vilsy yang mendapatkan suatu senjata dari avi karena mereka bertiga tidak pernah dikasih senjata dari avi dan vilsy berkata.
"Terima kasih banyak avi dengan senjata ini."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama kok."
Vilsy mengambil senjata itu dan sejata itu adalah bumerang yang dibuat avi waktu itu dan vilsy berkata.
"Jadi gimana cara guna senjata ini avi?."
Avi berkata.
"Apanya?."
Vilsy berkata.
"Cara senjata guna senjata ini untuk bertarung?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu."
"Kayaknya sepertinya sekarang bisa kok."
Vilsy berkata.
"Begitu ya,avi."
Tampaklah vilsy tersenyum senang dan tampaklah mereka bertiga mangkin cemburu dong dan avi menyadarinya dong dan tampaklah avi,vilsy,laura,azura,freci berdiri pada ada dihutan dan avi berkata.
"Baiklah."
"Lihatlah secara kesuluruhannya pada guna senjata ini tersebut."
Tampaklah avi bersiap-siap melempar senjata itu dan avi melempar senjata itu tersebut dan seketika pohon-pohon dihutan tersebut terpotong semua karena kecepatan dari bumerang tersebut dan tampaklah mereka berempat terkejut dong yang mereka lihat tersebut dan azura berkata didalam dirinya.
"Hebat sekali."
Avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Kayaknya senjata ini sangat mematikan sekali ya."
"Ini kecepatan dari senjata ini adalah satu persen dari kecepatanku keseluruhannya."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Kenapa senjata sekali pun aku buat begitu tidak masuk akal sekali!!!!!!!."
Vilsy berkata.
"Senjata avi buat sangat hebat sekali."
"Memang pantas sekali avi begitu hebat sekali ya."
"Avi sangat begitu hebat sekali ya."
Freci berkata didalam dirinya.
"Memang benar kalau my lord avi sangat begitu hebat sekali!."
Tampaklah bumerang tersebut balik ketangan avi semula dan avi berkata.
"Baiklah."
"Kalian sudah telah mengetahui cara guna senjata ini untu bertarung."
"Dan gunanya apa."
Avi berkata didalam dirinya.
"Pada awalnya bumerang ini sangat menakutkan sekali untuk bertarung ya."
"Jadi jangan saja kalau jatuh ketangan yang salah."
"Apalagi orang tidak ada pikiran kalau melemparnya saja sudah begitu mengerikan saja."
Seketika mereka berempat tersenyum dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian tersenyum begitu?."
Mereka berkata.
"Itu sangat keren sekali avi!."
Avi terdiam dong dan kebingungan sekali dengan mereka katakan tersebut itu dan avi berkata.
"Be-begitu ya."
__ADS_1
Tampaklah avi tersenyum dan tampaklah mereka begitu senang sekali sambil melihat bumerang ditangan vilsy dan tampaklah avi ada disuatu ruangan kosong kecuali meja dan kursi yang avi duduki tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Mau gapain ya sekarang?."
"Disini tidak ada yang menarik sekali."
"Karena disini kosong saja."
"Tidak ada suatu barangpun disini kecuali meja dan kursi ini saja."
"Haaaaaaaaaa."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.
"Oh iya!."
"Main itu sajalah!."
Tampaklah avi mengeluarkan sesuatu dari skills ruang hitamnya yaitu berupa sebuah catur dan avi menaruh catur tersebut kemeja dan avi berkata.
"Baiklah!."
"Aku main ini sajalah."
"Karena aku sangat begitu suka sekali memainkan ini."
"Yah,walaupun aku tidak mengerti sekali cara main catur ini tersebut."
"Haaaaaaaaaa."
"Baiklah,waktunya bermain!."
Tampaklah avi mulai memainkan catur tersebut dan tampaklah setiap kali avi menaruh satu catur maka ruangan sekelompok orang-orang berjubah yang mengadu domba avi dan tampak mereka diserang habis-habisan oleh sihir terus-menerus tanpa berhenti sekali pun kecuali avi berhenti bermain maka serangan tersebut berhenti.
Tampaklah avi bermain begitu serius sekali dan setiap kali caturnya dilangkahkan satu persatu maka serangan tersebut terus-menerus ada pada orang-orang berjubah tersebut itu dan tampaklah seketika tampak ada seseorang terbangun dari tidurnya disebuah tempat yang begitu gelap sekali dan tampaklah dia tersenyum jahat karena dia sudah tau siapa yang membangunkannya tersebut.
Tampaklah avi menatuh caturnya terakhir dan avi pun menang melawan dirinya sendiri dan berakhir juga serangan tersebut bagi orang-orang berjubah tersebut itu dan avi berkata.
"Ha,akhirnya selesai juga melawan diriku sendiri."
"Walaupun terlihat gila sih."
"Melawan diriku sendiri."
"Haaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi menyadari sesuatu kekuatan yang menghancurkan sebuah kota miliknya dan avi seketika berpindah tempat dan tampaklah ada seseorang berjubah hitam yang lagi terbang sambil melihat pemandangan kota yang telah hancur yang dibuatnya.
Tampaklah orang itu tersenyum jahat begitu senang sekali dan seseorang itu berkata.
"Menarik sekali ya."
"Kayaknya pada dunia ini tidak ada satu pun yang mampu menahan kekuatanku ya."
"Sama seperti dunia umumnya ya."
"Yang telah aku jajahi dan tempati."
"Kayaknya aku benar-benar luar biasa sekali ya."
Tampaklah seseorang tersebut tertawak jahat dan seketika ada yang berkata.
"Benarkah begitu?."
"Kamu benar-benar seperti orang penjahat pada umumnya ya?."
Terkejut dong seseorang itu dan dia membalikkan badannya dan melihat ada seorang bertopeng dan menggunakan baju hitam pekat dan seseorang itu berkata.
"Siapakah sebenarnya?."
"Kenapa kamu bisa ada dibelakangku tanpa aku sadari?."
"Aku bisa mengetahui nada denyut hati seseorang mau dia sangat cepat."
"Aku bisa mengetahuinya."
"Kenapa kamu tidak aku sadari sedikit pun."
"Kamu siapa sebenarnya?."
Seorang itu berkata.
"Hanya orang biasa saja."
Seseorang itu berkata.
"Eheh,orang biasa ya?."
"Mana mungkin orang biasa bisa ada dibelakang tanpa aku sadari sedikit pun."
Seketika seorang itu tersenyum jahat dibalik topengnya dan sebenarnya seorang bertopeng itu adalah avi yang menggunakan topengnya dia beli waktu itu dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah seseorang terkejut dong karena nada suara avi seolah seperti seorang penjahat dan seseorang itu berkata.
"Apa maksudmu?."
Avi berkata.
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Aku ingin tanyak kepadamu."
"Kenapa kamu menghancurkan seluruh kota ini?."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Salam kenal aku adalah peneror."
Avi berkata.
"Peneror?."
"Apa itu peneror?."
Seseorang itu berkata.
"Itu adalah sebutanku."
"Aku tidak tau kenapa aku disebut peneror."
"Terkadang aku suka meneror seluruh kota atau seluruh makhluk didunia."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Seseorang itu seketika tertawak jahat dong dan seseorang itu berkata.
"Untuk apa aku menghancuri seluruh kota ya."
"Yah,aku bersenang-senanglah."
"Untuk apalagikan menghancuri kota tidak untuk kesenangan saja."
Avi berkata.
"Ehg?!,be-begitu ya."
"Memang pantas seperti penjahat umumnya ya."
"Haaaaaaaaaa."
"Seorang penjahat menghancuri kota untuk kesenangan saja."
"Haaaaaaaaaaa."
"Kayak orang bodoh sajalah."
"Haaaaaaaaaaa."
Seseorang itu berkata.
"Baiklah,waktunya dirimu mati duluan."
Seketika seseorang itu menyerang avi dengan kecepatan sangat begitu tinggih sekali akan tetapi avi menahan senjata sabitnya ditahan avi menggunakan tangan kanan saja dengan begitu mudah sekali.
Tampaklah seseorang itu kaget dong karena avi begitu mudah sekali menahan serangan tersebut dengan begitu tenang sekali dan seseorang itu mundur menjauh karena merasa tidak nayaman.
Tampaklah seseorang itu kesal dong dan seseorang itu berkata.
"Gimana mungkin dirimu bisa memberhentikan seranganku dengan begitu mudah sekali!."
"Mana mungkin itu!."
"Mana mungkin dirimu mempunyai kecepatan lebih dariku!."
Avi berkata.
"Entahlah?."
"Aku tidak tau dengan kekuatanku ini."
"Bisanya aku memancing ikan dengan begitu cepat sekali dan mudah sekali."
"Dengan kekuatanku ini tersebut."
Seseorang itu berkata.
"Woi!aku tidak tanyak hobimu tersebut?."
Avi berkata.
"Kamu nanyak,kamu bertanyak-tanyak?."
"Biar aku kasih tau ya."
"Siapa orang bertanyak begitu hah?."
Kesal dong seseorang tersebut itu dan seseorang itu berkata.
"Anak ikan!!!."
"Kurang ajar dirimu!."
Avi berkata.
"Kok ngamuk?."
"Ha,baiklah kalau begitu maumu ya."
Seketika avi bergerak dengan sangat begitu cepat sekali kearah seseorang itu tersebut mau menyerang seseorang itu tersebut dan tampak seseorang itu menahan serangan avi tersebut tapi seseorang itu tidak bisa menahan serangan avi dari pedang avi dan lseseorang itu berkata didalam dirinya.
"Gimana mungkin serangannya begitu besar sekali!."
"Aku tidak mampu menahannya lagi."
Tampaklah avi tersenyum jahat dibalik topengnya tersebut itu dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kamu tidak bisa menahan serangankukah?."
Seseorang itu berkata.
"Berisik dirimu anak bapakmu!."
Avi berkata.
"Kan aku tidak mempunyai bapak?."
Terdiam dong seseorang tersebut dan seseorang itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Ha,baiklah."
"Berisik dirimu!!!!."
Tampaklah seketika seseorang itu menghilang dan avi kebingungan dong akan tetapi avi sudah menyadarinya dan seketika seseorang itu muncul dibelakang avi dan tampaklah avi dan seseorang itu bertarung satu sama lain dengan begitu seimbang karena avi berpura-pura lemah saja dan tampaklah avi dengan seseorang itu bertarung tanpa henti karena avi ingin tau seberapa jahatnya seseorang tersebut itu.
Tampaklah mereka bertarung tanpa henti diatas udarah dan tampaklah bertarung berbagai daerah dan tampaklah seseorang itu jatuh karena sudah tidak tahan lagi dengan serangan tersebut itu dan tampaklah seseorang itu mau bangkit kembalik dalam kondisi tidak berdaya ditanah dan tampaklah avi menodongkan pedangnya kearah seseorang itu tersebut dan avi berkata.
"Ha,baik."
"Kayaknya sudah cukup disini saja kayaknya."
"Karena dari tadi aku tidak tahan mau buang air besar dari tadi."
Terkejut dong seseorang itu karena avi katakan barusan tersebut dan avi berkata.
"Dah,sampai jumpah lagi."
Tampaklah avi membalikkan badannya dan berjalan akan tetapi seketika seseorang itu berkata.
"Tungguh sebentar."
Seketika avi berhenti berjalan dan avi berkata.
"Ada apa?."
Seseorang itu berkata.
"Kamu siapa sebenarnya?."
"Kenapa seranganmu tersebut dan kenapa kekuatanmu yang begitu besar sekali?."
__ADS_1
"Siapa kamu sebenarnya?."
Avi berkata.
"Hanya orang biasa kok."
Seseorang itu berkata.
"Jangan bercanda dirimu."
"Manalah mungkin ada seorang biasa saja mempunyai kekuatan besar begitu?."
"Apalagi kecepatannya?."
"Siapakah dirimu sebenarnya?."
Avi berkata.
"Kan aku bilang hanya orang biasa saja loh."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya,kamu masih merahasiakannya ya."
"Apakah kamu pahlawan didunia inikah?."
"Manalah mungkin ada seseorang dirimu sekuat itu kecuali seseorang pahlawan."
Avi berkata.
"Tidak,aku bukanlah pahlawan."
"Aku tidak tau apa itu pahlawan yang kamu sebut itu."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Jadi apakah dirimu seorang dewa?."
Avi berkata.
"Tidak,aku bukanlah dewa."
"Aku tidak mengakui diriku sebagai tuhan."
"Karena tuhan sesungguhnya ada diatas."
"Bukanlah aku tuhannya."
"Aku hanya manusia biasa saja."
"Aku Bukanlah pahlawan,dewa,dan apalagi yang lain sebagainya."
"Aku hanya seseorang biasa saja."
"Bukanlah siapa-siapa."
"Aku tetaplah aku."
"Aku hanya seorang manusia biasa saja."
"Aku hanya seseorang biasa saja."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Kamu masih tidak memberitauku ya."
"Siapa dirimu sebenarnya ya."
Tampaklah seseorang itu tersenyum dan avi menyadarinya hal tersebut dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu tersenyum?."
"Apakah ada yang membuatmu lucukah?."
Seseorang itu berkata.
"Tidak."
"Tidak kelucuan apapun itu darimu apalagi dariku."
"Karena sadar kalau dirimu kayak orang pada umumnya ya."
Avi berkata.
"Apanya?."
Seseorang itu berkata.
"Karena dirimu tidak peduli siapa aku walaupun aku seorang penjahat."
"Apalagi aku tidak dibunuh sama sekali pun."
"Biasanya seseorang pada umumnya akan membunuh para penjahat yang telah kelelahan sekali."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Seseorang itu berkata.
"Apalagi dirimu mempercaya semua perkataanku tanpa ada kebohongan sama sekali."
"Kamu bukanlah manusia pada umumnya."
"Karena banyak sekali yang tidak mirip sama manusia pada umumnya aku lihat selama ini."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku tetaplah manusia pada umumnya."
"Tidak ada hal-hal seperti manusia umumnya."
"Kecuali kekuatan percaya kepada tuhan itu hal jarang ada pada manusia umumnya."
"Karena biasanya manusia pada umumnya akan terlihat kerena diseluruh dunia."
"Dan berlagak kuat diseluruh orang dan dunia."
"Tapi apakah dia bisakah berlagak kuat dialam kuburkah?."
"Atau mempertahankan mayatnya utuh pada dia saat pertama kali tiada."
"Sampai beberapa tahun atau beberapa bulan atau hari."
"Pastih semua orang tidak akan bisa begitukan."
"Jadi jangan seolah dirimu kuat didunia tapi tidak kuat dikuburannya sendiri."
"kecuali tuhan sendirilah yang melindungi mayatnya tetap utuh seperti semula."
Seseorang itu terdiam dan seketika menundukkan kepalahnya kebawah dan barkata.
"Begitu ya."
"Kamu memang benar sekali ya."
"Pada umumnya seseorang tidak akan bisa mempertahankan mayat tetap utuh apalagi yang ada dialam kubur tersebut."
"Kamu benar ya."
"Banyak seseorang yang kamu katakan itu benar adanya ya."
"Mereka seolah kuat didunia tapi tidak kuat dikuburan sendiri."
"Haaaaaaaaaaa."
"Sadar sekarang aku tidak bisa apa-apanya lagi ya."
"Dari perkataanmu tersebut benar apa adanya."
"Aku bisa sadar dari perkataanmu itu."
"Haaaaaaaaaa."
"Kita tidak perlu hebat didunia tapi harus hebat yang ada menanti didalam kuburan kita sendiri."
"Begitu ya,aku memang konyol ya."
Tampaklah avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Seseorang itu berkata.
"H-ha,apakah aku boleh menjadi bawahanmukah?."
Avi terkejut dong karena perkataan seseorang itu tersebut dan avi berkata.
"Ehg?."
"Kamu mau menjadi bawahanku?."
Seseorang itu berkata.
"Iya."
"Aku tidak tau gapain sekarang."
"Karena aku tidak tau harus kemana lagi."
"Jadi apakah aku bisa menjadi bawahanmukah?."
Avi berkata.
"Apakah kamu benar-benar mau menjadi bawahankukah?."
Seseorang itu berkata.
"Iya,aku mau menjadi bawahanmu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Apakah dirimu keberatan berkata begitu?."
Seseorang berkata.
"Tidak,sama sekali."
"Aku berkata begini karena aku memang bersungguh-sungguh mau menjadi bawahan dirimu."
"Jadi apakah bolehkah menjadi bawahanmukah?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Kamu boleh menjadi bawahanku kok."
Tampaklah orang itu senang dong dan orang itu berkata.
"Terima kasih banyak!."
Avi berkata.
"Ha,siapa namamu?."
Orang itu berkata.
"Saya tidak ada nama sekali pun."
"Kecuali julukanku saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,aku kasih nama kepadamu."
"Walaupun hanya nama sementara saja."
Orang itu berkata.
"Terima kasih banyak."
Avi berkata.
"Namamu adalah nanggala."
Orang itu berkata.
"Baik,nama saya sekarang adalah nanggala."
Avi berkata.
"Mohon kerja samanya nanggala."
Nanggala berkata.
"Baik!."
__ADS_1